HomeFINANCEBankCNAF: Pembiayaan Kendaraan Listrik Melejit

CNAF: Pembiayaan Kendaraan Listrik Melejit

BusinessUpdate – PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) atau CIMB Niaga Finance menargetkan pertumbuhan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan (listrik dan hybrid) pada 2023 nanti naik di atas 50%.

Perseroan mencatat pertumbuhan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan naik 136% hingga November 2022 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).  

Menurut Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance Ristiawan Suherman realisasi pembiayaan mobil listrik sampai November 2022 sebesar Rp71,8 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp30,1 miliar. 

“CIMB Niaga Finance menargetkan realisasi kredit mobil ramah lingkungan bisa masuk ke angka Rp75 miliar hingga akhir 2022,” jelas Ristiawan seperti dikutip Bisnis, Minggu (18/12/2022). 

Ristiawan mengatakan, CIMB Niaga Auto Finance melihat tren penjualan mobil listrik di Indonesia sangat menjanjikan. Berdasarkan data Gaikindo, tercatat kenaikan penjualan mobil ramah lingkungan meningkat signifikan ke angka diatas 10 ribu unit per bulan November 2022 (EV dan Hybrid) bila dibandingkan angka penjualan full year 2021 di angka 3.192 unit. 

Ia mengatakan segmen yang sekarang banyak mengajukan pembiayaan mobil listrik dan ramah lingkungan, yaitu segmen nasabah yang tinggal di kota besar. “Rata-rata penghasilan yang jauh lebih tinggi dari pada nasabah di kendaraan konvensional,” ujar Ristiawan. 

Seiring dengan program stimulus pemerintah untuk mencapai target net zero emisi pada 2060 dan mulai bermunculan varian baru mobil listrik, CNAF yakin pertumbuhan penjualan mobil ramah lingkungan akan jauh meningkat pada 2023. 

Dengan berbagai macam program stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah dari hulu ke hilir, CIMB Niaga Auto Finance yakin geliat bisnis kendaraan ramah lingkungan akan semakin meningkat pada 2023, 

Kondisi tersebut, akan berdampak positif terhadap perusahaan pembiayaan seperti CNAF. “Dari sisi perusahaan pembiayaan mendapatkan keuntungan dari perhitungan ATMR yang lebih kecil, penerapan DP 0% dan lainnya,” ujarnya. (jh)

Must Read