BusinessUpdate – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menyatakan pencampuran bahan bakar (co-firing) di PLTU Rembang, Jawa Tengah, dapat menjadi contoh bagi PLTU lainnya.
“PLTU Rembang menjadi salah satu PLTU dengan penerimaan terbanyak pada 2025. Saya sangat senang dengan penerimaan dan inovasi yang dilakukan,” ujar Hokkop Situngkir, Direktur Biomassa PLN EPI, melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, PLTU Rembang memiliki inovasi yang patut ditiru dan diterapkan di PLTU lainnya. Di PLTU Rembang terdapat dua zona dan dua akses untuk menerima dan menyimpan biomassa. Dengan sistem ini, ketika zona pertama telah penuh, penerimaan biomassa dapat dialihkan ke zona kedua.
Pengaturan tersebut memungkinkan proses penerimaan dan penyimpanan biomassa tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas di zona lainnya. Dengan demikian, proses pencampuran biomassa dan batu bara bisa lebih optimal.
Karena terdapat dua pintu akses, pembongkaran pun lebih lancar, memudahkan penataan, sehingga kondisi kerja lebih aman. Kedua akses masuk itu memiliki kapasitas penampungan masing-masing 13 ribu ton biomassa.
“Co-firing di PLTU Rembang saat ini sekitar 5% hingga 10%,” lanjut Hokkop. Ia mengatakan penerimaan biomassa di PLTU tersebut selalu naik dari tahun ke tahun.
Di 2023, penerimaan biomassa di PLTU Rembang tercatat 76 ribu ton. Angka tersebut naik signifikan pada 2024 menjadi 118 ribu ton. Sedangkan, pada tahun lalu, penerimaan biomassa di PLTU Rembang sebesar 185 ribu ton.
“Saya mengapresiasi pelaksanaan co-firing biomassa di PLTU Rembang. Target co-firing dan MWh green PLTU Rembang selalu tercapai. Saya berharap, target cofiring bisa tercapai sehingga mendukung program pengurangan emisi,” jelasnya.
Hokkop juga melakukan kunjungan ke PLTU Tanjung Awar-awar, Tuban, Jatim. Ia mengapresiasi digitalisasi di PLTU tersebut. Menurutnya, pemantauan cofiring secara digital akan sangat membantu kesuksesan program pengurangan emisi karbon tersebut. Hokkop mengatakan penerimaan biomassa di PLTU Tanjung Awar-awar turut mendukung pelaksanaan program co-firing biomassa PLTU PLN. (pa/jh. Foto: Dok. PLN EPI)


