Home Blog Page 120

PLN Rampungkan Infrastruktur Data Center Microsoft di Cikarang dan Karawang

BusinessUpdate – PT PLN (Persero) merampungkan infrastruktur ketenagalistrikan Data Center Microsoft di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Kota Deltamas, Cikarang, dan Karawang International Industrial City (KIIC), Jawa Barat.

“PLN memandang pengembangan ekosistem data center sebagai salah satu pilar penting dalam transformasi ekonomi nasional,” ujar Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Penyelesaian proyek Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) ini merupakan komitmen perseroan dalam mendukung sektor industri data center sekaligus memperkokoh Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.

PLN melalui PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) dan PLN Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) telah merampungkan pembangunan dan pengoperasian Gardu Induk (GI) 150 kilovolt (kV) Data Center Bay Microsoft Line JKT 11 A & B di kawasan GIIC, Cikarang.

Di lokasi lain, PLN juga menyelesaikan pembangunan GI 150 kV KIIC II/Margakarya Line JKT 09 dan JKT 02 yang akan menyalurkan kebutuhan listrik PT Microsoft Operation Indonesia di kawasan KIIC.

Suroso menegaskan bahwa penyelesaian proyek ini merupakan bagian dari langkah strategis PLN dalam memperkuat peran Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara. Keberhasilan ini adalah tonggak penting dalam penyediaan pasokan listrik andal bagi pusat data berstandar internasional.

“Oleh karena itu, kami menyiapkan infrastruktur ketenagalistrikan yang tidak hanya andal, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan industri digital yang terus berkembang,” ujar Suroso.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) Kishartanto Purnomo Putro menyampaikan pemenuhan kelistrikan nasional sudah menjadi tanggung jawab PLN untuk setiap lini sektor, termasuk industri digital yang semakin pesat.

“Keandalan listrik 24 jam bukan sekadar kebutuhan, tapi fondasi utama operasional data center berkelas dunia. PLN siap menghadirkan pasokan listrik yang stabil, aman, dan berkelanjutan untuk mendukung aktivitas digital tanpa henti,” ujar Kishartanto.

Ia menambahkan kepercayaan yang ditunjukkan Microsoft sebagai perusahaan teknologi global menjadi indikator kapasitas Indonesia di kancah internasional yang turut mengerek roda perekonomian investasi baik skala lokal maupun nasional.

“PLN tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga menghadirkan fondasi bagi pertumbuhan investasi dan ekonomi digital nasional. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan kesiapan infrastruktur,” tegas Krishartanto. (ip/jh. Foto: Dok. PLN)

Kuartal I/2026 BNI Raih Laba Bersih Rp5,6 Triliun

BusinessUpdate – PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) mencetak laba bersih Rp5,6 triliun pada kuartal I/2026. Hal ini didukung oleh pertumbuhan kredit dan peningkatan dana murah (CASA) di tengah ketidakpastian global.

“BNI terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta disiplin dalam pengelolaan risiko di tengah dinamika global yang penuh tantangan,” ujar Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Menurut data BNI, pertumbuhan dana murah (CASA) mencapai 26,6% secara tahunan (yoy) menjadi Rp731,6 triliun pada Maret 2026 yang ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar 39,7% yoy dan tabungan tumbuh 10,4% yoy, yang memperkuat Dana Pihak Ketiga (DPK).

Dengan pertumbuhan CASA, penyaluran kredit BNI bertumbuh 20,1% yoy menjadi Rp919,3 triliun pada Maret 2026. Penyaluran kredit ini tumbuh seimbang di sisi perbankan bisnis dan ritel untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Adapun, pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) BNI tercatat 12,1% yoy, sedangkan pendapatan non-bunga tumbuh 12,6%.

Putrama mengatakan capaian di kuartal I/2026 ini mencerminkan ketahanan model bisnis perseroan yang dibangun melalui penguatan fundamental, produktivitas, dan transformasi berkelanjutan.

Ia menjelaskan BNI juga memperkuat pondasi permodalan di tengah ketidakpastian global, dengan menerbitkan instrumen Additional Tier-1 (AT1) sebesar US$700 juta atau sekitar Rp11,9 triliun pada April 2026. “Permodalan ini semakin meningkatkan kapasitas BNI dalam mengantisipasi potensi risiko sekaligus membuka ruang ekspansi bisnis secara berkelanjutan dan sehat di masa yang akan datang,” kata Putrama.

Saat ini, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) BNI membaik menjadi 1,9%, Loan at Risk berada di level 8,6% atau sudah lebih baik dari level sebelum pandemi, serta biaya kredit di level 1,1% sesuai dengan panduan.

Adapun rasio kredit terhadap pembiayaan atau Loan to Deposit Ratio (LDR) BNI sebesar 83,5% serta rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) di level 18,5%, jauh di atas ketentuan regulator.

BNI juga menjalankan transformasi bisnis yang difokuskan pada wilayah, area, dan cabang, melalui inisiatif BRAVE (Branch, Region, Area, Value, Empowerment). Dengan semangat “empowerment”, transformasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas jaringan BNI hingga ke unit operasional terkecil, yaitu memberdayakan kantor cabang dan kantor cabang pembantu.

Di samping itu, BNI menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sejalan dengan prioritas pemerintah dan Asta Cita, kontribusi tersebut difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, penguatan ekonomi desa, serta sektor riil.

Peran ini diwujudkan melalui pembiayaan yang terarah, penguatan layanan keuangan, dan optimalisasi digitalisasi agar program pembangunan berjalan efektif dan berdampak luas. (pa/jh. Foto: Dok. BNI)

Astra Agro Catatkan Laba Bersih Rp373 Miliar pada Kuartal I/2026

BusinessUpdate – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan pendapatan sebesar Rp7,5 triliun serta laba bersih Rp373 miliar pada kuartal I/2026, yang ditopang oleh efisiensi operasional dan pengendalian biaya.

Direktur Astra Agro Lestari Tingning Sukowignjo mengatakan, pendapatan tersebut tumbuh 6,8% secara tahunan (yoy), sementara bottom line melonjak 34,8% yoy.

Kinerja positif ini tidak terlepas dari strategi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi di seluruh lini operasional. Ini juga tercermin dari peningkatan net profit margin (NPM) menjadi 5% pada kuartal I/2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,9%.

“Pencapaian saat ini berkat dukungan berkelanjutan dari para stakeholders. Terima kasih atas kepercayaan dan dedikasi seluruh pihak yang senantiasa mendampingi perjalanan Astra Agro. Mari terus memperkuat kolaborasi ini demi mewujudkan pertumbuhan yang saling membawa manfaat ke depan,”jelas Tingning melalui keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).

Selain itu, kinerja perusahaan juga ditopang oleh peningkatan volume penjualan. Penjualan crude palm oil (CPO) dan produk turunannya naik 6,3% yoy, sementara penjualan kernel dan derivatifnya meningkat 9,8% yoy.

Perseroan memandang prospek harga CPO masih cukup positif sepanjang tahun ini, seiring dengan permintaan dan kebutuhan yang relatif stabil. Namun, perusahaan tetap mewaspadai sejumlah faktor eksternal, seperti kondisi cuaca dan usia tanaman, yang berpotensi mempengaruhi produksi.

Untuk menjaga kinerja hingga akhir tahun, Astra Agro menyiapkan strategi berbasis perencanaan matang dan alokasi biaya yang tepat sasaran, tanpa mengorbankan kualitas operasional. Langkah ini diambil guna mempertahankan daya saing biaya produksi, serta mengantisipasi volatilitas harga CPO dan dinamika geopolitik global. (rn/jh. Foto: Dok. Astra Agro)

Bank Neo Commerce Bukukan Laba Rp136,98 Miliar pada Kuartal I/2026

BusinessUpdate – PT Bank Neo Commerce Tbk atau BNC membukukan laba sebesar Rp136,98 miliar pada kuartal I/2026. Adapun, total aset perseroan pada periode ini sebesar Rp18,34 triliun.

“Kami terus berupaya untuk melanjutkan tren kinerja yang positif ke depan yang terbukti dengan raihan laba sebesar Rp136,98 miliar yang berhasil kami catatkan di kuartal pertama tahun 2026 ini,” kata Direktur Utama BNC Eri Budiono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp13,42 triliun per 31 Maret 2026, terkontraksi sebesar 1,97% dari Rp13,69 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, terjadi peningkatan pada tabungan sebesar 8,62% dari Rp3,22 triliun menjadi Rp3,50 triliun. Sedangkan deposito terkontraksi 2,18% dari Rp9,56 triliun menjadi Rp9,35 triliun.

Menurut Eri, kinerja itu selaras dengan strategi untuk meningkatkan komposisi dana murah dengan meningkatkan kapabilitas transaksi, yang menghasilkan rasio current account and saving account (CASA) sebesar 30,34% pada akhir kuartal I.

Penyaluran kredit tercatat sebesar Rp7,03 triliun, turun 17,24% dari sebelumnya Rp8,49 triliun. Non Performing Loan (NPL) neto per 31 Maret 2026 tetap terjaga sebesar 0,43%.

Dari sisi total aset, pada posisi 31 Maret 2026, total aset mengalami peningkatan sebesar 0,94%, dari sebelumnya Rp18,17 triliun menjadi Rp18,34 triliun.

Sedangkan dari sisi efisiensi, rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) per 31 Maret 2026 berada pada posisi 83,68 persen, Cost to Income ratio (CIR) tercatat sebesar 32,93 persen, dan Net Interest Margin (NIM) berada pada posisi 13,50 persen.

Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat 50,60 persen, meningkat signifikan dibandingkan 35,81 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang didorong oleh peningkatan laba bersih.

“Kami optimistis untuk tetap dapat meneruskan tren kinerja yang positif di sepanjang tahun 2026 ini, melanjutkan pencapaian positif yang telah BNC catatkan dalam satu atau dua tahun terakhir,” ujar Eri.

Dari sisi layanan, BNC sedang menggarap layanan Buy Now Pay later (BNPL) yang akan diluncurkan pada tahun ini. Layanan ini diluncurkan guna memperluas akses pembiayaan bagi nasabah. (ip/jh. Foto: Dok. Bank BNC)

Bank BJB Tunjuk Susi Pudjiastuti Sebagai Komisaris Utama Independen

BusinessUpdate – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BJB (BJBR) Tahun Buku 2025 menyetujui pembagian dividen sebesar Rp900 miliar atau setara Rp85,54 per lembar saham.

Selain pembagian dividen, RUPST Bank BJB beragendakan perubahan direksi dan komisaris. Sejumlah nama masuk dalam jajaran baru, termasuk Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya merekomendasikan figur berintegritas untuk mengisi posisi strategis.

“Saya merekomendasikan orang-orang yang memiliki integritas,” ujar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di Bandung, Selasa (28/4/2026).

Menurut Dedi, Susi Pudjiastuti memiliki kapasitas dalam memberikan nasihat kepada Gubernur dalam pengambilan keputusan.

Posisi Susi Pudjiastuti efektif setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (PKK) dan memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Sepanjang 2025, Bank BJB mencatat total aset sebesar Rp221,3 triliun. Hal ini menjadikan Bank BJB sebagai bank pembangunan daerah dengan aset terbesar di Indonesia.

Kinerja ini didukung oleh penguatan teknologi, penguasaan pasar, serta kolaborasi dengan pemegang saham. Perusahaan menegaskan akan terus mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta memperluas layanan.

Berikut susunan baru Dewan Komisaris dan Direksi Bank BJB:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Independen: Susi Pudjiastuti (menunggu persetujuan OJK)
Komisaris Independen: Novian Herodwijanto
Komisaris Independen: Eydu Oktain Panjaitan (menunggu persetujuan OJK)
Komisaris: Rudie Kusmayadi
Komisaris: Herman Suryatman
Komisaris: Tomsi Tohir

Direksi
Direktur Utama: Ayi Subarna
Direktur Kepatuhan: Asep Dani Fadillah
Direktur Keuangan: Hana Dartiwan
irektur Korporasi dan UMKM: Mulyana
Direktur Konsumer dan Ritel: Nunung Suhartini
Direktur Teknologi Informasi: Muhammad As’adi Budiman
Direktur Operasional: Herfinia

(rn/jh. Foto: Dok. Antara)

Astra Targetkan Desa Menjadi pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

BusinessUpdate – PT Astra International membidik kawasan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan komoditas unggulan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Astra memandang desa bukan hanya sebagai objek pemberdayaan, tetapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Melalui pengembangan komoditas unggulan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, Astra ingin memastikan masyarakat tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memiliki daya saing dan akses pasar yang berkelanjutan.

Untuk itu, Astra terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan komoditas unggulan lokal melalui program Desa Sejahtera Astra yang dijalankan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Hingga 2025, program Desa Sejahtera Astra telah menjangkau 1.533 desa di 180 kabupaten di seluruh Indonesia, dengan rata-rata peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 56,85% serta menciptakan lebih dari 3.700 lapangan kerja baru.

Selain itu, sebanyak 492 desa telah berhasil menembus pasar ekspor ke 26 negara dengan total valuasi mencapai sekitar Rp411 miliar.

Boy mengatakan Astra menjadi bagian dalam Kolaborasi Kampus Berdampak melalui pendekatan one village one CEO (OVOC) yaitu sebuah program pengembangan ekosistem bisnis desa hulu-hilir berbasis produk unggulan lokal yang dilaksanakan pada Jumat (24/4/2016) di Desa Sejahtera Astra Kabupaten Bandung Barat.

Masyarakat setempat mengembangkan komoditas hortikultura seperti selada air, labu, tomat, buncis kenya, cabai, kol merah, dan paprika, serta didukung dalam peningkatan kapasitas produksi, kualitas hasil panen, dan perluasan akses pasar, dengan tingkat penyerapan produk yang optimal.

Melalui program Desa Sejahtera Astra Bandung Barat petani mengalami peningkatan pendapatan dari Rp1,2 juta menjadi Rp2,5 juta per bulan.

Selain itu, Astra juga telah melakukan pendampingan di Desa Sejahtera Astra Lombok Utara sejak tahun 2019 dan telah melibatkan 432 masyarakat dari 16 desa melalui pelatihan komprehensif mulai dari budidaya hingga pascapanen, pengolahan hasil pertanian, sertifikasi produk, hingga penguatan sarana produksi.

Melalui proses tersebut, masyarakat mengembangkan komoditas unggulan seperti porang, sorgum, kemiri, mete, kelor, dan cabai sebagai penggerak ekonomi desa, yang turut mendorong peningkatan pendapatan masyarakat dari sebelumnya di bawah Rp1 juta menjadi sekitar Rp3 juta per bulan serta membuka peluang kerja baru.

“Semangat Astra dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia,” tutup Boy. (pa/jh. Foto: Dok. Astra)

‎Tracon Industri Perkuat Komitmen SDGs Lewat Sejumlah Aksi Nyata


BusinessUpdate – Makin hari  fluktuasi ekonomi global tidak menentu, masyarakat kerap menjadi kelompok yang paling pertama merasakan akibatnya. Inflasi harga pangan dan terbatasnya akses terhadap perlindungan sosial formal menciptakan “gap kesejahteraan” yang semakin lebar.
‎
‎Disinilah peran sektor swasta tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan katalisator vital bagi stabilitas sosial, PT Tracon Industri berkontribusi mengimplementasikan program kesehatan yang menyentuh langsung aspek fundamental masyarakat.
‎
‎Melalui wawancara penjurian Indonesia CSR Brilliance Awards 2026, Perusahaan ini melaporkan keberhasilan Program Pasar Murah yang selaras dengan misi SDGs 2: Tanpa Kelaparan. Melalui inisiatif tersebut, sebanyak 1.010 paket sembako didistribusikan kepada warga dengan harga yang sangat terjangkau guna menjaga stabilitas pangan di level akar rumput. Ini bukan sekadar bantuan satu waktu, namun menjadi upaya menjaga gizi masyarakat tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi.
‎
‎Dalam sesi penjurian tersebut dihadiri jajaran manajemen Tracon Industri, di antaranya Lutfi Aditya Rahman selaku SVP Secretary & Strategy, Fatahillah selaku VP Corporate Communication & Secretary dan Dhimas selaku Staff Corporate Communication.
‎
‎Selain pasar murah, Lutfi memaparkan komitmen kesehatan diwujudkan melalui program rutin Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran deteksi dini penyakit sekaligus menyokong stok darah nasional. Secara internal, Tracon juga memastikan produktivitas SDM tetap terjaga melalui Annual Medical Check-up (MCU) rutin bagi seluruh karyawan.
‎
‎Lebih lanjut, isu yang tak kalah butuh perhatian yakni nasib pekerja rentan. Biasanya mereka yang bekerja keras setiap hari namun tidak memiliki kontrak formal atau asuransi kecelakaan kerja. Guru ngaji, tukang sapu, dan pedagang kaki lima merupakan kelompok yang paling rapuh jika terjadi risiko kesehatan atau kecelakaan.
‎
‎Lantaran hal tersebut muncul konsep Perlindungan Inovatif bagi Pekerja Rentan. Salah satu poin yang dipaparkan juga terkait keberlanjutan program Jaminan Perlindungan Pekerja Rentan dari Tracon. Dengan mendaftarkannya ke dalam sistem BPJS Ketenagakerjaan, perusahaan telah memberikan “ketenangan pikiran” kepada para pekerja yang sebelumnya tidak tersentuh jaring pengaman sosial.
‎
‎Selama dua tahun berturut-turut, Tracon telah memberikan asuransi sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi 300 warga yang bekerja di sektor informal di sekitar wilayah operasional Kalibata.
‎
‎Beralih ke pilar lingkungan, Tracon menyoroti begitu penting Transformasi Lingkungan di lokasi proyek Operation & Maintenance SKG 8 Musi Timur, ‎Jl Raya Suka Karya, Desa Ciptodadi, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera
‎Selatan.
‎
‎Mengingat terdapat isu rendahnya kualitas air bersih, perusahaan melakukan intervensi teknis dengan membangun infrastruktur sanitasi yang layak.
‎
‎Intervensi tersebut mencakup penambahan 2 set filter air bersih berteknologi pasir aktif, mangan, dan karbon, pemasangan pipa penyalur, hingga penyediaan toren kapasitas besar (2000 liter). Upaya konkret perusahaan dilakukan untuk mendukung SDGs 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak.
‎
‎Terakhir dalam penutup penjurian, Lutfi mengatakan, “Para Dewan Juri ini out of the box, pertanyaannya seluruhnya berbobot, tapi Pak Haryono beliau sangat sistematis karena menanyakan metode pengukuran hingga sistem evaluasinya. Menurut saya juga seluruh Dewan Juri cukup bagus dan sangat bermanfaat. Masukan-masukannya kami catat untuk pengembangan kami ke depannya. Itu merupakan masukan yang sangat baik bagi kami.” (kiy)

Kuartal I/2026 Bank Nagari Raih Laba Bersih Rp110,61 Miliar

BusinessUpdate – PT Bank Nagari membukukan laba bersih sebesar Rp110,61 miliar pada kuartal I/2026. Angka ini turun 5,96% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp117,62 miliar.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan pada Selasa (28/4/2026), perolehan laba bersih pada periode ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp486,41 miliar, naik 6,44% yoy dibanding raihan kuartal I/2025 yang sebesar Rp456,98 miliar.

Hingga Maret 2026, beban operasional lainnya mengalami peningkatan 17,67% yoy dari Rp321,66 miliar menjadi Rp378,48 miliar. Meningkatnya beban operasional lainnya didorong oleh membengkaknya sejumlah komponen nonbunga.

Di antaranya, impairment yang naik 36,82% yoymenjadi Rp71,15 miliar dan beban tenaga kerja yang meningkat 20,06% yoy menjadi sebesar Rp241,97 miliar.

Adapun, Bank Nagari mencatatkan laba operasional sebesar Rp107,92 miliar hingga Maret 2026. Realisasi itu menyusut 20,25% yoy dari kuartal I/2025 yang sebesar Rp135,32 miliar. Pada saat yang sama, perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba nonoperasional sebesar 118,99% yoy dari Rp15,47 miliar pada kuartal I/2025 menjadi Rp33,88 miliar pada kuartal I/2026.

Dari sisi fungsi intermediasi, total penyaluran kredit Bank Nagari mencapai Rp20,41 triliun. Dibandingkan dengan realisasi kuartal I/2025 yang sebesar Rp21,24 triliun, realisasi pada periode ini mengalami koreksi 3,89% yoy.

Kemudian dari sisi penghimpunan dana, Bank Nagari mencatatkan total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp27,18 triliun, tumbuh tipis 1,18% yoy dari periode yang sama tahun lalu Rp26,86 triliun. Pertumbuhan DPK pada periode ini utamanya ditopang oleh pertumbuhan simpanan giro sebesar 61,37% yoy menjadi Rp5,04 triliun. Pada kuartal I/2025, simpanan giro Bank Nagari mencapai Rp3,12 triliun.

Melihat indikator keuangan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) perusahaan meningkat dari 21,13% menjadi 21,99%. Untuk kualitas kredit, Bank Nagari mencatat NPL gross sebesar 2,65% meningkat dari kuartal I/2025 sebesar 2,07% dan NPL net 0,85% dari sebelumnya 0,50%.

Sementara itu, pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) Bank Nagari meningkat dari 5,86% menjadi 6,20%, sedangkan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) naik dari 83,10% menjadi 86,02% pada kuartal I/2026. (pa/jh)

BRIN Kembangkan Riset Monitoring Real Time untuk Cegah Kecelakaan Kereta Api

BusinessUpdate – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan riset monitoring secara real time untuk mengaudit kondisi rel di atas jembatan guna mencegah dan menekan kecelakaan kereta api di Indonesia.

Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan hal tersebut sebagai respons atas kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek yang menabrak kereta rel listrik (KRL) atau commuter Line di Bekasi Timur hingga menelan korban jiwa 15 orang dan 76 luka-luka.

“Dalam konteks perkeretaapian, kita tidak hanya berbicara tentang aspek sarana, tetapi juga aspek prasarana. Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah Structural Health Monitoring System (SHMS), yang digunakan untuk audit jembatan kereta api secara real time. Sistem ini sangat bermanfaat, khususnya bagi PT KAI dalam menjaga keselamatan dan keandalan infrastruktur,” katanya di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Arif menjelaskan, berbagai kajian telah dilakukan, termasuk riset pemodelan performa dan populasi kereta cepat, serta pengembangan prototipe sistem otomasi dan persinyalan. Dari berbagai kajian tersebut, terdapat sejumlah teknologi yang terus didalami oleh peneliti di BRIN.

Secara keseluruhan, Arif menambahkan bahwa riset di bidang perkeretaapian yang sedang dilakukan BRIN terus berkembang, dengan sekitar 20 kajian yang sedang berjalan, dan seluruh fasilitas serta alat ujinya juga telah tersedia.

“Ke depan, berbagai kejadian terbaru dapat menjadi tema riset lanjutan, mengingat kecelakaan kereta api umumnya bersifat multi-aspek, yang meliputi faktor teknologi, perilaku, dan sosial, karena kereta api merupakan sebuah ekosistem, sehingga persoalannya tidak bisa dilihat dari satu sisi saja,” ujarnya.

Kepala BRIN juga mengemukakan, ekosistem perkeretaapian yang sangat beragam tersebut menjadi bahan kajian bagi para peneliti. Selain itu, BRIN juga tengah melakukan revitalisasi kerja sama dengan PT Industri Kereta Api (INKA) di Madiun, Jawa Timur, untuk memperkuat kolaborasi di sektor tersebut.

“BRIN tidak hanya fokus pada riset teknologi, tetapi juga mencakup aspek hukum, sosial, dan kebijakan, guna memberikan solusi komprehensif bagi berbagai tantangan nasional,” tutup Arif Satria. (ip/jh. Foto: Dok. Data Logger Indonesia)

Langkah Pemerintah Amankan Ketersediaan Pupuk Subsidi

BusinessUpdate – Pemerintah mengambil sejumlah langkah strategis untuk mengamankan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani sebagai antisipasi dampak konflik global khususnya di kawasan Timur Tengah yang dapat memicu kenaikan harga bahan baku.

Ketua Tim Kerja Alokasi Pupuk Bersubsidi Direktorat Pupuk, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian Yustina Retno Widiati menyatakan, konflik Timur Tengah mendorong kenaikan harga pupuk dan bahan bakunya, disebabkan adanya hambatan logistik pasca tutupnya Selat Hormuz.

“Gejolak ini perlu diantisipasi karena dapat memicu kenaikan harga pupuk secara signifikan. Apalagi bahan baku pupuk P (phosphor) dan K (Kalium) tidak tersedia di Indonesia, sehingga sangat bergantung pada pasar internasional,” kata Yustina di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah mengambil beberapa upaya antisipasi mengamankan pupuk subsidi petani, diantaranya, pembayaran subsidi pupuk lebih awal untuk pengadaan bahan baku, sehingga pembelian dapat dilakukan sebelum harga melonjak.+

Selain itu, pemerintah memastikan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi tidak mengalami perubahan guna menjaga daya beli petani. Upaya lain meliputi pengajuan tambahan anggaran subsidi jika kebutuhan meningkat, serta mendorong penggunaan pupuk organik untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik.

“Penggunaan pupuk organik, baik bersubsidi maupun mandiri dari bahan lokal, menjadi salah satu solusi strategis menghadapi ketidakpastian global,” jelasnya.

Yustina menegaskan di tengah tekanan geopolitik global yang berdampak pada sektor pertanian, pemerintah terus memperbaiki tata kelola pupuk subsidi, misalnya, alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 difokuskan pada dua sektor utama, yakni pertanian dan perikanan.

Untuk sektor pertanian terdapat 10 komoditas prioritas yang mencakup tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai, dan ubi kayu; hortikultura seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih; serta komoditas perkebunan yakni kopi, tebu rakyat, dan kakao.

Per Januari 2026, jumlah petani yang telah mengajukan kebutuhan pupuk melalui sistem e-RDKK mencapai 14,45 juta NIK, sedangkan sektor perikanan melalui e-RPSP tercatat sebanyak 101.678 NIK.

Perbaikan tata kelola juga dilakukan dalam proses penyaluran pupuk. Distribusi dilakukan Pupuk Indonesia, yang bertanggung jawab mulai dari proses produksi hingga penyaluran ke titik serah.

Pupuk kemudian disalurkan melalui jaringan distributor hingga pengecer resmi, gabungan kelompok tani (gapoktan), kelompok pembudidaya ikan (pokdakan), dan koperasi. ”Kini petani dapat menebus pupuk bersubsidi di kios resmi dengan menunjukkan KTP dan Kartu Tani sesuai ketentuan,” katanya.

Sementara itu SVP Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero), Junianto Simare Mare memastikan kondisi tersebut tidak akan mengganggu ketersediaan pupuk nasional.

Dari sisi kapasitas produksi, Pupuk Indonesia menempati posisi strategis di tingkat global. Perusahaan ini tercatat sebagai salah satu produsen amonia dan urea terbesar di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, hingga Afrika Utara.

Kapasitas produksi urea mencapai sekitar 9,4 juta ton per tahun, melampaui sejumlah produsen besar dunia seperti China dan Qatar. Sementara itu, produksi pupuk NPK mencapai 4,6 juta ton dan pupuk lainnya sekitar 0,8 juta ton per tahun.

Pada 2026, BUMN tersebut menargetkan produksi urea sebesar 7,9 juta ton. Sementara itu, kebutuhan domestik diperkirakan mencapai 6,4 juta ton, termasuk untuk pupuk bersubsidi.

Surplus produksi tersebut, menurut Junianto membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor dan memperkuat posisinya sebagai pemain penting di industri pupuk global.

Meski memiliki kekuatan di sisi produksi dan distribusi, konflik di kawasan Selat Hormuz tetap membawa dampak signifikan terhadap rantai pasok pasar global, namun untuk Indonesia, dampaknya relatif dapat dikendalikan terutama untuk produk urea.

Hal ini tidak terlepas dari ketersediaan bahan baku utama urea, yaitu gas alam, yang masih dapat dipenuhi dari dalam negeri. Dengan kondisi tersebut, Indonesia tidak bergantung pada impor untuk produksi urea, bahkan memiliki kapasitas yang melebihi kebutuhan nasional.

Sementara itu, untuk bahan baku lain seperti KCl dan fosfat, Junianto mengatakan, perusahaan memperoleh pasokan dari negara-negara di luar kawasan konflik, seperti Rusia, Kanada, Belarus, Mesir, dan Maroko, sehingga relatif tidak terdampak langsung oleh penutupan Selat Hormuz.

Sedangkan untuk sulfur, sebagian pasokan memang berasal dari kawasan Timur Tengah, seperti Qatar dan Kuwait, sehingga Pupuk Indonesia telah menyiapkan langkah mitigasi dengan mencari sumber alternatif guna memastikan kelangsungan produksi. (ip/jh. Foto: Dok. Pupuk Indonesia)