BusinessUpdate – Bank-bank besar enggan menurunkan net interest margin (NIM). Bahan jika mungkin akan memperlebar NIM ketika mereka memiliki kesempatan.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah Redjalam. Menurutnya, NIM merupakan salah satu komponen penting yang dapat meningkatkan keuntungan perbankan.
Bagi bank, lanjut Piter, NIM yang besar adalah kesempatan. Oleh karena itu, apabila bisa menjaga NIM tetap tinggi, maka bank akan tetap melakukannya.
“Tidak ada bank yang mau menurunkan NIM ketika mereka punya kesempatan melebarkan NIM,” ujar Piter, seperti dikutip Bisnis, pada Rabu (8/2/2023).
Sebagai perbandingan, Piter menyatakan bahwa NIM di luar negeri hanya sekitar 2% hingga 3%. Sementara itu, NIM di Indonesia bisa berada di atas 5%. “Perlu dipahami NIM berbeda-beda antar bank dan antar nasabah,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyentil soal tingginya NIM perbankan dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2023. Ia menilai bahwa NIM Indonesia terlalu tinggi, bahkan menjadi nomor wahid di dunia. (p/jh)


