Home Blog Page 21

Bank BJB Perluas Akses Pembiayaan Perumahan di Subang Jabar

BusinessUpdate – Bank bjb menggelar kegiatan Sosialisasi Kredit Program Perumahan dan Rumah Subsidi di Aula Oman Syahroni, Perkantoran Pemda Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bank bjb untuk memperkenalkan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai fasilitas pembiayaan perumahan dan kredit produktif yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun pelaku usaha.

Sosialisasi juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai manfaat program pembiayaan produktif bersubsidi. Salah satu instrumen yang diperkenalkan adalah Kredit Program Perumahan (KPP) yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi kerakyatan, termasuk bagi masyarakat yang menjalankan usaha berbasis tempat tinggal.

Berdasarkan data portofolio bjb KPR Sejahtera FLPP, sampai dengan 4 Oktober 2026, bank bjb mencatat total portofolio sebanyak 41.383 debitur (NoA) dengan outstanding sebesar Rp4,935 triliun.

Sementara itu, sepanjang periode Januari hingga Oktober 2026, bank bjb telah merealisasikan pencairan FLPP sebanyak 2.492 debitur, dengan total plafon pencairan sebesar Rp404,98 miliar dan outstanding pencairan sebesar Rp399,40 miliar.

Selain FLPP, bank bjb juga menjadi mitra pemerintah dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Khusus di Kabupaten Subang, program ini mencakup 1.327 penerima bantuan, dan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang lebih layak, sehat, dan nyaman.

Kehadiran program hingga ke tingkat desa menunjukkan komitmen bersama untuk memberikan manfaat yang nyata dan tepat sasaran. Selain itu Program Bedah Rumah juga membantu menggerakkan ekonomi masyarakat dengan memberdayakan Toko Bangunan dan tukang bangunan setempat sebagai supplier bahan bangunan dan pekerja bangunan dalam penyelesaian proses renovasi rumah tersebut.

Bank bjb turut mendukung kelancaran penyaluran Program Bedah Rumah melalui dukungan sistem dan layanan yang dirancang untuk memudahkan para Penerima Bantuan dalam mengakses layanan perbankan dan bertransaksi secara mudah dan nyaman. Di mana mekanisme tersebut dimulai dari proses validasi data penerima bantuan, pembukaan rekening secara terpusat, pemantauan status transaksi, hingga monitoring penyaluran dana secara terintegrasi.

Sampai dengan September 2026 bank bjb telah menyalurkan Program Bedah Rumah ke lebih dari 25 ribu penerima Bantuan dan melalui kolaborasi pemerintah, perbankan serta seluruh pihak terkait, Program Bedah Rumah Tahun 2026 diharapkan terus memberikan dampak positif bagi masyarakat serta menghadirkan hunian yang lebih layak sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.

Dukungan terhadap BSPS memperlihatkan bahwa peran bank bjb dalam ekosistem perumahan tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan kepemilikan rumah, tetapi juga mendukung upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat. Dengan demikian, program perumahan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di berbagai wilayah Jawa Barat.

Sementara itu, bank bjb juga terus memperkuat perannya sebagai salah satu bank penyalur Kredit Program Perumahan (KPP) sejak 2025. KPP yang disalurkan bank bjb terbagi menjadi dua layanan, yakni KPP Supply dan KPP Demand.

KPP Supply diarahkan kepada pelaku usaha yang berada dalam rantai penyediaan perumahan, meliputi developer atau pengembang perumahan, jasa konstruksi, serta toko material atau bangunan. Skema tersebut memberikan dukungan pembiayaan bagi sektor usaha yang memiliki peran penting dalam keberlangsungan ekosistem perumahan.

Sedangkan, KPP Demand menyasar masyarakat pelaku UMKM yang membutuhkan pembiayaan untuk membeli, membangun, atau memperbaiki rumah tinggal yang juga berfungsi sebagai tempat usaha. Skema ini sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan tempat tinggal sebagai bagian dari aktivitas usahanya.

Melalui berbagai skema tersebut, bank bjb berupaya menghadirkan akses pembiayaan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat. Integrasi antara pembiayaan perumahan dan sektor produktif diharapkan dapat menciptakan manfaat yang lebih luas, karena rumah tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi keluarga. 9ip/jh. Foto: Dok. bank bjb)

PalmCo Salurkan Air Bersih dan Masker untuk Korban Karhutla di Kalimantan

BusinessUpdate – PTPN IV PalmCo menyalurkan 11,2 juta liter air bersih dan satu juta masker untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat serta Kalimantan Tengah. Keterlibatan perusahaan beserta seluruh ekosistem di dalamnya merupakan bentuk nyata dari tanggung jawab sosial.

“Keterlibatan kami dalam penyaluran bantuan ini bukan hanya sebatas pemenuhan tanggung jawab sosial, tetapi merupakan bentuk dukungan konkret terhadap langkah pemerintah dalam penanganan dampak karhutla di Kalimantan,” kata Jatmiko K Santoso, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Rabu (7/10/2026).

Langkah itu sejalan dengan upaya mitigasi dampak karhutla yang tengah diakselerasi oleh pemerintah. “Harapan kami, apa yang disalurkan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat,” tambahnya.

Bencana kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan dalam beberapa bulan terakhir, kembali memantik kepedulian dari berbagai pihak. Ia mengatakan sebagai wujud solidaritas, karyawan PalmCo mengambil inisiatif untuk turut serta menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh kabut asap dan krisis air bersih akibat kemarau panjang.

Bantuan yang disalurkan berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dan kesehatan warga. Karyawan PTPN IV PalmCo saat ini telah merealisasikan penyaluran air bersih sebanyak 4 juta liter untuk wilayah Kalimantan Barat, serta 7,2 juta liter untuk wilayah Kalimantan Tengah.

Selain pemenuhan air bersih, sebanyak 1 juta lembar masker juga telah didistribusikan. Pembagian masker secara khusus menyasar sekolah-sekolah di wilayah Kalimantan Tengah guna melindungi para pelajar dari paparan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Lurah Sungai Bangkong, Kalimantan Barat, Tri Marianingsih menyampaikan apresiasinya atas penyaluran pasokan air bersih yang menyasar wilayahnya. Menurutnya, bantuan air bersih tersebut sangat berarti bagi warganya yang sempat mengalami kendala pasokan air selama puncak musim kemarau dan karhutla.

“Kami mengapresiasi inisiatif karyawan perusahaan yang telah merespons kebutuhan dasar masyarakat di lapangan secara cepat dan tepat sasaran,” ujar Tri.

Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan PTPN IV PalmCo Rizalmi Fitrah Z A menambahkan penggalangan bantuan itu berlangsung secara spontan sebagai respons atas situasi darurat di Kalimantan.

Rizalmi mengatakan aksi solidaritas tersebut melibatkan seluruh elemen karyawan, mulai dari tingkat Regional, Kantor Pusat (Head Office), hingga organisasi internal perusahaan seperti Forum Silaturahmi Muslim PalmCo (FOSIMP) dan Persatuan Karyawan Kristiani PalmCo (PKKP).

“Dana yang terkumpul merupakan hasil swadaya murni dari rekan-rekan karyawan, di mana sebagian proses pengumpulannya juga kami lakukan melalui kolaborasi dengan lembaga crowdfunding,” ujar Rizalmi. Ke depannya, karyawan PTPN IV PalmCo berencana untuk kembali menyalurkan bantuan serupa maupun bentuk lainnya secara bertahap.

PTPN IV PalmCo juga terus memperkuat langkah preventif dan mitigasi di wilayah operasionalnya. Region Head PTPN IV Regional V Sudarma Bhakti Lessan menegaskan perusahaan telah menyiagakan personel serta peralatan standar penanggulangan karhutla secara penuh.

Di tingkat operasional, pihaknya memastikan seluruh tim tanggap darurat dan sarana prasarana pendukung dalam kondisi siaga satu untuk memitigasi potensi meluasnya titik api. (rn/jh. Foto: Dok. PalmCo)

Kembalikan Perfoma Kapal PAL Lakukan Perbaikan KMP Mahkota Nusantara

BusinessUpdate – PT PAL Indonesia memastikan perbaikan KMP Mahkota Nusantara akan mampu menjaga serta mendukung keandalan armada penyeberangan dan konektivitas antarpulau. Perbaikan kapal tidak hanya ditujukan untuk memenuhi target waktu tetapi juga mengembalikan performa kapal agar siap melayani mobilitas masyarakat.

“Kami memastikan perbaikan KMP Mahkota Nusantara tidak hanya selesai sesuai target, tetapi benar-benar mengembalikan kapal dalam kondisi siap beroperasi dengan performa terbaik, sehingga konektivitas dan mobilitas masyarakat dapat terus terjaga,” jelas Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia Wiyono Komodjojo dalam keterangan resmi, Rabu (7/10/2026).

KMP Mahkota Nusantara merupakan kapal jenis Ro-Ro yang mengangkut penumpang dan kendaraan serta dioperasikan PT Jembatan Nusantara sebagai anak usaha PT ASDP Indonesia Ferry.

PT PAL mengerahkan fasilitas, tenaga ahli, teknologi, dan kapabilitas maintenance, repair and overhaul (MRO) terintegrasi untuk memastikan proses perbaikan kapal memenuhi standar waktu dan kualitas.

Wiyono mengatakan penguatan kapasitas MRO menjadi bagian dari upaya PT PAL mengonsolidasikan kemampuan industri maritim nasional karena kemandirian sektor tersebut tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membangun kapal baru, tetapi juga menjaga keandalan armada yang telah beroperasi.

Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo menilai kolaborasi dengan PT PAL menjadi langkah strategis untuk menjaga kesiapan armada ASDP yang kebutuhannya diperkirakan terus meningkat.

Menurutnya, penambahan dan pemeliharaan armada dibutuhkan untuk memperkuat layanan penyeberangan sekaligus mendukung penurunan biaya logistik sekaligus menjamin keselamatan masyarakat.

Heru berharap sinergi kedua perusahaan terus diperkuat melalui komunikasi dan kolaborasi intensif untuk mendukung kebutuhan armada sekaligus memperkuat industri maritim nasional.

Perbaikan KMP Mahkota Nusantara menjadi salah satu bentuk sinergi operator dan galangan nasional dalam memastikan armada penyeberangan tetap andal sehingga konektivitas dan mobilitas masyarakat antarpulau dapat terus terjaga. (rn/jh. Foto: Dok. PAL)

BSI Buka Akses Pasar UMKM Fesyen ke Arab Saudi

BusinessUpdate – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) membuka akses bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) fesyen Indonesia untuk memasuki pasar Arab Saudi melalui penguatan jejaring bisnis dan peluang kerja sama dengan mitra setempat.

Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah untuk memperkuat konektivitas pelaku usaha Indonesia dengan pasar Arab Saudi.

“Untuk memperkuat akses pasar bagi pelaku usaha Indonesia, BSI juga berkolaborasi dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, yaitu perwakilan perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yang berada dalam naungan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Arab Saudi,” kata Wisnu dalam keterangan resmi, Selasa (6/10/2026).

Upaya tersebut dilakukan melalui partisipasi BSI dalam 4th Saudi Fashion & Tex Expo 2026 di Jeddah, Arab Saudi, yang berlangsung pada 6 Oktober 2026.

“Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas antara pelaku usaha Indonesia dengan pasar Arab Saudi melalui pengenalan potensi produk, perluasan jejaring bisnis, promosi perdagangan, serta pembukaan peluang business matching dengan calon mitra dan buyer di pasar setempat,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, BSI menggandeng Khanaan, UMKM fesyen yang menjadi nasabah kelolaan BSI, untuk memperkenalkan produk fesyen Indonesia kepada pasar Arab Saudi. Khanaan menjadi salah satu dari 10 perusahaan fesyen dan tekstil Indonesia yang tampil dalam Paviliun Indonesia pada Saudi Fashion & Tex Expo 2026.

Pameran tersebut diikuti peserta dari lebih dari 25 negara dengan lebih dari 550 perusahaan serta menargetkan sekitar 10.000 pembeli perdagangan dan pengunjung industri.

Selain pameran, kegiatan tersebut juga menghadirkan forum Halal Creative yang mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor perbankan syariah, sistem pembayaran, pemerintah, perdagangan, dan industri fesyen.

BSI menyatakan partisipasi dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses pasar bagi pelaku usaha Indonesia sekaligus memperkuat konektivitas industri fesyen halal nasional dengan ekosistem halal global.

Melalui kolaborasi tersebut, pelaku UMKM diharapkan memperoleh peluang untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring dengan mitra bisnis, serta menjajaki pasar baru di Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah. (ip/jh. Foto: Dok. BSI)

Inalum Bakal Produksi Aluminium Hijau di Kuala Tanjung

BusinessUpdate – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menyatakan produksi aluminium perusahaan saat ini berstatus hijau dan telah mendapat sertifikasi serta diterima pasar.

“Inalum adalah produsen aluminium green di Indonesia hari ini, dianggap green itu kalau emisi karbon di bawah 4 ton CO2 per ton aluminium,” kata Arif Haendra, Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial Inalum di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Menurut Arif, Inalum telah mengantongi sertifikat hijau karena emisi karbon dari produksi aluminium berada di bawah 4 ton CO2 per ton aluminium, yakni sekitar 2,8-2,9 ton.

Menurutnya, setiap pengiriman produk kepada pembeli disertai sertifikasi hijau sebagai bagian dari upaya perusahaan memasarkan produk aluminium yang dihasilkan. “Inalum itu 2,8 sampai 2,9. Kemarin kita meluncurkan sertifikat green dan diterima sangat baik oleh market,” ujarnya.

Arif memastikan Inalum akan mempertahankan status hijau produksi di Kuala Tanjung dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan selain pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Ia menjelaskan perusahaan akan menjajaki pemanfaatan sumber energi terbarukan lain di Sumatera Utara, termasuk potensi pembangkit listrik tenaga air di luar aliran Sungai Asahan. “Kita akan memanfaatkan, kalau kita akan menggunakan jaringan PLN kita akan menggunakan renewable energy certificate (REC) dari PLN,” jelasnya.

Arif menambahkan Inalum tengah menjajaki kerja sama lanjutan dengan PT PLN untuk memanfaatkan energi dari perusahaan listrik tersebut. Menurutnya, pembahasan terkait tarif masih dapat dilakukan lebih lanjut dengan mengedepankan kesepakatan yang saling menguntungkan.

“Sepanjang semua itu win-win solution mengapa tidak. Sehingga kita sangat terbuka, sangat berharap mendapat dukungan dari PLN untuk renewable energy ini,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. Inalum)

Pengguna KAI Commuter Line Jabodetabek Tembus 271,48 Juta

BusinessUpdate – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter mencatat, volume pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek menembus angka 271,48 juta orang selama periode Januari-September 2026.

Jumlah tersebut meningkat 6,25% secara tahunan (yoy) jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2025. Bahkan meningkat lebih dari 12,24% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyebutkan, peningkatan capaian ini merupakan bentuk kepercayaan masyarakat dalam menggunakan transportasi publik KRL Commuter Line. “Kepercayaan publik itu bisa dilihat berdasarkan data yang tercatat, pada triwulan III tahun 2026 ini volume pengguna Commuter Line Jabodetabek menyentuh angka 271.480.006 orang,” ujarnya, Selasa (6/10/2026).

Pola perjalanan selama periode triwulan ketiga 2026 memperlihatkan, kebutuhan mobilitas masyarakat tetap didominasi pada hari kerja. Rata-rata volume pelanggan Senin-Jumat mencapai kisaran angka 1,09 juta perjalanan per hari, atau 34,69% lebih tinggi dibandingkan rata-rata akhir pekan yang mencapai sekitar 811,6 ribu perjalanan per hari.

Adapun, lintas Bogor merupakan lintas layanan dengan volume tertinggi sepanjang periode hingga triwulan ketiga ini. Sebanyak 119,38 juta lebih pengguna di lintas Bogor, atau 43,98% dari total pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek di seluruh lintas. Di sisi lain, KAI Commuter Line juga mencatat lintas-lintas lainnya juga terus tumbuh.

“Sebut saja lintas layanan Commuter Line Rangkasbitung atau Green Line dan lintas layanan Commuter Line Tangerang atau Brown Line. Masing-masing mencatat pertumbuhan pada triwulan ke tiga 2026 ini jika dibanding periode tahun lalu,” kata Karina.

Khusus di Lintas Tangerang, KAI Commuter fokus untuk melakukan peningkatan dan perbaikan fasilitas prasarana layanan pengguna. Salah satunya di Stasiun Duri, dengan volume pengguna transit di stasiun ini rata-rata sebanyak 13 ribu lebih pengguna, hingga mengharuskan fasilitas layanan lebih andal. Saat ini KAI Commuter sedang melakukan perawatan pada fasilitas eskalator.

Karina menyampaikan proses perawatan fasilitas eskalator ini dilakukan yang sebelumnya mengalami kendala. Sementara itu, dua orang pengguna terdampak yang masih rawat inap per 4 Oktober 2026 di RS Duta Indah telah kembali ke rumah untuk proses pemulihan secara rawat jalan. Saat ini tim teknis secara intensif juga telah melakukan perbaikan dan memastikan eskalator tersebut dapat berfungsi kembali dengan baik.

Selama proses perbaikan eskalator di Stasiun Duri ini, sementara waktu pengguna menggunakan tangga manual, sampai kondisi fasilitas tersebut dipastikan aman digunakan kembali. Sedangkan untuk pengguna prioritas dapat menggunakan lift di belakang musala untuk menuju dan dari peron arah lintas Tangerang.

KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna KRL Commuter Line yang akan transit atau keluar dan masuk di Stasiun Duri, untuk tetap mengutamakan keselamatan dengan tidak terburu-buru dan berlari pada saat akan berpindah peron. (ip/jh. Foto: Dok. KAI)

MNC Sekuritas Jaga Keamanan Transaksi Lewat Inovasi Big Data Terkini


BusinessUpdate – Menghadirkan inovasi teknologi dan tata kelola digital di industri pasar modal Indonesia merupakan langkah PT MNC Sekuritas agar tetap relevan di dunia bisnis.
‎
‎Unit usaha di bawah naungan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) ini memaparkan langkah tersebut dalam penjurian Indonesia Digital Technology and Innovation (IDTI) Awards 2026 pada Selasa (06/10/2026).
‎
‎Dalam sesi penjurian yang berlangsung secara interaktif dan mendalam, PT MNC Sekuritas diwakili oleh jajaran pimpinan yang berkompeten di bidangnya, yaitu:
‎‎1. Abdul Latief Yukkas selaku Direktur IT
‎2. Luqman El Hakiem selaku Head Of Retail Distribution & Business Development
‎3.Halip Ismail selaku Head Of IT
‎
‎Pada pemaparan materi di hadapan dewan juri, PT MNC Sekuritas memaparkan strategi pemanfaatan teknologi mutakhir, salah satunya mengenai Big Data: Profiling, Scoring & Kepatuhan KYC. Pemanfaatan data besar ini mencakup tiga aspek di antaranya:
‎
‎-Customer Profiling
‎Memahami profil demografi nasabah (usia, gender, pendidikan, dan pekerjaan) serta menganalisis perilaku transaksi secara mendalam (frekuensi, nilai, preferensi produk, dan kanal). Hal ini memungkinkan perusahaan melakukan segmentasi nasabah secara akurat, baik yang aktif, dorman, maupun berpotensi naik kelas guna menghadirkan kampanye edukasi tertarget serta rekomendasi produk yang lebih relevan melalui platform MotionTrade.
‎
‎-Channel Scoring
‎Melakukan penilaian kinerja secara objektif untuk seluruh jaringan layanan, mulai dari Full Branch, Kantor Perwakilan, Mitra, hingga Galeri Investasi. Dengan parameter terukur seperti Number of Account (NOA), nasabah aktif, nilai transaksi, hingga brokerage fee, perusahaan dapat mengalokasikan sumber daya secara efektif dan memberikan insentif berbasis data, bukan sekadar asumsi.
‎
‎-Pengkinian Data (KYC)
‎Mengoptimalkan proses pengkinian data nasabah secara online untuk memangkas proses persetujuan manual (approval manual). Sistem ini juga memperkuat pemantauan profil risiko nasabah untuk Customer Due Diligence (CDD) dan Enhanced Due Diligence (EDD) sesuai kerangka APU-PPT, mendeteksi dini indikasi TPPU, serta mendukung kepatuhan penuh terhadap ketentuan OJK dan pelaporan kepada PPATK.
‎
‎Lebih lanjut, menanggapi pertanyaan terkait  insight terbaik yang disampaikan oleh dewan juri menurut Direktur IT PT MNC Sekuritas, Abdul Latief Yukkas, ‎hal tersebut cukup sulit untuk ditentukan karena seluruh dewan juri merupakan para ahli di bidangnya masing-masing.
‎
‎”Bapak dan Ibu juri semuanya para ahli di bidangnya, sehingga masukan yang disampaikan benar-benar to the point dan sangat mengena. Jika saya coba rewind kembali tadi menyoroti masalah adopsi digital dan scaling. ‎Hal tersebut sangat benar dan memang sedang terjadi. Mau tidak mau, kita harus mengadopsi teknologi terkini agar tetap selaras (align) dengan perkembangan zaman, serta mampu memberikan layanan terbaik kepada nasabah sesuai dengan standar teknologi terbaru,” tutup Yukkas. (kiy)

BTN Berharap Rusun TOD Manggarai Direplikasi di Kota Lain

BusinessUpdate – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN berharap rumah susun transit oriented development (TOD) di Manggarai, Jakarta dapat direplikasi di kota-kota lainnya.

“Mudah-mudahan ini jadi solusi, satu solusi contoh di rumah perkotaan. Nanti kalau ini berhasil, kita copy paste di berbagai stasiun kereta api, sehingga Indonesia mungkin akan mirip-mirip kayak Jepang, banyak perumahan urban justru di daerah stasiun,” ujar Nixon L.P Napitupulu, Dirut BTN, dalam seminar nasional di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Proyek pembangunan rumah susun (rusun) TOD di Stasiun Manggarai tersebut bertujuan untuk mengurangi beban biaya masyarakat mengingat hunian vertikal tersebut berdekatan dengan moda transportasi umum seperti kereta LRT, kereta KRL commuter, halte bus dan sebagainya.

“Jadi dia banyak tersambung dengan sarana transportasi (publik). Mudah-mudahan dengan (hunian) transit oriented development ini akan menjadi jawaban buat generasi masa depan Indonesia. Jadi kita masih benar-benar berharap dari proyek ini kita mau meletakkan kawasan hunian baru di Jakarta. Kalau ini berhasil kita akan copy paste ke Surabaya, ke Medan, ke segala macam,” tambah Nixon.

Sebagai informasi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyampaikan apresiasi kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI atas dukungan dan sinergi dalam mendorong penyediaan hunian vertikal di tengah keterbatasan lahan perkotaan.

Kolaborasi antara pemerintah dan BUMN menjadi salah satu kunci untuk mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat perkotaan. Kementerian PKP berperan sebagai regulator yang menyiapkan kebijakan dan aturan, sementara PT KAI sebagai operator memiliki peran dalam pemanfaatan aset dan pembangunan.

Pengembangan hunian berbasis TOD tersebut dirancang untuk mendekatkan masyarakat dengan transportasi publik dan pusat aktivitas perkotaan. Dengan demikian, penghuni diharapkan dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan sehari-hari sekaligus memperoleh akses hunian yang lebih layak, aman dan terintegrasi.

Proyek hunian vertikal ini akan dibangun di Blok F dan Blok G Kawasan Stasiun Manggarai dengan memanfaatkan aset tanah berstatus Hak Pakai PT KAI. Total area pengembangan mencapai sekitar 21.939 meter persegi, yang terdiri atas Blok F seluas sekitar 15.014 meter persegi dan Blok G sekitar 6.925 meter persegi.

Dari sisi konektivitas, kawasan hunian memiliki akses yang sangat dekat dengan Stasiun Manggarai, yakni sekitar 400 meter atau dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar empat menit. Kawasan ini juga didukung berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial dalam radius sekitar tiga kilometer. (rn/jh)

PGN: Penggunaan Biometana Bisa Gunakan Infrastruktur Gas Bumi

BusinessUpdate – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) siap mengintegrasikan biometana ke infrastruktur gas bumi untuk mendorong pemanfaatan energi rendah karbon di Indonesia.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, pengembangan biometana dengan memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan.

Dalam proyek tersebut, PGN berkolaborasi dengan PT Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biometana dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa depan.

PGN hadir dalam groundbreaking biomethane plant yang dikembangkan oleh TTI dan KIS pada Senin (5/10/2026). Fasilitas ini memanfaatkan limbah organik kelapa sawit, yang ditargetkan memproduksi biometana sekitar 150.000 MMBTU per tahun.

Fajriyah mengatakan, proyek ini merupakan inisiatif pertama di Indonesia yang memproduksi biometana di Sumatera, yang banyak terdapat pabrik kelapa sawit. Proyek ini juga merupakan bentuk konkret dari memorandum of understanding (MoU) terkait pengembangan biometana di Indonesia antara PGN dan TTI pada 2022.

Dalam kerja sama ini, PGN berperan sebagai offtaker atau pembeli utama biometana tersebut. Selain itu, PGN juga berperan sebagai transporter yakni biometana yang diproduksi PT KIS Toyota Tsusho Biomethane Indonesia (KTBI), perusahaan patungan antara KIS dan TTI, akan disalurkan ke Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan industri lainnya melalui jaringan pipa yang dimiliki PGN.

“Kami mengapresiasi TTI dan KIS yang telah memulai pembangunan fasilitas biometana ini. Bagi PGN, hal ini adalah langkah penting untuk menghadirkan gas terbarukan dari sumber domestik ke dalam rantai pasok energi nasional. PGN siap mendukung melalui infrastruktur dan kapabilitas niaga yang kami miliki agar biometana dapat dimanfaatkan oleh sektor industri,” ujar Fajriyah dalam keterangan resmi, Selasa (6/10/2026).

Pemanfaatan biometana menggunakan infrastruktur yang telah tersedia saat menggunakan gas bumi, sehingga pelanggan dapat melakukan peralihan bahan bakar ke biometana melalui modifikasi infrastruktur yang minimal.

Selain ketahanan energi domestik, pemanfaatan biometana dapat melengkapi penggunaan gas bumi yang terus meningkat seiring dengan berkembangnya upaya dekarbonisasi di sektor industri.

Pemanfaatan limbah cair pabrik kelapa sawit atau POME sebagai bahan baku biometana memberikan manfaat lingkungan yang signifikan. Metana yang sebelumnya terlepas ke atmosfer dapat ditangkap dan diolah menjadi energi, sehingga mendukung penurunan emisi gas rumah kaca serta target NDC dan net zero emission pada 2060.

Proyek ini juga memperkuat hilirisasi sektor kelapa sawit dengan mengubah limbah menjadi energi bernilai ekonomi. Menurut Fajriyah, biometana memiliki peran strategis dalam mendukung swasembada energi dan dekarbonisasi industri.

“Ketika biometana ini mulai berproduksi, industri seperti TMMIN akan memiliki akses terhadap energi rendah karbon yang mendukung daya saing di tengah tuntutan rantai pasok hijau global. Kami berharap model kolaborasi ini dapat direplikasi di daerah penghasil sawit lainnya,” tambahnya.

Fajriyah melanjutkan PGN akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra dalam mengembangkan bisnis rendah karbon, termasuk biometana, sebagai bagian dari komitmen perusahaan mendukung ketahanan energi nasional dan transisi energi. (rn/jh. Foto: Dok. PGN)

Hingga Agustus 2026 PTPP Raih Kontrak Rp9,3 Triliun, Didominasi Proyek Pemerintah

BusinessUpdate – PT PP Tbk (PTPP) berhasil mendapatkan kontrak baru sebesar Rp9,3 triliun hingga Agustus 2026. Perolehan kontrak baru PTPP hingga Agustus 2026 didominasi oleh proyek dengan sumber dana pemerintah sebesar 66%, diikuti proyek swasta sebesar 18% dan proyek BUMN sebesar 16%.

Sementara berdasarkan lini bisnis, kontribusi terbesar berasal dari sektor Jalan dan Jembatan sebesar 38%, diikuti Gedung sebesar 18%, Smelter dan Pertambangan sebesar 16%, Rumah Sakit sebesar 8%, Bandara sebesar 8%, Infrastruktur Air sebesar 6%, Sekolah sebesar 3%, Pelabuhan sebesar 2%, serta Sumber Daya Air sebesar 1%.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo mengatakan, perolehan kontrak baru hingga Agustus 2026 menjadi bagian dari upaya dalam menjaga pertumbuhan bisnis dengan tetap menerapkan prinsip selektivitas dan kehati-hatian dalam memperoleh proyek baru.

“PTPP terus mengedepankan selektivitas dalam memperoleh kontrak baru dengan mempertimbangkan kualitas kontrak, profil risiko, serta potensi kontribusinya terhadap kinerja Perseroan,” ungkap Joko, dalam keterangan resmi, Selasa (6/10/2026).

Pada Agustus 2026, beberapa proyek baru yang berhasil diperoleh Perseroan antara lain Pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III senilai Rp970 miliar, Proyek Terminal 1 Lanjutan Bandara Soekarno-Hatta senilai Rp756,4 miliar, serta Proyek Pembangunan BRT Metropolitan Mebidang Medan – Paket Halte On Corridor senilai Rp538,5 miliar.

PTPP akan terus mengoptimalkan kapabilitas dan pengalaman Perseroan dalam menangkap peluang proyek di berbagai sektor, dengan tetap mengedepankan kualitas proyek, disiplin manajemen risiko, serta keberlanjutan kinerja PTPP.

“Sejalan dengan strategi Back to Core, perusahaan akan terus memperkuat bisnis inti dan menjaga kualitas portofolio proyek guna mendukung pertumbuhan Perseroan yang sehat dan berkelanjutan,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. PTPP)