HomeFINANCEBankUMKM Perlu Literasi Keuangan untuk Tembus Pasar Global

UMKM Perlu Literasi Keuangan untuk Tembus Pasar Global

BusinessUpdate – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia yang ingin menembus pasar global harus memiliki kapasitas produksi, kesiapan tata kelola dan literasi keuangan karena pembeli internasional semakin menuntut transparansi dari calon pemasok.

Direktur Commercial Banking PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Alexander Dippo Paris Y.S. mengatakan kesiapan UMKM untuk masuk ke pasar ekspor tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga perlu memenuhi standar dan kebutuhan administratif yang ditetapkan calon pembeli (buyer).

“Ekspor itu bukan hanya menjual barang. Buyer di luar negeri juga menuntut adanya transparansi keuangan. Kemampuan dari produsen menjelaskan bagaimana cara memproduksi, bagaimana keuangannya, sumbernya dari mana, itu juga penting untuk dilihat dari sisi buyer,” ujar Dippo dalam keterangannya Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, terdapat tiga tantangan yang perlu dijawab UMKM untuk dapat masuk ke pasar ekspor, yakni kapasitas usaha dan kualitas produksi, literasi keuangan, serta akses bisnis. Persoalan tersebut membuat penguatan UMKM tidak bisa hanya dilakukan melalui penyaluran pembiayaan.

Modal perlu diikuti dengan pendampingan agar pelaku usaha mampu meningkatkan skala bisnis sekaligus memenuhi tuntutan pasar yang lebih luas.

“Yang paling berat adalah bagaimana secara pelan-pelan kita meningkatkan skala mereka, literasi mereka sampai mereka bisa diakses secara internasional. Ini tidak boleh dibalik. Kalau hari ini kita kasih akses tapi literasinya belum dapat, maka akses itu akan sia-sia juga,” jelasnya.

Setelah kesiapan usaha terbentuk, tantangan berikutnya adalah mempertemukan UMKM dengan pasar. BRI memanfaatkan jaringan nasabah korporasi dan komersial untuk membuka peluang bagi UMKM masuk ke rantai pasok yang lebih besar.

Pendekatan tersebut memungkinkan UMKM memanfaatkan hubungan bisnis yang telah dimiliki nasabah korporasi BRI dengan buyer di berbagai negara. “Ketika mereka berhasil menjual produknya, mereka tidak sendiri. BRI tidak memberikan akses itu sendiri. Kita menggunakan nasabah-nasabah korporasi dan komersial kita yang kebetulan juga memiliki buyer di negara-negara tersebut,” tutup Dippo. (ip/jh. Foto: Dok. BRI)

Must Read