BusinessUpdate – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di perbankan di Indonesia pada kuartal I/2023 mengalami penurunan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan pada Maret 2023, NPL gross perbankan sebesar 2,49%, turun 9 basis poin (bps) dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 50 bps secara tahunan (yoy).
Sementara itu, NPL net perbankan yang mencapai 0,72% pada Maret 2023, turun 3 bps dibandingkan Februari 2023 dan menurun 12 bps secara tahunan (yoy).
Risiko atas kredit (loan at risk/LAR) perbankan juga mencatatkan penurunan menjadi 13,94% pada Maret 2023, dibandingkan 14,51% pada bulan sebelumnya. Sementara dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, LAR perbankan turun 485 bps.
“OJK akan terus mendukung perbankan melalui langkah kebijakan yang diperlukan sehingga perbankan terus bertumbuh berkelanjutan namun tetap prudent dalam aspek manajemen risikonya,” kata Dian dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK akhir pekan lalu.
Sejalan dengan data OJK itu, sejumlah perbankan memang mencatatkan tren penyusutan kredit bermasalahnya. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mencatatkan penurunan NPL gross dari 3,46% pada kuartal I/2022 menjadi 2,77% pada kuartal I/2023. Sementara NPL nett BNI turun dari 0,7% pada tiga bulan pertama 2022 menjadi 0,53% pada tiga bulan pertama tahun ini.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. juga mencatatkan penurunan NPL gross dari 2,74% pada kuartal I/2022 menjadi 1,7% pada kuartal I/2023. Kemudian, NPL net susut dari 0,35% menjadi 0,26%. (pa/jh)


