HomePROPERTYPengguna MRT Jakarta Sepanjang September Rata-rata 100.000 Orang Per Hari

Pengguna MRT Jakarta Sepanjang September Rata-rata 100.000 Orang Per Hari

BusinessUpdate – Pada September 2023, pengguna MRT Jakarta tercatat rata-rata mencapai 100.968 orang per hari. Pada hari kerja jumlah pengguna melonjak tajam.

Dikutip dari laman PT MRT Jakarta pada Selasa (10/10/2023), pada hari kerja (weekday) Senin-Jumat, rata-rata angka keterangkutan mencapai 114.344 orang. Sedangkan, pada akhir pekan (weekend) mencapai 74.215 orang. Angka tertinggi pada September lalu tercatat 126.360 orang, tepatnya pada Rabu, 27 September 2023. 

Dengan demikian, jumlah total pengguna MRT Jakarta pada September 2023 sebanyak 3.029.035 orang. Sementara untuk ketepatan waktu tempuh, kedatangan, dan berhenti ratangga pun konsisten mencapai 99,9%. 

Jumlah angka keterangkutan tersebut menunjukkan adanya kenaikan dari bulan Agustus 2023, yaitu 3.025.826 orang dengan rata-rata 97.620 orang per hari. Terhitung sejak Mei 2023, waktu operasional ratangga dan stasiun saat akhir pekan yang biasanya mulai pukul 06.00 WIB dan berakhir pada pukul 24.00 WIB menjadi pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas masyarakat pada akhir pekan di sepanjang jalur MRT Jakarta. 

Pada tahun 2022, jumlah pengguna jasa MRT Jakarta mencapai 54.000 orang per hari. Angka ini melampaui target 50.000 orang per hari. Sementara pada tahun 2023, PT MRT Jakarta menargetkan 70.000 orang per hari. 

Untuk menaikkan angka keterangkutan, PT MRT Jakarta bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama dari industri wisata seperti sektor kuliner, aktivitas, hingga pusat perbelanjaan, kesehatan, pendidikan, hingga promo tiket di sejumlah tempat wisata. 

Kerja kolaborasi dengan sejumlah operator transportasi publik pengumpan (feeder) juga mendorong peningkatan angka keterangkutan. Lebih jauh lagi, moda pengumpan ini juga mengangkut dari kawasan hunian langsung menuju stasiun terdekat. 

Kehadiran angkutan pengumpan ini akan berdampak tidak saja terhadap kenaikan angka keterangkutan, namun juga mendorong kebudayaan menggunakan platform berbagi kendaraan (ride sharing). Secara angka, operator pengumpan ini menyumbang sekitar 23% angka keterangkutan dari total ridership MRT Jakarta. (ip/jh)

Must Read