HomeSCIEN-TECHMengubah Air Cucian Rumput Laut Menjadi Sabun Cuci

Mengubah Air Cucian Rumput Laut Menjadi Sabun Cuci

BusinessUpdate – Peneliti Pusat Riset Elektronika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Athanasia Amanda Septevani memberdayakan masyarakat pesisir Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk mengolah limbah air cucian rumput laut jenis sargassum menjadi cairan ekoenzim yang bisa digunakan untuk membuat sabun cuci antibakteri rumahan.

Menurut Amanda, selama ini para kelompok tani dan warga pesisir biasanya hanya memanen sargassum untuk langsung dijual dalam bentuk mentah (raw material) atau hanya dijadikan pupuk biasa.

“Kenapa dipilih sargassum? Karena memang dia adalah salah satu sumber rumput laut yang tidak optimal pengelolaannya di Indonesia,” kata Amanda di sela-sela kegiatan Gender Equality Learning Program (GELP) Symposium di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Melalui program pendanaan kolaboratif antara BRIN dan KONEKSI, tim peneliti akhirnya menggali potensi tersembunyi dari komoditas laut tersebut. Amanda menemukan air limbah perasan atau cucian sargassum ternyata dapat difermentasi dengan penambahan konsorsium bakteri EM4.

Hasil uji laboratorium membuktikan cairan turunan rumput laut cokelat ini teruji ampuh memiliki sifat antibakteri kuat, yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. Coli dan S. aureus.

Guna memastikan teknologi ini bisa diadopsi oleh masyarakat akar rumput, BRIN langsung mengerahkan tim untuk melatih para warga pesisir. “Kami juga melakukan, sudah melakukan workshop gitu ya, karena kebetulan mitra kami itu adalah dari Gunungkidul, kami melakukan workshop di sana dan mengajarkan mereka membuat E. enzim,” ujarnya.

Dalam kegiatan lokakarya yang digelar pada Juli 2026 di Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, itu lebih dari 50 partisipan lintas entitas yang didominasi oleh ibu-ibu pesisir ikut terlibat aktif.

Selain diajarkan memproduksi cairan ekoenzim secara mandiri, warga juga dilatih memformulasikan ekoenzim tersebut menjadi produk turunan harian seperti sabun cuci antibakteri rumahan.

Melalui inovasi sederhana ini, Amanda berharap kemandirian ekonomi masyarakat pesisir dapat tercipta, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut yang lebih sehat dan bebas pencemaran pada masa depan. (rn/jh. Foto: Dok. Wikipedia)

Must Read