Home Blog Page 123

Dirut PTP Nonpetikemas Raih Penghargaan Indonesia Best 50 CEO Awards 2026

BusinessUpdate – Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok atau PTP Nonpetikemas Indra Hidayat Sani berhasil meraih penghargaan Indonesia Best 50 CEO Awards 2026 kategori Most Innovation yang diselenggarakan oleh The Iconomics.

Penghargaan diberikan langsung dalam Agenda CEO Forum 2026 bertajuk “Resilient Leadership in the Age of Disruption” di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, pada hari Kamis, 23 April 2026.

Penghargaan ini menjadi bukti atas kepemimpinan perusahaan yang mampu mendorong transformasi bisnis dan memperkuat daya saing perusahaan.

Penghargaan Indonesia Best 50 CEO Awards merupakan penghargaan berbasis employees’ choice, yang diberikan melalui survei terhadap hampir 10.000 responden dari berbagai industri. Penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan empat parameter utama, yaitu popularity, competency, crisis leadership, dan personality, sehingga mencerminkan persepsi nyata dari karyawan dan pelaku industri terhadap kualitas kepemimpinan.

“Tidak cukup membuat perusahaan itu dikenal, tetapi juga harus disayangi, dan untuk disayangi kita lihat pembentukan Corporate Brand Image yaitu tentu saja Product yang excellence juga presence, dan sekarang juga dilihat people dan leader,” ujar Director of Brand, Research, and Strategy The Iconomics, Alex Mulya.

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan perusahaan dalam mendorong inovasi dan transformasi berkelanjutan.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya secara pribadi, tetapi merupakan refleksi dari komitmen seluruh tim PTP Nonpetikemas dalam menghadirkan layanan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan serta ekosistem logistik nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/4/2026).

PTP Nonpetikemas terus memperkuat perannya sebagai operator terminal multipurpose yang strategis di Indonesia. Perusahaan saat ini mengoperasikan 11 cabang pelabuhan yang tersebar di berbagai wilayah strategis nasional dan berperan penting dalam mendukung kelancaran arus logistik serta distribusi barang di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, PTP Nonpetikemas secara konsisten mengimplementasikan berbagai inovasi, termasuk digitalisasi operasional melalui sistem terminal, modernisasi infrastruktur, serta penguatan kolaborasi dengan pemangku kepentingan logistik. Upaya ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas layanan, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan sebagai tulang punggung layanan terminal nonpetikemas di Indonesia.

Sejalan dengan tema CEO Forum 2026, yakni Resilient Leadership in the Age of Disruption, Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, mempertegas bahwa pemimpin perusahaan sudah sepatutnya bersikap resilience dengan sigap mencari solusi atas permasalahan yang terjadi salah satunya melalui branding dan perbaikan terus-menerus.

Dengan diraihnya penghargaan ini, PTP Nonpetikemas akan terus mempercepat transformasi berbasis inovasi dan digitalisasi, serta meningkatkan kualitas layanan guna memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan.

Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan sektor logistik yang efisien, terintegrasi, dan berdaya saing global. (ip/jh. Foto: Dok. PTP Nonpetikemas)

Dukung Ekspansi Bisnis Lucky Mom Indonesia, KB Bank Gelontorkan Dana Rp400 Miliar

BusinessUpdate – PT Bank KB Indonesia Tbk. atau KB Bank menyuntikkan modal hingga Rp400 miliar ke PT Lucky Mom Indonesia (LMI) untuk mempercepat ekspansi bisnis perseroan.

Menurut Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie, selain dukungan pembiayaan, perseroan menyediakan solusi perbankan terintegrasi yang mencakup layanan transaction banking, serta dukungan terhadap penguatan rantai pasok dan distribusi LMI.

“Sinergi ini menggabungkan kapabilitas perbankan dan jaringan institusional KB Bank dengan inovasi LMI untuk mendorong ekspansi yang terukur dan berkelanjutan,” kata Kunardy dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Sejalan dengan agenda transformasi, KB Bank terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan kualitas aset, penguatan tata kelola, serta pengelolaan risiko yang prudent. Dalam beberapa tahun terakhir, KB Bank mencatat pertumbuhan kredit yang positif secara tahunan, didorong oleh fokus pada segmen wholesale banking.

Bisnis wholesale banking berfokus pada penyediaan solusi perbankan bagi perusahaan menengah dan besar. Adapun, untuk mendukung kebutuhan nasabah, KB Bank menghadirkan berbagai produk dan layanan transaction banking, termasuk cash management, trade finance, custody, serta pembiayaan terstruktur.

Layanan ini juga didukung oleh KBstarbiz sebagai platform digital perbankan bisnis yang memfasilitasi pengelolaan likuiditas dan transaksi nasabah secara terintegrasi.

Hingga akhir 2025, total kredit KB Bank (Individual) tumbuh sekitar 7% secara tahunan, dengan bisnis wholesale sebagai pendorong utama, hal ini tecermin dari komposisi wholesale yang berkontribusi sebesar 51% terhadap total portofolio kredit.

“Melalui kemitraan pertumbuhan dan solusi terintegrasi, KB Bank berkomitmen untuk mempercepat pertumbuhan PT LMI, memperkuat daya saing, serta menciptakan nilai jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT LMI menambahkan kerja sama tersebut menjadi momentum dalam memperkuat fondasi bisnis serta mendukung ekspansi bisnisnya di Indonesia.

“Kolaborasi dan dukungan dari KB Bank akan memperkuat kapabilitas operasional, memperluas distribusi, serta mendorong inovasi produk guna memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang,” katanya.

LMI merupakan perusahaan multinasional yang bergerak di industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dan berfokus pada pemenuhan kebutuhan keluarga, serta menghadirkan berbagai produk berkualitas tinggi, di antaranya popok bayi, popok dewasa, serta pembalut wanita. (pa/jh. Foto: Dok. KB Bank)

Melalui Klasterku Hidupku BRI Bina 43.789 Klaster Usaha

BusinessUpdate – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui program Klasterku Hidupku membina sebanyak 43.789 klaster usaha hingga Maret 2026. Program ini diarahkan pada sektor-sektor riil yang berkontribusi langsung dalam menciptakan nilai tambah dan menggerakkan ekonomi daerah.

Klasterku Hidupku didukung oleh sekitar tiga ribu kegiatan pemberdayaan, mulai dari pelatihan hingga penyediaan sarana dan prasarana produksi.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan, BRI terus mengembangkan program Klasterku Hidupku sebagai pendekatan pemberdayaan untuk mendampingi pelaku usaha, termasuk petani, agar dapat tumbuh secara berkelanjutan dan naik kelas.

“Pemberdayaan berbasis komunitas cenderung lebih efektif untuk UMKM karena menyasar tidak hanya aspek finansial, tetapi juga perilaku, kapasitas, dan jejaring usaha secara kolektif,” ujar Akhmad dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Sebanyak 82,39% klaster yang dibina BRI berada pada sektor produksi, dengan sektor pertanian sebagai kontributor terbesar sebesar 48,26%. Sementara sisanya sebesar 17,61% berasal dari sektor non-produksi.

Perseroan memandang, kedua sektor ini menjadi motor penciptaan nilai tambah dan penggerak utama aktivitas ekonomi di daerah.

Melalui program Klasterku Hidupku, perseroan mendorong kemandirian pangan, pemerataan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemberdayaan berbasis klaster dipandang sebagai pendekatan untuk memperkuat struktur ekonomi dari level akar rumput.

Dengan pengelompokan berdasarkan kesamaan sektor dan wilayah, pelaku usaha tidak hanya tumbuh secara individu, tetapi juga saling terhubung dalam ekosistem yang memperkuat kapasitas kolektif serta membangun rantai nilai yang lebih terintegrasi di tingkat lokal.

Akhmad menambahkan bahwa pendekatan berbasis klaster juga membuka peluang lahirnya komoditas unggulan bernilai tambah tinggi.

“Melalui skema klaster, BRI tidak hanya menghadirkan akses pembiayaan, tetapi juga memperkuat koneksi antar pelaku usaha dalam satu ekosistem yang saling mendukung, sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi secara kolektif,” jelasnya.

Selaras dengan penguatan klaster usaha, BRI memperluas akses keuangan di tingkat komunitas. Dari lebih dari 508 ribu anggota klaster, sekitar 87,7% telah memiliki rekening di BRI dan terhubung dengan fasilitas pembiayaan untuk mendukung keberlanjutan usahanya.

Untuk memastikan keberlanjutan pemberdayaan, perseroan menyampaikan bahwa inisiatif ini melengkapi berbagai program BRI lainnya.

Hingga Maret 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau 5.245 desa. Di sisi lain, BRI juga mengembangkan 54 Rumah BUMN yang telah memberdayakan 559.897 pelaku UMKM melalui 18.218 kegiatan pelatihan. Selain itu, platform LinkUMKM telah digunakan oleh 15,57 juta pengguna.

Perseroan pun menegaskan bahwa seluruh inisiatif tersebut dijalankan secara terpadu untuk memperkuat peran BRI sebagai agent of development dalam mendukung UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan nasional. (rn/jh. Foto: Dok. BRI)

Investasi di Batam pada Kuartal I/2026 Capai Rp17,4 Triliun

BusinessUpdate – Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mencatat realisasi investasi di Batam pada kuartal I/2026 sebesar Rp17,4 triliun, meningkat 102,85% secara tahunan (yoy).

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan bahwa capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam. “Lonjakan ini menunjukkan bahwa Batam tidak hanya menarik investasi, tetapi juga mampu mengeksekusinya dengan lebih cepat, pasti, dan produktif,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (24/4/2026).

Capaian ini menandai akselerasi kuat Batam memasuki tahun 2026, sekaligus mempertegas perannya sebagai pusat pertumbuhan investasi paling dinamis di Indonesia.

Komposisi investasi menunjukkan struktur yang semakin tangguh, dengan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp8,8 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp8,5 triliun.

Pertumbuhan signifikan PMDN yang mencapai 216% secara tahunan menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan investor domestik, sementara PMA tetap terjaga.

Secara sektoral, investasi didorong oleh industri mesin dan elektronik (23,65%), kimia dan farmasi (21,18%), jasa lainnya (17,70%), serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (13,09%). Pola ini menunjukkan bahwa pertumbuhan Batam bertumpu pada sektor bernilai tambah dan penguatan ekosistem industri.

Dari sisi regional, Batam menyumbang sekitar 73,5% dari total realisasi investasi Kepulauan Riau yang mencapai lebih dari Rp23,8 triliun pada triwulan I ini.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan bahwa kontribusi dominan Batam terhadap investasi Kepri memiliki makna strategis. “Batam memegang fungsi sentral dalam menggerakkan ekonomi kawasan. Pertumbuhan ini membawa efek berantai ke sektor industri, logistik, perdagangan, dan jasa,” kata Li Claudia.

Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis menekankan pentingnya kualitas pertumbuhan. “Ini bukan sekadar lonjakan angka. Struktur investasi yang sehat, dengan PMA tetap kuat dan PMDN tumbuh secara agresif, menunjukkan bahwa Batam semakin dipersepsikan sebagai kawasan yang feasible, bankable, dan executable,” katanya.

Dari sisi negara, Singapura menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp4,82 triliun, diikuti Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.

BP Batam akan terus menjaga momentum ini melalui penguatan layanan investasi, percepatan penyediaan lahan dan utilitas, serta peningkatan kepastian usaha. Ke depan, Batam tidak hanya berfokus pada peningkatan nilai investasi, tetapi juga pada pembangunan ekosistem industri yang berdaya saing dan berkelanjutan. (pa/jh. Foto: Dok. BP Batam)

Hari Ini Tarif Transjakarta Hanya Rp1, Peringati Hari Angkutan Nasional

BusinessUpdate – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan tarif kendaraan umum, salah satunya Transjakarta hanya Rp1 pada hari ini, Jumat, 24 April 2026, bertepatan dengan Hari Angkutan Nasional 2026.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani mengatakan tarif khusus Rp1 berlaku di seluruh layanan Transjakarta, baik Bus Rapid Transit (BRT) maupun Non BRT.

“Melalui tarif Rp1, kami ingin memberikan kemudahan sekaligus mengajak lebih banyak warga beralih ke angkutan umum sebagai pilihan mobilitas yang efisien dan berkelanjutan,” ujar Ayu di Jakarta, Kamis (23/4/2025). Penerapan tarif khusus itu berlaku mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB.

Sementara itu, untuk layanan Mikrotrans, Transjakarta Cares (Transcare), serta layanan gratis bagi pelanggan kategori penerima manfaat, tetap beroperasi dengan tarif Rp0, sesuai Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 160 Tahun 2016.

Ayu menuturkan peringatan Hari Angkutan Nasional menjadi kesempatan untuk mendorong masyarakat semakin akrab dengan transportasi publik. Ia menegaskan Transjakarta berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

“Kami berharap momentum ini dapat semakin meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi publik, tidak hanya pada peringatan Hari Angkutan Nasional, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup mobilitas sehari-hari yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” tutup Ayu. (rn/jh. Foto: Dok. TransJakarta)

Waskita Beton Catatkan Laba Kotor Rp49,39 Miliar pada Kuartal I/2026

BusinessUpdate – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan pendapatan usaha Rp395,10 miliar pada kuartal I/2026. Perolehan tersebut ditopang oleh tiga lini bisnis utama perseroan, yakni segmen beton precast, beton readymix dan quarry, serta jasa konstruksi.

Kontribusi terbesar berasal dari segmen jasa konstruksi senilai Rp155,46 miliar atau 39,35%. Kemudian, segmen beton precast sebesar Rp142,86 miliar atau 36,16%, serta beton readymix dan quarry sebesar Rp96,77 miliar atau 24,49%. Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp49,39 miliar.

Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP Fandy Dewanto mengatakan, perusahaan terus menjaga kinerja operasional melalui penerapan efisiensi di seluruh lini usaha. “WSBP terus menjaga kinerja operasional yang optimal melalui penerapan efisiensi secara konsisten di seluruh lini usaha,” ujar Fandy, dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2026).

Pendapatan usaha perseroan berasal dari berbagai proyek strategis di Indonesia, antara lain pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura Tahun Anggaran 2025, Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan Seksi 2, Marunda Expansion Phase 3, serta pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket 3.

Selain itu, perseroan juga mencatatkan penurunan beban penjualan sebesar Rp23,44 miliar atau turun 20,99% secara tahunan (yoy). Beban umum dan administrasi turut menurun sebesar Rp82,73 miliar atau 22,34% secara tahunan.

Fandy menambahkan, dengan portofolio proyek yang berjalan serta optimalisasi aset, perusahaan berkomitmen untuk menjaga produktivitas dan memberikan nilai tambah bagi pembangunan infrastruktur nasional.

Ke depan, WSBP akan terus berfokus pada peningkatan produktivitas, optimalisasi aset produksi, serta pelaksanaan proyek secara tepat waktu dan berkualitas. Perusahaan juga menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan manajemen risiko sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan usaha. (pa/jh. Foto: Dok. WSBP)

Pupuk Indonesia Siap Ekspor Urea 250 Ribu Ton ke Australia

BusinessUpdate – PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan kesiapan produksi dan pasokan untuk mendukung rencana ekspor pupuk urea ke Australia sebanyak 250.000 ton setelah mendapatkan restu dari pemerintah.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan kapasitas produksi perseroan dinilai memadai untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan peluang ekspor. Total kapasitas produksi urea tercatat mencapai 9,4 juta ton per tahun, dengan proyeksi realisasi produksi 2026 sebesar 7,8 juta ton.

“Dengan kebutuhan domestik sekitar 6,3 juta ton, kapasitas yang kami miliki memadai untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus menangkap peluang ekspor,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).

Rahmad mengatakan, ketahanan produksi juga ditopang oleh ketersediaan gas alam domestik sebagai bahan baku utama yang relatif stabil, baik dari sisi volume maupun harga. Kondisi ini dinilai memperkuat resiliensi industri pupuk nasional sekaligus membuka peluang ekspansi pasar regional.

Ia menegaskan pelaksanaan ekspor akan dilakukan secara selektif melalui skema government to government (G2G), dengan tetap mengedepankan prioritas pemenuhan kebutuhan petani dalam negeri.

Hingga 22 April 2026, stok pupuk nasional tercatat mencapai 1,19 juta ton. Produksi harian juga terus dijaga optimal, dengan kapasitas mencapai 25.000 ton per hari untuk urea dan 15.000 ton per hari untuk pupuk NPK.

“Sebagaimana arahan pemerintah, prioritas utama kami tetap pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Ekspor dilakukan secara selektif dan terukur dengan mempertimbangkan keseimbangan pasokan nasional,” jelas Rahmad.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyetujui ekspor pupuk urea ke Australia sejumlah 250.000 ton. Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari Perdana Menteri Anthony Albanese, yang menilai langkah tersebut dapat membantu menjaga stabilitas pasokan pupuk di kawasan.

Pupuk Indonesia menilai ekspor ini tidak hanya menjadi peluang peningkatan kinerja, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok pupuk regional. (rn/jh. Foto: Dok. Pupuk Indonesia)

Perlu Pengawasan Berlapis bagi Koperasi Merah Putih

BusinessUpdate – Pengamat ekonomi menilai perlu ada pengawasan berlapis dalam pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih guna mencegah potensi penyimpangan dan memastikan tata kelola berjalan akuntabel.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Dipo Satria Ramli mengatakan, skala dan ragam fungsi Kopdes yang mencakup aspek komersial hingga sosial membutuhkan pembagian pengawasan lintas lembaga sesuai kewenangan.

Menurut Dipo, untuk unit keuangan seperti penyaluran kredit, pengawasan sebaiknya berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengingat kompleksitas dan risiko yang lebih tinggi. “Untuk urusan kredit, sudah pasti harus diawasi OJK,” kata Dipo dikutip dari Antara, kamis (23/4/2026).

Sementara itu, pengawasan terhadap aspek kelembagaan dan unit usaha komersial dapat tetap berada di bawah Kementerian Koperasi (Kemenkop), sedangkan fungsi sosial seperti penyaluran bantuan sosial (bansos) dapat melibatkan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

Selain pengawasan dari regulator, Dipo juga menekankan pentingnya audit independen secara berkala oleh pihak ketiga untuk mendeteksi potensi moral hazard.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa pengawasan juga perlu ditopang oleh tata kelola internal yang kuat, termasuk rekrutmen pengelola yang profesional dan berbasis komunitas lokal untuk memperkuat rasa memiliki atau sense of ownership.

Menurutnya, pengelolaan yang melibatkan warga desa setempat akan menciptakan sense of ownership yang penting untuk menjaga keberlanjutan koperasi.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan bahwa Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari infrastruktur negara yang dirancang untuk memperkuat akses ekonomi masyarakat.

Koperasi desa akan berperan sebagai offtaker hasil pertanian; distributor barang strategis seperti LPG 3 kg, pupuk, beras; penyalur bansos, hingga penyedia layanan keuangan termasuk penyaluran kredit berbunga 6%. (ip/jh. Foto: Dok. Kemko IPK)

KAI Siapkan Lokomotif Diesel untuk Penerapan Biodiesel B50

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan sarana dan operasional, terutama lokomotif diesel, menjelang penerapan mandatori biodiesel B50 yang mulai berlaku 1 Juli 2026.

Pemerintah menetapkan kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan energi nasional serta mendorong penggunaan energi yang lebih berkelanjutan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, implementasi B50 merupakan kelanjutan dari program biodiesel yang telah berjalan di sektor perkeretaapian. “Implementasi B50 merupakan kelanjutan dari pemanfaatan biodiesel pada tahap sebelumnya yang telah berjalan secara konsisten di sektor perkeretaapian,” kata Anne dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).

Penggunaan biodiesel B40 pada 2025 mencatat total emisi karbon sebesar 127,3 juta kg CO2e atau sekitar 127.300 ton dari 47,4 juta pelanggan kereta api jarak jauh. Tren tersebut berlanjut pada 2026. Hingga triwulan I, jumlah pelanggan mencapai 14,5 juta orang. Estimasi emisi tercatat sekitar 38.900 ton CO2e, tetap terjaga seiring penggunaan biodiesel.

KAI membandingkan emisi transportasi kereta dengan kendaraan pribadi. Rata-rata emisi kendaraan pribadi mencapai 36 hingga 45 kg CO2 per penumpang untuk jarak menengah. Kereta api hanya sekitar 2,7 kg CO2 per penumpang. “Ini menunjukkan bahwa penggunaan kereta api mampu menekan emisi hingga sekitar 90% per perjalanan,” ungkap Anne.

Dengan jumlah pelanggan tersebut, penggunaan kereta api diperkirakan menekan emisi sebesar 480.000 hingga 610.000 ton CO2e dibandingkan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.

KAI melakukan serangkaian uji coba untuk mendukung implementasi B50. Uji dilakukan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta LEMIGAS, singkatan dari Lembaga Minyak dan Gas Bumi.

Proses pengujian dimulai dari pencampuran bahan bakar pada pertengahan April 2026. Tahap berikutnya meliputi pengecekan kondisi sarana dan pengujian penggunaan bahan bakar di lokomotif. Pengujian dilakukan di Depo Sidotopo untuk lokomotif.

Uji juga dilakukan pada kereta pembangkit di Depo Kereta Yogyakarta. Rangkaian uji mencakup pemeriksaan awal, penggunaan B40 sebagai pembanding, lalu penggunaan B50. Pengujian dilakukan untuk melihat kinerja sarana dan ketahanan dalam kondisi beban tinggi.

Tahap lanjutan berupa uji jangka panjang juga disiapkan. Tujuannya memastikan performa tetap stabil dalam operasional harian. Hingga kini, seluruh hasil uji masih dalam tahap evaluasi. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kesesuaian dalam jangka panjang.

“KAI memastikan proses percepatan implementasi ini berjalan selaras dengan kesiapan di lapangan,” kata Anne. Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan pengujian yang dilakukan secara bertahap, KAI berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman, andal, dan berkelanjutan.

KAI menargetkan implementasi penuh B50 pada seluruh lokomotif dan genset kereta. Komposisinya terdiri dari 50% biodiesel berbasis sawit dan 50% solar. Seluruh armada KAI hingga April 2026 telah menggunakan B40. Transisi menuju B50 dilakukan sebagai tahap lanjutan.

Uji coba B50 dilakukan pada rute kereta jarak jauh di Pulau Jawa. Rute seperti Jakarta menuju Yogyakarta hingga Surabaya dipilih untuk menguji ketahanan mesin dalam berbagai kondisi.

Program B50 menjadi bagian dari strategi energi nasional. Pemerintah ingin mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan pemanfaatan sumber daya domestik. Langkah ini juga mendukung industri kelapa sawit sebagai komoditas strategis nasional. (pa/jh. Foto: Dok. KAI)

Laba PNM Melonjak Tajam Rp1,14 Triliun Sepanjang 2025

BusinessUpdate – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berhasil meningkatkan laba secara signifikan dari Rp359 miliar pada 2020 menjadi Rp1,14 triliun pada 2025.

Pertumbuhan laba ini tidak hanya mencerminkan ekspansi usaha, tetapi juga kualitas pengelolaan risiko yang semakin matang. “Kinerja PNM yang terus membaik menjadi refleksi bahwa pendekatan ekosistem ini efektif dalam menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” kata Group CEO BRI Hery Gunardi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Tak hanya dari sisi profitabilitas, aset PNM, bagian dari BRI Group, juga mencatatkan lonjakan yang kuat dari Rp31,7 triliun pada 2020 menjadi Rp57,0 triliun pada 2025.

Menurut perseroan, pertumbuhan ini mencerminkan ekspansi bisnis yang semakin agresif namun tetap terjaga kualitasnya.

Sejalan dengan itu, total liabilitas meningkat dari Rp26,1 triliun pada 2020 menjadi Rp45,3 triliun pada 2025, menunjukkan kapasitas intermediasi perseroan yang meningkat dalam menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat prasejahtera produktif.

Di sisi permodalan, fundamental PNM juga semakin kuat dengan total ekuitas yang tumbuh lebih dari dua kali lipat, dari Rp5,6 triliun pada 2020 menjadi Rp11,7 triliun pada 2025.

Penguatan struktur permodalan ini dipandang menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan ketahanan Perseroan dalam menghadapi dinamika ekonomi.

Perseroan menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil nyata dari sinergi dalam ekosistem Holding Ultra Mikro yang mengintegrasikan kekuatan BRI, Pegadaian, dan PNM. Melalui sinergi ini, PNM mampu memperluas jangkauan layanan, meningkatkan skala ekonomi, serta memperkuat kapabilitas bisnis melalui dukungan digitalisasi dan integrasi sistem yang semakin mendorong efisiensi.

Menurut Hery, perseroan melihat Holding Ultra Mikro sebagai platform strategis untuk menciptakan sinergi lintas entitas yang mampu meningkatkan skala bisnis, efisiensi operasional, serta kualitas pertumbuhan.

Ekosistem Ultra Mikro juga mendorong peningkatan akses pembiayaan bagi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pelaku usaha ultra mikro.

Hal ini tidak hanya berdampak pada kinerja keuangan perseroan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan inklusi keuangan nasional.

“Ke depan, Holding Ultra Mikro akan terus kami dorong sebagai enabler utama dalam membangun ekosistem keuangan yang terintegrasi,” kata Hery.

Dengan sinergi yang semakin kuat antara BRI, Pegadaian, dan PNM, Hery optimistis dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus mendorong inklusi keuangan yang relevan bagi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia. (rn/jh. Foto: Dok. PNM)