BusinessUpdate – BYD Atto 1 generasi kedua dirilis di China. Motor listrik dipindahkan ke roda belakang sehingga mengubah sistem penggeraknya menjadi roda belakang (rear-wheel drive/RWD) sekaligus menyediakan ruang untuk bagasi depan.
Menurut situs Carnewschina Minggu (27/9/2026), kemunculan kendaraan tersebut mengikuti dokumen pengajuan kepada Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) serta sketsa desain eksterior yang sebelumnya telah beredar.
Sketsa kabin yang telah dilaporkan sebelumnya menunjukkan bahwa mobil lima penumpang ini tidak lagi menggunakan panel instrumen tradisional, memiliki perubahan pada sasis, sistem penggerak, dan perangkat kabinnya.
Foto-foto terbaru yang memperlihatkan mobil tersebut dalam sesi pemotretan promosi juga memunculkan spekulasi bahwa varian dengan spesifikasi lebih tinggi dapat mendukung Blade Battery generasi kedua BYD dan teknologi Flash Charging. Namun, BYD belum mengumumkan secara resmi besaran daya maupun waktu pengisian dayanya.
Adapun, Atto 1 generasi pertama menggunakan motor listrik 55 kW yang dipasang di bagian depan dan menggerakkan roda depan. Pada generasi kedua, unit penggerak tersebut dipindahkan ke poros roda belakang, yang memungkinkan mobil lebih bertenaga dan responsif saat berakselerasi.
Data regulasi dari MIIT mengidentifikasi motor tersebut dengan kode model TZ164XYB, yang diproduksi Zhengzhou BYD Auto Co., Ltd., dengan tenaga 95 kW atau 127 hp. Peningkatan tenaga tersebut membuat kecepatan maksimum Atto 1 yang tercatat naik menjadi 150 kilometer/jam.
Perangkat sasis juga mengalami perubahan. Suspensi belakang torsion beam pada model sebelumnya digantikan dengan sistem suspensi independen multi-link.
Mobil ini juga menggunakan ban berukuran lebih lebar, yakni 205/60 R16, yang dipasang pada pelek alloy 16 inci dengan desain empat palang ganda. Sebagai perbandingan, model sebelumnya menggunakan ban berukuran 165 mm dan 175 mm.
Pemindahan sistem penggerak ke bagian belakang memberikan ruang pada kompartemen depan untuk dijadikan bagasi depan atau frunk. Bagasi depan tergolong tidak umum pada mobil listrik kecil di China dengan harga di bawah 100.000 yuan (sekitar Rp250 jutaan), meski BYD belum mengumumkan kapasitas resmi kompartemen tersebut. Di Indonesia, Atto 1 dijual mulai dari Rp199 juta untuk tipe terendahnya.
Di dalam kabin, Atto 1 menggunakan setir multifungsi palang dua dengan bagian bawah datar serta layar sentuh tengah berdesain mengambang.
Konsol tengah yang didesain ulang dilengkapi tombol fisik model toggle di bawah ventilasi AC, pengisi daya ponsel nirkabel, serta dua tempat gelas yang disusun secara vertikal.
Pada bagian eksterior, gagang pintu mekanis semi-tersembunyi menggantikan gagang pintu model pop-out yang rata dengan bodi. Bagian belakang menampilkan lampu belakang terpisah di bawah spoiler atap berukuran besar serta diffuser bawah yang terintegrasi.
Tersedia pula perangkat LiDAR yang dipasang di atap sebagai opsi. Perangkat tersebut mendukung sistem bantuan berkendara Level 2 DiPilot 300 (God’s Eye B) milik BYD.
BYD belum mengumumkan harga resmi maupun waktu peluncuran Atto 1 generasi kedua di pasar. Belum juga diketahui apakah generasi kedua ini juga akan masuk ke pasar Indonesia. (rn/jh. Foto: Dok Eauto China)


