HomeECONOMICProyeksi Nilai Konstruksi Ritel 2023 Bakal Mengalami Penurunan

Proyeksi Nilai Konstruksi Ritel 2023 Bakal Mengalami Penurunan

BusinessUpdate – Nilai konstruksi proyek ritel pada tahun 2023 diprediksi sebesar Rp17,57 triliun yang didominasi oleh sektor ruko sebesar 44,14%.

Nilai tersebut menurun 1,53% bila dibandingkan nilai konstruksi ritel tahun 2022 sebesar Rp 17,84 triliun. Hal itu diungkapkan dalam publikasi BCI Central berjudul Indonesia Construction Market Outlook (IMCO) 2023. 

Dari proyeksi nilai konstruksi ritel tahun 2023 sebesar Rp 17,57 triliun, sudah mencakup sektor ritel dan pusat perbelanjaan atau mal yang terdiri dari sektor ruko sebesar 44,14% dengan nilai Rp7,76 triliun, kemudian pusat perbelanjaan sebesar Rp3,80 triliun atau 21,63% dari total nilai konstruksi ritel. 

Berdasarkan wilayah, Jabodetabek diperkirakan masih mendominasi proyek ritel dengan kontribusi nilai konstruksi Rp6,29 triliun atau 35,82% dari total proyek ritel nasional.

Sektor ritel berjuang selama pandemi Covid-19 pada 2020-2021 karena lemahnya pertumbuhan belanja konsumen dan adanya persaingan baru dari ritel online. Namun, aktivitas ritel berangsur pulih sebelum pipeline proyek akan tergelincir kembali pada 2023. 

Sementara, sektor ruko memiliki kurva pertumbuhan yang relatif rendah dan datar selama dua tahun pandemi. Kemudian sejak 2022 tren pasar terus meningkat, seiring dengan perkembangan kota mandiri berskala besar yang dibangun oleh ruko dan kavling komersial. 


Ruko yang terletak di kota skala besar akan terus berlanjut tumbuh karena tidak hanya terletak di lokasi yang strategis tetapi juga fasilitas parkir besar, infrastruktur yang baik, dan pasar yang besar dikelilingi cluster perumahan. (jh)

Must Read