Home Blog Page 13

KM Dorolonda Mulai Layani Penumpang di Pelabuhan Donggala 31 Oktober 2026

BusinessUpdate – KM Dorolonda milik Pelni segera melayani penumpang di Pelabuhan Donggala, Sulawesi Tengah, pada 31 Oktober 2026, sebagai upaya memperluas akses transportasi laut dan konektivitas antardaerah di wilayah tersebut.

“Kehadiran KM Dorolonda di Pelabuhan Donggala menjadi bagian dari upaya memperluas aksesibilitas transportasi laut bagi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah,” kata Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni, Nuraini Dessy di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Ia mengtakan, pelayanan KM Dorolonda di Pelabuhan Donggala merupakan bagian dari upaya Pelni dalam mendukung konektivitas laut serta memberikan akses perjalanan yang lebih dekat bagi masyarakat.

“Pemindahan lokasi sandar KM Dorolonda ke Pelabuhan Donggala merupakan bagian dari penugasan Kementerian Perhubungan sebagai upaya penyesuaian pelayanan PELNI untuk memperluas aksesibilitas transportasi laut bagi masyarakat,” jelas Dessy.

Sementara itu, KM Lambelu masih tetap melayani Pelabuhan Pantoloan, sehingga pelayanan transportasi laut di wilayah Sulawesi Tengah tetap berjalan melalui kedua pelabuhan tersebut.

“Dalam pelaksanaannya, kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan pelayaran, kesiapan fasilitas pelabuhan, serta kelancaran proses naik dan turun penumpang,” tambahnya.

Kesiapan operasional KM Dorolonda di Pelabuhan Donggala juga menjadi perhatian Pelni untuk memastikan seluruh proses pelayanan penumpang berjalan sesuai standar keselamatan dan kualitas layanan perusahaan.

Ia berharap dukungan seluruh pihak dapat memastikan pelayanan KM Dorolonda di Donggala berlangsung aman dan tertib. “Kami berkomitmen untuk terus mengedepankan prinsip safety first, zero accident dan service excellence, mulai dari proses keberangkatan hingga penumpang tiba di tujuan,” katanya.

KM Dorolonda merupakan kapal penumpang tipe 2.000 pax yang melayani rute Surabaya–Balikpapan–Donggala–Bitung–Ternate–Sorong–Manokwari–Nabire–Serui–Jayapura (pergi-pulang/PP).

Dessy mengimbau masyarakat yang akan menggunakan layanan KM Dorolonda untuk merencanakan perjalanan dengan baik, membeli tiket hanya melalui kanal resmi Pelni serta memastikan seluruh data penumpang diisi sesuai dengan identitas yang berlaku.

“Hal ini penting untuk mendukung kelancaran proses keberangkatan dan memastikan kesesuaian data pada manifest kapal. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli tiket melalui pihak yang tidak resmi,” tutupnya. (ip/jh. Foto: Dok. Pelni)

Danantara Akuisisi Lahan 4,4 Hektar di Takher Mekkah

BusinessUpdate – Usai membeli Hotel Novotel Thakher Makkah yang telah diserahterimakan pada 11 Agustus 2026, Danantara Indonesia merampungkan akuisisi lahan seluas 4,4 hektar di kawasan Thakher Makkah, Arab Saudi, pada 18 Oktober 2026.

Melalui holding investasinya, PT Danantara Investment Management (DIM), Danantara kini memiliki aset berupa hotel yang telah beroperasi dengan 1.461 kamar dan suite, serta lahan yang disiapkan untuk pengembangan lebih lanjut.

Rangkaian transaksi tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan strategis antara Danantara Indonesia dan Thakher Development Company yang diumumkan pada 14 Desember 2025. Lahan tersebut direncanakan menjadi bagian dari pengembangan kawasan terpadu yang mencakup fasilitas perhotelan, ritel, dan fasilitas pendukung lainnya.

Pengembangan akan dilakukan secara bertahap bersama Al-Khomasiah, mitra pengembang lokal yang mendukung penyelesaian transaksi dan kehadiran Danantara di Arab Saudi. Studi kelayakan, persetujuan, dan dokumen perizinan yang diperlukan akan disiapkan sesuai dengan tahapan pengembangan.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, investasi tersebut menjadi langkah untuk membangun platform investasi perhotelan jangka panjang di Arab Saudi sekaligus meningkatkan layanan bagi jemaah haji dan umrah.

“Pencapaian ini merupakan langkah nyata dalam membangun platform investasi perhotelan jangka panjang di Arab Saudi. Fokus kami adalah mengelola aset-aset ini dengan disiplin investasi yang ketat, sekaligus mengembangkan ekosistem terpadu yang meningkatkan kualitas akomodasi dan layanan bagi jemaah dari Indonesia maupun berbagai negara lainnya,” kata Rosan dalam keterangan tertulis Selasa (20/10/2026).

Ia menambahkan, Danantara juga akan menjajaki peluang investasi di Madinah dan sektor strategis lainnya di luar properti untuk memperluas kerja sama ekonomi Indonesia dan Arab Saudi.

Dalam kesempatan yang sama, Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, kombinasi hotel yang telah beroperasi dan lahan pengembangan memberikan ruang bagi Danantara untuk memperluas investasinya seiring pertumbuhan ekosistem haji dan umrah.

“Inisiatif ini memadukan aset yang telah beroperasi dengan lahan yang memberikan ruang bagi kami untuk berekspansi dalam jangka panjang, seiring dengan terus berkembangnya ekosistem haji dan umrah,” ujar Pandu.

Menurut Pandu, pengembangan tersebut juga membuka peluang untuk memperkenalkan budaya, pelayanan, dan kuliner Indonesia kepada masyarakat internasional. Ia mengatakan, tahapan pengembangan selanjutnya akan dilakukan dengan mempertimbangkan kelayakan komersial, ketentuan regulasi, dan tata kelola investasi.

Sementara itu, Chief Executive Officer Thakher Development Faisal Shaker menyebut transaksi tersebut sebagai tonggak bagi pengembangan kawasan Thakher Makkah. Faisal mengatakan, penyelesaian transaksi dari penandatanganan hingga peralihan hak kepemilikan berlangsung dalam waktu 10 bulan.

Menurut dia, kerja sama tersebut juga membuka peluang bagi lebih banyak jemaah Indonesia untuk menginap di kawasan yang dekat dengan Masjidil Haram. Faisal menambahkan, transaksi ini menjadi model yang dapat direplikasi untuk membuka peluang investasi internasional di Makkah. (pa/jh. Foto: Istemewa)

GOTO Luncurkan AI yang Pahami Bahasa Daerah

BusinessUpdate – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) meluncurkan model bahasa besar atau Large Language Model (LLM) dengan 27 miliar parameter untuk memahami bahasa Indonesia dan sejumlah bahasa daerah, seperti Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.

Model kecerdasan buatan yang diluncurkan dalam ajang Bali Tech Week pada Senin (19/10/2026) ini dikembangkan oleh talenta ahli AI GOTO sebagai kelanjutan dari inisiatif model terbuka atau open model yang telah dimulai sejak 2024.

Setelah diluncurkan, GOTO menyediakan LLM terbaru secara gratis bagi perusahaan rintisan (startup), pelaku bisnis, universitas, peneliti, maupun institusi publik. Model ini dapat digunakan, dipelajari, dan diadaptasi untuk berbagai kebutuhan pengembangan teknologi.

CEO Grup GOTO, Hans Patuwo mengatakan, Indonesia telah memanfaatkan teknologi AI yang dikembangkan di luar negeri tetapi Indonesia perlu mengembangkan teknologi AI sendiri agar mampu menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat di dalam negeri.

“Indonesia telah memanfaatkan teknologi AI buatan luar negeri dengan baik. Namun, kita juga perlu mengembangkan AI buatan sendiri untuk menjawab tantangan dan kebutuhan lokal,” ujar Hans.

Menurutnya, teknologi AI dirancang untuk penggunaan global belum tentu optimal memahami data lokal dan cara masyarakat Indonesia berkomunikasi. Hal itu mencakup penggunaan singkatan dalam percakapan sehari-hari hingga bahasa daerah yang digunakan masyarakat sejak kecil di lingkungan keluarga.

“AI yang dirancang untuk penggunaan global mungkin belum sepenuhnya optimal dalam memahami data lokal dan cara masyarakat Indonesia berkomunikasi, mulai dari singkatan sehari-hari hingga bahasa daerah yang digunakan sejak kecil di rumah,” paparnya.

Karena itu, GOTO berupaya menjawab tantangan tersebut dengan mengembangkan teknologi AI yang relevan secara lokal bagi para penggunanya. Menurut Hans, pembukaan akses terhadap model AI tersebut kepada publik merupakan salah satu kontribusi perusahaan untuk Indonesia.

Pihaknya ingin membangun fondasi pengembangan AI yang memahami konteks lokal dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan. “Di GOTO, kami berupaya menjawab tantangan ini dengan mengembangkan AI yang relevan secara lokal bagi para pengguna kami. Membuka akses model ini kepada publik adalah cara kami berkontribusi untuk negara. Kami ingin turut membangun fondasi pengembangan AI yang memahami konteks lokal dan dapat dimanfaatkan oleh siapa saja di Indonesia,” tegasnya.

Inisiatif LLM open-source terbaru dari GOTO sejalan dengan Visi Indonesia Digital 2045 yang dicanangkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Visinya bertujuan menciptakan ekosistem digital yang inklusif, kolaboratif, dan berbasis inovasi.

GOTO mengembangkan model AI dengan memanfaatkan teks berbahasa Indonesia yang diperoleh dari berbagai mitra media dan situs web sektor publik, serta data bahasa daerah.

Khusus untuk bahasa Batak, GOTO bekerja sama dengan Universitas Sumatera Utara (USU) untuk mengumpulkan data yang secara akurat mencerminkan penggunaan bahasa tersebut saat ini.

Model dengan 27 miliar parameter dirancang menangani berbagai tugas pemrosesan bahasa yang kompleks. Meski begitu, model ini tetap relatif ringan dijalankan secara mandiri di peladen (server) milik universitas, perusahaan rintisan, maupun institusi publik. Dengan kemampuannya, pengguna tidak harus memiliki pusat data berkapasitas besar untuk menjalankan model AI ini. (rn/jh. Foto: Dok. Detik)

Penumpang Kereta Api dari Sukabumi Meningkat Tujuh Persen

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Sukabumi sepanjang Januari-September 2026 mencapai 613.678 orang, meningkat sekitar 7% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 574.151 penumpang.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan peningkatan sebanyak 39.527 penumpang tersebut menunjukkan tingginya pemanfaatan Stasiun Sukabumi sebagai titik keberangkatan perjalanan antardaerah.

“Konektivitas yang tersedia memberikan pilihan transportasi bagi masyarakat untuk menunjang aktivitas pekerjaan, pendidikan, perjalanan keluarga, hingga wisata,” kata Franoto dalam keterangan resmi, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, Stasiun Sukabumi memiliki posisi penting dalam mendukung mobilitas masyarakat melalui layanan kereta api yang menghubungkan sejumlah wilayah di Jawa Barat.

“Dengan adanya layanan perjalanan menuju Bogor serta Cianjur hingga Cipatat, masyarakat memiliki pilihan transportasi untuk mendukung aktivitas sehari-hari maupun perjalanan antardaerah. Pertumbuhan jumlah penumpang ini menjadi indikator positif terhadap pemanfaatan transportasi kereta api,” lanjutnya.

Berdasarkan data KAI Daop 1 Jakarta, sepanjang Januari hingga September 2026, total volume keberangkatan wilayah Bogor–Sukabumi mencapai 1.241.652 penumpang. Jumlah tersebut meningkat sekitar 6% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 1.171.257 penumpang.

Sementara itu, Stasiun Bogor Paledang berada di posisi kedua dengan 406.304 penumpang. Pertumbuhan penumpang juga terjadi di sejumlah stasiun lainnya. Stasiun Cigombong mencatat kenaikan sekitar 10%, dari 10.894 penumpang pada Januari–September 2025 menjadi 11.986 penumpang pada periode yang sama tahun 2026.

Peningkatan serupa terjadi di Stasiun Cicurug, dari 27.828 menjadi 30.575 penumpang. Sedangkan, Stasiun Cibadak melayani 64.848 penumpang, Stasiun Cisaat sebanyak 61.508 penumpang, serta Stasiun Parungkuda sebanyak 35.280 penumpang. Ketiga stasiun tersebut juga mencatat peningkatan volume keberangkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kereta api tidak hanya menjadi sarana perjalanan, tetapi juga bagian dari konektivitas antardaerah yang mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pariwisata. KAI terus berupaya menjaga kualitas pelayanan agar masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan memiliki kepastian waktu,” tutup Franoto. (ip/jh. Foto: Dok. Pemkot Sukabumi)

Penjulan Rusun Subsidi Rendah, Pemerintah Terapkan Strategi Baru

BusinessUpdate – Penjualan rumah susun (rusun) subsidi baru terealisasi sebanyak 24 unit. Kendati pemerintah telah menyiapkan skema hunian vertikal untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayah perkotaan, daya serap pasar hingga kini masih meghadapi tantangan besar.

Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho mengungkapkan, rendahnya angka penjualan rusun subsidi dipengaruhi oleh berbagai faktor operasional dan preferensi konsumen.

“Kendala bisa macam-macam, mulai dari preferensi masyarakat terkait kebiasaan hunian, spesifikasi, hingga masalah pemasaran. Banyak masyarakat yang sebenarnya belum mengetahui keberadaan fasilitasi rusun subsidi ini,” ujar Heru dikutip dari KOmpas, Selasa (20/10/2026).

Saat ini pemerintah memperkuat strategi progressive marketing dengan berkolaborasi bersama bank penyalur serta pengembang untuk meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada calon debitur.

Selain itu, pemerintah juga tengah mematangkan skema tenor jangka panjang hingga 40 tahun serta dukungan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) guna menjaga keterjangkauan angsuran.

Sementara itu, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera Sid Herdi Kusuma menegaskan bahwa potensi calon debitur yang masuk ke dalam sistem pembiayaan perumahan sebenarnya cukup besar. Terdapat sekitar 39.830 aplikasi calon debitur KPR Sejahtera FLPP yang saat ini tengah memproses pengajuan.

“Calon debitur yang masuk ke sistem berada dalam berbagai tahapan. Sebagian besar telah lolos subsidi checking dan kini masuk tahap analisis perbankan, persetujuan SP3K, hingga verifikasi kelaikan hunian (trilogi) sebelum akad kredit diterbitkan,” jelas Sid.

Di tengah dinamika penyaluran hunian vertikal, pilar pembiayaan perumahan nasional secara keseluruhan masih di bawah target. KPR Sejahtera dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), misalnya, hingga pertengahan Oktober 2026, realisasinya baru mencapai 184.342 unit rumah.

Apabila memperhitungkan berkas pemesanan dan calon debitur yang sedang diproses di perbankan (demand dalam sistem sebanyak 39.830 unit), total potensi ketercapaian FLPP berada di angka 224.172 unit atau setara dengan 64% dari target komitmen tahunan.

Berikutnya, untuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah, pemerintah terus memprioritaskan penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) bagi masyarakat kurang mampu. Program berbasis ketersediaan anggaran APBN ini menjadi instrumen utama pemenuhan hunian layak bagi segmen non-bankable di berbagai daerah.

Selanjutnya, Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan atau Kredit Program Perumahan (KPP) yang diperuntukkan bagi sektor pembiayaan mikro dan usaha perumahan, realisasinya baru menyentuh angka Rp27,74 triliun dari plafon komitmen sebesar Rp50 triliun (tercapai 55,49%). Pembiayaan ini disalurkan kepada 115.897 debitur, mencakup Sisi Supply senilai Rp9,46 triliun untuk 3.883 debitur.

“Dimanfaatkan oleh pengembang perumahan (1.415 debitur), pedagang bahan bangunan (2.068 debitur), dan penyedia jasa konstruksi/kontraktor (400 debitur),” jelas Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati.

Kemudian Sisi Demand senilai Rp18,28 triliun dengan 112.014 debitur. Mengakomodasi kebutuhan renovasi rumah usaha MBR (91.824 debitur), pembelian rumah (10.574 debitur), serta pembangunan rumah pendukung kegiatan usaha (9.616 debitur).

Pemerintah optimistis percepatan verifikasi dan integrasi ekosistem perbankan-pengembang di sisa kuartal IV dapat menggenjot daya serap hunian subsidi, baik rumah tapak maupun rumah susun. (pa/jh. Foto: Dok. BP Tapera)

Kemenhub Lakukan Monitoring dan Evaluasi terhadap LRT Jabodebek

BusinessUpdate – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan Public Service Obligation (PSO) bidang perkeretaapian di LRT Jabodebek pada 15–16 Oktober 2026. Hal ini dilakukan untuk melihat standar keselamatan dan kemudahan akses bagi LRT Jabodebek.

Pemeriksaan mencakup fasilitas stasiun dan rangkaian kereta, mulai dari fasilitas keselamatan dan keadaan darurat hingga sarana dan prasarana yang mendukung kemudahan pengguna dalam mengakses layanan. Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) sesuai Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 63 tahun 2019.

Pemeriksaan dilakukan secara acak di 5 stasiun, yaitu : Dukuh Atas BSI, Cikunir 1, Kuningan, Harjamukti, dan TMII, serta terhadap 10 rangkaian kereta (trainset). Aspek keselamatan yang diperiksa antara lain ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), tangga darurat, titik kumpul keadaan darurat, pembatas keselamatan peron, dan kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Selain fasilitas keselamatan, pemeriksaan mencakup fasilitas yang menunjang aksesibilitas dan kenyamanan pengguna, seperti lift, eskalator, toilet disabilitas, guiding block, ruang menyusui, pos kesehatan, serta sistem informasi perjalanan. Kesiapan loket dan fasilitas informasi interaktif turut menjadi bagian dari peninjauan.

Kesiapan petugas frontliner juga diperiksa, termasuk kemampuan memberikan informasi dan membantu pengguna dengan kebutuhan yang beragam, seperti penyandang disabilitas dan wisatawan asing. Aspek ini menjadi bagian dari perhatian terhadap kemudahan pengguna dalam memperoleh informasi dan mengakses fasilitas selama menggunakan LRT Jabodebek.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan evaluasi terhadap fasilitas keselamatan dan pelayanan diperlukan untuk meninjau kesesuaian penyelenggaraan layanan dengan standar yang berlaku.

“Keselamatan merupakan prioritas dalam penyelenggaraan transportasi publik. Karena itu, pemeriksaan dilakukan terhadap fasilitas keselamatan sekaligus fasilitas pendukung yang membantu pengguna mengakses layanan dengan mudah,” ujar Radhitya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (19/10/2026).

Dalam pelaksanaan pemeriksaan, petugas LRT Jabodebek langsung menindaklanjuti sejumlah temuan minor yang teridentifikasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap hasil pemeriksaan dan perhatian terhadap kesiapan fasilitas pelayanan.

“Bagi pengguna, kualitas layanan tidak hanya berkaitan dengan perjalanan kereta, tetapi juga dengan kemudahan mengakses fasilitas, memperoleh informasi, dan mendapatkan bantuan petugas saat dibutuhkan. Karena itu, kesiapan fasilitas dan pelayanan perlu terus diperhatikan agar layanan dapat memenuhi kebutuhan pengguna yang beragam,” tambahnya.

LRT Jabodebek mendukung pelaksanaan monitoring dan evaluasi sebagai bagian dari upaya menjaga pemenuhan standar pelayanan, dengan memperhatikan keselamatan, aksesibilitas, dan kebutuhan pengguna. (pa/jh. Foto: Dok LRT Jabodebek)

Pertamina Janji Kelangkaan BBM di Bali Tak Terjadi Lagi

BusinessUpdate – Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri berjanji kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) selama beberapa hari terakhir di Bali tidak terjadi lagi. Antrean panjang masyarakat yang ingin membeli BBM di sejumlah SPBU sudah tertangani.

“Kami berjanji dan berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terulang di kemudian hari,” kata Dirut Pertamina setelah rapat koordinasi penanganan BBM di Terminal BBM Sanggaran Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026).

Simon kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas kendala pasokan dan distribusi BBM yang dihadapi selama beberapa hari terakhir. “Saya atas nama Pertamina Grup sebagai Direktur Utama dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ucapnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas kesabaran masyarakat Bali serta kerja sama dan dukungan seluruh pihak di Bali meliputi Gubernur Bali, Kapolda Bali, Pangdam IX/Udayana hingga instansi terkait lainnya.

Gubernur Bali Wayan Koster sebelumnya memberi arahan yang kemudian diterapkan terkait kebijakan ganjil genap nomor polisi untuk pembelian BBM Pertalite pada 17-19 Oktober 2026. Koster kemudian memperpanjang kebijakan itu hingga 23 Oktober 2026 dan akan terus dievaluasi.

Sedangkan kepolisian dan TNI membantu pengamanan, membantu mengurai antrean hingga tenaga perbantuan untuk operator SPBU dan pengendara mobil tangki BBM.

Hingga saat ini antrean pembelian BBM di sejumlah SPBU di Bali sudah berkurang signifikan. Bahkan di Denpasar dan Kabupaten Badung sudah kembali normal.

Pihaknya juga mengirimkan pasokan tak hanya BBM subsidi Pertalite tapi juga BBM nonsubsidi Pertamax. Adapun rata-rata konsumsi per hari Pertalite di Bali dalam kondisi normal mencapai sekitar 2.200 kiloliter dan Pertamax sekitar 1.000 kiloliter.

Sementara itu, selama antrean panjang BBM beberapa hari terakhir konsumsi Pertalite membengkak menjadi sekitar 3.000 kiloliter. “Kami telah melakukan evaluasi dan akan terus melakukan upaya-upaya terbaik agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik pada masa mendatang,” tutup Simon. (pa/jh. Foto: Dok. RRI)

Tiga Startegi Telkom Indonesia Percepat Transformasi Digital Nasional

BusinessUpdate – PT. Telkom Indonesia memperkuat pengembangan infrastruktur digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta keamanan siber sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi digital nasional. Pembangunan ekosistem digital Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar perluasan jaringan telekomunikasi.

“Infrastruktur harus didukung pemanfaatan teknologi, inovasi, dan sistem keamanan yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan daya saing nasional,” kata Nanang Hendarno, Direktur Utama PT. Telkom Indonesia dalam forum Bali Tech Week 2026 di Sanur, Denpasar, Senin (19/10/2026)

Bagi Telkom Group, penguatan ketiga aspek tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung agenda pemerintah dalam membangun ekosistem digital yang mandiri, inklusif, aman, dan kompetitif secara global.

“Transformasi digital bukan semata-mata tentang luasnya infrastruktur atau kecanggihan teknologi yang kita kembangkan. Tantangan yang lebih besar adalah bagaimana memanfaatkan teknologi untuk memperkuat daya saing industri, membuka peluang ekonomi baru, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambah Nanang.

Menurutnya, kolaborasi menjadi faktor penting untuk memastikan perkembangan teknologi menghasilkan manfaat yang lebih luas. Inovasi perlu dihubungkan dengan investasi dan kebutuhan industri agar mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian.

Dalam aspek infrastruktur, Telkom mengusung strategi sovereign digital infrastructure. Fokusnya adalah memperkuat fondasi konektivitas nasional sekaligus mengurangi kesenjangan akses digital, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Salah satu upaya yang dilakukan adalah optimalisasi program Universal Service Obligation (USO) untuk memperluas jangkauan layanan digital. Melalui pengembangan tersebut, Telkom menargetkan konektivitas yang menjangkau wilayah Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

Pemerataan infrastruktur dinilai penting agar masyarakat di berbagai daerah memiliki kesempatan lebih besar untuk memanfaatkan layanan digital, mengembangkan usaha, dan mengakses peluang ekonomi.

Selain infrastruktur, Telkom juga menaruh perhatian pada pengembangan kecerdasan buatan melalui strategi Sovereign Intelligence Impact. Strategi ini diarahkan untuk membangun ekosistem AI yang mandiri dan terintegrasi, mulai dari infrastruktur hingga penerapan teknologi.

Pemanfaatan AI diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dunia usaha, mempercepat inovasi dalam negeri, dan memperluas manfaat digitalisasi bagi UMKM. Pengembangan layanan bernilai tambah serta kemampuan komputasi berkinerja tinggi juga menjadi bagian dari strategi tersebut.

Menurutnya, AI perlu dikembangkan bukan hanya sebagai teknologi baru, tetapi sebagai sarana untuk mendorong efisiensi, menciptakan peluang usaha, dan memperkuat kemampuan industri nasional menghadapi persaingan global.

Fokus ketiga adalah keamanan dan ketahanan digital melalui strategi Sovereign Trust and Resilience. Telkom berupaya memperkuat kemampuan jaringan agar berkembang menjadi ekosistem digital yang aman, adaptif, dan andal dalam menghadapi ancaman siber.

Penguatan keamanan menjadi semakin penting seiring meningkatnya ketergantungan masyarakat, perusahaan, dan instansi pemerintah terhadap layanan digital. Keandalan jaringan dan perlindungan sistem diperlukan untuk menjaga keberlangsungan aktivitas digital.

Nanang menegaskan ketiga pilar tersebut saling berkaitan dalam membangun kedaulatan digital Indonesia. Infrastruktur menyediakan fondasi konektivitas, AI mendorong produktivitas dan inovasi, sedangkan keamanan digital menjaga kepercayaan serta ketahanan ekosistem.

Telkom juga terus memperkuat konektivitas internasional untuk menghubungkan Indonesia dengan berbagai kawasan dunia. Pengembangan jaringan lintas negara diharapkan dapat memperluas pilihan jalur konektivitas, mengurangi ketergantungan pada rute tertentu, dan mendukung ambisi Indonesia menjadi pusat digital di kawasan Indo-Pasifik. (rn/jh. Foto: Dok. Telkom)

PLN Gelar Pelatihan Sertifikasi Pengelasan di Kotawaringin Barat

BusinessUpdate – PLN telah menyelenggarakan Pelatihan Sertifikasi Welding atau Pengelasan di Desa Purbasari, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah guna mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

“Program TJSL ini tidak hanya memberikan pelatihan dan sertifikasi kompetensi pengelasan, tetapi juga mencakup dukungan peralatan dan bahan usaha, pembangunan serta pengembangan tempat usaha welding, penyediaan dukungan kelistrikan dan pengurusan legalitas usaha,” kata Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Barat (UPP KLB) 3 Asep Asikin dalam keterangan resmi, Senin (19/10/2026).

Menurut Asep pelaksanaan program Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini mencatat nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 1,96 dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 89,50 dengan kategori Sangat Baik (A).

Capaian tersebut diperoleh melalui kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap program yang melibatkan 10 peserta. Tujuannya meningkatkan kompetensi masyarakat di bidang pengelasan sekaligus mendorong terbukanya peluang kerja dan usaha mandiri.

Nilai SROI sebesar 1,96 menunjukkan setiap Rp1 investasi sosial dalam program tersebut diperkirakan menghasilkan manfaat sosial senilai Rp1,96 berdasarkan hasil pengukuran. Sementara itu, nilai IKM 89,50 mencerminkan tingkat kepuasan penerima manfaat terhadap pelaksanaan program.

Salah satu usaha yang memperoleh dukungan melalui program tersebut adalah UD Subur Makmur. Pengembangan tempat usaha ini diarahkan untuk mendukung pemanfaatan keterampilan pengelasan sekaligus memperluas peluang ekonomi masyarakat setempat.

Manfaat program juga mulai terlihat dari aktivitas para peserta setelah mengikuti pelatihan. Sejumlah peserta telah mengembangkan usaha mandiri di bidang pengelasan, sedangkan peserta lainnya memperoleh pekerjaan pada perusahaan yang relevan dengan kompetensi yang diperoleh.

“Kami ingin memastikan program TJSL yang dilaksanakan PLN memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia mengatakan dengan adanya peserta yang mampu mengembangkan usaha maupun memperoleh pekerjaan setelah mengikuti pelatihan menjadi salah satu bentuk keberlanjutan manfaat program.

Menurutnya, pendampingan dan dukungan pengembangan usaha menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan manfaat program agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat terus memberikan nilai ekonomi.

Kepala Desa Purbasari Edi Mudianto mengapresiasi program TJSL PLN yang dinilai memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan mengembangkan potensi ekonomi. “Kami mengapresiasi program PLN yang telah memberikan pelatihan dan sertifikasi welding kepada masyarakat,” tuturnya.

Keterampilan ini dapat menjadi bekal untuk bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri. Pihaknya berharap program seperti ini dapat terus memberikan manfaat dan membuka peluang bagi masyarakat Desa Purbasari.

Melalui hasil evaluasi tersebut, PLN UIP KLB terus berupaya meningkatkan efektivitas program TJSL agar tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga mendorong terbukanya kesempatan kerja, pengembangan usaha mandiri dan penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (ip/jh. Foto: Dok. PLN)

Pertamina NRE Gandeng Dua Mitra Kembangkan Energi Baru Terbarukan

BusinessUpdate – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menjalin kerja sama strategis di bidang studi pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) dengan Komando Daerah Angkatan Laut III (Kodaeral III) dan PT Lumitech Daya Nusantara.

Direktur Perencanaan Strategis & Pengembangan Bisnis Pertamina NRE Harsono Budi Santoso mengatakan kerja sama ini sejalan dengan peran perseroan dalam menyediakan solusi energi rendah karbon dan memperluas pemanfaatan EBT di berbagai sektor strategis nasional.

“Melalui studi bersama ini, Pertamina NRE ingin menghadirkan kajian yang terukur agar potensi energi surya dapat dipetakan secara tepat sesuai karakteristik operasional Kodaeral III. Hasil studi diharapkan menjadi dasar pengambilan keputusan yang layak secara teknis, ekonomis, dan berkelanjutan,” kata Harsono dalam keterangan resmi, Senin (19/10/2026).

Ia melanjutkan, inisiatif kolaboratif ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pemanfaatan energi surya dan mengoptimalkan aset di wilayah Kodaeral III.

Studi komprehensif yang dilakukan akan mencakup pemetaan aspek teknis, pasar, ekonomi, bisnis, lingkungan, hukum, hingga risiko sebagai landasan untuk menilai kelayakan proyek serta peluang investasi jangka panjang.

Sejumlah lokasi strategis yang menjadi objek dalam studi kelayakan ini meliputi Pondok Dayung, Mako Kodaeral III, Pulau Laki, Tanjung Pasir, hingga beberapa pangkalan TNI AL yang tersebar di wilayah Banten, Lampung, Palembang, Bangka Belitung, Bandung, dan Cirebon.

Sementara itu, Dankodaeral III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetia mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen TNI AL dalam mendukung program transisi energi bersih pemerintah sekaligus memperkuat kemandirian dan ketahanan energi di lingkungan Kodaeral III.

“Kerja sama ini menjadi langkah awal yang strategis untuk mengkaji potensi pengembangan energi terbarukan, khususnya pemanfaatan PLTS di wilayah Kodaeral III. Melalui sinergi dengan Pertamina NRE dan PT Lumitech Daya Nusantara, kami berharap terwujud kajian yang komprehensif serta peluang investasi yang memberikan manfaat nyata, baik dari sisi efisiensi pemanfaatan energi maupun keberlanjutan lingkungan,” ujar Laksamana Muda Uki. (ip/jh. Foto: Dok. Pertamina NRE)