HomeCORPORATE UPDATEBUMNTahun Depan PLN Butuh Batu Bara 161,2 Juta Ton, Soal Harga Jadi...

Tahun Depan PLN Butuh Batu Bara 161,2 Juta Ton, Soal Harga Jadi Tantangan

BusinessUpdate – PT PLN Energi Primer Indonesia, anak usaha PT PLN (Persero), memproyeksikan kebutuhan batu bara pada 2023 mencapai 161,2 juta ton. Batu bara itu akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). 

Menurut Senior VP Pengembangan Usaha Batu Bara PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Eko Yuniarto, disparitas harga ekspor batu bara dan harga domestic market obligation (DMO) yang sangat tinggi ikut mendongkrak ongkos angkut batu bara dalam negeri. 

“Disparitas harga komoditas yang cukup tinggi membuat banyak pemilik vessel atau tongkang itu lebih cenderung ship-to-ship, mereka bisa mendapatkan pendapatan lebih cepat dibandingkan dia harus melayani diujung NTT atau di Jayapura” kata Eko saat Rakernas II Aspebindo di Hotel The Dharmawangsa, Jakarta, Senin (19/12/2022). 

Kondisi tersebut membuat PLN harus berpikir keras untuk mendapatkan armada transportasi pasokan batu bara yang cukup guna memenuhi kebutuhan 54 PLTU milik PLN dan 34 PLTU milik produsen listrik swasta (independent power producer/IPP) di seluruh Indonesia. 

“Tantangan bagaimana mendapatkan armada yang siap dalam menghadapi harga komoditas yang juga berakibat pada kenaikan harga vessel atau tongkang itu. Bagaimana manage armada milik PLN Group sendiri dan armada yang dikuasai swasta bisa kolaboratif dalam periode disparitas harga komoditas,” tuturnya. 

Berdasarkan data PLN EPI, proyeksi kebutuhan batu bara 161,2 juta ton tahun depan terdiri atas 83 juta ton untuk kebutuhan PLTU milik PLN dan 78,2 juta ton untuk PLTU milik IPP. 

Proyeksi kebutuhan itu juga telah memperhitungkan kebutuhan tahunan PLTU, minimum hari operasi pembangkit (HOP) 15-20 hari, dan success rate pasokan batu bara. Proyeksi itu naik signifikan jika dibandingkan dengan rencana volume kontrak batu bara untuk kelistrikan 2022 sebesar 144,1 juta ton dengan volume alokasi 122,5 juta ton. 

Sementara itu, untuk memenuhi terjaminnya pasokan batu bara untuk kelistrikan, pemerintah tengah menggodok pembentukan badan layanan umum (BLU) batu bara. BLU tersebut akan melakukan penghimpunan dan penyaluran dana kompensasi DMO batu bara. (pa/jh)

Must Read