BusinessUpdate – Aplikasi perpesanan WhatsApp mulai menguji fitur baru bernama Restricted Chat yang berfungsi memberikan perlindungan tambahan pada percakapan dengan membatasi sejumlah aktivitas yang dapat dilakukan pengguna terhadap isi chat.
Fitur tersebut merupakan pengembangan dari Advanced Chat Privacy. Restricted Chat kini tersedia secara terbatas bagi pengguna Android dan iOS yang mengikuti program beta WhatsApp. Fitur tersebut tersedia bagi pengguna yang menggunakan WhatsApp beta versi 2.26.36.4 di Android dan versi 26.39.10.20 di iOS.
Restricted Chat bersifat opsional sehingga tidak akan diterapkan secara otomatis pada seluruh percakapan. Pengguna dapat mengaktifkannya secara manual melalui halaman informasi chat pada percakapan yang ingin diberi perlindungan.
Setelah diaktifkan, WhatsApp akan menampilkan pemberitahuan di dalam percakapan sekaligus menerapkan sejumlah pembatasan terhadap aktivitas yang dapat dilakukan oleh orang-orang dalam chat tersebut.
Pembatasan yang diterapkan adalah media yang dikirim dalam Restricted Chat tidak dapat disimpan secara otomatis ke perangkat pengguna. Selain itu, pengguna tidak dapat mengekspor isi percakapan, menggunakan fitur Meta AI di dalam chat, maupun mengakses percakapan tersebut melalui perangkat tertaut.
WhatsApp menyebut pembatasan penggunaan perangkat tertaut ditujukan untuk mencegah seseorang mengakses chat menggunakan klien tidak resmi atau agen kecerdasan buatan (AI).
Meski menerapkan pembatasan tambahan, WhatsApp memastikan pesan dan panggilan dalam percakapan tetap dilindungi dengan enkripsi end-to-end, baik ketika fitur Restricted Chat diaktifkan maupun tidak. (ip/jh. Foto: Doc. TechJuice)


