Home Blog Page 107

Laba Bersih OK Bank pada 2025 Melonjak Jadi Rp159,98 Miliar

BusinessUpdate – Kinerja keuangan PT Bank Oke Indonesia Tbk atau OK Bank selama 2025 menunjukkan pertumbuhan yang positif baik dari sisi aset, penyaluran kredit, penghimpunan dana, maupun profitabilitas. Laba bersih perseroan melonjak menjadi Rp159,98 miliar dari Rp49,99 miliar pada tahun sebelumnya.

Wakil Direktur Utama OK Bank Hendra Lie menjelaskan total aset perusahaan meningkat menjadi Rp13,42 triliun pada 2025 dari Rp11,87 triliun pada 2024 dan Rp11,07 triliun pada 2023.

Dari sisi penghimpunan dana masyarakat, Dana Pihak Ketiga (DPK) naik menjadi Rp8,98 triliun, meningkat daripada Rp7,54 triliun pada 2024. “Pertumbuhan ini mencerminkan ekspansi usaha dan penguatan bisnis yang terus berjalan. Ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap OK Bank,” kata Hendra dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Sementara itu penyaluran kredit juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp10,73 triliun pada 2025 dari Rp9,30 triliun pada 2024. Kenaikan ini menunjukkan aktivitas intermediasi bank berjalan lebih agresif tapi tetap terukur.

Sementara itu, kinerja profitabilitas OK Bank mengalami peningkatan signifikan. Pendapatan bunga bersih naik menjadi Rp688,88 miliar, sementara laba bersih melonjak menjadi Rp159,98 miliar dari Rp49,99 miliar pada tahun sebelumnya. Ini menunjukkan efisiensi operasional dan kualitas pendapatan bank semakin membaik.

Dari sisi rasio profitabilitas, Return on Asset (RoA) meningkat menjadi 1,70% dan Return on Equity (RoE) naik menjadi 4,35%. Peningkatan kedua rasio ini menandakan kemampuan OK Bank dalam menghasilkan laba dari aset dan modal yang dimiliki semakin kuat.

Sementara itu, Margin Bunga Bersih (NIM) berada pada level 5,67%, sedikit lebih tinggi daripada tahun sebelumnya, yang menunjukkan bank mampu menjaga margin keuntungan dari aktivitas penyaluran kredit.

Selain itu, Capital Adequacy Ratio (CAR) atau Kewajiban Penyediaan Modal Minimum 42,21% berada di tingkat sehat dan di atas ketentuan regulasi. “Secara keseluruhan, kinerja 2025 memperlihatkan OK Bank mencatat pertumbuhan yang sehat dengan peningkatan signifikan pada profitabilitas, ekspansi kredit, serta penguatan basis pendanaan dan aset,” lanjutnya. Menurutnya, area operasional bank tersebut saat ini berada di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

Menyinggung strategi pada 2026, saat menyampaikan paparan publik Hendra Lie menyatakan perusahaan berfokus pada penguatan aset sebagai dasar pertumbuhan berkelanjutan, peningkatan profitabilitas, dan penguatan liabilitas dan pendanaan.

Untuk penguatan aset, strategi utama mencakup peningkatan kualitas portofolio debitur, ekspansi kredit ritel dan korporasi secara selektif, serta diversifikasi produk dan layanan selain itu juga mengoptimalkan jaringan secara strategis, memperkuat manajemen risiko, serta meningkatkan efisiensi operasional.

Peningkatan profitabilitas dilakukan melalui transformasi digital, efisiensi operasional, serta pengembangan layanan berbasis teknologi. “Fokus pada penyaluran kredit berkualitas, diversifikasi produk, dan penerapan manajemen risiko yang pruden jadi kunci dalam menghasilkan pendapatan berkelanjutan,” tutupnya. (ip/jh. Foto: Dok. OK Bank)

Volvo Rilis SUV Listrik Premium Seharga Rp2,5 Miliar

BusinessUpdate – Volvo Car Indonesia meluncurkan kendaraan premium di segmen elektrifikasi yakni all-new Volvo EX90 seharga Rp2,5 miliar. Kendaraan ini diklaim memiliki beragam fitur dan teknologi canggih yang siap menemani mobilitas sehari-hari konsumen moderen yang menang menjadi sasaran Volvo.

Chief Executive Officer Volvo Car Indonesia, Koji Horii, mengatakan Volvo EX90 itu sebuah wujud nyata komitmen perusahaan untuk pasar Indonesia di segmen elektrifikasi yang mengedepankan kenyamanan, keamanan dan juga fitur yang cerdas.

“Kami bangga menghadirkan SUV listrik flagship ini di Indonesia sebagai bagian dari komitmen jangka panjang Volvo dalam mendukung mobilitas premium yang lebih berkelanjutan,” kata Koji Horii dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026) . ​​​​​

Berbekal baterai dengan kapasitas 111 kWh, Volvo EX90 diklaim sanggup berjalan hingga sejauh 600 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Didukung teknologi DC fast charging hingga 250 kW, baterai EX90 dapat diisi dari 10% hingga 80% hanya dalam waktu sekitar 30 menit, memberikan kenyamanan lebih untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.

Kendaraan ramah lingkungan ini hadir dengan dua pilihan konfigurasi yakni Twin Motor dan Twin Motor Performance. Varian Twin Motor Performance mampu menghasilkan tenaga hingga 510 horsepower dengan akselerasi 0–100 km/jam dalam 4,9 detik. Sementara itu, varian Twin Motor menghasilkan tenaga 402 horsepower dengan akselerasi 0–100 km/jam dalam 5,9 detik.

Untuk mengimbangi harganya yang cukup tinggi, Volvo EX90 juga sudah membekali kendaraan ini dengan sistem dual-motor all-wheel drive yang menghadirkan performa berkendara lebih stabil, halus, dan responsif di berbagai kondisi jalan.

EX90 juga memiliki kapasitas towing hingga 2.200 kg, menawarkan kombinasi antara kemampuan fungsional dan kenyamanan berkendara premium khas Volvo.

Dari segi desain, kendaraan ini mengusung kemewahan dari yacht premium yang dapat dilihat dari detail-detail yang terlihat elegan.

Di bagian interior, Volvo EX90 memiliki kabin luas, layar sentuh vertikal 14,5 inci dengan Google built-in, yang terintegrasi dengan panel informasi pengemudi berukuran 9 inci serta sistem audio premium untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih modern dan intuitif.

Kendaraan ini juga sudah disenjatai dengan fitur keselamatan yang cukup komplit, mulai dari Collision Avoidance dengan Automatic Emergency Braking, Blind Spot Information System (BLIS) dengan Steer Assist.

Selanjutnya juga hadir Cross Traffic Alert dengan Autobrake, Pilot Assist dengan Lane Change Assist, serta Driver Monitoring Alert untuk membantu menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih aman dan nyaman. (ip/jh. Foto: Dok. Volvo)

Pertamina EP Teken Kontrak Jual Beli Gas dengan Dua Perusahaan

BusinessUpdate – PT Pertamina EP menandatangani dua Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT Cikarang Listrindo dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dalam rangkaian kegiatan Indonesia Petroleum Association Convention & Exhibition 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Rabu (20/5/2026).

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PT Pertamina EP Rachmat Hidajat dan Direktur PT Cikarang Listrindo Yudho Pratikto serta Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan Muhamad Arifin.

Perjanjian jual beli gas dengan PT Cikarang Listrindo berlaku hingga 16 September 2035. Pasokan gas berasal dari Lapangan Akasia Bagus, Jatibarang Field, dengan total volume mencapai 20 miliar standar kaki kubik (BSCF). Gas tersebut akan digunakan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan industri di wilayah Jawa Barat.

Sementara itu, PJBG dengan PT Pertamina Hulu Rokan untuk mendukung produksi dan operasi minyak dan gas bumi di Wilayah Kerja Rokan, Provinsi Riau. Perjanjian dengan PHR berlaku hingga 31 Desember 2030 dengan total volume mencapai 35 triliun British Thermal Unit (TBTU).

Direktur Utama PT Pertamina EP Rachmat Hidajat mengatakan, kerja sama dengan PT Cikarang Listrindo menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan energi yang andal dan berkelanjutan bagi sektor industri nasional, khususnya di Jawa Barat.

“Kesepakatan jangka panjang ini diharapkan dapat memberikan kepastian pasokan energi dan berkontribusi positif terhadap daya saing industri di Jawa Barat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Rachmat dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).

Melalui kedua perjanjian tersebut, Pertamina EP juga memastikan penerimaan bagian negara atas penjualan gas dari wilayah kerja perusahaan di Jawa dan Sumatera. Selain itu, kerja sama ini disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Sebagai informasi, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang berperan sebagai Subholding Upstream di lingkungan Pertamina. PHE mengelola lapangan hulu minyak dan gas bumi yang dioperasikan Pertamina, baik di dalam maupun luar negeri.

Di wilayah Jawa bagian barat, Regional Jawa mendapatkan kewenangan untuk mengoordinasikan lapangan hulu minyak dan gas bumi yang meliputi PHE ONWJ, PHE OSES, Pertamina EP wilayah Jawa Barat, dan Pertamina East Natuna. Wilayah kerja Regional Jawa mencakup Provinsi DKI Jakarta, Banten, Lampung, Bangka Belitung, dan Jawa Barat. (pa/jh. Foto: Dok. Pertamina HE)

Perkuat Inovasi Produk SIG Gandeng BRIN

BusinessUpdate – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menghadirkan solusi material konstruksi berkualitas, ramah lingkungan, serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan dan inovatif.

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan kebutuhan bahan bangunan serta tanggung jawab mewujudkan pembangunan berkelanjutan mendorong perusahaan terus menghadirkan solusi produk dan layanan aplikatif berbasis riset dan inovasi.

“Inisiatif ini kami realisasikan melalui kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam kerja sama riset, invensi, dan inovasi di bidang industri semen dan turunannya,” kata Indra dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Kerja sama antara SIG dan BRIN ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra dan Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN R. Hendrian, yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan ”BRIN Goes To Industry 4” di Jakarta.

Menurut Indra riset merupakan kunci untuk menghadirkan produk material bangunan yang unggul dan berkelanjutan guna menjawab tantangan dan kebutuhan di sektor konstruksi yang semakin berkembang.

Karena itu perusahaan itu berkolaborasi dengan berbagai pihak yang relevan, termasuk BRIN, untuk memperkuat riset dan inovasi di bidang semen dan produk turunannya.

Adapun lingkup kerja sama itu meliputi kegiatan riset untuk menciptakan inovasi produk semen dan turunannya yang bersifat aplikatif, pemanfaatan bersama fasilitas sarana dan prasarana sesuai dengan kegiatan riset.

Selanjutnya advokasi kebijakan untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan, memberikan solusi produk dan jasa yang mendukung pemulihan ekonomi nasional dan respons terhadap aspek perubahan iklim, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Kolaborasi itu juga sebagai langkah strategis untuk menghadirkan beragam solusi material bangunan yang berkualitas, bermutu, dan ramah lingkungan. “Langkah ini juga selaras dengan strategi transformasi SIG untuk mengoptimalkan produk turunan semen dan portofolio yang tengah fokus dijalankan oleh perusahaan,” tutur Indra.

Sinergi itu juga merupakan perpanjangan dari nota kesepahaman yang telah dilakukan pada Juli 2023. Pada periode sebelumnya, SIG dan BRIN telah melakukan sejumlah riset, di antaranya pengembangan high performance concrete dengan semen hidraulis.

Selanjutnya self healing concrete untuk pencegahan dan perbaikan keretakan beton; chemical additives untuk semen dan beton; serta pengembangan beton hijau untuk infrastruktur kawasan pesisir dan laut.

“SIG berkomitmen untuk dapat terus berkontribusi dalam pembangunan di Indonesia melalui solusi dan inovasi berkelanjutan yang memberi nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.

Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian menyampaikan bahwa ”BRIN Goes To Industry” berperan sebagai wadah komunikasi bagi para pemangku kepentingan, baik dunia industri, lembaga, regulator, hingga masyarakat, untuk bertukar informasi tentang produk hasil riset dan inovasi.

Melalui program tersebut, BRIN mendukung implementasi arah kebijakan RPJMN 2025–2029 dengan memperkuat riset dan inovasi yang berorientasi pada harmoni manusia, lingkungan, alam, budaya, serta kehidupan sosial inklusif dan toleran. (rn/jh. Foto: Dok. SIG)

SEC Investigasi, Telkom Perbaiki Tata Kelola

BusinessUpdate – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menegaskan komitmen dalam perbaikan tata kelola (governance) menyusul investigasi yang dilakukan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (Securities and Exchange Commission/SEC).

“Dari segi governance, kita akan lebih perbaiki, supaya kita lebih disiplin di dalam melakukan business operation, di dalam kita (melakukan) accounting kita lebih transparan dan juga lebih clean,” kata Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Adapun perbaikan tata kelola ini merupakan satu dari empat pilar utama dalam transformasi Telkom bertajuk TLKM 30. Telkom pun melakukan penyelarasan kebijakan akuntansi guna meningkatkan akurasi penyajian laporan keuangan, termasuk memastikan prinsip yang digunakan dalam menentukan satuan masa manfaat dan klasifikasi aset menjadi lebih tepat.

Seiring penerapan kebijakan tersebut, perseroan turut melakukan restatement atas laporan keuangan 2023 dan 2024. Inisiatif ini sekaligus memperkuat praktik tata kelola yang transparan, prinsip kehati-hatian, dan disiplin dalam pengelolaan aset.

Perusahaan juga sudah membentuk Direktorat Legal & Compliance serta Chief Integrity Officer (CIO) guna memperkuat fungsi hukum, kepatuhan, tata kelola, integritas proses bisnis, dan pengawasan internal.

Dian mengatakan, investigasi SEC yang telah dilakukan sejak Oktober 2023 terkait proyek BAKTI Kominfo dan kemudian berkembang mencakup isu akuntansi ini merupakan imbas dari masalah yang sudah menumpuk sejak lama.

Ia pun tidak menutup kemungkinan bahwa perusahaan bisa mendapatkan sanksi oleh SEC. Namun, ia memastikan perusahaan akan mencoba memberikan penjelasan lebih jauh dan mendalam terkait investigasi tersebut.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan tengah melakukan pengawasan terhadap PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terkait investigasi yang dilakukan SEC. (pa/jh. Foto: Dok. Telkom)

BI Naikkan Suku Bunga Acuan Menjadi 5,25 Persen

BusinessUpdate – Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026 yang berlangsung pada Selasa (19/5/2026) dan Rabu (20/5/2026) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) sehingga berada pada level 5,25%.

Suku bunga deposit facility diputuskan untuk naik 50 bps sehingga pada level 4,25%. Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk naik 50 bps sehingga pada level 6%.

“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah, serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen yang ditetapkan pemerintah,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Perry menambahkan bahwa keputusan ini sejalan dengan fokus kebijakan moneter pada 2026 pada stabilitas (pro-stability) untuk memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dari dampak global.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung pertumbuhan (pro-growth).

Kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan.

Kenaikan BI rate ini menjadi yang pertama kalinya sejak terakhir BI menaikkan BI rate pada 24 April 2024 sebesar 25 bps menjadi 6,25 persen. Setelah itu, kebijakan BI rate cenderung dilonggarkan untuk mengerek pertumbuhan ekonomi nasional. (rn/jh. Foto: Tangkap Layar YT BI)

KUR Perumahan di Bawah Rp100 Juta Bisa Tanpa Agunan

BusinessUpdate – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat memperoleh akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dengan pinjaman di bawah Rp100 juta tanpa agunan.

Maruarar menyampaikan hal itu saat kunjungan kerja ke Perumahan Polynesia di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 19 Mei 2026 untuk meninjau pelaksanaan Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ara, panggilan akrab Maruarar, mengatakan program KUR Perumahan memberikan manfaat bagi pelaku UMKM, terutama masyarakat yang bergerak di sektor pendukung pembangunan perumahan.

“UMKM dengan pinjaman di bawah Rp100 juta tidak memerlukan jaminan dengan bunga yang sangat ringan, yakni hanya 0,5%,” kata Maruarar, dikutip Rabu (20/05/2026).

Selain pinjaman tanpa agunan untuk nominal tertentu, Ara mengatakan pelaku UMKM yang bekerja sebagai kontraktor maupun pemilik toko bangunan juga dapat memperoleh akses pembiayaan dengan nilai pembiayaan hingga Rp20 miliar dengan subsidi bunga sebesar 5%.

Program tersebut ditujukan untuk memperkuat ekosistem pembangunan perumahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Sid Herdi Kusuma mengatakan, penyaluran FLPP di NTB hingga saat ini mencapai 780 unit rumah.

Menurutnya, penyaluran tertinggi berasal dari Real Estat Indonesia (REI) sebanyak 525 unit, disusul APERSI sebanyak 197 unit, Apernas Jaya 29 unit, Perumnas 13 unit, Himperra 15 unit, dan Apernas 1 unit.

“Secara total realisasi FLPP per 18 Mei 2026 sebanyak 58.030 unit senilai Rp7, 21 triliun. NTB menduduki posisi nomor 17 dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia,” jelas Sid. (rn/jh. Foto: Dok. BP Tapera)

PLN Catatkan Pendapatan Rp582,68 Triliun pada 2025

BusinessUpdate – PT PLN (Persero) mencatatkan pendapatan tahun 2025 sebesar Rp582,68 triliun atau tumbuh 6,84% secara tahunan (yoy) dibandingkan 2024 sebesar Rp545,38 triliun.

“Capaian ini merupakan wujud keberhasilan Pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan energi nasional di tengah dinamika global. Stabilitas ini menjadi fondasi penting bagi PLN untuk terus menjaga kinerja perusahaan sekaligus memastikan kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha terpenuhi secara andal,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Kinerja positif tersebut didorong oleh pertumbuhan penjualan tenaga listrik serta percepatan penyambungan pelanggan di berbagai wilayah Indonesia, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui akses energi yang lebih merata.

Menurut Darmawan. kinerja positif PLN pada 2025 tidak terlepas dari keberhasilan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Keuangan, dan Danantara Indonesia dalam menjaga daya tahan ekonomi dan energi nasional di tengah tekanan global.

Kondisi tersebut turut mendorong aktivitas masyarakat dan dunia usaha tetap tumbuh, sehingga kebutuhan listrik nasional terus meningkat. Sepanjang 2025, penjualan tenaga listrik PLN tercatat mencapai 317,69 Terawatt hour (TWh), meningkat 3,75% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 306,21 TWh.

Sedangkan dari sisi pertumbuhan daya tersambung pelanggan tercatat mencapai 192.621 Megavolt Ampere (MVA), tumbuh 5,82 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 182.026 MVA.

Selain itu, penyambungan pelanggan juga turut mengalami pertumbuhan signifikan. Jumlah pelanggan PLN bertambah 3,3 juta menjadi 96,2 juta pelanggan pada 2025. Sehingga, pendapatan penyambungan pelanggan pada tahun 2025 mencapai Rp2,24 triliun, meningkat 28,4% dibandingkan 2024.

Peningkatan penyambungan pelanggan tersebut menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha, sekaligus mencerminkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap energi listrik.

Pertumbuhan tersebut tidak hanya didorong dari penyambungan reguler, tetapi juga diperkuat melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM yang menjangkau masyarakat sampai pelosok.

“Ketersediaan akses listrik sampai pelosok menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah bersama PLN terus memastikan masyarakat dapat memperoleh akses listrik, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam kegelapan,” kata Darmawan.

Dengan capaian tersebut, kinerja keuangan Perseroan tetap terjaga solid dengan total laba bersih Rp7,26 triliun di tengah dinamika ekonomi yang memengaruhi pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap kurs.

“Di tengah tekanan kondisi global, PLN tetap mampu membukukan laba bersih sebesar Rp7,26 triliun. Capaian tersebut diraih meskipun Perseroan menghadapi tekanan rugi selisih kurs sebesar Rp12,46 triliun akibat volatilitas nilai tukar global,” kata Darmawan.

PLN berkomitmen untuk terus memperkuat transformasi perusahaan, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas akses listrik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (pa/jh. Foto: Dok. PLN)

Grab Tutup Langganan Akses Hemat Bagi Mitra Pengemudi

BusinessUpdate – Platform penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi Grab Indonesia akan menutup program langganan layanan GrabBike Hemat bagi mitra pengemudi.

“Grab Indonesia mengumumkan akan menutup Program Langganan Akses Hemat bagi Mitra Pengemudi Transportasi Roda Dua (GrabBike),” kata CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Ia mengatakan penutupan program langganan ini dilakukan karena Grab Indonesia menilai diperlukan penyesuaian yang lebih baik lagi, serta untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh pihak.

Namun, Neneng memastikan layanan GrabBike Hemat tetap tersedia untuk konsumen dengan penyesuaian biaya perjalanan yang harus dibayarkan.

“Grab Indonesia menegaskan bahwa layanan GrabBike Hemat untuk konsumen akan tetap tersedia dengan penyesuaian biaya yang dilakukan secara terukur, dengan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, untuk pengguna layanan GrabBike Standard, sampai saat ini, Grab Indonesia memastikan tidak ada kenaikan harga.

Neneng mengatakan, kesejahteraan mitra pengemudi merupakan prioritas utama perusahaan. Grab Indonesia terus mengupayakan pendapatan mitra pengemudi tetap terjaga di tengah dinamika industri saat ini.

Selain itu, ia mengatakan perusahaan juga akan terus mengupayakan berbagai program kesejahteraan yang telah berjalan, di antaranya Bonus Hari Raya (BHR), fasilitas BPJS Ketenagakerjaan dengan Grab menanggung iuran bagi mitra berprestasi, asuransi kecelakaan tambahan.

Ada juga program beasiswa GrabScholar bagi anak mitra pengemudi, program Umrah bagi mitra inspiratif, GrabAcademy, GrabBenefits, dan kanal darurat GERCEP (Grab Respon Cepat).

“Selain itu, Grab Indonesia akan senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan implementasi Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 bagi Mitra Pengemudi Transportasi Roda Dua (GrabBike) nantinya akan berjalan dengan lancar,” tututp Neneng. (ip/jh. Foto: Dok. Grab Indonesia)

Efisiensi Pemerintah Pangkas Anggaran MBG 2026

BusinessUpdate – Pemerintah melakukan langkah efisiensi dengan memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 dari semula Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, langkah efisiensi itu merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar dana program MBG dapat dimanfaatkan lebih optimal tanpa mengurangi efektivitas pelaksanaan di lapangan.

“Penghematan-penghematan tertentu sesuai ketentuan Presiden sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efisien. Nanti ada penghematan lebih lanjut,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, pemerintah masih menghitung skema terbaik untuk menekan biaya program tanpa mengganggu tujuan utama MBG, yakni memastikan peserta didik memperoleh akses makanan bergizi.

“Presiden sedang menghitung bagaimana yang terbaik penghematannya tanpa mengganggu efektivitas program itu sendiri dalam hal memberi makan murid-murid sekolah. Yang penting itu,” ujar Purbaya.

Anggaran MBG sudah terserap Rp 75 triliun Hingga 30 April 2026, realisasi anggaran MBG tercatat mencapai Rp75 triliun atau sekitar 22,4% dari pagu awal Rp335 triliun. Dana tersebut telah menjangkau 61,96 juta penerima manfaat dengan dukungan 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Purbaya mengatakan, pemerintah juga tengah memperbaiki tata kelola program, termasuk mekanisme belanja yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN). “Jadi jangan nyalah-nyalahin MBG lagi, Presiden sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka membelanjakan uang,” katanya. Pemerintah tetap terbuka terhadap berbagai masukan guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.

Di sisi lain, realisasi belanja negara hingga 30 April 2026 mencapai Rp1.082,8 triliun atau setara 28,2% dari target APBN sebesar Rp3.842,7 triliun. Angka tersebut tumbuh 34,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Belanja pemerintah pusat tercatat mencapai Rp826 triliun atau tumbuh 51,1%. Pemerintah menyebut pertumbuhan itu merupakan bagian dari strategi pemerataan penyaluran belanja negara sepanjang tahun.

Secara rinci, realisasi belanja kementerian/lembaga mencapai Rp400,5 triliun atau tumbuh 57,9%. Sementara itu, belanja non-kementerian/lembaga tercatat Rp425,5 triliun. Di sisi penerimaan, pendapatan negara hingga akhir April 2026 mencapai Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3% secara tahunan. Dengan perkembangan tersebut, defisit APBN sebesar Rp164,4 triliun atau setara 0,64% terhadap produk domestik bruto (PDB). (pa/jh)