BusinessUpdate – Laba Unit Usaha Syariah (UUS) milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN sepanjang kuartal III/2023 mencapai Rp400,89 miliar.
Laba Unit Usaha Syariah (UUS) BTN ini melonjak 70,40% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp235,27 miliar.
Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, Kinerja perseroanĀ tersebut sejalan dengan semakin besarnya minat masyarakat Indonesia untuk membeli rumah melalui skema pembiayaan syariah.
āMasyarakat Indonesia mayoritas merupakan muslim yang merupakan basis nasabah yang kuat untuk bisnis pembiayaan perumahan dengan skema syariah. Kami optimistis BTN Syariah memiliki ruang besar untuk terus bertumbuh besar sehingga dapat melayani kebutuhan pembiayaan perumahan masyarakat Indonesia,ā jelas Nixon dalam keterangan resmi, dikutip pada Selasa (28/11/2023).
Ia menambahkan, perolehan laba bersih BTN Syariah tersebut disumbang penyaluran pembiayaan atau kredit yang naik 17,94% yoy dari Rp30,35 triliun menjadi Rp35,79 triliun per kuartal III/2023.
Hingga akhir September 2023, pembiayaan perumahan tercatat masih mendominasi penyaluran pembiayaan di BTN Syariah atau sebesar 97,43%.
Adapun, dana pihak ketiga (DPK) BTN Syariah senilai Rp36,25 triliun pada kuartal III/2023. Angka itu naik 16,76% yoy dari Rp31,05 triliun di kuartal III/2022.
Dengan kinerja tersebut, aset syariah tercatat naik 17,26% secara tahunan dari Rp41,29 triliun pada kuartal III/2022 menjadi Rp48,41 triliun per kuartal III/2023.
Sementara itu, laba bersih BTN Syariah juga turut menopang perolehan laba bersih Bank BTN. Per kuartal III/2023, Bank BTN membukukan laba bersih senilai Rp2,31 triliun atau sesuai target perseroan.
Selain disumbang bisnis syariah, perolehan laba bersih Bank BTN juga ditopang bisnis perseroan yang positif mulai dari KPR, high yield loan, hingga lonjakanĀ fee based income.
Nixon menuturkan, hingga akhir tahun, perseroan optimistis akan mencatatkan kinerja sesuai target.
“Mulai bergairahnya sektor perumahan dan insentif pemerintah akan semakin mendorong bisnis pembiayaan sektor perumahan tumbuh positif hingga 2024. Momentum tersebut terus kami manfaatkan dengan berbagai inisiatif bisnis yang terus kami lakukan,” tambahNixon.
Laporan keuangan menunjukkan per kuartal III/2023, bank yang berfokus pada pembiayaan perumahan ini mencatatkan total kredit dan pembiayaan senilai Rp318,30 triliun atau naik 9,87% yoy.
Peningkatan tersebut didorong pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang naik 11,87% yoy dari Rp140,97 triliun menjadi Rp157,71 triliun pada kuartal III/2023. (pa/jh)


