HomeFINANCEBankBTN Perluas Layanan Keuangan Tanpa Tinggalkan Pembiayaan Perumahaan

BTN Perluas Layanan Keuangan Tanpa Tinggalkan Pembiayaan Perumahaan

BusinessUpdate – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) terus memperkuat transformasi bisnis melalui pengembangan ekosistem perumahan, perluasan pembiayaan hunian, dan percepatan layanan digital. Hal ini dilakukan untuk memperluas layanan keuangan perseroan, tanpa meninggalkan mandat utama dalam mendukung pembiayaan perumahan nasional.

“Transformasi ini kita jalankan dengan tetap mempertahankan mandat BTN dalam mendukung pembiayaan perumahan nasional, sembari memperluas layanan ke berbagai produk dan kebutuhan finansial keluarga Indonesia,” kata Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama BTN, dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama media, Jumat (23/10/2026).

Menurut Nixon, BTN tidak hanya berfokus pada pembiayaan kepemilikan rumah atau mortgage bank tetapi juga mengembangkan layanan keuangan yang dapat memenuhi kebutuhan nasabah pada berbagai tahap kehidupan.

Hingga September 2026, total kredit pemilikan rumah (KPR) yang telah disalurkan BTN mencapai Rp552 triliun. Sementara itu, pangsa pasar BTN di sektor pembiayaan perumahan tercatat sebesar 39% pada Juni 2026. Khusus untuk KPR subsidi, pangsa pasar BTN mencapai 69% pada September 2026.

Selama 76 tahun melayani masyarakat, BTN memperluas akses kepemilikan rumah, termasuk bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program KPR subsidi. Penyaluran pembiayaan tersebut juga dilakukan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Untuk menjangkau pekerja sektor informal, BTN menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas dan organisasi profesi.

Sepanjang Januari hingga September 2026, penyaluran program perumahan melalui kerja sama dengan kementerian dan lembaga mencapai 35.808 unit. Program tersebut menyasar sejumlah kelompok masyarakat, mulai dari guru, tenaga kesehatan, awak media, buruh, pegawai BKKBN, anggota Polri, hingga masyarakat di Provinsi Maluku.

“Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BTN untuk memperluas akses kepemilikan rumah secara inklusif, termasuk bagi kelompok masyarakat yang memiliki penghasilan tidak tetap,” ujar Nixon.

Selain membiayai kepemilikan rumah, BTN memperkuat penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) melalui pembiayaan dari sisi pasokan (supply) dan permintaan (demand). Dari sisi pasokan, BTN bekerja sama dengan lebih dari 8.000 mitra pengembang.

Perseroan juga membuka akses pembiayaan bagi kontraktor, pemasok, distributor, dan toko bahan bangunan. Skema tersebut menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam rantai pasok sektor perumahan.

Sementara dari sisi permintaan, pembiayaan diarahkan kepada calon debitur potensial, termasuk wiraswasta, merchant BTN, serta nasabah yang memiliki riwayat kredit baik.

Berdasarkan data per 20 Oktober 2026, realisasi plafon KPP BTN mencapai Rp6,16 triliun dengan total penyaluran kepada 9.236 debitur. Dari jumlah tersebut, pembiayaan untuk sisi pasokan mencapai Rp4,02 triliun, sedangkan penyaluran dari sisi permintaan sebesar Rp2,14 triliun.

Melalui skema ini, pembiayaan BTN tidak hanya ditujukan kepada masyarakat yang membutuhkan rumah, tetapi juga kepada pelaku usaha yang mendukung pembangunan dan penyediaan material bangunan. (pa/jh. Foto: Dok. BTN)

Must Read