HomePROPERTYParamount Luncurkan Klaster Mewah di Gading Serpong Tangerang

Paramount Luncurkan Klaster Mewah di Gading Serpong Tangerang

BusinessUpdate – Pengembang Paramount Land meluncurkan klaster Altadena Prime dengan harga mulai dari Rp4,4 miliar di kawasan terpadu Pasadena Central District, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten.

Langkah ini sebagai kelanjutan dari kesuksesan tahap sebelumnya dan dinamika pasar di Gading Serpong yang dinilai makin matang sebagai kota mandiri.

“Kota Gading Serpong tidak hanya menawarkan konektivitas, tetapi juga kelengkapan fasilitas dan ekosistem kebutuhan harian yang semakin terintegrasi,” ujar Direktur Sales & Marketing Paramount Land Ferry John Sihombing dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (16/9/2026).

Pengembangan di kawasan mixed-use seluas 40 hektar tersebut menggabungkan klaster perumahan dengan fasilitas komersial serta area terbuka hijau, seperti koridor pejalan kaki Pasadena Walk. Tatanan ekosistem Pertumbuhan segmen hunian mewah di Gading Serpong tidak lepas dari terbentuknya ekosistem perkotaan yang mandiri.

Kawasan ini kini dihuni oleh puluhan ribu jiwa dan ditunjang oleh berbagai fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga pusat perbelanjaan dan kuliner. Meski persaingan produk di Serpong dan sekitarnya terbilang ketat, pasar hunian premium di koridor ini dinilai tetap memiliki ceruk yang solid.

CEO Leads Property Services Indonesia, Hendra Hartono, mengamati, peluang pasar untuk rumah kelas atas di Gading Serpong tetap terbuka lebar. “Hal ini didorong oleh terbentuknya segmen pembeli kelas atas yang memilih untuk bertempat tinggal di kawasan township Serpong dan sekitarnya,” ungkap Hendra.

Menurut Hendra, status kawasan ini telah bergeser. Gading Serpong bukan township tempat pulang tidur yang ramai hanya pada malam hari atau akhir pekan, melainkan pusat aktivitas yang hidup sepanjang hari.

Kendati demikian, Hendra memberikan catatan analisis mengenai preferensi konsumen saat memilih rumah berbanderol harga tinggi di kawasan penyangga Jakarta. Menurutnya, karakter pembeli rumah mewah di Serpong memiliki motivasi tersendiri dibanding pembeli hunian di pusat kota.

“Pembeli rumah mewah di kawasan Serpong lebih mencari ketenangan, bebas macet, polusi udara yang minim, serta ketersediaan taman hijau yang luas dan jarak antar-rumah yang tidak terlalu menempel dengan tetangga,” jelas Hendra.

Faktor-faktor lingkungan dan kenyamanan itulah yang membuat konsumen berkantong tebal bersedia merogoh kocek dalam-dalam untuk tinggal di Serpong, bahkan ketika harganya sudah bersaing dengan kawasan hunian elite tradisional di Jakarta.

Seiring makin padatnya perumahan dan komersial, tantangan tata kelola perkotaan di Gading Serpong juga menjadi perhatian. Hendra menekankan pentingnya menjaga kualitas lingkungan agar kawasan tetap nyaman dan layak huni dalam jangka panjang.

Beberapa hal krusial yang perlu ditingkatkan antara lain integrasi transportasi publik, penataan ruang terbuka hijau (RTH), serta pengendalian zonasi komersial.

Ia juga mengingatkan agar rasio antara kawasan perumahan dan fasilitas komersial/ruko tetap dijaga secara ideal. Proporsi kawasan perumahan dinilai harus tetap lebih dominan, disertai penyediaan jalur pejalan kaki (pedestrian) yang lebar serta pepohonan yang rindang. (rn/jh. Foto: Dok. Paramound Land)

Must Read