BusinessUpdate – Menghadirkan inovasi teknologi dan tata kelola digital di industri pasar modal Indonesia merupakan langkah PT MNC Sekuritas agar tetap relevan di dunia bisnis.
Unit usaha di bawah naungan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) ini memaparkan langkah tersebut dalam penjurian Indonesia Digital Technology and Innovation (IDTI) Awards 2026 pada Selasa (06/10/2026).
Dalam sesi penjurian yang berlangsung secara interaktif dan mendalam, PT MNC Sekuritas diwakili oleh jajaran pimpinan yang berkompeten di bidangnya, yaitu:
1. Abdul Latief Yukkas selaku Direktur IT
2. Luqman El Hakiem selaku Head Of Retail Distribution & Business Development
3.Halip Ismail selaku Head Of IT
Pada pemaparan materi di hadapan dewan juri, PT MNC Sekuritas memaparkan strategi pemanfaatan teknologi mutakhir, salah satunya mengenai Big Data: Profiling, Scoring & Kepatuhan KYC. Pemanfaatan data besar ini mencakup tiga aspek di antaranya:
-Customer Profiling
Memahami profil demografi nasabah (usia, gender, pendidikan, dan pekerjaan) serta menganalisis perilaku transaksi secara mendalam (frekuensi, nilai, preferensi produk, dan kanal). Hal ini memungkinkan perusahaan melakukan segmentasi nasabah secara akurat, baik yang aktif, dorman, maupun berpotensi naik kelas guna menghadirkan kampanye edukasi tertarget serta rekomendasi produk yang lebih relevan melalui platform MotionTrade.
-Channel Scoring
Melakukan penilaian kinerja secara objektif untuk seluruh jaringan layanan, mulai dari Full Branch, Kantor Perwakilan, Mitra, hingga Galeri Investasi. Dengan parameter terukur seperti Number of Account (NOA), nasabah aktif, nilai transaksi, hingga brokerage fee, perusahaan dapat mengalokasikan sumber daya secara efektif dan memberikan insentif berbasis data, bukan sekadar asumsi.
-Pengkinian Data (KYC)
Mengoptimalkan proses pengkinian data nasabah secara online untuk memangkas proses persetujuan manual (approval manual). Sistem ini juga memperkuat pemantauan profil risiko nasabah untuk Customer Due Diligence (CDD) dan Enhanced Due Diligence (EDD) sesuai kerangka APU-PPT, mendeteksi dini indikasi TPPU, serta mendukung kepatuhan penuh terhadap ketentuan OJK dan pelaporan kepada PPATK.
Lebih lanjut, menanggapi pertanyaan terkait insight terbaik yang disampaikan oleh dewan juri menurut Direktur IT PT MNC Sekuritas, Abdul Latief Yukkas, hal tersebut cukup sulit untuk ditentukan karena seluruh dewan juri merupakan para ahli di bidangnya masing-masing.
”Bapak dan Ibu juri semuanya para ahli di bidangnya, sehingga masukan yang disampaikan benar-benar to the point dan sangat mengena. Jika saya coba rewind kembali tadi menyoroti masalah adopsi digital dan scaling. Hal tersebut sangat benar dan memang sedang terjadi. Mau tidak mau, kita harus mengadopsi teknologi terkini agar tetap selaras (align) dengan perkembangan zaman, serta mampu memberikan layanan terbaik kepada nasabah sesuai dengan standar teknologi terbaru,” tutup Yukkas. (kiy)


