BusinessUpdate – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) memberikan bantuan sarana pengolahan sampah, edukasi pemilahan sampah kepada warga, serta pelatihan bagi anak-anak dan anggota karang taruna di RW 06, Srengseng Sawah, Jakarta. Dalam melaksanakan program tersebut BRI Finance berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.
Dukungan BRI Finance tersebut sejalan dengan upaya pengelolaan sampah dari hulu, yakni sejak sampah dihasilkan di rumah tangga dan lingkungan permukiman. Langkah ini diharapkan membantu mengurangi sampah yang harus diangkut keluar wilayah, termasuk yang berakhir di tempat pemrosesan akhir Bantargebang.
Melalui program TJSL, BRI Finance berpartisipasi sebagai Mitra Utama dengan menyediakan sejumlah sarana untuk menunjang pengelolaan sampah di RW 06, Srengseng Sawah. Bantuan tersebut meliputi tujuh unit tong komposter berkapasitas 200 liter, sebelas unit tong biru berkapasitas 60 liter, lima unit tempat sampah jenis dust bin berkapasitas 120 liter, serta satu unit mesin ayak kompos rotary dengan kapasitas 100–150 kilogram per jam.
BRI Finance juga mendukung satu paket kegiatan pelatihan untuk anak-anak dan remaja. Program edukasi pemilahan sampah menyasar warga di empat RT, yaitu RT 02, RT 03, RT 06, dan RT 11, sedangkan pelatihan pengelolaan sampah bagi anak-anak dan anggota karang taruna ditargetkan menjangkau 50 peserta.
Direktur Utama BRI Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo, mengatakan bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnis. “Bagi kami di BRI Finance, CSR adalah tanggung jawab moral dan investasi masa depan,” ujar Satyo, sapaan akrab Ignatius Susatyo, di Jakarta Rabu (28/10/2026)
Menurut Satyo, persoalan sampah bukan hanya menjadi tantangan Jakarta, melainkan juga daerah lain di Indonesia. Karena itu, perusahaan berupaya mengambil bagian melalui langkah konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Kami ingin berpartisipasi, setidaknya dimulai dari hal-hal kecil yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa dukungan sarana pengolahan sampah diharapkan tidak hanya membantu menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sampah agar memiliki nilai tambah. “Setelah diolah, sampah ternyata bisa memiliki nilai tambah bagi warga, masyarakat, dan lingkungan,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. BRI Finance)


