BusinessUpdate – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah menyalurkan Rp52 triliun untuk pembiayaan kategori kegiatan usaha berkelanjutan atau berkaitan dengan ekonomi hijau sepanjang semester I/2023.
Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, perusahaan terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hijau melalui penyaluran pembiayaan. “Dari Rp 230 triliun pembiayaan kita, ada Rp 52 triliun yang kita yakin relevan dengan praktik-praktik yang mendukung green economy (ekonomi hijau),” ujarnya di Jakarta, Senin (23/10/2023).
Pembiayaan yang mendukung ekonomi hijau tersebut didominasi dari pembiayaan produk yang dapat mengurangi penggunaan sumber daya dan menghasilkan lebih sedikit polusi sebesar Rp4,7 triliun, penggunaan lahan yang berkelanjutan Rp4,1 triliun dan energi terbarukan Rp1,7 triliun.
Menurut Ade, porsi pembiayaan BSI untuk sektor ekonomi hijau sudah tumbuh signifikan. Namun tetap saja masih kecil jika dibandingkan dengan total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp230 triliun. “Terus terang, dari Rp52 triliun itu, sebagian besarnya sifatnya sosial, yang green banget itu masih sedikit,” tambahnya.
Oleh karena itu, perseroan akan menggenjot ke arah pembiayaan hijau. BSI sendiri sedang mengkaji untuk menyediakan pembiayaan murah pada mobil listrik maupun motor listrik. Begitu pula dengan pembiayaan ke korporasi, misal ke PLN untuk proyek pembangunan energi terbarukan, maka BSI bisa menyediakan pembiayaan murah. (pa/jh)


