BusinessUpdate – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan tahun 2023 dan 2024 adalah saatnya bagi industri hotel dan restoran untuk berinvestasi, berakselerasi, dan juga revitalisasi.
Ia meminta pengusaha hotel dan restoran untuk tidak gamang dalam melakukan investasi atau akselerasi usaha di tengah perekonomian yang dibayangi resesi global pada 2023.
Ia meminta pengusaha yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memanfaatkan kesempatan tersebut.
“Memang ada narasi ekonomi gelap tahun ini di akhir tahun lalu. Tapi saya bisa menyampaikan ke PHRI bahwa untuk 2023 dan 2024, jangan wait and see, tapi kita gunakan kesempatan ini untuk investasi, untuk akselerasi, dan untuk revitalisasi,” kata Sandiaga dalam pembukaan Rakernas III PHRI 2023, Kamis (9/2/2023).
Ia juga mengimbau PHRI untuk tidak khawatir terhadap tahun politik yang mulai berlangsung pada 2023. Menurutnya, tahun politik justru akan memicu pergerakan masyarakat yang lebih banyak, serta hotel dan restoran semakin laku lantaran digunakan untuk kegiatan-kegiatan jelang pesta politik 2024.
Sebagai informasi, Kemenparekraf menargetkan nilai devisa pariwisata sekitar US$2,07 miliar – US$5,95 miliar pada 2023. Jumlah wisatawan mancanegara ditargetkan di kisaran 3,5 juta hingga 7,4 juta kunjungan, dan jumlah wisatawan nusantara (wisnus) di kisaran 1,2 juta hingga 1,4 juta pergerakan.
Selain itu, jumlah tenaga kerja pariwisata dan ekonomi kreatif ditargetkan sebanyak 22,4 juta orang untuk pariwisata dan 22,59 juta orang untuk ekonomi kreatif.
Menurut Sandi, peranan PHRI sangat penting dalam mencapai target-target tersebut. Salah satunya, dengan meningkatkan penyediaan paket-paket yang konkret untuk menginap maupun memberikan peningkatan konsumsi makanan dan minuman. (pa/jh)


