HomeNEWS UPDATENationalKementerian KP Rekrut Anak Nelayan untuk Dididik Menjadi SDM Unggul

Kementerian KP Rekrut Anak Nelayan untuk Dididik Menjadi SDM Unggul

BusinessUpdate – Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kementerian KP) akan merekrut anak nelayan untuk dididik menjadi sumber daya manusia (SDM) unggul untuk mendukung pelaksanaan kebijakan ekonomi biru dan menjadi agen pembangunan Kampung Nelayan Maju di Indonesia.

Anak-anak nelayan itu akan dilatih di bawah naungan Kementerian KP melalui unit kerja Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM).

Menteri KP, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, satuan pendidikan BRSDM akan merekrut 100% anak-anak nelayan yang diharapkan dapat dimulai pada 2023.

“Nantinya, peserta didik ini akan menjadi agen pembangunan yang akan kembali lagi ke kampung mereka berasal untuk membangun kampungnya. Dengan demikian, kampung mereka akan menjadi kampung yang memiliki potensi ekonomi yang besar dan menjadi Kampung Nelayan Maju,” jelas Trenggono melalui keterangan tertulis, rabu (15/3/2023).

Hal ini disampaikan oleh Trenggono dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) BRSDM dengan mengusung tema SDM Unggul untuk Ekonomi Biru, di Kabupaten Badung, Bali, Selasa (14/3/2023).

Sebagai informasi, Kampung Nelayan Maju merupakan program kerja Kementerian KP untuk mendukung transformasi kampung nelayan di Indonesia menjadi lebih bersih dan tertata.

Program Kampung Nelayan sendiri terdiri dari pemberian bantuan, pembangunan sarana prasarana dan perbaikan infrastruktur, kegiatan pendampingan usaha, hingga pelatihan bagi para nelayan dan keluarganya, seperti pelatihan perbaikan alat tangkap dan membuat aneka ragam kerajinan tangan serta kuliner.

Melalui program tersebut, Trenggono berharap kampung nelayan bisa maju sehingga menjadi pusat ekonomi, baik di sektor perikanan maupun pariwisata pesisir.

Terkait program Kampung Nelayan, Kementerian KP memiliki lima kebijakan ekonomi biru untuk meningkatkan kualitas kampung nelayan di pesisir. Adapun lima kebijakan tersebut meliputi perluasan kawasan konservasi, kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pembangunan perikanan budidaya ramah lingkungan di pesisir, laut dan darat, pengelolaan dan pengawasan pesisir serta pulau-pulau kecil, dan penanganan sampah plastik di laut.

Melalui 5 kebijakan itu, Trenggono berharap seluruh kampung nelayan menjadi kampung yang bersih dan punya potensi ekonomi besar.

“Kami ingin membuat modeling dulu dan tahun ini akan ada 10 titik yang dibangun untuk direplikasi di periode yang akan datang. Dengan demikian, dalam kurun waktu 10-15 tahun yang akan datang akan ada ribuan kampung nelayan yang sehat dan bersih,” tutupnya. (rn/jh)

Must Read