BusinessUpdate – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tengah membangun pabrik Chlor Alkali – Ethylene Dichloride (CA-EDC) yang bisa menghasilkan 400 KTA soda kaustik dan 500 KTA etilen diklorida, sehingga angka impor bisa ditekan. Perseroan memproyeksikan dampak ekonomi hingga Rp10 triliun dari pembangunan proyek tersebut.
“Karena tadi ada penurunan impor dan juga kita melakukan ekspor, maka kurang lebih Rp10 triliun per tahun dampak ekonominya yang diperkirakan akan diberikan dari project ini,” ucap General Manager (GM)-Head of Corporate Communications Chrysanthi Tarigan dalam diskusi di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Di sisi lain, proyek ini membuka ribuan lapangan pekerjaan. Di tahap pembangunan, proyek ini sudah menciptakan lapangan pekerjaan sekitar 3.000. Kemudian, ketika sudah beroperasi nanti, proyek ini akan kembali membuka lapangan pekerjaan hingga 250 orang.
Sejauh ini pembangunan CA-EDC sudah mencapai 85% dan ditergetkan beroperasi secara komersial 2027. “Ini memang masuk dalam rencana kerja pemerintah RKP 2026 sebagai proyek strategis nasional. Jadi, artinya industri yang strategis bagi pertumbuhan Indonesia juga. Di mana ada industri berkembang dengan baik, maka akan ada multiplier effect yang diberikan kepada masyarakat sekitar,” jelasnya.
Proyek ini juga diproyeksi dapat memberikan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar Rp35 hingga Rp45 triliun. Lalu, dari sisi perdagangan adanya substitusi impor yang berpotensi memberikan Rp43,7 triliun.
“Dari devisa juga akan memberikan Rp65,5 triliun serta pendapatan rumah tangga nasional Rp561,18 miliar,” ucap Chryshanti. Sementara potensi penyerapan kerja nasional secara langsung maupun tidak langsung diperkirakan mencapai 6.000 orang. (ip/jh. Foto: Dok. Chandra Asri)


