Home Blog Page 30

Dharma Jaya Sediakan 900 Ekor Sapi Sambut Iduladha 1447 Hijriah

BusinessUpdate – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Dharma Jaya secara resmi menetapkan target penyediaan hewan kurban sebanyak 900 ekor sapi guna memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta dalam menyambut Iduladha 2026 atau 1447 Hijriah.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan seluruh hewan kurban yang disediakan telah melalui prosedur seleksi dan pemeriksaan kesehatan yang ketat.

“Prioritas kami adalah memberikan jaminan keamanan bagi konsumen. Setiap ekor sapi yang didatangkan dari wilayah telah terverifikasi dan wajib melewati proses karantina serta pemeriksaan ulang oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta,” ujar Raditya di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Perumda Dharma Jaya juga mengoptimalkan infrastruktur Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Cakung, yang tersertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan Halal. Fasilitas pemotongan semi-mekanik itu memiliki kapasitas operasional mencapai 200 hingga 250 ekor per hari.

Sebagai bagian dari standardisasi layanan, Raditya mengatakan pihaknya mengerahkan 100 personel profesional, termasuk Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat serta tim pengemasan.

Selain itu, Dharma Jaya pun menawarkan layanan pengelolaan daging kurban secara komprehensif, mulai dari pemotongan, pemisahan karkas, hingga pengemasan khusus (customized packaging) dalam takaran kilogram untuk memudahkan distribusi bagi masyarakat.

“Melalui sistem layanan terpadu ini, kami memastikan aspek higienitas tetap terjaga, mulai dari hulu hingga hilir. Selain itu, kami juga menjamin manajemen limbah hasil pemotongan dilakukan sesuai dengan regulasi lingkungan hidup yang berlaku,” jelas Raditya.

Sebagai komitmen terhadap transparansi publik dan kemudahan akses informasi, Perumda Dharma Jaya menyediakan data terkini mengenai klasifikasi hewan dan rincian harga secara digital. Masyarakat dapat memantau harga dan ketersediaan stok melalui kanal komunikasi resmi di media sosial Instagram @djawarameat.

“Penyediaan 900 ekor sapi ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban dengan dukungan kualitas hewan dan layanan profesional dari Perumda Dharma Jaya,” tutup Raditya. (rn/jh. Foto: Dok. Dharma Jaya)

Laba Bersih BRI Kuartal I/2026 Capai Rp15,63 Triliun

BusinessUpdate – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) atau BRI membukukan laba bersih konsolidasian Rp15,63 triliun pada kuartal I/2026, meningkat 13,77% secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp13,74 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja ini didorong oleh pertumbuhan laba operasional yang meningkat 13,84% yoy menjadi Rp20,06 triliun dari Rp17,62 triliun. Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp19,99 triliun atau naik 14,97% yoy dari Rp17,38 triliun.

Dari sisi pendapatan inti, pendapatan bunga konsolidasian tercatat sebesar Rp52,84 triliun, tumbuh 5,95% yoy dibandingkan Rp49,87 triliun. Di sisi lain, beban bunga tercatat sebesar Rp12,68 triliun, turun 9,28% yoy dari Rp13,99 triliun. Dengan demikian, pendapatan bunga bersih meningkat 11,90% yoy menjadi Rp40,16 triliun dari Rp35,88 triliun.

Kontribusi pendapatan berbasis komisi juga menunjukkan tren positif. Pendapatan komisi/provisi dan administrasi tercatat sebesar Rp5,51 triliun, meningkat 5,94% yoy dari Rp5,20 triliun. Selain itu, pendapatan lainnya melonjak signifikan sebesar 120,37% yoy menjadi Rp38,12 triliun dari Rp17,30 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, sejumlah beban operasional meningkat. Beban tenaga kerja tercatat sebesar Rp11,69 triliun, naik 9,52% yoy dari Rp10,68 triliun. Beban promosi meningkat 23,23% yoy menjadi Rp405,81 miliar dari Rp328,37 miliar. Sementara itu, beban lainnya naik signifikan sebesar 113,23% yoy menjadi Rp41,13 triliun dari Rp19,29 triliun.

Dari sisi kualitas aset, beban penurunan nilai (impairment) tercatat sebesar Rp12,11 triliun, meningkat 7,42% yoy dibandingkan Rp11,27 triliun. Sementara itu, pendapatan operasional lainnya mencatatkan rugi sebesar Rp20,38 triliun, melebar dibandingkan rugi Rp18,49 triliun pada periode sebelumnya.

Di luar operasional, rugi non-operasional tercatat sebesar Rp74,30 miliar, relatif stabil dibandingkan rugi Rp234,51 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Setelah memperhitungkan pajak penghasilan sebesar Rp4,21 triliun (naik 86,03% yoy dari Rp2,26 triliun), laba bersih periode berjalan mencapai Rp15,63 triliun.

Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp15,49 triliun, tumbuh 13,73% yoy dari Rp13,62 triliun. Sementara itu, total laba komprehensif periode berjalan tercatat sebesar Rp13,74 triliun, menurun 2,23% yoy dibandingkan Rp14,06 triliun.

Penurunan ini dipengaruhi oleh penghasilan komprehensif lain yang tercatat negatif sebesar Rp1,89 triliun, berbalik dari posisi positif Rp313,19 miliar pada periode sebelumnya. BRI juga mencatatkan peningkatan laba per saham menjadi Rp103 per saham, naik 14,44% dibandingkan Rp90 per saham pada kuartal I/2025.

Selain mencatatkan kinerja laba yang solid, posisi keuangan BRI, juga mencerminkan ekspansi pada kuartal I/2026. Total aset konsolidasian BRI per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp2.249,83 triliun, dibandingkan Rp2.135,37 triliun pada posisi akhir tahun 2025.

Pada sisi intermediasi, kredit yang diberikan tercatat sebesar Rp1.497,27 triliun. Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp1.555,13 triliun, yang terdiri dari giro Rp452,87 triliun, tabungan Rp605,75 triliun, dan deposito Rp496,51 triliun.

Dengan komposisi tersebut, dana murah (CASA) yang berasal dari giro dan tabungan tercatat sekitar Rp1.058,62 triliun. Penempatan dana tercatat sebesar Rp72,75 triliun pada Bank Indonesia dan Rp76,41 triliun pada bank lain. Sementara itu, portofolio surat berharga yang dimiliki mencapai Rp408,40 triliun. (pa/jh. Foto: Dok. BRI)

ANTAM Catatkan Laba Rp3,66 Triliun pada Kuartal I/2026 Naik 58 Persen

BusinessUpdate – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau ANTAM, emiten pertambangan anggota holding BUMN MIND ID, berhasil membukukan laba periode berjalan sebesar Rp3,66 triliun pada kuartal I/2026. Angka ini meningkat 58% secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp2,32 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja ini dicapai di tengah fluktuasi harga komoditas, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta perlambatan ekonomi global. Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto menyampaikan capaian tersebut tidak lepas dari konsistensi strategi operasional dan keuangan.

“Implementasi strategi operasional yang tangguh serta manajemen keuangan yang disiplin dan prudent telah mendorong penguatan kinerja secara berkelanjutan,” ujar Untung Budiharto dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Kamis (30/4/2026).

Penguatan kinerja ANTAM juga tercermin dari peningkatan EBITDA sebesar 55% menjadi Rp5,05 triliun dari Rp3,26 triliun pada kuartal I/2025. Dari sisi operasional, segmen emas menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 81% terhadap total penjualan.

Penjualan emas tercatat Rp 23,89 triliun, tumbuh 11% dari Rp21,61 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Volume penjualan emas mencapai 8.464 kilogram atau setara 272.124 troy ounce, seiring penguatan strategi pemasaran domestik.

Untuk menjaga pasokan, ANTAM menandatangani Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan Merdeka Grup pada 4 Maret 2026 guna memastikan kesinambungan bahan baku emas.

Secara keseluruhan, penjualan bersih ANTAM mencapai Rp29,32 triliun pada kuartal I/2026, meningkat 12% dari Rp26,15 triliun pada kuartal I/2025. Penjualan domestik mendominasi sebesar Rp28,31 triliun atau 97% dari total penjualan.

Segmen nikel menyumbang Rp4,47 triliun atau 15% dari total penjualan, naik 19% dari Rp3,77 triliun. Produksi bijih nikel tercatat 3,88 juta wet metric ton (wmt) dengan penjualan 3,40 juta wmt yang seluruhnya diserap pasar domestik.

Sementara itu, produksi feronikel mencapai 3.976 ton nikel dalam feronikel (TNi) dengan penjualan 2.803 TNi yang seluruhnya diekspor. Dari segmen bauksit dan alumina, kontribusi mencapai Rp879,14 miliar atau 3% dari total penjualan, meningkat 24% dari Rp708,75 miliar. Produksi bauksit mencapai 628.785 wmt dengan penjualan 593.476 wmt.

Produksi alumina (chemical grade alumina/CGA) tercatat 49.566 ton, naik 13% dari 44.051 ton, dengan penjualan 49.072 ton atau tumbuh 11% dari 44.048 ton.

Penguatan operasional tersebut mendorong laba kotor menjadi Rp5,62 triliun, naik 54% dari Rp3,64 triliun. Laba usaha mencapai Rp4,50 triliun atau tumbuh 67% dari Rp2,69 triliun. Selain itu, penghasilan lain-lain meningkat 15% menjadi Rp279,60 miliar dari Rp243,64 miliar. Laba bersih per saham dasar naik menjadi Rp141,77 dari Rp 88,69.

Dari sisi neraca, total aset ANTAM tercatat Rp63,30 triliun pada kuartal I/2026, meningkat 31% dari Rp48,30 triliun. Ekuitas naik 17% menjadi Rp40,41 triliun dari Rp34,62 triliun. Posisi kas dan setara kas mencapai Rp9,04 triliun, naik 31% dari Rp6,92 triliun, mencerminkan fleksibilitas keuangan perusahaan. (pa/jh. Foto: Dok. ANTAM)

KAI: Layanan Kereta Api Jarak Jauh Kembali Normal Mulai Hari Ini

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan layanan kereta api jarak jauh (KAJJ) disiapkan kembali normal mulai Kamis, 30 April 2026 secara bertahap, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kesiapan operasional selama pemulihan berlangsung.

Demikian pernyataan resmi dari Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba di Jakarta, Rabu (29/4/2026) malam. Saat ini, perjalanan kereta api masih mengalami sejumlah kelambatan sebagai bagian dari proses penyesuaian pola operasi. Pengaturan dilakukan secara hati-hati agar perjalanan dapat kembali berjalan aman dan terkendali.

Di tengah proses pemulihan, KAI memastikan pemenuhan hak pelanggan tetap menjadi perhatian utama. Hingga 29 April 2026 pukul 17.00 WIB, sebanyak 13.027 tiket KA jarak jauh yang terdampak kejadian di Bekasi Timur telah berhasil dilakukan pengembalian.

Kebijakan refund diberikan secara penuh untuk memberikan kepastian bagi pelanggan. “KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100% di luar bea pesan bagi pelanggan yang terdampak. Seluruh proses dapat diakses dengan mudah melalui berbagai kanal layanan,” jelas Anne.

Pengembalian tiket berlaku bagi pelanggan yang membatalkan perjalanan akibat keterlambatan, penundaan lebih dari satu jam, perubahan rute, hingga pelanggan yang memilih tidak menggunakan kereta pengganti atau moda lanjutan.

Kebijakan ini juga mencakup tiket pulang-pergi, tiket lanjutan (connecting), serta tiket layanan KAI Group dalam satu kode booking yang terdampak.

Bagi pelanggan yang tetap melanjutkan perjalanan menggunakan kereta pengganti dengan kelas yang sama atau lebih tinggi, tidak dikenakan biaya tambahan. Apabila perjalanan tidak dapat dilanjutkan hingga stasiun tujuan, KAI mengupayakan moda lanjutan, dan pengembalian tiket tetap diberikan secara penuh.

Proses refund dapat dilakukan melalui beberapa kanal layanan. Di loket stasiun, pelanggan dapat mengajukan pembatalan dengan menunjukkan boarding pass atau e-boarding untuk diverifikasi, dengan pengembalian dana melalui tunai atau transfer.

Melalui Contact Center 121, pelanggan cukup menyampaikan kode booking dan data identitas untuk proses transfer. Untuk perjalanan yang dibatalkan oleh perusahaan, pengembalian juga dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI.

Batas waktu pengajuan refund diberikan hingga 7 hari sejak jadwal keberangkatan, sementara proses pencairan dana diupayakan selesai maksimal 1 x 24 jam setelah pembatalan dilakukan. Pengembalian bea bagasi juga diberikan secara penuh apabila pelanggan tidak melakukan perjalanan.

KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. “Dalam proses pemulihan ini, kami memohon pengertian apabila perjalanan masih mengalami kelambatan, dan kami terus berupaya memastikan layanan kembali berjalan dengan baik serta hak pelanggan tetap terpenuhi,” tutup Anne. (rn/jh. Foto: Dok. KAI)

Tembus Rp21 Miliar, Penyaluran CSR Bank Nagari Terus Meningkat Tiap Tahun


BusinessUpdate –  Sebagai lembaga perbankan yang bukan hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, Bank Nagari juga fokus untuk melakukan aksinya kepedulian sosial. Pada Rabu (29/04/2026), Bank Nagari mengikuti sesi wawancara penjurian dalam ajang bergengsi Indonesia CSR Brilliance Awards 2026.

‎Sesi penjurian ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan strategis Bank Nagari, antara lain:
‎1.  Gusti Candra selaku Direktur Utama.
‎2.  Yosviandri Asril selaku Pimdiv Sekretaris Perusahaan.
‎3.  Fefri Doni selaku Pimbag Humas, Publikasi, Kesekretariatan, CSR, dan Protokoler.

‎Dalam paparan yang disampaikan, Bank Nagari membedah keberhasilan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berdasarkan data total penyaluran CSR Bank Nagari mencapai angka yang fantastis 2024 mencapai Rp21,057 Miliar kemudian 2025 mencapai Rp21,435 Miliar.

‎Distribusi dana tersebut menargetkan sektor-sektor vital, mulai dari bidang Pendidikan hingga bidang Keagamaan, Kemasyarakatan, dan Kesehatan.

‎Hal ini menunjukkan bahwa Bank Nagari berkontribusi sebagai mitra masyarakat untuk membangun kualitas hidup yang lebih baik di Sumatera Barat dan sekitarnya.

‎Tidak hanya membahas aspek sosial, Bank Nagari juga membuktikan kekuatan operasionalnya sebagai bank daerah yang modern karena saat ini, Bank Nagari didukung oleh jaringan yang luas, meliputi:
‎- 1 Kantor Pusat di Padang.
‎- 8 Kantor Fungsional
‎- 34 Kantor Cabang terdiri dari 29 Konvensional dan 5 Syariah.
‎- 102 Kantor Cabang Pembantu terdiri 92 KCP konven dan 10 KCP Syariah
‎-123 Kantor Fungsional Syariah
‎- Layanan digital dan fisik yang masif, termasuk 309 unit ATM, 19 CRM, dan 600 EDC dan 67 layanan PP/KMU.

‎Inovasi juga terus digalakkan melalui migrasi sejumlah KCP menjadi KCP Syariah, seperti yang dilakukan pada KCP Kantor Gubernur dan KCP Dispenda Sumatera Barat. Upaya ini diambil guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan syariah yang makin diminati.

‎Keterlibatan Bank Nagari dalam Indonesia CSR Brilliance Awards 2026 merupakan bentuk akuntabilitas kepada publik. Terlebih lagi Gusti menyoroti bagaimana salah satu dewan juri memberikan saran yang perlu ditanggapi secara konkret.

‎”Semua para dewan juri, semuanya luar biasa, nah hal yang menarik bagi saya jika memang harus memilih satu saja, saran dari Pak Elfien adalah yang akan kami sikapi secara konkret. Mengapa Pak Elfien? Karena menurut saya, tindakan atau eksekusi itu perlu diukur. CSR itu bukan sekadar sesuatu yang kita salurkan begitu saja, tapi harus bisa kita ukur dampaknya ke depan. Penindakan ini memiliki dampak luar biasa (outside effect) yang beragam hal ini akan selalu kami prioritaskan,” kata Gusti.

‎Sebagai penutup penjurian Gusti menambahkan bahwa “Mengapa hal tersebut diprioritaskan, sebab jika kita mengacu pada undang-undang, segala sesuatu yang disalurkan melalui tindakan nyata harus memiliki dampak langsung baik itu terhadap angka penjualan (sales), loyalitas pelanggan (customer loyalty), maupun peningkatan bisnis secara keseluruhan.” (kiy)

Laba Lippo General Insurance pada 2025 Capai Rp144,73 Miliar, Melejit 125,6 Persen

BusinessUpdate – PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) mencatatkan laba setelah pajak sebesar Rp144,73 miliar hingga 31 Desember 2025. Angka itu melejit 125,6% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp64,13 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di media massa dan dikutip Rabu (29/4/2026), laba tersebut ditopang oleh hasil jasa asuransi bersih yang tumbuh 2240,6% yoy menjadi Rp120,54 miliar.

Adapun, pendapatan jasa asuransi perusahaan sepanjang 2025 tercatat Rp3,76 triliun, sedangkan beban jasa asuransinya sebesar Rp3,42 triliun. Sementara itu, beban dari kontrak reasuransi milikan sebesar Rp224,88 miliar.

Sedangkan, hasil asuransi dan investasi bersih Lippo General Insurance tercatat senilai Rp21,20 miliar, turun 53,8% yoy dari Rp45,97 miliar. Adapun, laba komprehensif perusahaan per 2025 senilai Rp145,45 miliar.

Menilik laporan posisi keuangan, jumlah aset Lippo General Insurance pada 2025 mencapai Rp3,12 triliun, tumbuh 27,3% yoy. Secara terperinci, jumlah investasi sebesar Rp2,07 triliun dan jumlah non investasi sebesar Rp1,04 triliun.

Pada jumlah investasi, nilai terbesar berasal dari efek yang mencapai Rp1,36 triliun. Diikuti oleh deposito berjangka senilai Rp620,68 miliar, properti investasi sebesar Rp86,65 miliar, investasi lainnya Rp2,49 miliar, dan penyertaan saham Rp1,13 miliar.

Jumlah liabilitas perusahaan tercatat Rp2,09 triliun per 2025 dan jumlah ekuitasnya sebesar Rp1,02 triliun. Alhasil, total jumlah liabilitas dan ekuitasnya sebesar Rp3,12 triliun. Lebih jauh, rasio pencapaian dalam pemenuhan tingkat solvabilitas Lippo General Insurance pada 2025 tercatat 304%. Pada 2024 rasio angka tersebut sebesar 316%. (pa/jh)

PLN Rampungkan Infrastruktur Data Center Microsoft di Cikarang dan Karawang

BusinessUpdate – PT PLN (Persero) merampungkan infrastruktur ketenagalistrikan Data Center Microsoft di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Kota Deltamas, Cikarang, dan Karawang International Industrial City (KIIC), Jawa Barat.

“PLN memandang pengembangan ekosistem data center sebagai salah satu pilar penting dalam transformasi ekonomi nasional,” ujar Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Penyelesaian proyek Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) ini merupakan komitmen perseroan dalam mendukung sektor industri data center sekaligus memperkokoh Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.

PLN melalui PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) dan PLN Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) telah merampungkan pembangunan dan pengoperasian Gardu Induk (GI) 150 kilovolt (kV) Data Center Bay Microsoft Line JKT 11 A & B di kawasan GIIC, Cikarang.

Di lokasi lain, PLN juga menyelesaikan pembangunan GI 150 kV KIIC II/Margakarya Line JKT 09 dan JKT 02 yang akan menyalurkan kebutuhan listrik PT Microsoft Operation Indonesia di kawasan KIIC.

Suroso menegaskan bahwa penyelesaian proyek ini merupakan bagian dari langkah strategis PLN dalam memperkuat peran Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara. Keberhasilan ini adalah tonggak penting dalam penyediaan pasokan listrik andal bagi pusat data berstandar internasional.

“Oleh karena itu, kami menyiapkan infrastruktur ketenagalistrikan yang tidak hanya andal, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan industri digital yang terus berkembang,” ujar Suroso.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) Kishartanto Purnomo Putro menyampaikan pemenuhan kelistrikan nasional sudah menjadi tanggung jawab PLN untuk setiap lini sektor, termasuk industri digital yang semakin pesat.

“Keandalan listrik 24 jam bukan sekadar kebutuhan, tapi fondasi utama operasional data center berkelas dunia. PLN siap menghadirkan pasokan listrik yang stabil, aman, dan berkelanjutan untuk mendukung aktivitas digital tanpa henti,” ujar Kishartanto.

Ia menambahkan kepercayaan yang ditunjukkan Microsoft sebagai perusahaan teknologi global menjadi indikator kapasitas Indonesia di kancah internasional yang turut mengerek roda perekonomian investasi baik skala lokal maupun nasional.

“PLN tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga menghadirkan fondasi bagi pertumbuhan investasi dan ekonomi digital nasional. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan kesiapan infrastruktur,” tegas Krishartanto. (ip/jh. Foto: Dok. PLN)

Kuartal I/2026 BNI Raih Laba Bersih Rp5,6 Triliun

BusinessUpdate – PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) mencetak laba bersih Rp5,6 triliun pada kuartal I/2026. Hal ini didukung oleh pertumbuhan kredit dan peningkatan dana murah (CASA) di tengah ketidakpastian global.

“BNI terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta disiplin dalam pengelolaan risiko di tengah dinamika global yang penuh tantangan,” ujar Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Menurut data BNI, pertumbuhan dana murah (CASA) mencapai 26,6% secara tahunan (yoy) menjadi Rp731,6 triliun pada Maret 2026 yang ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar 39,7% yoy dan tabungan tumbuh 10,4% yoy, yang memperkuat Dana Pihak Ketiga (DPK).

Dengan pertumbuhan CASA, penyaluran kredit BNI bertumbuh 20,1% yoy menjadi Rp919,3 triliun pada Maret 2026. Penyaluran kredit ini tumbuh seimbang di sisi perbankan bisnis dan ritel untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Adapun, pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) BNI tercatat 12,1% yoy, sedangkan pendapatan non-bunga tumbuh 12,6%.

Putrama mengatakan capaian di kuartal I/2026 ini mencerminkan ketahanan model bisnis perseroan yang dibangun melalui penguatan fundamental, produktivitas, dan transformasi berkelanjutan.

Ia menjelaskan BNI juga memperkuat pondasi permodalan di tengah ketidakpastian global, dengan menerbitkan instrumen Additional Tier-1 (AT1) sebesar US$700 juta atau sekitar Rp11,9 triliun pada April 2026. “Permodalan ini semakin meningkatkan kapasitas BNI dalam mengantisipasi potensi risiko sekaligus membuka ruang ekspansi bisnis secara berkelanjutan dan sehat di masa yang akan datang,” kata Putrama.

Saat ini, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) BNI membaik menjadi 1,9%, Loan at Risk berada di level 8,6% atau sudah lebih baik dari level sebelum pandemi, serta biaya kredit di level 1,1% sesuai dengan panduan.

Adapun rasio kredit terhadap pembiayaan atau Loan to Deposit Ratio (LDR) BNI sebesar 83,5% serta rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) di level 18,5%, jauh di atas ketentuan regulator.

BNI juga menjalankan transformasi bisnis yang difokuskan pada wilayah, area, dan cabang, melalui inisiatif BRAVE (Branch, Region, Area, Value, Empowerment). Dengan semangat “empowerment”, transformasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas jaringan BNI hingga ke unit operasional terkecil, yaitu memberdayakan kantor cabang dan kantor cabang pembantu.

Di samping itu, BNI menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sejalan dengan prioritas pemerintah dan Asta Cita, kontribusi tersebut difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, penguatan ekonomi desa, serta sektor riil.

Peran ini diwujudkan melalui pembiayaan yang terarah, penguatan layanan keuangan, dan optimalisasi digitalisasi agar program pembangunan berjalan efektif dan berdampak luas. (pa/jh. Foto: Dok. BNI)

Astra Agro Catatkan Laba Bersih Rp373 Miliar pada Kuartal I/2026

BusinessUpdate – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan pendapatan sebesar Rp7,5 triliun serta laba bersih Rp373 miliar pada kuartal I/2026, yang ditopang oleh efisiensi operasional dan pengendalian biaya.

Direktur Astra Agro Lestari Tingning Sukowignjo mengatakan, pendapatan tersebut tumbuh 6,8% secara tahunan (yoy), sementara bottom line melonjak 34,8% yoy.

Kinerja positif ini tidak terlepas dari strategi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi di seluruh lini operasional. Ini juga tercermin dari peningkatan net profit margin (NPM) menjadi 5% pada kuartal I/2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,9%.

“Pencapaian saat ini berkat dukungan berkelanjutan dari para stakeholders. Terima kasih atas kepercayaan dan dedikasi seluruh pihak yang senantiasa mendampingi perjalanan Astra Agro. Mari terus memperkuat kolaborasi ini demi mewujudkan pertumbuhan yang saling membawa manfaat ke depan,”jelas Tingning melalui keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).

Selain itu, kinerja perusahaan juga ditopang oleh peningkatan volume penjualan. Penjualan crude palm oil (CPO) dan produk turunannya naik 6,3% yoy, sementara penjualan kernel dan derivatifnya meningkat 9,8% yoy.

Perseroan memandang prospek harga CPO masih cukup positif sepanjang tahun ini, seiring dengan permintaan dan kebutuhan yang relatif stabil. Namun, perusahaan tetap mewaspadai sejumlah faktor eksternal, seperti kondisi cuaca dan usia tanaman, yang berpotensi mempengaruhi produksi.

Untuk menjaga kinerja hingga akhir tahun, Astra Agro menyiapkan strategi berbasis perencanaan matang dan alokasi biaya yang tepat sasaran, tanpa mengorbankan kualitas operasional. Langkah ini diambil guna mempertahankan daya saing biaya produksi, serta mengantisipasi volatilitas harga CPO dan dinamika geopolitik global. (rn/jh. Foto: Dok. Astra Agro)

Bank Neo Commerce Bukukan Laba Rp136,98 Miliar pada Kuartal I/2026

BusinessUpdate – PT Bank Neo Commerce Tbk atau BNC membukukan laba sebesar Rp136,98 miliar pada kuartal I/2026. Adapun, total aset perseroan pada periode ini sebesar Rp18,34 triliun.

“Kami terus berupaya untuk melanjutkan tren kinerja yang positif ke depan yang terbukti dengan raihan laba sebesar Rp136,98 miliar yang berhasil kami catatkan di kuartal pertama tahun 2026 ini,” kata Direktur Utama BNC Eri Budiono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp13,42 triliun per 31 Maret 2026, terkontraksi sebesar 1,97% dari Rp13,69 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, terjadi peningkatan pada tabungan sebesar 8,62% dari Rp3,22 triliun menjadi Rp3,50 triliun. Sedangkan deposito terkontraksi 2,18% dari Rp9,56 triliun menjadi Rp9,35 triliun.

Menurut Eri, kinerja itu selaras dengan strategi untuk meningkatkan komposisi dana murah dengan meningkatkan kapabilitas transaksi, yang menghasilkan rasio current account and saving account (CASA) sebesar 30,34% pada akhir kuartal I.

Penyaluran kredit tercatat sebesar Rp7,03 triliun, turun 17,24% dari sebelumnya Rp8,49 triliun. Non Performing Loan (NPL) neto per 31 Maret 2026 tetap terjaga sebesar 0,43%.

Dari sisi total aset, pada posisi 31 Maret 2026, total aset mengalami peningkatan sebesar 0,94%, dari sebelumnya Rp18,17 triliun menjadi Rp18,34 triliun.

Sedangkan dari sisi efisiensi, rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) per 31 Maret 2026 berada pada posisi 83,68 persen, Cost to Income ratio (CIR) tercatat sebesar 32,93 persen, dan Net Interest Margin (NIM) berada pada posisi 13,50 persen.

Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat 50,60 persen, meningkat signifikan dibandingkan 35,81 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang didorong oleh peningkatan laba bersih.

“Kami optimistis untuk tetap dapat meneruskan tren kinerja yang positif di sepanjang tahun 2026 ini, melanjutkan pencapaian positif yang telah BNC catatkan dalam satu atau dua tahun terakhir,” ujar Eri.

Dari sisi layanan, BNC sedang menggarap layanan Buy Now Pay later (BNPL) yang akan diluncurkan pada tahun ini. Layanan ini diluncurkan guna memperluas akses pembiayaan bagi nasabah. (ip/jh. Foto: Dok. Bank BNC)