BusinessUpdate – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menanggapi permintaan perpanjangan masa konsesi Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) dri 50 tahun menjadi 80 tahun.
Sebelumnya, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengirim surat ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memohon perpanjangan masa konsesi dari 50 tahun menjadi 80 tahun.
“Saya mempertimbangkan hal itu bisa dilakukan, tetapi memang kalau itu 80 tahun maka ada kewajiban dari Kereta Cepat untuk menambah hal-hal yang diinvestasikan. By law, 80 tahun ini bisa,” ujar Budi seperti dikutip oleh Bisnis, Selasa (27/12/2022).
Saat ini pihaknya masih membahas mengenai apa investasi yang bisa ditambahkan oleh PT KCIC, sebagai pemilik proyek. Ia berharap kesepakatan bisa tercapai dalam waktu dekat. “Kesepakatan mungkin satu sampai dua bulan ini selesai,” ujar Budi Karya.
Sebelumnya, KCIC menguraikan alasan di balik pengajuan perpanjangan masa konsesi tersebut. Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi menerangkan bahwa beberapa faktor yang menyebabkan perlunya perpanjangan masa konsesi yakni perkiraan jumlah penumpang yang menurun, pembengkakan biaya proyek, serta kurangnya sumber pemasukan akibat penundaan pembangunan kawasan TOD.
Dwiyana menjelaskan,- perkiraan trafik jumlah penumpang pada 2017 yakni 61.157 penumpang per hari. Demand forecast itu merupakan hasil survei dari LAPI ITB. Selang lima tahun setelahnya, demand forecast berubah akibat pandemi Covid-19.
Hasil survei Polar UI pada 2022, demand forecast hanya 31.125 penumpang per hari. Alhasil, perubahan demand forecast itu turut berpengaruh pada review uji kelayakan atau feasibility study pada 2022.
Selain itu, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan bahwa biaya proyek bengkak dari US$5,99 miliar menjadi US$7,5 miliar. Terdapat cost overrun sebesar US$1,45 miliar.
Sementara itu, pembangunan kawasan TOD terintegrasi dengan stasiun Kereta Cepat juga tertunda pembangunannya. Awalnya, kawasan TOD dibangun secara paralel dengan sarana sekaligus prasarana Kereta Cepat, namun kini harus menunggu beberapa tahun setelah pengoperasian terlebih dahulu sehingga sumber pemasukan akan berkurang. (pa/jh)


