Home Blog Page 20

Hingga September 2026 Perum Bulog Raih Laba Rp2,6 Triliun

BusinessUpdate – Perum Bulog mencatatkan laba sebesar Rp2,6 triliun hingga 26 September 2026, berdasarkan hasil review Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Bulog ini sekarang sudah profit oriented, sudah profit per 26 September yang lalu, Bulog itu sudah direview oleh BPKP total profitnya adalah Rp2,6 triliun,” kata Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Bulog, di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Perolehan laba itu salah satunya ditopang oleh tingginya penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan. Penyaluran bantuan pangan mencapai sekitar 33,2 juta penerima manfaat setiap bulan.

Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan stimulus pemerintah pada 2026 yang menetapkan bantuan pangan disalurkan selama delapan bulan.

“Nah ini akibat dampak penyalurannya yang luar biasa. Baik penyaluran beras SPHP sendiri, maupun beras bantuan pangan yang begitu besar lebih kurang 33,2 juta per penerima manfaat setiap bulannya, hampir setiap bulan,” jelas Rizal.

Ia menilai tingginya volume penyaluran beras turut memberikan kontribusi terhadap kinerja keuangan Bulog. Selain menopang kinerja perusahaan, program bantuan pangan juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dengan membantu menjaga stabilitas harga pangan, khususnya beras.

Pemerintah sebelumnya memutuskan melanjutkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kg per bulan selama Oktober hingga Desember 2026.

Bantuan untuk tiga bulan tersebut akan disalurkan sekaligus, sehingga setiap keluarga penerima manfaat (KPM) menerima total 30 kg beras. Bantuan ditujukan kepada 33.244.408 KPM yang berasal dari kelompok desil 1 hingga 4. Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp17,5 triliun untuk bantuan pangan tersebut sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi kuartal IV/2026.

Menanggapi rencana itu, Rizal menyatakan Bulog siap menyalurkan bantuan beras untuk periode Oktober-Desember 2026, dan saat ini tinggal menunggu surat perintah penyaluran. Beras untuk program bantuan pangan tersebut telah disiapkan dan dikemas, sehingga bisa segera disalurkan. Totalnya mencapai 996 ribu ton. (pa/jh. Foto: Dok. Wikimedia)

BNI Lakukan Pembauran Fitur pada wondr by BNI Bagi Nasabah Prioritas

BusinessUpdate – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyediakan pembaruan fitur pada layanan digital wondr by BNI bagi nasabah prioritas Emerald dan Private sebagai bagian dari upaya BNI menghadirkan layanan digital yang semakin sesuai dengan kebutuhan nasabah prioritas.

“Melalui wondr by BNI, kami ingin memudahkan nasabah Emerald dan Private dalam mengakses kebutuhan perbankan, investasi, serta berbagai layanan dan benefit yang diperuntukkan bagi mereka,” ujar SEVP Wealth Management BNI Steven Suryana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Pembaruan itu terletak pada tampilan utama, Products and Services (PnS), serta Priority Page. Ketiga bagian tersebut menjadi pintu akses terhadap berbagai produk, layanan, benefit, dan privilese bagi nasabah Emerald dan Private dan dapat diakses mulai 5 Oktober 2026.

Bagi nasabah yang telah terdaftar, wondr by BNI dapat digunakan untuk berbagai transaksi perbankan sekaligus memantau portofolio investasi. Nasabah juga dapat memanfaatkan fitur Expert Advisory untuk memperoleh Daily Market Update serta pilihan produk investasi yang direkomendasikan oleh Relationship Manager (RM) dan Investment Specialist BNI.

Selain itu, nasabah dapat mengakses informasi mengenai berbagai fasilitas, antara lain Emerald Center, meeting room, Safe Deposit Box (SDB), Emerald Call, program reward untuk penambahan dana, serta promo merchant eksklusif.

Melalui Global Privilege, nasabah juga dapat memperoleh informasi mengenai Airport Limo dan Next Gen Program bagi nasabah BNI Private, akses overseas airport lounge melalui Priority Pass Membership, serta fasilitas meeting room di kantor BNI luar negeri.

Layanan tersebut dapat diakses oleh nasabah yang telah terdaftar pada masing-masing segmen, memiliki Kartu Debit BNI Emerald atau BNI Private yang aktif, serta memenuhi ketentuan minimum Assets Under Management (AUM).

Bagi nasabah yang telah memenuhi kualifikasi namun belum menjadi nasabah BNI Emerald, wondr by BNI juga menyediakan fitur peningkatan layanan secara daring melalui aplikasi.

“Penguatan layanan digital untuk segmen wealth menjadi bagian dari upaya BNI menghadirkan pengalaman perbankan yang semakin praktis sekaligus memperluas akses nasabah terhadap layanan advisory, investasi, dan berbagai fasilitas prioritas,” tutup Steven. (pa/jh. Foto: Dok. BNI)

Angkutan Perkebunan KAI Hingga September 2026 Naik 16,48 Persen

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengangkut 480.121 ton angkutan perkebunan pada Januari–September 2026, meningkat 16,48% dibandingkan sekitar 412.198 ton pada periode yang sama tahun 2025. Secara volume, terdapat tambahan sekitar 67.923 ton komoditas yang bergerak melalui jaringan rel.

Kenaikan tersebut menjadi bagian dari perkembangan angkutan nonbatu bara KAI. Hingga September 2026, volume nonbatu bara mencapai 9.148.571 ton, tumbuh 2,6% dari 8.912.566 ton pada Januari–September 2025.

Portofolionya mencakup petikemas, pupuk, semen, BBM, pulp, perkebunan, dan retail. Angkutan perkebunan sendiri merupakan salah satu kelompok komoditas yang masuk dalam layanan barang KAI bersama komoditas curah dan general cargo.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan kebutuhan distribusi komoditas dengan volume besar semakin terbuka bagi angkutan berbasis rel.

“Pertumbuhan 16,48 persen memberi sinyal bahwa kereta api memiliki ruang yang semakin besar dalam rantai distribusi komoditas perkebunan, terutama untuk arus barang dengan volume dan pola pengiriman yang konsisten,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Kamis (8/10/2026).

Perkembangan itu terjadi ketika aktivitas sektor pertanian nasional juga bergerak positif. BPS mencatat lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh 12,26 persen secara kuartalan pada Triwulan II/2026, tertinggi di antara lapangan usaha pada periode tersebut. Ekonomi Indonesia sendiri tumbuh 5,29% secara tahunan pada Triwulan II/2026.

Dari sisi perdagangan, nilai ekspor Indonesia selama Januari–Agustus 2026 mencapai US$193,64 miliar, naik 4,74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor nonmigas naik 5,48% menjadi US$185,63 miliar.

Pergerakan produksi dan perdagangan tersebut membutuhkan jaringan distribusi yang mampu membawa barang dari sentra produksi menuju kawasan pengolahan, pergudangan, pelabuhan, maupun pasar tujuan.

Kereta api memiliki karakter angkutan massal yang sesuai bagi komoditas dengan volume besar dan perjalanan berulang. Pada koridor yang sesuai, rel dapat mengambil porsi perjalanan utama, sedangkan moda jalan menjalankan pengangkutan pada bagian awal dan akhir distribusi. Pola tersebut memberi pilihan bagi pemilik barang untuk menyusun rantai pasok sesuai volume, jarak, dan kebutuhan waktu pengiriman.

KAI terus memetakan potensi komoditas daerah, pola produksi, asal-tujuan barang, serta kesiapan terminal agar kapasitas jaringan rel dapat digunakan secara lebih optimal. Fokusnya diarahkan pada arus komoditas yang memiliki kontinuitas dan skala pengiriman yang sesuai dengan karakter kereta barang.

“Bagi KAI, pertumbuhan volume harus berujung pada semakin banyak pilihan distribusi bagi pelaku usaha dan semakin terhubungnya sentra produksi dengan pasar,” tutup Anne. (rn/jh. Foto: Dok. KAI)

LRT City Terus Dibangun, Ada Opsi Refund

BusinessUpdate – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengatakan opsi pengembalian dana (refund) dan penyelesaian pembangunan proyek LRT City tetap berjalan.

“Kita menyerahkan kepada konsumen, mana yang terbaik, karena bagi kami juga tidak ada masalah. Kalau misalkan nanti banyak yang refund, ya, tidak masalah, itu pembangunannya akan tetap (dilanjutkan),” kata Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengatur (BP) BUMN Dony Oskaria di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, lokasi-lokasi bangunan LRT City sangat strategis sehingga disayangkan apabila pengembangannya tidak dilanjutkan. “Karena secara lokasi itu bagus sekali, aksesnya mudah, dan nanti fasilitasnya akan kita lengkapi dengan commercial area, karena akan dikembangkan oleh Danantara, ke depannya,” ujar Dony.

Terkait dengan penyelesaian proyek LRT City yang sudah mulai berjalan pada awal Oktober ini, ia menekankan pembangunan dilakukan dengan mengedepankan kualitas yang lebih baik. Hal ini dilakukan untuk menjaga nama baik Danantara Indonesia

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan langkah transformasi BUMN yang kini tengah didorong oleh pemerintah. “Inilah mengapa penting kita melakukan transformasi terhadap BUMN kita, segala kesalahan-kesalahan masa lalu itu harus kita terangkan. Tidak bisa lagi pola BUMN itu seperti itu, uang orang diambil kemudian tidak dibangun itu, kan. Bagi saya itu tidak bisa,” ujar Dony.

Soal target penyelesaian proyek LRT City, Dony masih menunggu lini waktu (timeline) yang detil. Ia berharap minggu depan sudah mendapatkan timeline tersebut.

Sebelumnya, Danantara meminta penyelesaian persoalan LRT City dilakukan secara menyeluruh dengan tetap mengutamakan hak dan kepentingan konsumen.

Berdasarkan pemetaan Adhi Karya, dari sekitar 5.400 unit yang telah terjual, sebanyak 3.000 unit telah diserahterimakan kepada konsumen. Sementara itu, masih terdapat sekitar 2.400 unit yang belum dapat diserahterimakan dan tersebar di sejumlah proyek LRT City. (ip/jh. Foto: Dok. LRT City)

Pertamina Tambah Pasokan BBM 30 Persen untuk Dukung MotoGP Mandalika 2026

BusinessUpdate – PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan tambahan pasokan bahan bakar minyak (BBM) hingga 30% di jalur wisata dan jalur menuju Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi selama even berlangsung.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan, kesiapan pasokan BBM didukung oleh Integrated Terminal Ampenan serta koordinasi distribusi secara intensif untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan selama periode penyelenggaraan event.

“Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan tambahan pasokan BBM sebesar 20-30 persen di jalur wisata dan jalur menuju sirkuit,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2026).

Selain menyiapkan tambahan pasokan, Pertamina Patra Niaga juga menyiagakan sejumlah SPBU di jalur menuju sirkuit untuk memberikan kemudahan akses layanan BBM bagi masyarakat, wisatawan, official, dan peserta MotoGP.

Sebanyak 7 SPBU disiagakan di wilayah Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Kota Mataram. Pada Lombok Tengah, terdapat SPBU 54.835.08 di Jalan Raya Bandara Internasional dan SPBU 54.835.14 di Jalan Sengkol yang beroperasi pukul 06.00-24.00 WITA.

Sementara itu di Kota Mataram, ada SPBU 54.832.03 Jalan Majapahit Nomor 40 dan SPBU 54.832.12 Jalan Gajah Mada yang beroperasi pukul 06.00-24.00 WITA. Serta SPBU lainnya, yakni SPBU 54.832.06 Jalan Prabu Rangkasari, SPBU 54.833.11 Jalan Imam Bonjol, dan SPBU 54.833.07 Jalan Jenderal A. Yani KM 8, disiapkan untuk melayani masyarakat selama 24 jam.

“Pertamina Patra Niaga menyiagakan SPBU di jalur-jalur strategis menuju Mandalika agar masyarakat dan wisatawan dapat memperoleh layanan BBM dengan mudah dan nyaman. Sejumlah SPBU beroperasi hingga 24 jam, khususnya di jalur dengan potensi peningkatan mobilitas,” kata Kitty.

Ia menekankan, penguatan layanan SPBU dan kesiapan pasokan dilakukan untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat selama event berlangsung. Pertamina Patra Niaga pun mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan. “Kami berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan dan rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dengan aman dan nyaman,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. Pertamina)

\

PLN: Kendaraan Listrik di Bali Capai 17.725 per Oktober 2026

BusinessUpdate – PT PLN (Persero) mencatat hingga Oktober 2026 terdapat 17.725 kendaraan listrik yang beroperasi di Bali, terdiri atas sekitar 5.000 mobil dan lebih dari 12.000 sepeda motor.

General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim mengatakan jumlah tersebut meningkat dibandingkan sekitar 14.000 kendaraan pada Maret 2026 dan sekitar 15.000 kendaraan pada Juli 2026.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik di Bali.

“Kalau kita lihat perkembangan mobil listrik sangat luar biasa. Saya datang di bulan Maret, kalau dilihat data ada 14.000. Saya datang di bulan Juli ada 15.000. Sekarang per data bulan Oktober sudah tercatat 17.725 motor dan mobil,” kata Ajrun dalam keterangan resmi, Kamis (8/10/2026).

Menurut Ajrun, pertumbuhan kendaraan listrik perlu diikuti dengan kesiapan infrastruktur pengisian daya.

Saat ini, ia terdapat sekitar 304 SPKLU di 115 lokasi di Bali, termasuk fasilitas yang dikembangkan oleh PLN dan pihak swasta.

PLN membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat dan investor untuk turut membangun infrastruktur SPKLU di Bali. Keterlibatan swasta dinilai penting agar pertumbuhan infrastruktur pengisian daya dapat mengikuti perkembangan kendaraan listrik.

“PLN memberikan kesempatan kepada semua pihak, khususnya swasta, untuk berinvestasi di SPKLU,” ujarnya.

PLN akan memberikan ruang bagi investor swasta untuk mengembangkan SPKLU di lokasi-lokasi yang memiliki potensi kebutuhan pengisian daya. Sementara itu, PLN akan mengambil peran untuk menghadirkan fasilitas pengisian daya di wilayah yang belum diminati investor.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur pengisian daya yang semakin luas membuat masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan fasilitas pengisian kendaraan listrik di Bali.

Pertumbuhan kendaraan listrik tersebut juga sejalan dengan arah pengembangan Bali sebagai destinasi pariwisata yang semakin ramah lingkungan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan pengembangan kendaraan listrik merupakan bagian dari upaya mendorong kawasan rendah emisi dan transportasi berkelanjutan.

Ia menyebut Pemerintah Kota Denpasar telah memiliki kebijakan yang mendorong penggunaan kendaraan listrik, antara lain melalui Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 40 Tahun 2023 tentang penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Pemerintah Kota Denpasar juga mendorong pengembangan kawasan rendah emisi, termasuk melalui Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 39 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan di kawasan rendah emisi Sanur. (pa/jh. Foto: Dok. PLN)

Bank BSN Bidik Potensi Bisnis di Industri Sepak Bola Indonesia

BusinessUpdate – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) mulai menggarap potensi bisnis dalam industri sepak bola yang memiliki basis massa komunitas cukup besar. Ekosistem ekonomi sepak bola melibatkan klub, pemain, ofisial, suporter, pelaku UMKM, hingga masyarakat di sekitar klub.

Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Persikad Depok dan Persiraja Banda Aceh. Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, sepak bola memiliki potensi untuk menjadi bagian dari pengembangan ekosistem keuangan syariah.

Menurutnya, kerja sama dengan klub sepak bola dapat membuka peluang bagi bank untuk menghubungkan layanan perbankan dengan berbagai pihak yang berada dalam ekosistem tersebut.

“Kerja sama dengan Persikad dan Persiraja menjadi langkah strategis untuk memperluas kontribusi Bank BSN, sekaligus memperkenalkan solusi keuangan syariah kepada komunitas yang lebih luas,” kata Alex di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Ia mengatakan, aktivitas ekonomi sepak bola tidak berhenti pada pertandingan di lapangan. Di sekitar klub terdapat komunitas, transaksi, pelaku UMKM, serta berbagai kegiatan ekonomi yang dapat menjadi bagian dari ekosistem layanan keuangan.

“Bank BSN ingin tumbuh bersama ekosistem. Sepak bola bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang komunitas dan berbagai aktivitas ekonomi yang berkembang di sekitarnya. Ini menjadi peluang bagi Bank BSN untuk menghadirkan solusi keuangan syariah yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh ekosistem,” tuturnya.

Potensi tersebut turut ditopang oleh besarnya basis penggemar sepak bola di Indonesia. Berdasarkan Data Nielsen Fan Insights Indonesia November 2025, sepak bola tercatat sebagai olahraga paling populer di Indonesia.

Besarnya jumlah penggemar membuat sepak bola memiliki ruang untuk dikembangkan bukan hanya dari sisi olahraga, tetapi juga sebagai ekosistem ekonomi dan transaksi. Bagi industri perbankan, basis komunitas yang besar dapat menjadi ruang untuk memperluas penggunaan layanan keuangan, termasuk transaksi pembayaran digital dan produk perbankan yang menyasar kebutuhan klub maupun masyarakat di sekitarnya.

“Ketika berbicara tentang sepak bola, kita berbicara tentang masyarakat dalam jumlah yang besar dan memiliki keterikatan emosional dengan klubnya. Di sinilah Bank BSN ingin hadir lebih dekat, bukan hanya sebagai bank, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang tumbuh bersama masyarakat,” ujar Alex.

Melalui kerja sama dengan Persikad dan Persiraja, Bank BSN akan mengeksplorasi sejumlah peluang sinergi. Ruang kerja sama tersebut antara lain mencakup pemanfaatan layanan perbankan syariah, transaksi digital melalui Bale Syariah by BSN, pengembangan ekosistem pembayaran, serta pemberdayaan pelaku usaha dan UMKM di sekitar kedua klub.

Dengan skema tersebut, ekosistem sepak bola yang menjadi sasaran Bank BSN tidak hanya mencakup klub sebagai institusi, tetapi juga pemain, official, suporter, pelaku usaha, dan masyarakat yang melakukan aktivitas ekonomi di sekitar klub.

Kolaborasi Bank BSN dengan Persiraja juga diarahkan pada pengembangan potensi ekonomi daerah. Presiden Klub Persiraja Banda Aceh H Nazaruddin Dek Gam menyambut kerja sama tersebut dan berharap kehadiran Bank BSN dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Aceh.

“Harapan saya, ini bukan sekadar urusan sponsor, tetapi bagaimana rakyat Aceh bisa merasakan langsung manfaat kehadiran BSN. Sebagai bentuk timbal balik, kami tentu akan men-support penuh Bank BSN di Aceh,” tegas Nazaruddin.

Menurut Nazaruddin, pengusaha dan masyarakat lokal Aceh menjadi salah satu ekosistem potensial bagi pengembangan bisnis Bank BSN. Potensi tersebut, terutama berada di wilayah barat Aceh, mulai dari Trumon hingga Meulaboh. Ia berharap Bank BSN dapat mempercepat penetrasi cabang-cabangnya untuk menopang transaksi dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. (pa/jh. Foto: Dok. BSN)

OJK: Pembiayaan UMKM per Juli 2026 Capai Rp1.949 Triliun

BusinessUpdate – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai sektor jasa keuangan menunjukkan tren positif, dengan total pembiayaan mencapai Rp1.949 triliun per Juli 2026, tumbuh 3,09% secara tahunan (yoy).

“Memperluas pembiayaan UMKM bukanlah tujuan akhir. Tujuan yang sesungguhnya adalah menciptakan UMKM yang lebih produktif, lebih berdaya saing, lebih tangguh menghadapi perubahan, serta mampu memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK dalam keterangan resmi, Rabu (7/10/2026).

Sektor perbankan masih menjadi sumber utama dengan pangsa 82,62%, sementara sektor perusahaan pembiayaan, modal ventura, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa keuangan lainnya (PVML) mencatat pertumbuhan pembiayaan UMKM sebesar 9,92% dengan pangsa 17,3%.

Perkembangan tersebut menunjukkan semakin beragamnya sumber pembiayaan yang dapat dimanfaatkan UMKM sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan tahapan perkembangan usahanya. Diversifikasi sumber pembiayaan juga memberikan ruang bagi industri jasa keuangan untuk memperluas dukungan kepada UMKM secara lebih tepat sasaran.

Menurut Dian, akses pembiayaan menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan produktivitas, memperluas kapasitas produksi, mendorong transformasi usaha, serta membantu UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pasar.

Namun, pengembangan UMKM juga membutuhkan penguatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola usaha, akses pasar, digitalisasi, serta dukungan regulasi yang kondusif.

Sejalan dengan penguatan ekosistem pembiayaan UMKM, OJK terus meningkatkan ketersediaan data dan informasi yang komprehensif, akurat, dan mudah diakses.

Data tersebut memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan pembiayaan UMKM, termasuk pertumbuhan, kualitas pembiayaan, karakteristik sektor ekonomi, wilayah, serta kontribusi masing-masing sektor jasa keuangan.

“Kebijakan yang baik harus dibangun di atas data yang baik. Karena itu, diperlukan basis informasi yang mampu menggambarkan perkembangan pembiayaan UMKM secara lebih utuh, baik dari aspek pertumbuhan, kualitas pembiayaan, karakteristik sektoral, maupun peran masing-masing sektor jasa keuangan,” ujar Dian.

Untuk memperkuat pemanfaatan data tersebut, OJK menyusun dan menerbitkan Laporan Perkembangan Kinerja Pembiayaan UMKM secara semesteran. Laporan ini menjadi bagian dari komitmen OJK untuk meningkatkan transparansi informasi sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang lebih berbasis data.

Laporan tersebut menyajikan data pembiayaan UMKM secara lebih terstruktur dan granular dari berbagai sektor jasa keuangan berdasarkan segmentasi UMKM, sektor ekonomi, dan wilayah. OJK juga melengkapinya dengan publikasi semesteran, infografis bulanan, serta akses data yang lebih rinci melalui Portal Data OJK (data.ojk.go.id). (rn/jh. Foto: Dok. Bank Mandiri)

Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim Hemat Biaya Produksi Rp228 Miliar

BusinessUpdate – PT Pupuk Kaltim menyatakan, hasil uji menunjukkan konsumsi energi Ammonia Pabrik-2 turun dari 39,28 menjadi 35,25 MMBtu per ton amonia, dan menghemat biaya produksi hingga US$14,3 juta atau sekitar Rp228 miliar per tahun.

“Dengan biaya produksi harian yang lebih rendah dan pasokan bahan baku urea yang lebih andal, kami dapat menjaga kinerja produksi yang kuat untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Rafli Yandra Dirut Pupuk Kaltim dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, PT Pupuk Kaltim bersama Casale SA menandatangani deklarasi bersama atas keberhasilan kinerja proyek Revamping Ammonia Pabrik-2. Kedua pihak secara resmi menyatakan bahwa proyek telah memenuhi target kinerja yang disepakati.

Ia mengatakan bahwa dalam uji kinerja selama 168 jam berturut-turut pada Agustus 2026, Ammonia Pabrik-2 mencatat penurunan konsumsi energi lebih dari 10%, sekaligus meningkatkan kapasitas produksi amonia harian sebesar 4,18%. Uji tujuh hari tersebut merupakan tonggak penting proyek revamping.

Selama pengujian, pabrik beroperasi terus-menerus dan kinerjanya diukur terhadap target yang disepakati antara Pupuk Kaltim dan Casale, pemegang lisensi teknologi pabrik amonia asal Swiss.

“Deklarasi bersama ini menunjukkan hasil nyata proyek revamping. Pabrik yang beroperasi sejak 1984 kini memakai energi lebih sedikit dan menghasilkan amonia lebih banyak, sesuai target yang kami sepakati bersama,” ujarnya. Rafli menjelaskan, bagi Pupuk Kaltim, capaian ini mencerminkan komitmen untuk selalu menerapkan operational excellence.

Menurutnya, gas bumi merupakan bahan baku sekaligus sumber energi utama produksi amonia, sehingga efisiensi energi berkontribusi langsung pada penghematan biaya produksi.

Hasil uji menunjukkan konsumsi energi Ammonia Pabrik-2 turun dari 39,28 menjadi 35,25 MMBtu per ton amonia, atau hemat 4,03 MMBtu, di atas target minimal 4,00 MMBtu. Berdasarkan hasil tersebut, peningkatan efisiensi ini diproyeksikan menghasilkan penghematan biaya produksi hingga US$14,3 juta atau sekitar Rp228 miliar per tahun.

Revamping ini juga meningkatkan rata-rata produksi amonia pabrik menjadi 1.841 ton per hari, naik 4,18% dari kapasitas sebelumnya sebesar 1.767 ton per hari. Tambahan produksi ini diharapkan memperkuat ketersediaan amonia sebagai bahan baku utama produksi urea Pupuk Kaltim.

Rafli menambahkan bahwa revamping Ammonia Pabrik-2 mencakup pembaruan shift converter, ammonia converter, dan CO2 removal system, serta integrasi Distributed Control System (DCS).

Revamping ini juga diproyeksikan mendukung upaya dekarbonisasi Pupuk Kaltim melalui pengurangan emisi sekitar 110 ribu ton CO2 per tahun. “Capaian ini akan menjadi landasan bagi kami untuk terus berinovasi. Tugas kami berikutnya adalah memastikan pabrik yang kini lebih efisien ini beroperasi secara andal, sehingga pasokan pupuk bagi petani tetap terpenuhi,” tutupnya. (ip/jh. Foto: Dok. Pupuk Kaltim)

Bank Danamon dan MUFG Resmi Gabung, Ini Nama Barunya!

BusinessUpdate – PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan MUFG Bank, Ltd resmi terintegrasi dan memperkenalkan nama baru yaitu PT Bank MUFG Danamon Tbk. Bank hasil integrasi direncanakan akan beroperasi menggunakan usulan nama dan logo tersebut pada tanggal efektif integrasi.

“Bersama kami akan terus membawa ke masa mendatang pengalaman Danamon selama 70 tahun di Indonesia yang dipadukan dengan keahlian serta jaringan global MUFG yang kuat, seiring kami membangun masa depan bersama,” kata Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk Nobuya Kawasaki dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Integrasi dua bank tersebut tunduk pada persetujuan dari pemegang saham, kementerian terkait, dan regulator yang berwenang atas integrasi.

MUFG Bank memiliki intensi untuk mengintegrasikan cabangnya di Indonesia, MUFG Indonesia, dengan anak perusahaannya Danamon, untuk membentuk suatu bank berbadan hukum Indonesia yang terintegrasi sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 41/POJK.03/2019 tentang Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, Integrasi, dan Konversi Bank Umum. Intensi untuk melakukan integrasi ini telah diumumkan pada 11 Mei 2026.

Ia mengatakan bahwa pengumuman ini merupakan bentuk komitmen untuk menjaga komunikasi yang terbuka dan transparan kepada seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, Executive Officer Country Head of Indonesia, MUFG Bank, Ltd Kenji Sato mengatakan, usulan nama dan logo baru ini mencerminkan komitmen untuk menciptakan nilai yang lebih besar dengan menyatukan kekuatan kedua institusi.

“Lebih dari itu, kombinasi ini akan memperkuat kemampuan kami dalam melayani nasabah dengan lebih baik, mendukung karyawan, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan Indonesia,” katanya.

Hingga seluruh persetujuan telah diperoleh dan proses Integrasi telah selesai dilakukan, tidak terdapat perubahan terhadap kegiatan operasional Danamon maupun MUFG Indonesia, di mana kedua bank tetap beroperasi sebagai entitas yang terpisah.

Selain itu nasabah Danamon dan MUFG Indonesia tetap dapat bertransaksi serta menggunakan produk dan layanan finansial sebagaimana biasa, tanpa perubahan terhadap produk dan layanan, jam operasional, maupun jaringan kantor yang ada saat ini.

Seluruh hubungan kontraktual antara Danamon atau MUFG Indonesia dengan para mitra usaha, termasuk vendor, kontraktor, perusahaan alih daya, dan pihak lainnya tetap berlaku.

Danamon dan MUFG Indonesia berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh informasi material terkait Integrasi akan disampaikan secara tepat waktu melalui kanal komunikasi resmi masing-masing perusahaan. (pa/jh. Foto: Dok. Bank Danamon)