BusinessUpdate – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mencatatkan Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp5,6 triliun hingga Agustus 2026. Kontrak tersebut didominasi oleh proyek pemerintah pusat dengan kontribusi 49,2 %.
Kemudian, pengembangan bisnis menyumbang 11,8%, swasta 9,8%, pemerintah daerah 5,1%, serta BUMN dan BUMD 4%. Anak usaha Waskita Karya turut menyumbang 20% dari total kontrak baru.
Berdasarkan jenis pekerjaan, proyek infrastruktur konektivitas mendominasi perolehan kontrak baru dengan kontribusi 41,6%. Proyek infrastruktur air menyumbang 20,7%, sedangkan proyek gedung mencapai 17,7%.
Salah satu proyek pemerintah pusat yang dikerjakan Waskita Karya pada 2026 adalah pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Papua. Proyek tersebut menjadi bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan di kawasan Indonesia Timur.
Corporate Secretary Waskita Karya Steven Subiantoro mengatakan, perolehan kontrak baru hingga Juli 2026 menunjukkan kinerja perusahaan yang berkelanjutan.
“Kami tetap selektif dalam memilih proyek yang akan dikerjakan. Waskita Karya menghindari proyek turnkey maupun investasi, serta berfokus pada proyek berskema monthly payment dan memiliki uang muka,” ujar Steven dalam keterangan resmi, Senin (28/9/2026).
Steven mengatakan, Waskita Karya telah mengerjakan sejumlah proyek infrastruktur dalam 10 tahun terakhir. Proyek tersebut mencakup 30 bendungan, 41 irigasi, 20 fasilitas Rumah Sakit (RS), 15 sarana pendidikan, 92 jalan tol, serta 19 proyek konektivitas daerah.
“Waskita Karya berkomitmen terus mendukung Program Prioritas Presiden. Di antaranya menghapuskan kemiskinan ekstrem, pemerataan kesejahteraan, meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus mendorong keberhasilan Program Hasil Terbaik Cepat,” lanjutnya.
Waskita Karya juga menyatakan akan menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik dalam pengerjaan proyek. “Waskita Karya juga selalu memperkuat manajemen risiko sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Salah satunya dengan memacu penyerapan tenaga kerja lokal di setiap lokasi proyek,” tegasnya.
Steven mengatakan, Waskita Karya menargetkan peningkatan perolehan kontrak baru dan kinerja keuangan. Target tersebut didorong peluang pengerjaan proyek strategis pemerintah, BUMN, swasta, hingga luar negeri. (pa/jh. Foto: Dok. Waskita Karya)


