HomeFINANCEBankTransaksi QRIS Bakal Jadi Acuan Penilaian Kelayakan Kredit

Transaksi QRIS Bakal Jadi Acuan Penilaian Kelayakan Kredit

BusinessUpdate – Bank Indonesia (BI) berencana menjadikan data transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu acuan dalam menilai kelayakan kredit (credit scoring) bagi pelaku usaha.

“Jadi ini paling tidak suatu keberhasilan di mana kita memberikan akses keuangan kepada para merchant di bawah, merchant-merchant yang small juga yang nantinya data ini bisa menjadi semacam credit scoring,” kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (TIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Berdasarkan data BI hingga kuartal III/2026, jumlah pengguna QRIS tercatat sebanyak 70,6 juta dengan 49,4 juta merchant, sebanyak 97% di antaranya merupakan pelaku UMKM. Sedangkan, volume transaksi QRIS meningkat 75,8% secara tahunan yoy).

Menurut Destry, pemanfaatan data transaksi QRIS bisa mendukung perluasan akses keuangan bagi pelaku usaha kecil, sejalan dengan upaya BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. “Jadi kita sudah melakukan banyak hal, paling tidak karena kita ingin pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Artinya pertumbuhannya harus inklusif,” ujar Destry.

Selain QRIS, Destry menyoroti peran BI-FAST sebagai infrastruktur pembayaran yang memungkinkan transaksi berlangsung selama 24 jam. “Jadi belum banyak bank sentral atau negara lain yang sudah mempunyai fast payment (BI-FAST). Kita sudah mempunyai fast payment di mana itu penghematannya secara ekonomi juga luar biasa,” ujarnya.

Adapun BI-FAST mencatat volume transaksi sebanyak 1,631 miliar pada kuartal III/2026, tumbuh 31,78% secara tahunan. Nilai transaksinya mencapai Rp4.049 triliun, meningkat 33,91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (ip/jh. Foto: Dok. BCA)

Must Read