HomeECONOMICInfrastruktur akan Menjadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi 2023 

Infrastruktur akan Menjadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi 2023 

BusinessUpdate – Kenaikan anggaran infrastruktur pada APBN 2023 sebesar 7% dibanding tahun sebelumnya akan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melanjutkan tren positif pada 2023 meski terjadi perlambatan. Angka pertumbuhan ekonomi diprediksi menjadi 5,04%.  

“Untuk 2023 pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat, kami lihat masih bisa di 5% untuk tumbuh,” ujar Faisal seperti dikutip oleh Bisnis, Selasa (7/2/2023).  

Ia juga mengungkapkan pada tahun ini akan terjadi pergeseran investasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi dari komoditas menjadi bangunan dan infrastruktur.  

Setelah pada 2022 pengeluaran pemerintah mengalami kontraksi di tengah penurunan pengeluaran untuk program Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), Faisal memperkirakan pengeluaran pemerintah akan kembali tumbuh pada 2023, termasuk persiapan pemilihan umum (Pemilu) 2024. 

Selain itu, sumber Gross fixed capital formation (GFCF) atau investasi tetap akan bergeser dari investasi nonbangunan & struktur, khususnya investasi terkait komoditas, menjadi investasi bangunan & struktur.  

Hal ini tercermin oleh peningkatan anggaran infrastruktur pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2023 dari Rp365,8 triliun (realisasi 2022) menjadi Rp392 triliun atau meningkat sekitar 7% dari kontraksi sebesar -13% pada 2022.  

Selain itu, pemerintah terus mendorong akselerasi kelanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN), proyek hilirisasi, dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.  

Berdasarkan catata Kementerian Keuangan, anggaran tersebut juga diperuntukkan bagi infrastruktur konektivitas dengan membangun 571 kilometer (km) jalan, termasuk jalan baru, jalan tol, dan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS).  

Selain itu, juga membangun 15.943 meter jembatan, underpass, dan flyover. Dana lainnya digunakan untuk membangun 6 lokasi bandara baru, serta rel kereta api sepanjang 6.627 kilometer spoor. 

Di sisi lain, Dana Moneter Internasional (International Monetery Fund/IMF) telah merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,8% pada 2023, dari perkiraan sebelumnya 5%. (rn/jh)

Must Read