BusinessUpdate – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menargetkan pertumbuhan penyaluran pendanaan mencapai angka dua digit sampai akhir 2023.
Direktur Manajemen Risiko BSI Grandhis Helmi Harumansyah mengatakan, sampai dengan akhir tahun pihaknya menargetkan pertumbuhan pembiayaan mencapai 15%. “Pembiayaan kami (targetkan) tumbuhnya double digit, sampai dengan akhir tahun kami proyeksikan di kisaran 15%,” kata Grandhis dalam Public Expose Live, Rabu (29/11/2023).
Sementara itu, Direktur Kepatuhan & SDM Tribuana Tunggadewi mengatakan, untuk sektor ESG, pihaknya memiliki dua bidang untuk pembiayaan, yakni non UMKM, dan UMKM. Untuk UMKM per September 2023, pihaknya sudah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp43,4 triliun, sedangkan non UMKM sudah mencapai Rp10 triliun.
“Hingga September 2023, pembiayaan berkelanjutan BSI mencapai Rp53,6 triliun atau sekitar 23,7% dari pembiayaan BSI secara keseluruhan,” ujar Dewi. Sektor yang mendominasi adalah UMKM di mana sustainability agriculture sebesar Rp4,9 triliun, eco financing produk Rp3,3 triliun, renewable energy Rp1,4 triliun, dan lainnya Rp0,6 triliun.
Dewi menambahkan, dalam penyaluran pembiayaan BSI bekerja sama dengan stakeholder baik OJK, KLHL, ESDM, dan juga IDX untuk mengkomunikasikan kepada publik dan investor, baik di dalam maupun luar negeri.
Grandhis menambahkan, dalam proses bisnis BSI, pihaknya terus menjalankan bisnis proses yang sesuai dengan prinsip syariah, baik dari sisi hilir, risiko dan mitigasinya. Ia mengungkapkan, terdapat 3 hal yang menjadi fokus perusahaan untuk mendorong usaha syariahnya. “Strategi growth itu, ada tiga, pertama apa yang mau kita capai, bagaimana bisnis dimonitor, dan dari sisi SDM-nya,” lanjutnya.
Untuk mencapai tujuan, perseroan sudah memiliki guideline. Pihaknya berupaya disiplin mengejar sesuai dengan target market yang sudah ditetapkan. Perseroan juga melakukan digitalisasi, monitoring untuk semua aset pembiayaan yang sudah disalurkan.
“Untuk portofolio guideline kami selalu di-review secara bulanan atau triwulan, dan terkait SDM kami bekerja sama dengan universitas dan vendor penyedia jasa untuk memberikan view yang lebih luas, sehingga SDM yang terkait dengan pembiayaan bisa ditingkatkan kapabilitasnya di masa mendatang,” tegasnya. (rn/jh)


