BusinessUpdate – Fenomena rumah prefab atau modular belakangan mulai banyak diminati warga. Dibanding rumah konvensional, model hunian seperti ini menawarkan keunggulan, di mana proses pembangunannya lebih cepat karena sebagian besar komponennya sudah diproduksi di pabrik.
Rumah modular adalah hunian prefabrikasi modern yang menjawab kebutuhan konstruksi cepat, terjangkau, dan berkualitas di Indonesia. Tren permintaan rumah modular tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan hunian cepat bangun dengan anggaran yang terukur dan transparan.
Produsen hanya perlu mengirim komponen tersebut ke lokasi tujuan untuk dirakit menjadi sebuah rumah utuh. Cara ini dinilai memangkas waktu pembangunan jadi lebih singkat.
Rumah prefab tersedia dalam berbagai model, mulai dari tiny house, rumah kontainer lipat, kabin futuristis berbentuk space capsule, hingga vila modular. Mayoritas model tersebut juga dirancang kokoh dan diklaim bisa digunakan sebagai hunian sampai 50 tahun lamanya.
Permintaan terhadap rumah modular meningkat di seluruh dunia. Meningkatnya minat terhadap rumah prefab terlihat dari tren pencarian di internet. Menurut perusahaan intelijen pasar ShelfTrend, di AS, setiap bulan, kata kunci “Tiny House” mencatat lebih dari 450.000 pencarian. Sementara itu, pencarian “modular homes” mencapai lebih dari 201.000, sedangkan “prefab homes” melampaui 165.000 pencarian setiap bulannya.
Tren meningkatnya permintaan terhadap rumah prefab turut membuka peluang bagi produsen asal China untuk menjangkau pasar global. Serena He, pendiri perusahaan rumah prefab Luban Cabin yang berbasis di Linyi, Provinsi Shandong, mengatakan bahwa permintaan terhadap rumah modular buatannya terus meningkat.
Sebagian besar permintaan tersebut datang dari pasar yang membutuhkan akomodasi fleksibel dan hemat biaya. Menurut He, produk perusahaannya banyak digunakan untuk hunian glamping di Australia dan Selandia Baru, atau wisata gurun di Timur Tengah, proyek resor di Asia Tenggara, hingga homestay di sejumlah negara Eropa.
Ia menjelaskan, satu unit rumah modular dapat dipasang hanya dalam waktu satu hingga dua hari. Sementara proyek yang lebih besar, seperti kawasan glamping dapat selesai dalam waktu sekitar empat pekan. Hemat waktu dan harga terjangkau.
Di Indonesia, banyak perusahaan yang menyediakan rumah modular dengan berbagai bentuk dan tipe. Misalnya Tradecorp, Nova Modular, Amoda, Lajuhouse, Sanwa Prefab Technology, atau Waskita Beton Precast. Anda tinggal memilih rumah modular sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. (ip/jh. Foto: Dok. Tradecorp)


