BusinessUpdate – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan mobil listrik terbarunya Hyundai Neira memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 60% sehingga memenuhi ketentuan minimal TKDN kendaraan yang akan diberlakukan pemerintah pada 2027.
Chief Operating Officer (COO) PT HMID Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, pencapaian tersebut didukung oleh keberadaan fasilitas produksi baterai di Karawang, Jawa Barat, serta fasilitas manufaktur Hyundai di Cikarang.
“TKDN Neira itu sudah pasti di atas 60%, karena pabrik baterainya sendiri sudah ada di Karawang jadi tinggal utilisasinya saja, kemudian nanti dari pabrik baterai tersebut pasti perakitannya juga ada di pabrik Cikarang,” kata Frans di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Keberadaan pabrik baterai di Karawang menjadi salah satu faktor yang mendukung pencapaian tingkat komponen dalam negeri tersebut. Selain itu, proses perakitan baterai juga akan dilakukan di Indonesia. Adapun, Hyundai Neira akan diproduksi di fasilitas Hyundai Manufacturing Indonesia (HMMI) yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.
Menurut Frans, produksi lokal tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan untuk menghadirkan kendaraan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Mereka juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pasar domestik sebelum mempertimbangkan pengiriman kendaraan tersebut ke pasar ekspor.
“Ada untuk ekspor juga, tapi, pasti yang paling utama itu bagaimana memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dulu baru nanti kita berpikir untuk ekspor,” ujarnya.
Hyundai Neira akan diperkenalkan dalam ajang GAW alias Gaikindo Auto Week 2026 (sebelumnya bernama Gaikindo Jakarta Auto Week/GJAW). Dalam kesempatan tersebut, perusahaan juga akan mengumumkan informasi lebih terperinci mengenai harga, varian, serta mekanisme pemesanan kendaraan.
Frans mengatakan Hyundai telah menyiapkan beberapa pilihan varian untuk Neira, termasuk varian dengan spesifikasi terendah dan tertinggi.
Kehadiran Neira menjadi bagian dari strategi Hyundai untuk memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik Indonesia, khususnya pada segmen kendaraan keluarga dengan konfigurasi tujuh penumpang. Menurut Frans, kendaraan yang dapat menampung banyak penumpang menjadi kegemaran masyarakat Indonesia, sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal dalam mengakomodasi mobilitas sehari-hari.
Pemerintah menetapkan peningkatan target TKDN untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) atau mobil listrik di Indonesia naik menjadi 60% pada periode 2027–2029 dan 80% mulai 2030, berdasarkan peta jalan yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2023.Review kendaraan modern. (rn/jh. Foto: Dok. Hyundai)


