HomeCORPORATE UPDATEBUMSBisnis Non Batu Bara Sumbang 66,5 Persen Pendapatan TOBA Semester I/2026

Bisnis Non Batu Bara Sumbang 66,5 Persen Pendapatan TOBA Semester I/2026

BusinessUpdate – Transformasi bisnis PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) dari ketergantungan terhadap batu bara menuju bisnis pengelolaan limbah dan kendaraan listrik mulai menampakkan hasilnya. Kontribusi bisnis non-batu bara kini menjadi mayoritas pendapatan perseroan.

Pada semester I/2026, kontribusi bisnis non-batu bara TOBA, terutama dari pengelolaan limbah dan ekosistem kendaraan listrik, mencapai 66,5% dari total pendapatan konsolidasi. Kontribusi tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan bisnis batu bara yang menyumbang 31,4% terhadap pendapatan konsolidasi.

Pergeseran tersebut menjadi signifikan mengingat setahun sebelumnya portofolio bisnis TOBA masih didominasi oleh batu bara. Perubahan struktur bisnis tersebut juga terjadi di tengah perbaikan kinerja keuangan perseroan.

TOBA mencatat laba kotor konsolidasi sebesar US$28,2 juta pada semester I/2026, lebih dari dua kali lipat dibandingkan US$13,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan konsolidasi TOBA relatif stabil di kisaran US$173 juta. Namun, penurunan beban pokok pendapatan mendorong margin kotor meningkat menjadi 16,3% dari sebelumnya 8,1%.

Bisnis pengelolaan limbah menjadi kontributor terbesar dalam transformasi portofolio TOBA. Pendapatan segmen pengelolaan limbah tumbuh 77,8% secara tahunan menjadi US$105,9 juta dari US$59,6 juta pada semester I/2025. Laba kotor segmen tersebut meningkat 91,9% menjadi US$17,6 juta, sementara marginnya naik menjadi 16,6% dari sebelumnya 15,4%.

Per Juli 2026 EBITDA bisnis pengelolaan limbah tercatat lebih dari dua kali lipat menjadi US$23,6 juta. Segmen ini menyumbang sekitar 61,2% terhadap pendapatan dan 92% terhadap EBITDA konsolidasi TOBA. Kinerja tersebut ditopang sejumlah bisnis pengelolaan limbah TOBA di Indonesia dan Singapura.

Cora Environment di Singapura mengelola sekitar 752.000 ton limbah, Asia Medical Enviro Services sekitar 2.100 ton, sedangkan ARAH Environmental di Indonesia mengelola sekitar 5.800 ton limbah sepanjang periode tersebut. Bisnis pengelolaan limbah berpotensi menjadi salah satu penopang utama profitabilitas TOBA seiring berkurangnya ketergantungan terhadap bisnis berbasis komoditas.

Selain pengelolaan limbah, perkembangan positif juga terlihat pada ekosistem kendaraan listrik TOBA melalui Electrum. Pendapatan segmen kendaraan listrik melonjak 184% secara tahunan menjadi US$9,1 juta pada semester I/2026. Pendapatan Laba kotor segmen kendaraan listrik berbalik menjadi positif sebesar US$0,4 juta, dibandingkan rugi sekitar US$0,5 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

EBITDA segmen ini juga berubah menjadi positif sekitar US$0,5 juta. Secara operasional, ekosistem Electrum telah mencakup hampir 14.000 unit sepeda motor listrik dan sekitar 550 Battery Swapping Station. Aktivitas penukaran baterai telah melampaui 1,7 juta kali per bulan, dengan total jarak tempuh ekosistem mencapai lebih dari 135 juta kilometer.

Akselerasi bisnis kendaraan listrik juga terlihat pada kuartal II/2026. Pendapatan segmen tersebut mencapai sekitar US$5,86 juta atau meningkat 83,1% dibandingkan kuartal I/2026.

Transformasi Mulai Tercermin pada Margin dan Arus Kas Perbaikan kinerja TOBA juga mulai terlihat dari sisi arus kas. Arus kas operasi perseroan berbalik positif menjadi US$14,6 juta pada semester I/2026, dibandingkan negatif US$31,6 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, rugi bersih TOBA menyusut 83,2% menjadi US$19,4 juta dari US$115,3 juta. Di sisi lain, bisnis batu bara yang masih berada dalam portofolio TOBA juga menunjukkan perbaikan margin. Pendapatan segmen pertambangan batu bara turun 4,1% menjadi US$34,9 juta, tetapi laba kotornya meningkat menjadi US$9,3 juta dari US$1,3 juta. (pa/jh. Foto: Dok. TOBA)

Must Read