Home Blog Page 24

Pembiayaan Sektor Hilir Perikanan Masih Minim, Perlu Ditingkatkan

BusinessUpdate – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong peningkatan pembiayaan pada sektor hilir perikanan karena penyaluran kredit masih didominasi sektor hulu seperti penangkapan ikan dan budi daya. KKP mencatat, pembiayaan sektor hilir perikanan hanya 2,91% dari realisasi kredit sektor kelautan dan perikanan pada kuartal I/2026.

Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Machmud mengatakan pembiayaan sektor pengolahan hasil perikanan masih relatif kecil dibandingkan sektor hulu, sehingga perlu diperkuat untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan nasional.

KKP mencatat hingga triwulan I/2026 realisasi kredit program sektor kelautan dan perikanan mencapai Rp2,23 triliun yang disalurkan kepada 131.230 debitur. Nilai tersebut tumbuh 19,59% secara tahunan, sementara jumlah debitur meningkat 59,79%.

Dari total penyaluran tersebut, pembiayaan untuk sektor penangkapan ikan mencapai 34,88% dan budi daya sebesar 32,67%. Sementara itu, pembiayaan untuk sektor hilir berupa pengolahan hasil perikanan baru mencapai 2,91%. Adapun pembiayaan untuk perdagangan hasil perikanan tercatat sebesar 22,13%.

Menurut Machmud, penguatan pembiayaan hilir diperlukan agar pelaku usaha perikanan tidak hanya bertumpu pada produksi bahan mentah, tetapi juga mampu masuk ke rantai pengolahan dan pemasaran yang memberikan nilai ekonomi lebih besar.

Untuk mendukung itu, KKP menggandeng perbankan dalam pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Hingga saat ini telah dilakukan pemetaan potensi pembiayaan di 14 lokasi KNMP bersama perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Ia menjelaskan pemetaan tersebut tidak hanya mengidentifikasi kebutuhan pembiayaan, tetapi juga menyusun model bisnis sesuai karakteristik usaha di tiap lokasi agar lebih layak dibiayai atau bankable.

“Tantangan pembiayaan bukan semata pada ketersediaan dana, tetapi pada kesiapan model usaha yang layak dibiayai di tingkat lapangan,” kata Machmud dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5/2026).

KKP juga mendorong penguatan peran Koperasi Desa Merah Putih sebagai agregator usaha agar pembiayaan tidak lagi bersifat parsial, melainkan terintegrasi mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran.

KKP mengatakan langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem usaha perikanan di wilayah pesisir sekaligus meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro di sektor kelautan dan perikanan. (ip/jh. Foto: Dok. DKP Jatim)

Bank Jatim Bakal Bagikan Dividen Tunai Sebesar Rp850,17 Miliar

BusinessUpdate – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim bakal membagikan dividen tunai sebesar Rp850,17 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Nilai tersebut setara 55% dari total laba bersih perseroan.

Keputusan pembagian dividen itu disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Surabaya, Rabu (6/5/2026). Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo mengatakan, nilai dividen yang dibagikan setara Rp56,62 per saham, meningkat dibandingkan dividen tahun sebelumnya sebesar Rp54,71 per saham.

“Dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2025, Bank Jatim berhasil membagi dividen sebesar Rp56,62 per lembar saham sehingga total dividen yang dibagi kepada pemegang saham berada di angka Rp850,17 miliar,” ujar Winardi dalam keterangannya, dikutip Kamis (7/5/2026).

Winardi menilai, konsistensi kenaikan dividen setiap tahun menjadikan saham BJTM sebagai salah satu pilihan investor di pasar modal. Sepanjang 2025, aset konsolidasian Bank Jatim tercatat mencapai Rp 168,85 triliun atau tumbuh 42,93% secara tahunan (yoy). Sementara laba bersih konsolidasian naik 24,8% menjadi Rp1,61 triliun.

Adapun secara bank only, Bank Jatim membukukan pengelolaan aset sebesar Rp105,8 triliun atau tumbuh 3,7% yoy. Laba bersih bank only tercatat Rp1,54 triliun, meningkat 20,65% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan nomenklatur sejumlah jabatan direksi. Direktur Keuangan, Treasury & Global Services berubah menjadi Direktur Keuangan & Tresuri. Selain itu, Direktur Bisnis Menengah, Korporasi & Jaringan berubah menjadi Direktur Menengah, Korporasi & Kelembagaan.

Kemudian Direktur Bisnis Mikro, Ritel & Usaha Syariah berubah menjadi Direktur Ritel & Syariah. Sementara itu, Direktur IT, Digital & Operasional kini berubah menjadi Direktur Teknologi Informasi, Digital & Operasi.

RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Bank Jatim mengangkat Andry Wicaksono sebagai Direktur Manajemen Risiko. Di jajaran komisaris, Moh. Nasih yang sebelumnya menjabat Anggota Dewan Pengawas Syariah diangkat menjadi Komisaris Independen. Posisi Anggota Dewan Pengawas Syariah kemudian diisi Abdullah Syamsul Arifin. (pa/jh. Foto: Dok. Bank Jatim)

BTN Hadirkan Inovasi Pembiayaan Bundling KPR dan Emas

BusinessUpdate – PT Bank Syariah Nasional (BSN) menghadirkan inovasi pembiayaan hunian melalui produk bundling kredit pemilikan rumah (KPR) dengan emas guna memberikan nilai tambah bagi nasabah, terutama dalam menjaga stabilitas keuangan keluarga di tengah kebutuhan jangka panjang.

Direktur Consumer Banking BSN, Mochamad Yut Penta, menjelaskan bahwa pembiayaan KPR kini tidak hanya berorientasi pada kepemilikan aset properti, tetapi juga mencakup perlindungan finansial yang lebih luas.

“Melalui bundling KPR dan emas, narasi yang kita bangun adalah nasabah memiliki rumah sekaligus aset likuid. Jadi, selain menjaga jiwa dan keturunan, Bank BSN juga menjaga keamanan finansial keluarga. Hal ini sejalan dengan visi perseroan menjadi mitra utama keuangan keluarga yang berkah dan amanah,” kata Penta dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5/2026).

Melalui integrasi ini, nasabah tidak hanya memperoleh rumah sebagai aset jangka panjang, tetapi juga emas. Emas dapat dicairkan sewaktu-waktu, sehingga dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan darurat atau menjaga daya beli.

Penta menuturkan, pendekatan ini selaras dengan prinsip Maqasid Syariah, yang tidak hanya menekankan kepemilikan aset, tetapi juga perlindungan terhadap keberlangsungan hidup dan kesejahteraan keluarga. “KPR kami memiliki sifat margin yang flat (pasti), tetapi emas itu sangat likuid, bisa dijual kapan saja ketika nasabah membutuhkan,” ujarnya.

Strategi bundling KPR dan emas ini disebut relevan dengan profil nasabah BSN yang didominasi kelompok usia muda. Data perseroan menunjukkan sekitar 85% nasabah berada dalam rentang usia 25 hingga 40 tahun.

Ia menambahkan, kelompok milenial cenderung mulai merencanakan kepemilikan rumah sekaligus mempertimbangkan instrumen investasi yang fleksibel.

Program bundling ini bersifat inklusif. Tidak hanya untuk nasabah baru, nasabah lama yang telah memiliki KPR di BSN juga dapat memanfaatkan fitur cicilan emas sebagai bagian dari diversifikasi aset. Fitur cicil emas tersebut tersedia melalui aplikasi super apps Bale Syariah.

Dalam kesempatan yang sama, BSN juga menawarkan program pembiayaan hunian non-subsidi dengan promo margin khusus hingga 30 Juni 2026. Untuk pengembang dengan kategori Platinum, Gold, atau Kelolaan, termasuk ISPI Group, tersedia margin mulai dari 2,65% fixed selama tiga tahun bagi nasabah primary dan institusi.

Selain itu, tersedia pula pilihan margin 3,50% fixed tiga tahun dan 4,50% fixed lima tahun untuk segmen pasar sekunder. Sementara itu, masyarakat umum dapat mengakses Promo Reguler dengan skema Fix & Cap serta opsi margin tetap hingga 10 tahun untuk memberikan kepastian angsuran.

“Dengan jaringan mencapai 672 outlet di seluruh Indonesia, kami optimistis dapat memperkuat posisi sebagai pemimpin dalam ekosistem perumahan nasional,” tutup Penta. (rn/jh. Foto: Dok. BSN)

Gandeng 10 Lembaga Filantropi Bank Muamalat Renovasi Masjid dan Mushola di Sumatera

BusinessUpdate – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menyelenggarakan program renovasi masjid dan mushola di wilayah Sumatera pascabencana guna memastikan keberlanjutan dan ketersediaan rumah ibadah agar dapat kembali difungsikan.

Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono mengatakan renovasi masjid dan mushola itu merupakan bagian dari misi perseroan untuk memberikan kontribusi sosial yang positif kepada masyarakat. Inisiatif tersebut sekaligus kepedulian nyata perseroan terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berharap renovasi masjid dan mushola ini dapat mempercepat pemulihan aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan, serta menguatkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit,” kata Imam dalam keterangan remi, Kamis (7/5/2026).

Aksi sosial itu dilaksanakan dengan menggandeng sepuluh lembaga filantropi dan lembaga amil zakat (LAZ) yaitu Baitulmaal Muamalat, BAZNAS, Al Bahjah Peduli, Dompet Dhuafa, Yayasan Asar Humanity, Rumah Yatim, Baitulmaal Hidayatullah, Human Initiative, Relawan Nusantara, dan Wakaf DT.

Perseroan mengajak seluruh nasabah untuk dapat berpartisipasi. Selain dapat mengembalikan fungsi masjid dan mushola sebagai tempat ibadah dan sosial, donasi nasabah juga memberikan manfaat spiritual jangka panjang.

Nasabah dapat mengakses fitur zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) pada aplikasi mobile banking Muamalat DIN dan memilih lembaga filantropi/LAZ untuk menyalurkan donasi. “Insya Allah setiap donasi yang disalurkan membawa manfaat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang terdampak bencana,” kata Imam.

Perseroan menyampaikan bahwa program ini diselenggarakan bertepatan dalam rangka milad Bank Muamalat yang ke-34. Pada momentum milad ini, perseroan menyatakan komitmennya untuk terus bergerak maju melalui transformasi yang berkelanjutan.

“Melalui transformasi yang berkelanjutan, kami memperkuat layanan, mengembangkan kapabilitas digital, dan menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah,” lanjutnya.

Imam menambahkan, perseroan juga meyakini bahwa perjalanan yang bernilai tidak ditempuh sendiri melainkan tumbuh dari kebersamaan yang saling menguatkan dan memberi manfaat, termasuk menolong sesama yang membutuhkan. (pa/jh. Foto: Dok. Bank Muamalat)

Kuartal I/2026 Laba GMF Melonjak 78,28 Persen

BusinessUpdate – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), anak usaha Garuda Indonesia Group, membukukan laba berjalan sebesar US$6,76 juta atau sekitar Rp107 miliar pada kuartal I/2026.

Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi mengatakan angka ini melonjak 78,28% secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama pada 2025 sebesar US$3,79 juta.

Pertumbuhan laba ini ditopang oleh kenaikan pendapatan (revenue) perseroan yang mencapai US$114,94 juta pada akhir Maret 2026. Angka tersebut menunjukkan peningkatan 20,53% dibandingkan pendapatan pada kuartal I/2025 sebesar US$95,36 juta.

“Pencapaian di kuartal pertama 2026 ini melampaui pertumbuhan tahun sebelumnya, menandakan efektivitas strategi pemulihan dan penguatan kapabilitas yang tengah kami jalankan,” jelas Andi dalam keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).

Kinerja finansial yang menguat ini berjalan selaras dengan sejumlah pencapaian operasional strategis di berbagai lini bisnis. Salah satu capaian itu adalah keberhasilan GMF merampungkan full overhaul perdana secara mandiri untuk mesin CFM56-5B milik Citilink yang didukung melalui pendanaan dari Danantara.

GMF juga turut memperkuat posisinya di pasar internasional dengan menambah basis pelanggan baru dari Korea Selatan, yakni Airzeta dan T-Way, serta menyelesaikan proyek strategis seperti overhaul pesawat A330 milik Korean Air dan landing gear change untuk Fiji Airways.

Ekspansi GMF juga merambah ke sektor non-aviasi melalui penyelesaian normalisasi PLTG MPP Balai Pungut TM2500 #3 untuk PLN Batam, yang turut mempertegas kontribusi perusahaan pada infrastruktur energi nasional.

Seiring dengan profitabilitas yang meningkat, posisi ekuitas perseroan juga mengalami perbaikan. Total ekuitas GMF tercatat naik menjadi US$140,58 juta per 31 Maret 2026, meningkat dari US$114,57 juta pada akhir 2025.

Andi mengatakan, peningkatan ini didorong oleh akumulasi laba berjalan serta realisasi aksi korporasi melalui penerbitan saham baru yang memperkokoh fundamental keuangan perusahaan.

“Kami optimistis momentum positif ini akan terus berlanjut. Fokus kami tetap pada keunggulan layanan, diversifikasi bisnis, dan penguatan struktur permodalan untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya. (ip/jh. Foto: Dok. GMF)

Tugu Insurance Raih Laba Rp265,62 Miliar pada Kuartal I/2026

BusinessUpdate – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp265,62 miliar pada kuartal I/2026.

Direktur Keuangan dan Layanan Korporat Tugu Insurance Fitri Azwar mengatakan, kuartal I/2026 menjadi periode yang penuh dinamika bagi industri asuransi. Meski demikian, perseroan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko.

“Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global dan volatilitas harga energi, Perseroan tetap fokus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis. Disiplin underwriting, penguatan portofolio, serta pengelolaan risiko yang terukur menjadi fondasi penting bagi Tugu Insurance untuk mempertahankan kinerja yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Fitri dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (7/5/2026).

Sejalan dengan penerapan PSAK 117, perseroan melakukan penyesuaian dalam penyajian laporan keuangan, termasuk penyajian kembali (restatement) atas laporan keuangan tahun sebelumnya guna memastikan konsistensi dan keterbandingan kinerja. Seluruh penyesuaian telah dilakukan sesuai standar akuntansi yang berlaku sebagai bagian dari komitmen meningkatkan transparansi dan kualitas pelaporan keuangan.

Pada kuartal I/2026, Tugu Insurance membukukan pendapatan jasa asuransi sebesar Rp2,57 triliun atau meningkat 5,96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,42 triliun. Sementara itu, hasil jasa asuransi tercatat sebesar Rp461,01 miliar, naik 2,18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp451,16 miliar.

Perseroan menyebut kinerja tersebut ditopang oleh pengelolaan portofolio yang selektif pada lini fire and property, offshore, dan marine cargo yang selama ini menjadi salah satu kontributor utama bisnis Tugu Insurance.

Di sisi lain, pendapatan investasi tercatat sebesar Rp88,17 miliar pada kuartal I/2026. Perseroan menyatakan capaian tersebut mencerminkan pengelolaan portofolio yang tetap prudent di tengah dinamika pasar keuangan.

Adapun pendapatan operasional lainnya tercatat sebesar Rp156,02 miliar atau meningkat 31,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp118,88 miliar. Menurut perseroan, capaian tersebut mencerminkan peran entitas anak dalam memperkuat diversifikasi sumber pendapatan perusahaan.

Fitri mengatakan struktur permodalan perseroan tetap kuat untuk mendukung keberlanjutan bisnis. Total ekuitas Tugu Insurance tercatat sebesar Rp10,17 triliun dengan Risk Based Capital (RBC) berada di level 420,5%. Sementara total aset perseroan mencapai Rp29,69 triliun pada akhir Maret 2026.

Fitri menambahkan, penerapan PSAK 117 menjadi bagian dari upaya perseroan dalam meningkatkan kualitas dan transparansi pelaporan keuangan. “Perseroan terus memastikan bahwa kinerja yang dicapai didukung oleh fundamental yang sehat, pengelolaan risiko yang tepat, serta struktur keuangan yang tetap kuat,” ujar Fitri.

Ke depan, Tugu Insurance menyatakan akan terus memperkuat fundamental bisnis serta meningkatkan kualitas pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Selain itu, perseroan juga akan mengoptimalkan pengelolaan portofolio, menjaga disiplin risiko, serta memperkuat kontribusi entitas anak sebagai bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan. (rn/jh. Foto: Dok. Tugu Insurance)

Pengguna LRT Jabodebek pada April 2026 Naik 16 Persen

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat jumlah pengguna LRT Jabodebek pada April 2026 mencapai 2.912.092. Jumlah ini adalah rekor tertinggi sejak beroperasi.

“Minat masyarakat terhadap transportasi publik modern terus menunjukkan tren positif. Pada April 2026, LRT Jabodebek mencatat rekor tertinggi jumlah pengguna sejak mulai beroperasi dengan melayani 2.912.092 pengguna,” kata Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika dalam keterangan di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Jumlah tersebut meningkat sekitar 16% atau bertambah 402.060 pengguna dibanding Maret 2026 yang tercatat 2.510.032 pengguna. Sementara dibanding April 2025, meningkat sekitar 40% yang tercatat sebanyak 2.083.391 pengguna.

Menurutnya, peningkatan jumlah pengguna menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat dalam menggunakan transportasi publik yang terintegrasi, nyaman, dan memiliki kepastian waktu untuk mendukung mobilitas sehari-hari di wilayah Jabodebek.

Moda transportasi itu kini semakin menjadi pilihan masyarakat untuk mobilitas harian karena mampu memberikan kepastian waktu perjalanan di tengah kepadatan lalu lintas perkotaan, sekaligus terhubung dengan berbagai moda dan pusat aktivitas masyarakat.

Selain itu, beberapa faktor juga mempengaruhi masyarakat menggunakan LRT Jabodebek, khususnya pengguna yang melakukan mobilitas rutin dari kawasan permukiman menuju pusat bisnis, perkantoran, maupun destinasi lainnya.

Adapun, stasiun paling favorit dari pengguna LRT Jabodebek selama April 2026 yakni tap in meliputi Dukuh Atas 435.009 pengguna; Harjamukti 333.025 pengguna; Kuningan 273.011 pengguna; Cikoko 237.669 pengguna; dan Rasuna Said 174.905 pengguna.

Sementara untuk tap out meliputi Dukuh Atas 374.050 pengguna; Harjamukti 335.923 pengguna; Kuningan 267.258 pengguna; Pancoran 256.230 pengguna; dan Cikoko 237.348 pengguna.

“Tingginya mobilitas di stasiun tersebut menunjukkan peran penting kedekatan dengan pusat aktivitas masyarakat dalam mendorong pertumbuhan pengguna LRT Jabodebek,” terangnya.

Selain mendukung mobilitas masyarakat perkotaan, integrasi antarmoda di sejumlah stasiun strategis seperti Dukuh Atas, Cikoko, Cawang, Bekasi Barat, TMII, hingga Halim juga terus memperkuat konektivitas perjalanan masyarakat menuju kawasan bisnis, perkantoran, pusat aktivitas, serta layanan transportasi lanjutan.

KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan LRT Jabodebek sebagai transportasi publik modern yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai pusat aktivitas secara lebih efisien, nyaman, terintegrasi, serta mendukung mobilitas perkotaan yang berkelanjutan. (pa/jh. Foto: Dok. LRT Jabodebek)

Penyaluran FLPP Rumah Subsidi Tembus 54.961 Unit, Tingkat Keterhunian 94,02 Persen

BusinessUpdate – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyatakan realisasi penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Masyarakat Berpenghasilan rendah (MBR) mencapai 54.961 unit hingga 4 Mei 2026.

Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera, Muhammad Nauval Al-Ammari menyatakan capaian tersebut dibarengi dengan peningkatan tingkat keterhunian rumah FLPP yang naik menjadi 94,02% dari posisi sebelumnya 93,62%.

“Realisasi penyaluran FLPP hingga 4 Mei 2026 tercatat sebanyak 54.961 MBR telah menerima manfaat pembiayaan rumah FLPP dari BP Tapera,” kata Nauval dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).

Berdasarkan sebaran wilayah, Jawa Barat masih mendominasi realisasi penyaluran tertinggi dengan total mencapai 13.032 unit rumah subsidi. Disusul Sulawesi Selatan sebanyak 4.675 unit, Jawa Tengah 4.672 unit, Sumatra Selatan 3.697 unit, dan Jawa Timur sebesar 3.654 unit.

Nauval menilai kenaikan angka keterhunian mencerminkan perbaikan kualitas penyaluran serta efektivitas pemanfaatan rumah subsidi oleh para penerima manfaat.

“BP Tapera menyampaikan apresiasi kepada seluruh Bank Penyalur dan Asosiasi Pengembang atas kolaborasi yang telah terjalin dengan baik, sehingga tingkat keterhunian rumah FLPP dapat meningkat dari 93,62% menjadi 94,02%,” tambahnya.

Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan kuota rumah subsidi FLPP sebesar 350.000 unit sepanjang tahun ini. Adapun, total alokasi anggaran yang diguyurkan untuk mendukung penyaluran 350.000 unit rumah FLPP tembus Rp35 triliun.

Rinciannya, sebesar Rp18 triliun merupakan dana eksisting untuk mendukung penyaluran 220.000 unit rumah dan sisanya yakni sekitar Rp16,4 triliun untuk mendukung penyaluran rumah subsidi 130.000 unit. (pa/jh. Foto: Dok. BP Tapera)

Patra Jasa Bukukan Pendaptan Rp5,5 Triliun Sepanjang 2025

BusinessUpdate – PT Patra Jasa, anak perusahaan PT Pertamina (Persero), membukukan pendapatan sebesar Rp5,5 triliun sepanjang 2025 atau tumbuh 17% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode sebelumnya.

“Pertumbuhan yang melampaui target ini menunjukkan bahwa setiap unit bisnis memiliki daya tahan dan kemampuan untuk terus berkembang di tengah dinamika industri,” ujar VP Corporate Secretary Patra Jasa Fadjar Djoko Santoso berdasarkan keterangannya di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit, pendapatan perusahaan pada 2025 juga melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar 18%.

Fadjar mengatakan kinerja tersebut didukung kontribusi sejumlah lini bisnis, khususnya sektor pengembangan properti yang tumbuh signifikan seiring penyelesaian sejumlah proyek strategis. “Kami juga tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan biaya agar sejalan dengan pertumbuhan pendapatan,” katanya.

Menurut Fadjar, keberhasilan menjaga kinerja keuangan yang sehat menjadi fondasi penting bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis ke depan.

Perseroan menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan nilai aset, memperkuat portofolio bisnis, serta menjaga standar layanan bagi para pemangku kepentingan.

Patra Jasa merupakan perusahaan yang telah beroperasi selama lebih dari 50 tahun dengan fokus pada tiga pilar bisnis utama, yakni investasi dan pengembangan properti, hotel dan resor, serta jasa. Perusahaan mengelola berbagai aset properti, termasuk sembilan hotel yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Selain jaringan hotel, Patra Jasa juga mengelola gedung perkantoran seperti Grha Pertamina dan Patra Jasa Office Tower, serta kawasan hunian Patraland Residential Kuningan dan Patraland Residential Balikpapan.

Perusahaan juga menyatakan fokus pada optimalisasi aset melalui sejumlah proyek strategis, antara lain Bobocabin Patra Parapat, pengembangan Villa Kayu Patra Anyer, Sashta Lounge di Patra Semarang, serta berbagai pengembangan properti lainnya yang merupakan bagian dari penugasan strategis Pertamina. (ip/jh. Foto: Dok. Patra Jasa)

Semen Indonesia Ekspor Semen ke Reunion Island Perancis

BusinessUpdate – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memperluas pasar ekspor ke Reunion Island, wilayah Perancis, Eropa. Sebelumnya, perseroan telah menembus pasar Afrika.

Semen Indonesia mengirim 11.275 metrik ton semen dari Pelabuhan Teluk Bayur milik PT Semen Padang ke Reunion Island. Pengiriman ini menjadi tahap awal dari total 31.500 metrik ton yang dijadwalkan selama Mei hingga Juli 2026.

Direktur Utama Semen Indonesia Indrieffouny Indra menyebut ekspor ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi di pasar global.

“Inisiatif SIG untuk menghadirkan semen hijau yang ramah lingkungan menjadi competitive advantage bagi perusahaan. Semen dengan type CEM I 52.5 N produksi SIG yang diekspor ke Reunion Island berhasil mendapatkan CE (Conformité Européenne) Marking yang merupakan tanda wajib untuk menunjukkan produk telah memenuhi standar keselamatan, kesehatan, dan perlindungan lingkungan yang ditetapkan Uni Eropa,” kata Indra dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026).

Produk semen yang dikirim telah memenuhi standar Uni Eropa. Sertifikasi ini menjadi syarat utama untuk masuk pasar Eropa. Reunion Island dinilai sebagai pasar potensial karena wilayah ini memiliki kebutuhan infrastruktur yang terus meningkat.

Indra menyebut perusahaan akan membuka peluang ekspor produk material bangunan lain ke kawasan tersebut. “Di samping memperkuat pasar domestik, SIG juga terus memaksimalkan potensi pasar global untuk meningkatkan utilitas dan pertumbuhan kinerja, serta menunjukkan kualitas produk SIG yang ramah lingkungan untuk berkontribusi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di berbagai negara,” tambah Indra.

Ekspor ke Reunion Island menjadi bagian dari strategi transformasi perusahaan. Fokus diarahkan pada perluasan pasar dan peningkatan utilisasi pabrik. Semen Indonesia juga menggandeng mitra strategis dalam ekspansi ini. Kerja sama difokuskan pada penyediaan produk konstruksi dengan emisi karbon rendah.

“Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi kemitraan jangka panjang yang mendukung penyediaan material konstruksi berkualitas untuk pembangunan berkelanjutan di Reunion Island,” tutup Indra. (rn/jh. Foto: Dok. SIG)