HomeECONOMICBisnis Gadai Barang Mewah terus Bertumbuh

Bisnis Gadai Barang Mewah terus Bertumbuh

BusinessUpdate – Perusahaan gadai PT Lesca Gadai Premier menyebut terdapat tren peningkatan layanan gadai barang mewah pada kuartal II/2026 di tengah volatilitas pasar keuangan global dan meningkatnya kebutuhan likuiditas nasabah premium.

Direktur Lesca Gadai Premier Bastian Purnama mengatakan kondisi fluktuasi pasar modal, penyesuaian suku bunga, dan ketidakpastian geopolitik mendorong sebagian investor serta individu beraset tinggi menyesuaikan portofolionya.

“Mereka membutuhkan likuiditas cepat untuk menangkap peluang bisnis atau menjaga arus kas, tetapi tidak ingin melepas aset yang berpotensi terus mengalami apresiasi,” kata Bastian dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, barang mewah kini tidak lagi hanya dipandang sebagai simbol status, tetapi juga sebagai instrumen penyimpan nilai atau safe haven. “Banyak pengusaha dan kolektor yang menyadari bahwa menjual aset mewah mereka saat ini bukanlah langkah yang bijak, karena potensi kenaikan harganya di masa depan sangat tinggi,” jelasnya.

Lesca mengaku telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta menjadi perusahaan pegadaian swasta pertama di Indonesia yang memiliki sertifikasi ISO 9001 untuk sistem manajemen mutu dan ISO 27001 untuk keamanan informasi secara bersamaan.

Untuk mendukung layanan penilaian aset, perusahaan menggunakan instrumen dan akses basis data pasar global guna menentukan nilai pasar wajar sebagai dasar plafon pinjaman.

Selain itu, perusahaan menyediakan layanan white glove service, yakni proses transaksi mulai dari penilaian hingga pencairan dana yang dilakukan di lokasi nasabah tanpa perlu mendatangi gerai. Layanan tersebut menyasar kalangan profesional dengan mobilitas tinggi yang mengutamakan privasi, keamanan, dan efisiensi transaksi.

Menurut Bastian, perseroan berencana memperluas jangkauan layanan ke Surabaya, Medan, dan sejumlah kota besar lain dalam satu hingga dua tahun ke depan. “Kami optimistis dapat terus memberikan kontribusi positif bagi stabilitas finansial personal para nasabah di tahun 2026,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan data OJK, pembiayaan industri pergadaian mencapai Rp153,49 triliun per Maret 2026 atau tumbuh 60,27% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Nilai aset industri pergadaian pada periode yang sama tercatat mencapai Rp182,84 triliun atau meningkat 58,77% dibandingkan posisi Maret 2025 sebesar Rp115,16 triliun. (rn/jh. Foto: Dok. Lesca gadai)

Must Read