BusinessUpdate – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) dan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memperkuat pengawasan arus barang di pelabuhan dengan menyediakan dua unit pemindai peti kemas (container scanner) yang ditempatkan di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) untuk mendukung pemeriksaan kepabeanan pada jalur impor dan ekspor.
Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva Faruq Hidayat mengatakan, penggunaan teknologi pemindai peti kemas menjadi bagian dari sinergi antar-entitas Pelindo Group untuk meningkatkan kualitas layanan dan transparansi proses pemeriksaan.
“Melalui kerja sama dengan TPS, kami berupaya menghadirkan dukungan teknologi pemindai yang terintegrasi dengan sistem dan tata kelola yang baik. Penerapan teknologi ini sejalan dengan arah transformasi Pelindo di bawah pengarahan Danatara dalam memperkuat digitalisasi, modernisasi fasilitas, keselamatan, serta kualitas pelayanan,” kata Faruq dalam keterangan resmi, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, pengembangan fasilitas pendukung pelabuhan tidak hanya berorientasi pada aspek operasional, tetapi juga bagaimana menghadirkan layanan yang semakin transparan, akuntabel, dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
Kerja sama penyediaan container scanner tersebut ditandatangani pada Jumat (25/9/2026). Selain menyediakan dua unit alat pemindai, PSL juga menyediakan sistem pendukung, integrasi teknologi informasi, pemeliharaan peralatan, serta petugas pendukung operasional.
Fasilitas tersebut digunakan untuk mendukung pemeriksaan kontainer yang dilakukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap arus barang impor dan ekspor di kawasan pelabuhan.
Sementara itu Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya Ali Sodikin mengatakan, keberadaan container scanner merupakan bentuk dukungan TPS terhadap pelaksanaan pengawasan kepabeanan.
“Sebagai operator terminal petikemas yang berada di kawasan pabean, TPS memiliki tanggung jawab untuk mendukung pelaksanaan pemeriksaan kepabeanan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai,” katanya.
Ia melanjutkan, adanya dua unit container scanner tersebut merupakan wujud komitmen dalam menyediakan fasilitas yang mendukung pengawasan yang lebih efektif, akurat, dan transparan, tanpa mengurangi kelancaran proses logistik di pelabuhan.
“Melalui sinergi dengan PSL, kami berharap layanan ini dapat meningkatkan keamanan rantai pasok, memperkuat kepercayaan para pengguna jasa, serta mendukung terwujudnya ekosistem pelabuhan yang modern, berintegritas, dan berdaya saing global,” tegas Ali.
PSL menyebut fasilitas container scanner telah dioperasikan di sejumlah pelabuhan strategis, antara lain Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Medan. Penyediaan dua alat pemindai di TPS diharapkan dapat memperkuat pengawasan barang sekaligus mendukung kelancaran arus logistik di pelabuhan. (pa/jh. Foto: Dok. Pelindo)


