BusinessUpdate – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN berharap rumah susun transit oriented development (TOD) di Manggarai, Jakarta dapat direplikasi di kota-kota lainnya.
“Mudah-mudahan ini jadi solusi, satu solusi contoh di rumah perkotaan. Nanti kalau ini berhasil, kita copy paste di berbagai stasiun kereta api, sehingga Indonesia mungkin akan mirip-mirip kayak Jepang, banyak perumahan urban justru di daerah stasiun,” ujar Nixon L.P Napitupulu, Dirut BTN, dalam seminar nasional di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Proyek pembangunan rumah susun (rusun) TOD di Stasiun Manggarai tersebut bertujuan untuk mengurangi beban biaya masyarakat mengingat hunian vertikal tersebut berdekatan dengan moda transportasi umum seperti kereta LRT, kereta KRL commuter, halte bus dan sebagainya.
“Jadi dia banyak tersambung dengan sarana transportasi (publik). Mudah-mudahan dengan (hunian) transit oriented development ini akan menjadi jawaban buat generasi masa depan Indonesia. Jadi kita masih benar-benar berharap dari proyek ini kita mau meletakkan kawasan hunian baru di Jakarta. Kalau ini berhasil kita akan copy paste ke Surabaya, ke Medan, ke segala macam,” tambah Nixon.
Sebagai informasi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyampaikan apresiasi kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI atas dukungan dan sinergi dalam mendorong penyediaan hunian vertikal di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
Kolaborasi antara pemerintah dan BUMN menjadi salah satu kunci untuk mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat perkotaan. Kementerian PKP berperan sebagai regulator yang menyiapkan kebijakan dan aturan, sementara PT KAI sebagai operator memiliki peran dalam pemanfaatan aset dan pembangunan.
Pengembangan hunian berbasis TOD tersebut dirancang untuk mendekatkan masyarakat dengan transportasi publik dan pusat aktivitas perkotaan. Dengan demikian, penghuni diharapkan dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan sehari-hari sekaligus memperoleh akses hunian yang lebih layak, aman dan terintegrasi.
Proyek hunian vertikal ini akan dibangun di Blok F dan Blok G Kawasan Stasiun Manggarai dengan memanfaatkan aset tanah berstatus Hak Pakai PT KAI. Total area pengembangan mencapai sekitar 21.939 meter persegi, yang terdiri atas Blok F seluas sekitar 15.014 meter persegi dan Blok G sekitar 6.925 meter persegi.
Dari sisi konektivitas, kawasan hunian memiliki akses yang sangat dekat dengan Stasiun Manggarai, yakni sekitar 400 meter atau dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar empat menit. Kawasan ini juga didukung berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial dalam radius sekitar tiga kilometer. (rn/jh)


