Home Blog Page 27

Tagih Utang Pakai Damkar, TIN Dicopot dari Keanggotaan AFPI

BusinessUpdate – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memroses pemberhentian keanggotaan PT Teknologi Internasional Nusantara (PT TIN) yang dinilai melanggar peraturan AFPI usai melibatkan personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk melakukan penagihan utang kepada nasabah.

Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar menyatakan pihaknya telah menelusuri kronologi laporan fiktif yang diterima Damkar Kota Semarang, Jawa Tengah, dalam rangkaian aktivitas penagihan oleh oknum agen PT TIN serta berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kasus tersebut.

“AFPI tidak menoleransi segala bentuk penagihan yang mengandung intimidasi, ancaman, pelecehan, penyalahgunaan fasilitas publik, maupun tindakan lain yang bertentangan dengan etika dan ketentuan yang berlaku,” ujar Entjik S. Djafar dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (3/5/2026).

Berdasarkan hasil penelusuran, ia menuturkan bahwa PT TIN merupakan perusahaan jasa penagihan pihak ketiga yang dipekerjakan oleh PT Indosaku Digital Teknologi (Indosaku) untuk mendukung proses penagihan kepada nasabah.

Dalam konteks tersebut, PT TIN menjalankan fungsi operasional penagihan sebagai mitra eksternal dari Indosaku. Kedua perusahaan merupakan anggota AFPI.

AFPI telah memulai proses pemberhentian keanggotaan PT TIN sesuai dengan ketentuan yang berlaku karena dinilai telah melanggar Peraturan AFPI tentang larangan melakukan penagihan tidak beretika sesuai Pedoman Perilaku (Code of Conduct) AFPI.

Asosiasi juga tengah mengambil langkah yang diperlukan terhadap Indosaku, sebagai platform penyelenggara yang menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, melalui mekanisme etik dan pembinaan yang berlaku.

Entjik mengatakan, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pihaknya untuk memperkuat tata kelola penagihan di industri, termasuk terhadap anggota penyedia jasa penagihan, penguatan implementasi Pedoman Perilaku, serta peningkatan aspek sertifikasi, kepatuhan, dan pengawasan lapangan.

Asosiasi juga tengah melakukan peninjauan ulang menyeluruh atas tata kelola penggunaan mitra penagihan di lingkungan anggota, termasuk aspek sertifikasi kompetensi, kepatuhan, dan pengawasan lapangan.

Pihaknya pun berkomitmen untuk menjaga standard perlindungan konsumen dan mendorong seluruh anggota untuk menerapkan tata cara penagihan yang berlandaskan ketentuan regulator, termasuk Peraturan OJK Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan, serta Pedoman Perilaku AFPI.

“Kami juga berterima kasih atas peran aktif masyarakat yang membantu mengawasi industri ini. Kritik, masukan, dan laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong perbaikan berkelanjutan. Kami mengajak masyarakat untuk terus menggunakan kanal pengaduan resmi AFPI apabila menemukan dugaan pelanggaran,” imbuh Entjik.

Sebagai informasi, pada Kamis (23/4/2026) sore, seorang pelaku yang diduga merupakan debt collector pindar memberikan laporan kejadian kebakaran palsu atau “prank” kepada Damkar Kota Semarang.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang Tantri Pradono menuturkan, terdapat laporan masuk melalui call center Damkar mengenai adanya kebakaran di sebuah warung nasi goreng.

Setelah dilakukan penelusuran, pemilik warung menduga bahwa laporan tersebut merupakan ulah debt collector atau penagih utang yang hendak menekan dirinya. “Kami konfirmasi ke pemilik warung. Dia menyebut laporan itu dibuat oleh debt collector pinjol untuk menakut-nakuti karena persoalan utang pinjaman online,” kata Tantri.

Damkar Kota Semarang pun memutuskan untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan pelaku “prank” kepada kepolisian. Pada Sabtu (25/4/2026), pelaku akhirnya mendatangi Kantor Dinas Kebakaran Kota Semarang untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

Meski secara pribadi telah menerima permohonan maaf pelaku, Sekretaris Dinas Damkar Kota Semarang Ade Bhakti menekankan bahwa keputusan untuk mencabut atau melanjutkan laporan ada di tangan pimpinan institusi. (rn/jh. Foto: Dok. AFPI)

Bukit Asam Raih Laba Rp801,79 Miliar pada Kuartal I/2026

BusinessUpdate – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp801,79 miliar pada kuartal I/2026. Perseroan mampu menjaga stabilitas kinerja melalui strategi pengelolaan persediaan yang prudent, efisiensi biaya, serta penerapan selective mining.

“Hasilnya, perseroan membukukan pertumbuhan laba secara tahunan yang solid, yang merupakan bukti nyata dari ketahanan operasional dan efektivitas strategi yang kami jalankan,” ujar Direktur Utama PTBA Arsal Ismail dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (3/5/2026).

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian, sepanjang 3 bulan pertama 2026, PTBA mencatatkan pendapatan sebesar Rp9,93 triliun atau relatif stabil secara tahunan. Sementara itu, EBITDA tercatat Rp1,55 triliun dengan margin EBITDA sebesar 16% dan margin laba bersih 8%.

Kinerja tersebut ditopang oleh penjualan yang relatif terjaga meskipun produksi mengalami penurunan. Volume produksi batu bara tercatat turun 22% secara tahunan (yoy), sementara volume penjualan hanya terkoreksi tipis 1%.

Dari sisi harga, rata-rata harga jual (average selling price/ASP) hanya meningkat 1% secara tahunan. Hal ini terjadi di tengah pergerakan harga global yang bervariasi, di mana indeks Newcastle naik 14% secara tahunan, sedangkan indeks ICI-3 justru turun 2%.

Adapun, komposisi penjualan hingga akhir Maret 2026 terdiri atas 53% pasar domestik dan 47% ekspor, dengan tujuan utama, antara lain Vietnam, Bangladesh, India, Kamboja, dan Thailand.

Di sisi biaya, beban pokok pendapatan tercatat Rp8,39 triliun atau turun 6% secara tahunan, sejalan dengan penurunan volume produksi dan aktivitas angkutan. Stripping ratio juga membaik menjadi 5,31x dari sebelumnya 6,42x.

Kendati demikian, tekanan mulai muncul dari kenaikan biaya energi. Konflik di Selat Hormuz sejak akhir Februari 2026 mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), meskipun dampaknya pada kuartal I/2026 masih relatif terbatas dengan kenaikan sekitar 3% secara tahunan.

Sementara itu, beban operasional meningkat 10% atau Rp61,37 miliar, terutama dipicu kenaikan beban umum dan administrasi. Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat Rp43,23 triliun per 31 Maret 2026, turun 2% dibandingkan posisi akhir 2025 yang tercatat sebesar Rp43,93 triliun.

Liabilitas menurun 8% menjadi Rp19,56 triliun, sedangkan ekuitas meningkat 5% menjadi Rp23,67 triliun. Adapun, arus kas dari aktivitas operasi meningkat signifikan menjadi Rp2,06 triliun, naik 70% secara tahunan.

Di sisi lain, belanja modal (capital expenditure/capex) telah terealisasi Rp470 miliar atau sekitar 13% dari target tahunan Rp3,64 triliun, dengan mayoritas dialokasikan untuk pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim–Kramasan.

Untuk keseluruhan 2026, PTBA menargetkan volume produksi sebesar 49,55 juta ton dan volume penjualan 49,51 juta ton, dengan volume angkutan mencapai 41 juta ton serta stripping ratio 5,63x. (ip/jh. Foto: Dok. PTBA)

Di Pet Fest 2026, CPPETINDO Luncurkan Produk Pakan Kucing

BusinessUpdate – Pameran Pet Fest Indonesia 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, yang berlangsung pada 1-3 Mei 2026 menjadi ajang pertemuan komunitas pecinta hewan dengan menghadirkan berbagai produk kebutuhan, program adopsi dan kompetisi hewan.

Pada kesempatan ini, produsen pakan hewan CPPETINDO meluncurkan Cleo Functional pada Sabtu (2/5/2026). Produk tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan nutrisi khusus pada kucing rumahan, seiring meningkatnya perhatian pemilik terhadap kesehatan hewan peliharaan.

Chief Commercial Officer CPPETINDO Erwin Hartawan menyatakan peluncuran produk tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam merespons perubahan perilaku konsumen. Ia menyebut pasar pakan hewan kini bergerak ke arah produk fungsional yang tidak hanya memberi nutrisi dasar, tetapi juga manfaat spesifik bagi kesehatan.

“Produk Cleo Functional dikembangkan dengan pendekatan ilmiah dan melalui proses uji internal yang melibatkan dokter hewan serta ahli nutrisi. Pengembangan ini dilakukan untuk memastikan efektivitas formula dalam mendukung kondisi kesehatan tertentu pada kucing,” kata Erwin, Sabtu (2/5/29026).

Secara umum, produk tersebut dibagi dalam beberapa varian yang ditujukan untuk kebutuhan berbeda, seperti perawatan bulu dan kulit, pengendalian berat badan untuk kucing indoor, serta dukungan kesehatan saluran kemih. Masing-masing varian diformulasikan untuk menjawab masalah yang kerap ditemui pada kucing rumahan.

Selain itu, inovasi lain yang diperkenalkan adalah tambahan potongan daging kering beku dalam setiap kemasan, yang ditujukan untuk menjaga tingkat konsumsi pakan oleh kucing. Hal ini menjadi salah satu pendekatan untuk memastikan hewan tetap mau mengonsumsi pakan dengan fungsi khusus.

Melalui peluncuran tersebut, CPPETINDO menegaskan langkahnya dalam memperkuat posisi di pasar pakan hewan berbasis fungsi, di tengah meningkatnya tren pemeliharaan hewan peliharaan di Indonesia yang semakin mengedepankan aspek kesehatan dan kesejahteraan.

Peluncuran dilakukan di panggung utama pameran dengan menghadirkan aktor sekaligus pecinta kucing, Deva Mahenra, serta dokter hewan Neno Sukelan yang juga menjadi ahli komunikasi ilmiah perusahaan. Keduanya berbagi pandangan mengenai pentingnya pemilihan pakan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga sesuai dengan kondisi kesehatan hewan.

Dalam sesi diskusi, Deva menyinggung tantangan pemilik hewan peliharaan yang memiliki keterbatasan waktu, sehingga membutuhkan solusi praktis namun tetap memperhatikan aspek kesehatan. Ia menilai tren pemilihan pakan kini tidak lagi sekadar soal rasa, melainkan juga fungsi dan manfaat jangka panjang bagi hewan.

Sementara itu, Neno Sukelan menekankan pentingnya pendekatan preventif dalam perawatan kucing. Menurutnya, pemilihan pakan berbasis riset dapat membantu meminimalkan risiko gangguan kesehatan yang umum terjadi pada kucing domestik, seperti masalah bulu, berat badan, hingga saluran kemih. (pa/jh. Foto: Dok. RRI)

Pertamina Patra Niaga Raih Penghargaan Pengurangan Emisi

BusinessUpdate – PT Pertamina Patra Niaga meraih penghargaan dalam ajang The Best Corporate Emission Reduction Transparency Awards 2026 berkat transparansi pengelolaan dan penurunan emisi secara terukur dan berkelanjutan.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan penghargaan ini menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat komitmen dalam pengurangan emisi dan transparansi pengelolaannya.

Sebagai bagian dari Subholding Downstream, Pertamina Patra Niaga terus menghadirkan berbagai inisiatif dalam menekan emisi melalui pengembangan produk dan operasional yang lebih ramah lingkungan.

“Upaya pengurangan emisi yang kami lakukan diwujudkan melalui berbagai inisiatif,” kata Roberth dalam keterangan resmi, Sabtu (2/5/2026). Inisiatif tersebut mulai dari pengembangan Pertamax Green 95, Sustainable Aviation Fuel (SAF), Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) atau Pertamina Renewable Diesel melalui Green Refinery Cilacap, hingga penggunaan Very Low Sulphur Fuel Oil (VLSFO).

“Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan energi yang lebih bersih sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” lanjutnya.

Menurut Roberth, penghargaan ini sekaligus menjadi refleksi bahwa langkah transformasi perseroan dalam menghadirkan energi lebih bersih dan transparan berada pada jalur yang tepat, serta memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan dan masa depan energi nasional.

“Penghargaan ini memberikan bukti bahwa Pertamina Patra Niaga berperan dalam mendukung keberlanjutan dan penurunan emisi. Tidak saja melalui proses operasional, tapi juga melalui produk ramah lingkungan,” jelasnya.

Dalam ajang yang digelar di Jakarta, Kamis (30/4/2026) tersebut, Pertamina Patra Niaga meraih dua penghargaan yakni kategori Best of The Best dan kategori Trusted Green Achievement in Emission Reduction, dan Trusted Diamond Achievement in Emission Transparency.

CEO Investortrust.id Primus Dorimulu menyampaikan di tengah krisis iklim yang semakin nyata, ukuran keunggulan perusahaan tidak lagi hanya dilihat dari pertumbuhan bisnis, tetapi dari kejujuran dan tanggung jawab terhadap jejak emisi yang dihasilkan.

Ia menekankan transparansi dan integritas dalam pelaporan emisi menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik dan mempercepat transisi menuju net zero emission (NZE).

Sementara, Kepala Departemen Pemeriksaan Khusus, Pengawasan Keuangan Derivatif, Bursa Karbon dan Transaksi Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK) I Nyoman Suka Yasa menyampaikan ajang ini menjadi sarana bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen nyata dalam pengurangan emisi karbon. (pa/jh. Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga)

BRI Insurance dan PMI Gelar Donor Darah Bersama

BusinessUpdate – BRI Insurance menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar aksi sosial donor darah sebagai wujud kepedulian kemanusiaan dalam membantu sesama yang membutuhkan darah. Kegiatan donor darah bersama PMI merupakan agenda rutin sebagai wujud komitmen perusahaan dalam aksi kemanusiaan berkelanjutan

“Ini menjadi wujud aksi nyata program CSR kami dengan harapan dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan darah maupun untuk kesehatan pekerja,” kata Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko BRI Insurance Heri Supriyadi dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Menurutnya, aksi kemanusiaan itu sebagai wujud kepedulian terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan, yang mengusung tema “Setetes Darah Anda, Nyawa Bagi Sesama”.

Kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari jadi ke-37 perusahaan yang berfokus pada kontribusi sosial bagi masyarakat. Ia menuturkan aksi kemanusiaan tersebut melibatkan seluruh cabang untuk berpartisipasi dalam donor darah bagi karyawan, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan di sekitar wilayah kerja perusahaan itu.

“Kami menargetkan bisa mengumpulkan sebanyak 1.000 kantong darah dari peserta yang tersebar di 18 titik kantor cabang BRI Insurance di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PMI Riany mengapresiasi kegiatan donor darah yang diselenggarakan BRI Insurance karena dinilai sangat bermanfaat bagi banyak orang yang membutuhkan transfusi darah

“Satu tetes darah mungkin terlihat kecil bagi kita, namun bagi orang lain, itu adalah harapan untuk hidup. Semoga aksi ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih intens antara BRI Insurance dan PMI dalam misi kemanusiaan yang lebih luas,” kata Riany.

Sebelum menjalani pengambilan darah, setiap peserta wajib melalui proses skrining kesehatan yang meliputi pemeriksaan suhu tubuh, tekanan darah, denyut nadi, dan kadar hemoglobin.

Riany menegaskan kegiatan donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, namun juga memberi manfaat kesehatan bagi pendonor, antara lain membantu mengurangi kadar zat besi berlebih yang berisiko memicu penyakit jantung serta memperlancar regenerasi sel darah merah

Terpisah, Direktur Utama BRI Insurance Budi Legowo menyampaikan apresiasi kepada PMI atas dukungan berkelanjutan dalam pelaksanaan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan melalui program donor darah di berbagai unit kerja.

Ia menegaskan pelaksanaan donor darah itu menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial yang konsisten serta melibatkan seluruh unit kerja di Indonesia.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan kolaborasi kuat antara perusahaan dan berbagai pihak yang terlibat, termasuk peserta donor yang berkontribusi langsung dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat luas.

Ia menambahkan pihaknya tidak hanya fokus pada aksi donor darah, tetapi juga terus mengembangkan berbagai program sosial lain yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar secara berkelanjutan.

Upaya tersebut sejalan dengan prinsip Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan untuk mendorong terciptanya kehidupan yang sehat dan berkelanjutan serta memperkuat peran sebagai mitra perlindungan yang andal. (rn/jh. Foto: Dok. BRI Insurance)

TMII Berpotensi Jadi Destinasi Unggulan di Tingkat Global

BusinessUpdate – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai budaya tidak hanya berfungsi sebagai warisan leluhur, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai kekuatan ekonomi sekaligus instrumen diplomasi di kancah global.

Oleh karena itu, pengelolaan atraksi budaya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) juga dinilai potensial untuk jadi destinasi unggulan baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Dari tiket masuk saja bisa menghasilkan pendapatan miliaran rupiah. Ini menunjukkan bahwa budaya bisa menjadi bagian dari cultural economy dan cultural industry yang kuat,” kata Fadli dalam acara Pradana Nitya Budaya TMII Awards 2026 di TMII, Jakarta Timur, Jumat (1/5/2026).

Fadli menekankan, pengelolaan budaya yang tepat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan industri berbasis budaya. Menurutnya, sejumlah negara telah membuktikan bahwa situs budaya mampu menjadi sumber pendapatan yang signifikan jika dikelola secara profesional.

Ia mencontohkan pengalamannya saat mengunjungi Istana Versailles di Prancis yang mampu menarik sekitar 30.000 pengunjung setiap hari. Fadli pun optimis TMII memiliki potensi serupa untuk berkembang menjadi destinasi unggulan di tingkat global.

Namun, hal tersebut memerlukan pengelolaan yang optimal, termasuk peningkatan kualitas layanan, pengayaan atraksi budaya, serta integrasi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Fadli menambahkan, pemerintah membuka peluang kerja sama lintas sektor guna mendorong transformasi TMII menjadi destinasi budaya, sejarah, sekaligus hiburan kelas dunia.

Lebih jauh, ia menyoroti kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa. Indonesia bukan sekadar negara dengan keberagaman, tetapi sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi (mega diversity) yang memiliki spektrum budaya sangat luas.

“Indonesia memiliki 718 bahasa, 1.340 suku bangsa, dan lebih dari 17 ribu pulau. Seluruh kekayaan itu tergambar di TMII,” ucap Fadli.

TMII sendiri sejak awal dibangun sebagai miniatur Indonesia yang menampilkan anjungan daerah dari berbagai provinsi, lengkap dengan arsitektur khas serta nilai filosofis masing-masing budaya.

Kawasan ini juga menjadi ruang edukasi yang memungkinkan masyarakat mengenal lebih dekat tradisi, seni pertunjukan, hingga pengetahuan lokal dari seluruh nusantara.

Didirikan atas inisiatif Presiden ke-2 RI, Soeharto, bersama Siti Hartinah, TMII menjadi simbol visi besar untuk merangkum keberagaman Indonesia dalam satu kawasan terpadu.

Dengan potensi tersebut, pemerintah berharap TMII tidak hanya menjadi destinasi wisata domestik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global sebagai pusat budaya yang produktif, edukatif, dan bernilai ekonomi tinggi. (ip/jh)

Semarang Night Carnival 2026 Diramaikan oleh 28 Negara

BusinessUpdate – Jumlah peserta internasional untuk pergelaran Semarang Night Carnival (SNC) 2026 bertambah menjadi 28 negara dari data sebelumnya sebanyak 15 negara. SNC digelar pada Sabtu, 2 Mei 2026 mulai pukul 18.30 WIB.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan bahwa kehadiran peserta dari 28 negara dalam SNC 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat diplomasi budaya, sekaligus memperluas jejaring internasional.

“Kami ingin SNC tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang kolaborasi global yang menggerakkan ekonomi lokal, memberdayakan pelaku UMKM, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Semarang,” kata Agustina dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (2/5/2026).

Sebanyak 28 negara tersebut, di antaranya Kamboja, Vietnam, India, Inggris, Prancis, Belanda, Jepang, hingga perwakilan Afrika seperti Ghana, Sierra Leone, dan Libya.

Ia mengatakan bahwa SNC 2026 juga mencatat capaian penting dengan masuknya agenda tersebut ke dalam Kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

Penetapan tersebut menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan sekaligus daya tarik SNC sebagai even unggulan yang mampu mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Masuknya SNC dalam Kalender Karisma Event Nusantara dan meningkatnya partisipasi internasional menjadi bukti bahwa Semarang semakin dipercaya sebagai tuan rumah event kelas dunia,” katanya.

Menurutnya, SNC bukan hanya kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus menghadirkan penyelenggaraan yang berkualitas dan berdampak. SNC selama ini dikenal sebagai agenda tahunan yang menyajikan parade kostum spektakuler yang mengangkat kearifan lokal dengan sentuhan modern.

Dengan dukungan status sebagai bagian dari KEN, penyelenggaraan SNC 2026 diharapkan semakin berkualitas, profesional, dan berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisatawan.

Ia juga optimistis bahwa peningkatan jumlah peserta internasional akan memberikan efek berganda, mulai dari okupansi hotel, pergerakan UMKM, hingga promosi kota di kancah global.

Pawai yang mengusung tema “Miracle of Recycle” tersebut digelar pada Sabtu (2/5/2026), dengan rute dimulai dari Balai Kota Semarang di Jalan Pemuda pada pukul 18.30 WIB.

Iring-iringan kemudian akan melintasi Monumen Tugu Muda dan Jalan Pandanaran hingga mencapai garis finish
di Lapangan Pancasila Simpang Lima. “Kami mengundang seluruh masyarakat untuk datang dan menyaksikan harmoni kreativitas ini di sepanjang jalan protokol,” katanya.

Melalui SNC 2026, Semarang kembali menegaskan diri sebagai kota yang tidak hanya kaya budaya, tetapi juga mampu mengemasnya menjadi kekuatan diplomasi budaya yang membanggakan Indonesia di mata dunia. (pa/jh. Foto: Dok. Pemkot Semarang)

Prudential Syariah Kuasai Pangsa Pasar 22 Persen Industri Asuransi Jiwa Syariah

BusinessUpdate – Prudential Syariah berhasil memperoleh Annualized Premium Equivalent (APE) atau Setara Premi Tahunan sekitar Rp1 triliun sepanjang 2025. Perseroan menguasai pangsa pasar sekitar 22% dari keseluruhan industri asuransi jiwa syariah.

Presiden Direktur Prudential Syariah Iskandar Ezzahuddin mengutip data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengatakan sepanjang 2025, industri asuransi jiwa syariah membukukan total Annualized Premium Equivalent (APE) sebesar Rp4,7 triliun, tumbuh 13% dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan asuransi jiwa syariah juga terlihat dari sisi total jumlah peserta yang diasuransikan pada tahun yang sama menjadi 24,5 juta.

“Didukung dengan perolehan APE sekitar Rp1 triliun, dan pangsa pasar sekitar 22% menjadikan kami memimpin industri asuransi jiwa syariah di tanah air, ” kata Iskandar dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (1/5/2026) .

Selain peningkatan raihan APE industri syariah, minat masyarakat Indonesia terhadap keuangan syariah juga tumbuh pesat, dengan tingkat literasi keuangan syariah melonjak dari 9% di 2023 menjadi 43% di 2025. Namun lonjakan literasi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan penetrasi asuransi syariah yang masih di bawah 1%.

Dengan lebih dari 65 juta rumah tangga Indonesia dan jutaan di antaranya masih belum terlindungi secara optimal, kondisi ini membuka ruang pertumbuhan dan peluang besar bagi industri asuransi jiwa syariah.

Oleh karena itu Iskandar menyatakan ke depan perusahaan berkomitmen untuk terus berkontribusi pada pertumbuhan industri asuransi syariah Indonesia secara menyeluruh. “Bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, kami akan aktif mendorong literasi dan inklusi asuransi syariah,” katanya.

Hal itu dilakukan dengan membangun pemahaman yang lebih luas di masyarakat, menghadirkan solusi perlindungan syariah yang simpel, relevan, dan berkualitas, serta memperkuat jaringan distribusi agar akses perlindungan semakin mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat. (pa/jh. Foto: Dok. IDN)

PLN Kuasai Lahan di Cengkareng, Sejak 1980 Dikuasai Pihak Lain

BusinessUpdate – PT PLN (Persero) kembali menguasai lahan strategis di Cengkareng, Jakarta Barat senilai lebih dari Rp380 miliar yang sejak tahun 1980-an dikuasai pihak lain secara ilegal.

“Aset ini sudah ada sejak tahun 1980 tapi selama ini dikuasai pihak lain. Alhamdulillah dengan sinergi yang baik, aset tersebut bisa kita selamatkan,” kata General Manager PLN UIP Jawa Bagian Barat, Yasir dalam penyerahan sertifikat aset di kawasan Gandaria, Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Aset yang diselamatkan berupa lahan seluas hampir 20.000 meter persegi (m2) yang berlokasi di Jalan Daan Mogot, Cengkareng. Lahan tersebut diketahui telah dibebaskan oleh PLN sejak 1980. Namun dalam perjalanannya, aset tersebut justru dikuasai oleh pihak lain tanpa hak dan dimanfaatkan secara ilegal selama bertahun-tahun.

Setelah melalui koordinasi intensif dan pendampingan hukum, aset tersebut akhirnya berhasil diamankan. Sertifikat resmi atas lahan tersebut pun telah diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Nurul Wahida Rifal, menegaskan bahwa pendampingan hukum menjadi bagian penting dalam penyelesaian sengketa aset negara.

“PT PLN secara resmi mengajukan pendampingan hukum kepada kami. Kemudian kami tindak lanjuti hingga proses persidangan dan alhamdulillah kami memenangkan perkara tersebut,” kata Nurul.

Nurul menilai momen ini merupakan bentuk penyelamatan aset negara dan pihaknya berkomitmen mendampingi BUMN maupun pemerintah daerah dalam penyelesaian permasalahan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara.

Penyelamatan aset ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar instansi pemerintah serta memberikan kepastian hukum terhadap pengelolaan aset negara, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan publik. (rn/jh. Foto: Dok. Berita Satu)

Dari Rugi, Kimia Farma Raih Laba Rp123,6 Miliar pada Kuartal I/2026

BusinessUpdate – PT Kimia Farma (Persero) Tbk menunjukkan kinerja keuangan yang ciamik berkat transformasi bisnis dan restrukturisasi keuangan dalam beberapa tahun terakhir. Perseroan mencatat laba bersih Rp123,6 miliar pada kuartal I/2026, berbalik dari rugi Rp126,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Capaian di kuartal I/2026 ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa langkah-langkah transformatif yang kami ambil kini mulai membuahkan hasil,” ujar Djagad Prakasa Dwialam, Direktur Utama Kimia farma, berdasarkan keterangannya di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Perseroan mencatat pertumbuhan laba kotor sebesar 11,06% menjadi Rp824,8 miliar dibandingkan Rp742,6 miliar pada kuartal I/2025, didorong efisiensi beban pokok penjualan melalui perbaikan rantai pasok.

Kinerja operasional juga menguat dengan EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) sebesar Rp153,8 miliar atau tumbuh 61,29 persen dibandingkan Rp95,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Djagad menyebut keberhasilan pembalikan kinerja tersebut ditopang oleh penataan struktur organisasi dan sumber daya manusia, serta peningkatan efisiensi operasional.

Selain itu, dukungan pemegang saham melalui Bio Farma dan Danantara Asset Management turut memperkuat stabilitas likuiditas perusahaan dan mempercepat restrukturisasi utang.

Ia menyebut, perseroan menjalankan transformasi bisnis melalui penguatan enam pilar utama, yakni ketahanan modal kerja, penguatan kompetensi SDM, digitalisasi proses bisnis, efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan, dan sinergi antar entitas grup.

Di sisi bisnis, Kimia Farma juga melakukan penajaman portofolio produk dengan mendorong pengembangan produk bermargin lebih tinggi, sekaligus tetap menjaga penyediaan obat untuk program pemerintah guna mendukung akses layanan kesehatan masyarakat.

Namun, Djagad mengatakan, perusahaan tetap mewaspadai dinamika global yang berpotensi meningkatkan biaya produksi, terutama akibat kenaikan harga bahan baku dan fluktuasi nilai tukar rupiah.

“Perseroan telah mengantisipasi melalui penguatan efisiensi biaya, optimalisasi portofolio produk, serta pengelolaan risiko nilai tukar melalui diversifikasi pemasok dan peningkatan penggunaan bahan baku lokal,” jelasnya.

Perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan pada kuartal berikutnya dengan tetap menjaga keseimbangan antara kinerja keuangan dan keberlanjutan operasional di tengah ketidakpastian global. (pa/jh. Foto: Dok. Kimia Farma)