HomeNEWS UPDATENationalMafia Beras Masih Gentayangan

Mafia Beras Masih Gentayangan

BusinessUpdate – Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengakui jika harga beras saat ini masih mahal. Ia menduga masih ada mafia beras yang terus bergentayangan.

Buws, sapaan akrab Budi Waseso, mengaku tak tahu apa penyebab harga beras masih mahal lantaran dirinya sudah menggelontorkan ratusan ribu ton beras untuk meredam harga. 

Ia menduga masih ada mafia yang sengaja menjual dengan harga tinggi ke pedagang beras, sehingga harga di konsumen juga mahal. 

“Sebenarnya saya sudah tahu, dan saya tidak bodoh-bodoh amat. Kalau tanda kutip ada mafia, memang ada. Saya ini punya kebijakan atas dasar perintah Presiden, kita harus menggelontorkan sebanyak mungkin. Tidak ada monopoli terhadap masalah perberasan, karena beras adalah kebutuhan pokok yang mendasar,” kata Buwas saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (10/1/2023). 

Sayangnya Buwas tak mau menyebut siapa oknum atau mafia tersebut. Namun Buwas bilang, berdasarkan hasil video yang didapatkan, oknum tersebut bertugas menjadi koordinator dan mengintimidasi pedagang untuk mau membeli beras dengan harga mahal. 

“Saya melepasnya dengan harga Rp8.300 per kilogram, beras yang saya lepas sekarang itu berasnya impor yang notabene broken 5 atau premium, dijulanya Rp8.300, seharusnya dengan  Rp8.300 sampai konsumen ya 9.000 lah, tapi yang terjadi harganya tetap tinggi,” jelasnya. 

Buwas memantau semua aktivitas. Ternyata para pedagang ini mendapatkan harga mahal. “Ngapain ngumpulin pedagang diintimidasi, jangan dipikir saya tidak tahu ada rekamannya, siapa yang hadir saya tahu, dimana tempatnya saya tahu, tidak ada koordinator-koordinatoran, engak ada mafia- mafia,” kata Buwas. 

Buwas mengaku dirinya juga sudah memberikan penugasan dan laporan kepada Satgas Pangan untuk segera menindaklanjuti mafia beras tersebut. 

“Jangan merasa hebat, jagoan, pakai ngancam, apa ini, negara diancam-ancam, berani ngancam negara lagi, Satgas Pangan saya kasih (laporannya) enggak bisa cara begini. Masalah beras, masalah perut masyarakat dipakai mainan,” tegas Buwas. 

Sementara itu Kasub Satgas Ketersediaan Pangan Polri Helfi Assegaf mengatakan, dirinya sudah mendapatkan berkas laporan dari Perum Bulog dan akan mempelajarinya agar segera ditindaklanjuti. (rn/jh)

Must Read