BusinessUpdate – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN membukukan laba bersih sepanjang kuartal III/2023 sebesar US$198,4 juta atau setara Rp3,16 triliun. Capaian ini turun 36,08% secara tahunan (yoy) di mana pada periode yang sama tahun sebelumnya laba bersih tercatat US$310,5.
PGAS membukukan pendapatan sebesar US$2,69 miliar atau setara Rp42,89 triliun pada 9 bulan 2023. Pendapatan ini naik tipis 1,86% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$2,64 triliun. Pendapatan ini didorong oleh pendapatan dari pihak berelasi yang mencapai US$1,07 miliar, dan dari pihak ketiga sebesar US$1,61 miliar. Pendapatan dari pihak berelasi dan ketiga ini meningkat masing-masing 4,18% dan 0,38% secara tahunan (yoy).Â
Manajemen PGN menjelaskan pendapatan dari pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan konsolidasian adalah pendapatan dari PLN dan entitas anaknya masing-masing sebesar US$530 juta atau 19,7% dan US$504 juta atau 19,08% dari jumlah pendapatan konsolidasian secara tahunan.Â
Beban pokok pendapatan PGAS tercatat naik 6,54% menjadi US$2,16 miliar, dari US$2,03 miliar secara tahunan. Hal ini membuat laba bruto PGAS tergerus 13,83% dari US$607 juta, atau US$523,04 juta secara tahunan. Dengan hasil tersebut, laba bersih PGAS tercatat anjlok 36,08% menjadi US$198,4 juta atau setara Rp3,16 triliun. Laba bersih ini turun dari US$310,5 juta secara tahunan. Laba per saham PGAS juga ikut turun menjadi US$0,0082 dari US$0,0128.
Hingga 9 bulan 2023, total aset PGAS tercatat sebesar US$6,68 miliar, turun dari US$7,19 miliar dari akhir 2022. Total liabilitas PGAS tercatat turun menjadi US$3,2 miliar di kuartal III/2023, dari US$3,75 miliar di akhir 2022.
Total liabilitas jangka pendek PGAS naik menjadi US$1,6 miliar yang diakibatkan utang obligasi senilai US$552,3 juta, sementara liabilitas jangka panjang PGAS turun menjadi US$1,64 miliar. Adapun ekuitas bersih PGAS tercatat mencapai US$3,43 miliar per 30 September 2023, turun dari US$3,44 miliar per 31 Desember 2022. (rn/jh)


