BusinessUpdate – Satu-satunya daerah di Provinsi Sumatra Barat yang berstatus sebagai daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Jarak Kota Padang menuju Mentawai ini lebih dari 170 km.
Akses transportasi untuk menghubungkan Mentawai dengan daratan di Sumbar adalah hal yang paling penting. Untuk jalur udara, tersedia pesawat jenis Cessna Grand Caravan, namun hal tersebut hanya sebatas membawa penumpang yang jumlahnya 10-14 orang.
Untuk meningkatkan perekonomian, pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai mendorong kepada petani dan nelayan untuk menjual hasil bumi ke daerah daratan yakni melalui Kota Padang menuju berbagai belahan daerah lainnya di Pulau Sumatra.
Pj Bupati Mentawai Fernando J Simanjuntak menyampaikan selain sektor pariwisata yang memiliki peran dalam perekonomian di Mentawai, hasil perkebunan dan perikanan juga menjadi sektor yang berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Mentawai.
“Di Mentawai bicara soal hasil bumi, pisang merupakan tanaman yang paling banyak di Mentawai, selain jengkol. Bahkan produksinya mencapai 120 ton per bulannya. Apalagi hasil tangkapan nelayan juga banyak, rata-rata per bulan bisa puluhan ribu ton ikan,” katanya melalui keterangan tertulis, Sabtu (15/7/2023).
Hasil bumi di Mentawai ini, selain turut dimanfaatkan bagi masyarakat, tetapi sebagian besar lebih banyak dijual ke berbagai daerah di Pulau Sumatra yakni selain di sejumlah daerah di Sumbar, pisang dari Mentawai juga telah dipasarkan hingga ke Riau dan Sumatra Utara.
“Bagaimana hasil panen ini sampai ke daratan yakni di Kota Padang, diangkut menggunakan kapal yang dimiliki ASDP (PT ASDP Indonesia Ferry),” ujar Pj Bupati Menurutnya peran ASDP dalam perekonomian Mentawai sangat dirasakan, terlebih hanya kapal-kapal dari ASDP yang paling banyak digunakan masyarakat di Mentawai untuk mengangkut hasil bumi menuju Kota Padang.
Apalagi rute kapal ASDP yakni KM Gambolo dan KM Ambu Ambu tidak hanya dari Padang ke satu pulau di Mentawai saja, tapi juga ada layanan rute ke Tuapejat, Sikakap, dan Sikabaluan. Dengan rute itu, sangat membantu masyarakat di berbagai pulau di Mentawai yang hendak membawa hasil bumi menuju Kota Padang.
Fernando berharap agar ASDP bisa menambah jumlah kapal dari dua unit yang ada saat ini, menjadi tiga atau empat unit lagi. Hal ini dikarenakan, semakin banyaknya jumlah kapal dari ASDP yang melayani rute Padang – Mentawai atau sebaliknya itu, maka lalu lintas akan semakin cepat dan semakin memudahkan masyarakat.
Keberadaan peran ASDP yang dianggap sebagai nadi penyambung perekonomian di Mentawai ini, diharapkan tidak hanya sampai disitu saja. Maju dan seterusnya meningkatnya pelayanan kapal dari ASDP menjadi poin penting bagi masyarakat, agar senyum di wajah masyarakat bersama ASDP terus terpancar di atas kapal dalam mengarungi laut Samudra.
Sementara itu, General Manager PT ASDP Cabang Padang Rudy B. Hanafiah menyebutkan bahwa dari data yang dimiliki PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Padang, sebagian besar jenis angkutan kapal merupakan angkutan barang.
“Kapal ASDP ini unik, biasanya kapal itu bila hanya bawa penumpang, yang isinya penumpang orang saja. Tapi untuk ASDP Cabang Padang ini tidak begitu, mengangkut penumpang sekaligus mengangkut barang,” katanya, seperti dikutip Bisnis di Padang, Sabtu (15/7/2023).
Ia menjelaskan adanya layanan angkutan yang demikian, karena kapal KM Gambolo dan KM Ambu Ambu didesain adanya tempat untuk bisa membawa barang, bahkan membawa truk sekalipun.
KM Gambolo memiliki kapasitas angkutan mencapai 280 ton dan KM Ambu Ambu kapasitas angkutannya bahkan lebih besar yakni 340 ton. Dengan adanya layanan itu, Pelabuhan Bungus Padang terbilang cukup sibuk, baik yang hendak pergi ke Mentawai, maupun yang baru datang dari Mentawai.
Rudy menyampaikan bicara transportasi laut, peran ASDP bisa dikatakan bukanlah pihak satu-satunya yang menyediakan transportasi laut. Misalnya kapal cepat, penumpang ada yang menggunakan Mentawai Fast, dan pilihan lainnya juga ada kapal perintis.
Posisi ASDP dalam hal ini, menjadi pilihan masyarakat bila ingin membawa barang dalam jumlah besar, termasuk truk, maka menggunakan angkutan kapal dari ASDP. (pa/jh)


