Home Blog Page 30

KAI Lestarikan Enam Bangunan Bersejarah di Sumatera Utara

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I (KAI Divre I) Sumatera Utara berkomitmen merawat dan mengelola enam bangunan cagar budaya berusia di atas 100 tahun guna menjaga warisan sejarah perkeretaapian sekaligus mempertahankan fungsi pelayanan publik.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo mengatakan, pelestarian bangunan bersejarah merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kesinambungan sejarah jaringan perkeretaapian yang telah berkembang sejak 1880-an di bawah Deli Spoorweg Maatschappij (DSM).

“Bangunan-bangunan bersejarah yang berada di lingkungan KAI merupakan bagian dari perjalanan panjang perkeretaapian di Sumatera Utara. Karena itu, kami berkomitmen merawat dan mengelolanya dengan tetap memperhatikan nilai sejarah dan budaya yang melekat,” kata Anwar, Rabu (23/9/2026).

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, enam bangunan di wilayah kerja Divre I Sumut telah ditetapkan sebagai cagar budaya, terdiri atas satu gedung kantor dan lima bangunan stasiun.

Stasiun Binjai ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat nasional melalui Surat Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.01/PW.007/MKP/2010. Bangunan itu dinilai memiliki nilai sejarah, sosial, edukasi, ilmiah, kelangkaan, dan keaslian, serta tetap difungsikan sebagai pusat mobilitas rute Medan–Binjai.

Sementara itu, lima bangunan lainnya berada di Kota Medan dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Walikota Medan, yaitu Kantor Divre I Sumatera Utara, Stasiun Medan, Stasiun Pulubrayan, Stasiun Labuhan, dan Stasiun Belawan.

Meski rata-rata bangunan tersebut telah berusia lebih dari satu abad, perawatan secara berkelanjutan membuat aset heritage itu tetap berfungsi optimal sebagai sarana pelayanan pelanggan maupun operasional kantor.

Dalam melestarikan aset, KAI Divre I Sumut berkoordinasi dengan dinas kebudayaan pemerintah daerah, tim ahli cagar budaya, hingga Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK), untuk penyusunan kajian teknis pemugaran maupun kajian cagar budaya serta rekomendasi atau izin renovasi bangunan cagar budaya..

“Prinsipnya, pengelolaan bangunan cagar budaya harus tetap menjaga nilai penting dan karakter sejarahnya. Ketika diperlukan adaptasi untuk kebutuhan pelayanan, kami berkoordinasi dengan pihak yang berwenang dan kompeten,” tuturnya.

Atas komitmen pelestarian tersebut, Pemkot Medan memberikan penghargaan kepada KAI Divre I Sumut dalam ajang Award Cagar Budaya dan Tokoh Kebudayaan Kota Medan Tahun 2026 pada Selasa (22/9/2026). Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi KAI untuk terus menjaga keseimbangan antara pelestarian nilai sejarah dan pemenuhan kebutuhan transportasi modern.

“Kami ingin bangunan-bangunan ini tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga tetap hidup dan memberikan manfaat. Pelanggan dapat merasakan langsung pengalaman berada di ruang pelayanan yang bernilai sejarah sekaligus memenuhi kebutuhan perjalanan masa kini,” tutup Anwar. (rn/jh. Foto: Dok. Detik)

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan Sebesar 5,75 Persen

BusinessUpdate – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) pada level 5,75% melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan periode September 2026 yang berlangsung pada Selasa (22/9) dan Rabu (23/9/2026). Suku bunga deposit facility diputuskan untuk tetap pada level 4,75%. Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk tetap pada level 6,5%.

“Keputusan ini tetap konsisten dengan strategi stabilisasi nilai tukar di tengah tekanan eksternal yang masih kuat guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2,5 plus minus 1 persen pada 2026 dan 2027, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Bank Indonesia menyatakan akan terus memperkuat kebijakan insentif untuk menarik aliran masuk modal asing dan menjaga stabilitas nilai tukar serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran akan tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bank Indonesia memandang bahwa prospek perekonomian global belum kuat, disertai dengan ketidakpastian pasar keuangan yang tetap tinggi. Tensi perang di Timur Tengah yang kembali meningkat semakin mendorong tingginya harga minyak yang sempat menyentuh US$132 per barel, sebelum kemudian kembali turun ke level di bawah US$100 per barel pada 22 September 2026.

“Pertumbuhan ekonomi global 2026 diprakirakan masih lemah sekitar 3% dan diikuti tekanan inflasi yang meningkat menjadi sekitar 4%,” kata Destry. Ia mencatat, kebijakan moneter global menjadi lebih ketat, termasuk kenaikan suku bunga kebijakan moneter AS atau Fed Funds Rate (FFR) menjadi 3,75% hingga 4% pada September 2026, dengan kemungkinan peningkatan kembali yang masih tinggi.

Imbal hasil atau yield US Treasury juga meningkat seiring ekspektasi kenaikan Fed Funds Rate dan defisit anggaran pemerintah Amerika Serikat (AS) yang besar.

Lebih lanjut, referensi investor global terhadap investasi portfolio ke negara emerging market tertahan dan berdampak pada tetap kuatnya indeks mata uang dolar AS terhadap negara maju dan negara berkembang. “Kondisi ini mengharuskan penguatan respon dan sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna memperkuat ketahanan eksternal, menjaga stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik,” kata Destry. (pa/jh. Foto: Tangkap Layar YouTube BI)

‎Inovasi Tanpa Henti Jadikan Bank Nagari Kebanggaan Sumatra Barat


BusinessUpdate – Kian berubahnya zaman, dunia teknologi pun kian dinamis, PT Bank Nagari terus memantapkan eksistensinya sebagai institusi perbankan daerah yang bergerak maju, adaptif, dan berdaya saing global.
‎
‎Hal tersebut dibuktikan dengan keikutsertaan PT Bank Nagari dalam ajang Indonesia Digital Technology and Innovation (IDTI) Awards 2026 pada Rabu (23/09/2026).
‎
‎Dalam sesi penjurian yang berlangsung interaktif, dihadiri langsung oleh delegasi  PT Bank Nagari terdiri dari:
‎‎1. Zilfa Efrizon selaku Direktur Operasional
‎‎2. Yunasrul selaku Pemimpin Divisi Teknologi & Digitalisasi
‎‎3. Yosviandri Asril selaku Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan
‎‎4. Decky Suandy selaku Pemimpin Group Perencanaan & Quality Assurance
‎
‎Lebih lanjut, menghadapi tantangan industri perbankan modern, bank kebanggaan masyarakat Sumatra Barat ini senantiasa mengikuti tren pasar dan siap berkompetisi dalam ekosistem bisnis digital yang sehat.
‎
‎Transformasi ini bukan hanya menyoroti produk, melainkan telah tertuang secara komprehensif di dalam cetak biru (blueprint) Human Capital Bank Nagari. Salah satunya yakni membangun dan membudayakan digital culture bagi setiap insan Bank Nagari. Seluruh proses operasional yang sebelumnya konvensional didorong untuk beralih ke platform digital guna efisiensi dan produktivitas secara signifikan.
‎
‎Di hadapan dewan juri, PT Bank Nagari memperkenalkan Arsitektur Ekosistem Inovasi yang menopang seluruh lini bisnis dan operasional bank. Arsitektur ini dibagi menjadi 4 (empat) pilar strategis:
‎
‎Pilar 1 (Ritel): SuperApp & Self-Service
‎Fokus pada peningkatan pengalaman nasabah ritel melalui inovasi digital unggulan seperti aplikasi Ollin, TPE, CRM, hingga layanan perbankan tanpa kartu (Cardless).
‎
‎Pilar 2 (Korporasi): Solusi Pembayaran & B2B
‎Menghadirkan solusi finansial yang oke bagi segmen korporasi dan bisnis melalui platform NCM, perangkat EDC, perluasan adopsi QRIS, serta layanan Laku Pandai.
‎
‎Pilar 3 (Sektoral): Ekosistem Khusus
‎Mengembangkan solusi digital yang menyasar sektor-sektor spesifik dan pelayanan publik, meliputi sistem N-HOSIN, digitalisasi klinik, Digital Masjid, hingga layanan N-Retribusi.
‎
‎Pilar 4 (Internal): Akselerator Operasional
‎Memperkuat efisiensi kerja dari dalam melalui modernisasi sistem internal yang mencakup Back Office, LISS, NEO, dan SIM SDM.
‎
‎Selanjutnya sesi penjurian kembali bergulir dengan agenda pendalaman materi yang interaktif antara tim redaksi bersama dewan juri dan jajaran manajemen PT Bank Nagari. Diskusi menarik ini menyoroti terkait bagaimana kesiapan SDM Bank Nagari menghadapi perubahan teknologi yang begitu cepat.
‎
‎Menanggapi pertanyaan tersebut, Direktur Operasional Bank Nagari, Zilfa Efrizon menyampaikan bahwa jajaran direksi, komisaris, hingga level operasional terbawah memiliki komitmen penuh dalam mendorong layanan berbasis digital.
‎
‎Komitmen tersebut telah termaktub secara sistematis di dalam cetak biru (blueprint) Human Capital Bank Nagari. Fokus utamanya yakni membangun dan membudayakan digital culture bagi setiap insan perbankan, di mana seluruh proses manual dialihkan ke platform digital guna mendongkrak efisiensi serta produktivitas kerja.
‎
‎Salah satu implementasi yang dilakukan secara individu yaitu terkait penggunaan sistem absensi digital, lewat sistem ini, pegawai diwajibkan menjawab sejumlah pertanyaan terkait bisnis dan literasi digital terlebih dahulu sebelum dapat melakukan absen pulang, sebagai bagian dari pembentukan budaya kerja yang adaptif.
‎
‎Menjelang akhir sesi, perwakilan dewan juri yang melibatkan Pak Elvis, Prof. Yandra, Ibu Shelvie, Pak Haryono, dan Pak Djoharsjah memberikan berbagai masukan. Sesi tanya jawab ini sekaligus mencerminkan komitmen dan performa manajemen Bank Nagari dalam memaparkan progres kinerja yang selama ini dijalankan.

‎Menutup rangkaian penjurian, tim redaksi menyampaikan apresiasi dan harapan agar seluruh inovasi yang dihadirkan dapat membawa Bank Nagari kembali meraih pencapaian terbaik serta berjumpa di malam penganugerahan di Jakarta. (kiy)

Realisasi Capex Astra pada Semester I/2026 Sebesar Rp17 Triliun

BusinessUpdate – PT Astra International Tbk (ASII) telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp17 triliun hingga semester I/2026. Realisasi capex setara 42% dari total rencana belanja modal perseroan sepanjang tahun ini yang mencapai Rp36 triliun.

“Jadi benar sekali bahwa realisasi capex Astra Internasional di semester pertama ini sudah mencapai sekitar Rp17 triliun dari total rencana capex sekitar Rp 36 triliun,” ujar Head of Corporate Investor Relations Astra International, Tira Ardianti di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, sebagian besar realisasi capex berasal dari akuisisi sektor pertambangan, termasuk tambang emas Arafura Surya Alam yang dilakukan melalui PT United Tractors Tbk (UNTR). “Sementara sisanya merupakan capex rutin yang terutama juga digunakan untuk pembelian alat berat dari bisnis kontraktor pertambangan di Grup United Tractors,” paparnya.

Ia mengatakan, Astra akan mengalokasikan sisa belanja modal secara lebih disiplin hingga akhir tahun. Capex akan difokuskan untuk mendukung pertumbuhan bisnis perseroan ke depan.

“Untuk ke depannya, sisa belanja modal kami tentunya akan kami alokasikan untuk belanja modal yang lebih disiplin. Pastinya akan kami alokasikan untuk belanja modal yang mendukung pertumbuhan bisnis ke depannya,” tegasnya.

Ia menambahkan, Astra akan terus mengevaluasi penggunaan belanja modal untuk memastikan setiap investasi yang dilakukan dapat mendukung produktivitas bisnis perseroan. “Belanja modal ini dari waktu ke waktu terus kami evaluasi dan kami pastikan bahwa belanja modal itu juga harus mendukung produktivitas bisnis ke depannya,” lanjutnya.

Sebagai informasi, ASII mencatat pendapatan bersih konsolidasian sebesar Rp157,9 triliun pada semester I/2026, turun 3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara, laba bersih Grup, tidak termasuk pos non-recurring items, sebesar Rp14,9 triliun atau turun 7% secara tahunan. (ip/jh. Foto: Dok. ASII)

Mulai Oktober 2026 Bandara Husein Sastranegara Layani Penerbangan Internasional

BusinessUpdate – Mulai Oktober 2026 Bandara Husein Sastranegara Bandung diproyeksikan kembali melayani penerbangan internasional untuk rute Singapura dan Malaysia. Saat ini bandara masih menunggu kesiapan berbagai pihak, termasuk maskapai yang tengah mengurus perizinan penerbangan.

“Kalau menurut kesiapan dari Angkasa Pura, itu Oktober. Kesiapan dari maskapai juga bersamaan sedang mengurus izin-izin penerbangannya,” ujar Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam keterangan di Bandung, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, rute penerbangan internasional yang kemungkinan lebih dahulu dibuka adalah menuju Singapura dan Malaysia. Sejumlah maskapai juga telah berkomunikasi terkait rencana pengoperasian penerbangan dari Bandara Husein. Farhan menyebut beberapa maskapai yang telah berkomunikasi antara lain TransNusa, Lion Group, dan Scoot.

Sementara itu, Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan pihaknya bersama Kementerian Perhubungan tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk pembukaan kembali layanan penerbangan internasional dari Bandara Husein Sastranegara.

Menurut Rizal, layanan penerbangan internasional dari Bandara Husein diharapkan tidak hanya berlangsung sementara, tetapi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Rizal mengatakan Bandara Husein memiliki sejarah melayani penerbangan internasional, di antaranya menuju Singapura dan Kuala Lumpur. “Tapi mudah-mudahan akan bisa tidak hanya di Oktober, tetapi berkelanjutan. Tentu ini ada sejarahnya bahwa Husein pernah terbang dengan rute Singapura-Kuala Lumpur,” ujarnya.

Ia optimistis pembukaan kembali layanan internasional dapat mendorong bertambahnya maskapai yang beroperasi dari Bandara Husein Sastranegara. Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan adanya respons positif dari maskapai maupun calon penumpang terhadap reaktivasi bandara.

“Mungkin hari ini juga jumlah airline-nya akan bertambah dari sebelumnya. Ini saya kira adalah efek positif yang direspons oleh airline itu sendiri dan tentunya para calon penumpang,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. Angkasa Pura)

Menyulap Eks Penjara Tan Malaka Menjadi Destinasi Wisata Sejarah

BusinessUpdate – Kodam V/Brawijaya dan Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menjajaki pemanfaatan Rumah Tahanan Militer (RTM) Madiun yang pernah menjadi tempat penahanan Tan Malaka untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin bersama Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun meninjau bangunan RTM di Kelurahan Pangongangan, Kota Madiun, Jawa Timur, Selasa (22/9/2026).

Rudy mengatakan pemanfaatan RTM yang merupakan aset Kodam V/Brawijaya masih harus melalui proses administrasi dan perizinan. “Rencana ke depan akan kita manfaatkan. Ini salah satu lahan yang menjadi aset Kodam. Nanti kita akan urus perizinannya, kita bereskan semua administrasinya,” kata Rudy.

Setelah proses tersebut selesai, Kodam V/Brawijaya terbuka bekerja sama dengan Pemkot Madiun untuk memanfaatkan kawasan itu bagi kepentingan masyarakat. “Insya Allah kalau sudah beres kita punya wacana untuk memanfaatkan dengan Pemerintah Kota Madiun menjadi salah satu tempat yang mungkin bisa bermanfaat untuk masyarakat,” lanjutnya.

Dari hasil peninjauan, Rudy menilai bangunan utama RTM masih kokoh, meskipun membutuhkan perawatan dan penataan sesuai konsep pemanfaatan yang nantinya disusun bersama Pemkot Madiun.

Lokasi RTM yang berdekatan dengan kawasan Pahlawan Street Center (PSC) juga dinilai strategis untuk dikembangkan sebagai bagian dari destinasi wisata sejarah di Kota Madiun.

Bangunan RTM memiliki nilai sejarah karena pernah menjadi tempat penahanan tokoh nasional Tan Malaka pada November 1947 hingga Mei 1948. Sejumlah karya Tan Malaka juga ditulis selama berada di Penjara Madiun.

Pemkot Madiun sebelumnya telah menggagas pemanfaatan RTM sebagai destinasi wisata sejarah. Pada Juni 2026, Pemkot bersama TNI melakukan pembersihan kawasan tersebut sebagai langkah awal penataan.

Pemkot merancang kawasan itu menjadi bagian dari paket wisata bangunan bersejarah bersama sejumlah bangunan heritage lain di Kota Madiun. Dengan penataan tersebut, kawasan RTM diharapkan dapat menunjang pengembangan wisata sejarah sekaligus memperkuat kawasan wisata Pahlawan Street Center. (rn/jh. Foto: Dok. RRI)

PT PAL Siap Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Sesuai Kebutuhan TNI AL

BusinessUpdate – PT PAL Indonesia (Persero) menyiapkan kemampuan maintenance, repair and overhaul (MRO) serta modernisasi kapal induk Giuseppe Garibaldi sesuai dengan kebutuhan operasional TNI Angkatan Laut (TNI AL).

“Modernisasi kapal menuntut pemahaman yang utuh terhadap kondisi aktual platform, karakteristik sistem yang sudah terpasang, serta kebutuhan operasional pengguna,” kata CEO PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, dalam keterangan resmi, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, proses modernisasi harus diawali dengan pemahaman menyeluruh terhadap kondisi platform dan sistem yang telah terpasang agar pekerjaan dapat dilakukan secara terukur. Proses modernisasi akan dimulai dari inspection dan condition assessment, dilanjutkan dengan engineering, penentuan lingkup pekerjaan, integrasi sistem, hingga testing dan commissioning.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PAL Indonesia akan berkolaborasi dengan Fincantieri selaku pembangun kapal yang nantinya akan mengintegrasikan kebutuhan modernisasi dengan kondisi aktual kapal yang telah beroperasi selama lebih dari empat dekade.

Modernisasi kapal yang telah beroperasi memiliki tantangan berbeda dibandingkan pembangunan kapal baru dengan tahapannya antara lain meliputi condition assessment, inspeksi, kajian rekayasa, identifikasi teknologi yang sudah tidak lagi sesuai (obsolescence), hingga integrasi sistem lama dengan teknologi baru.

Menurut Kaharuddin, pengalaman lebih dari empat dekade dalam perbaikan kapal menjadi salah satu modal PT PAL untuk menangani pekerjaan modernisasi. Kapabilitas tersebut mencakup perbaikan platform, sistem propulsi, kelistrikan, navigasi, komunikasi, sensor, hingga integrasi sistem persenjataan.

Pengalaman tersebut juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia dan penguasaan teknologi industri pertahanan nasional melalui kolaborasi dengan pemilik teknologi. “Kapabilitas PT PAL dalam MRO dan modernisasi menjadi basis untuk menjalankan tahapan tersebut secara sistematis,” kata Kaharuddin.

Modernisasi Giuseppe Garibaldi diharapkan tidak hanya berorientasi pada perbaikan kondisi teknis kapal, tetapi juga menyesuaikan kemampuan platform dengan kebutuhan operasi TNI AL dan karakteristik lingkungan maritim Indonesia.

Penguatan kemampuan MRO dan mid-life modernization (MLM) menjadi bagian dari pengembangan kemampuan industri galangan nasional dalam memperpanjang usia pakai dan menjaga kesiapan operasional kapal yang telah memasuki masa penggunaan panjang.

Melalui kerja sama dengan Fincantieri, PT PAL Indonesia berupaya mendukung kebutuhan TNI AL sekaligus memperluas penguasaan kemampuan rekayasa dan teknologi dalam negeri pada sektor pemeliharaan serta modernisasi kapal perang.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menambahkan kapal induk Giuseppe Garibaldi perlu menjalani modernisasi agar mesin, teknologi, dan perlengkapannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta doktrin operasi TNI AL termasuk kondisi lingkungan maritim tropis Indonesia. (ip/jh. Foto: Dok. PAL)

Laba Sebelum Pajak BSN Sampai Agustus 2026 Sebesar Rp721 Miliar

BusinessUpdate – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp721 miliar hingga Agustus 2026, meningkat 36,72% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan laba perseroan didorong oleh ekspansi pembiayaan serta pertumbuhan ekosistem digital yang semakin solid.

“Dari sisi fungsi intermediasi, Bank BSN tercatat menyalurkan total pembiayaan mencapai Rp 63,2 triliun, melesat 26,12 persen (yoy). Meningkatnya pembiayaan ini menjadi katalis utama bagi pertumbuhan aset perseroan,” kata Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor, dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026).

Adapun total aset Bank BSN per 31 Agustus 2026 tercatat sebesar Rp81,5 triliun, naik 20,75% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan pembiayaan tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan memperluas penyaluran pembiayaan di berbagai sektor dengan tetap menjaga likuiditas.

“Kinerja solid hingga Agustus 2026 ini merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk terus memperluas penetrasi pembiayaan yang sehat di berbagai sektor, sekaligus memastikan likuiditas tetap terjaga dengan baik,” ujar Alex.

Sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan dan aset, Bank BSN juga mencatatkan pertumbuhan pada sisi pendanaan. Alex menambahkan, efisiensi operasional dan pertumbuhan dana murah turut ditopang oleh adopsi layanan perbankan digital perseroan yang semakin masif.

Menurutnya, pengembangan layanan digital menjadi salah satu bagian dari strategi Bank BSN dalam memperkuat ekosistem perbankan dan meningkatkan akses nasabah terhadap layanan keuangan.

Dari sisi digitalisasi, platform mobile banking Bale Syariah by BSN mencatatkan pertumbuhan penggunaan hingga Agustus 2026. Pengguna aktif Bale Syariah by BSN telah mencapai 238.897 pengguna. Sementara itu, frekuensi transaksi pada platform tersebut mencapai 3,29 juta kali.

Adapun volume transaksi digital Bale Syariah by BSN tercatat menembus sekitar Rp6,57 triliun. Alex mengatakan, peningkatan aktivitas transaksi digital tersebut menunjukkan perkembangan penggunaan layanan perbankan digital di perseroan.

“Akselerasi transaksi digital melalui Bale Syariah by BSN membuktikan bahwa strategi digitalisasi BSN berada di jalur yang tepat dan semakin relevan dengan kebutuhan nasabah,” ungkapnya. Ia menambahkan, pengembangan layanan digital juga menjadi bagian dari upaya Bank BSN untuk memperluas jangkauan layanan kepada nasabah.

Alex menegaskan, pertumbuhan kinerja fundamental dan perluasan jangkauan digital Bank BSN diarahkan untuk mendukung pengembangan industri perbankan syariah nasional. Perseroan menyatakan komitmennya untuk terus memperluas layanan keuangan, sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Adapun hingga Agustus 2026, Bank BSN mencatatkan pertumbuhan laba sebelum pajak, pembiayaan, aset, dan dana pihak ketiga, serta peningkatan penggunaan layanan digital Bale Syariah by BSN. (ip/jh. Foto: Dok. BSN)

Alam Sutera Luncurkan Hunian Premium di Cluster Gramercy

BusinessUpdate – PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) meluncurkan hunian premium tipe terbaru AGNA di cluster The Gramercy di kawasan Alam Sutera, Tangerang. Hunian tersebut menyasar segmen keluarga menengah atas dengan menawarkan luas bangunan dan lahan yang lebih besar serta fleksibilitas ruang.

Direktur Pemasaran Alam Sutera, Lilia S. Sukotjo mengatakan AGNA menjadi bagian strategi pengembangan The Gramercy yang menyasar kebutuhan keluarga dari segmen ekonomi menengah atas.

“AGNA melengkapi perjalanan The Gramercy sebagai kawasan hunian yang terus berkembang mengikuti kebutuhan keluarga modern. Melalui tipe ini, kami ingin menghadirkan rumah yang tidak hanya relevan untuk hari ini, tetapi juga mampu memberikan nilai dan kenyamanan bagi keluarga di masa mendatang,” ujar Lilia melalui keterangan pers, Selasa (22/9/2026).

The Gramercy berada di koridor Green Tunnel, salah satu kawasan hunian yang dikembangkan Alam Sutera dengan karakter lingkungan hijau. Kawasan tersebut ditunjang akses menuju Tol Jakarta-Tangerang serta kedekatan dengan fasilitas komersial, pendidikan, kesehatan, dan pusat gaya hidup.

Ia mengatakan, pengembangan AGNA merupakan bagian dari upaya perusahaan menyesuaikan produk hunian dengan kebutuhan keluarga yang terus berkembang. AGNA mengusung konsep Redefining Bold and Vibrant Luxury Living. Hunian ini memiliki luas tanah 480 meter persegi dan luas bangunan 574 meter persegi.

Dari sisi desain, AGNA mengadopsi gaya modern-klasik dengan penggunaan kaca floor-to-ceiling untuk mengoptimalkan pencahayaan alami. Sementara itu, konsep open-plan layout diterapkan pada area living-dining untuk menciptakan ruang yang lebih fleksibel.

Hunian itu juga memiliki lima kamar tidur yang dilengkapi kamar mandi dalam. Pada lantai dua tersedia private balcony dan multifunctional area yang dapat dimanfaatkan sebagai family lounge, ruang kerja, perpustakaan, ruang hobi, maupun area bermain anak.

Untuk menunjang segmen premium, AGNA dilengkapi sejumlah spesifikasi, termasuk lantai marmer impor, smart home system, pintu garasi otomatis, smart door lock, perlengkapan sanitasi Villeroy & Boch, TOTO Neorest Smart Toilet, private lift, dan kolam renang pribadi.

Selain menawarkan produk baru, Alam Sutera juga terus memperkuat fasilitas kawasan The Gramercy. The Grand Clubhouse ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026 dengan fasilitas berupa kolam renang semi-olimpiade, professional-grade indoor gym, lounge, dan area barbeku.

Fasilitas pendukung lainnya mencakup outdoor gym, multicourt, taman bermain anak, ruang terbuka hijau, serta sistem keamanan 24 jam. Area lanskap di kawasan tersebut dirancang oleh arsitek lanskap Karl Princic. Pengembangan fasilitas dan produk baru tersebut dilakukan setelah The Gramercy menyelesaikan proses serah terima unit kepada penghuni pada 2025.

Dengan jumlah unit yang terbatas, AGNA diposisikan sebagai tipe hunian dengan spesifikasi tertinggi di The Gramercy. Peluncuran produk tersebut sekaligus menambah pilihan properti premium Alam Sutera di tengah pengembangan kawasan hunian dan komersial yang terus berlanjut. (pa/jh. Foto: Dok. Alam Sutera)

Petrokomia Gresik Manfaatkan Silika Sebagai Penyaring Belerang Cair

BusinessUpdate – PT Petrokimia Gresik (Persero) mengembangkan inovasi pemanfaatan produk samping silika sebagai bahan penyaring belerang cair dalam proses produksi asam sulfat. Inovasi tersebut diproyeksikan mampu memberikan potensi penghematan hingga sekitar Rp259,6 juta per tahun.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, inovasi ini dikembangkan untuk memanfaatkan produk samping silika sekaligus mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap bahan penyaring yang diperoleh dari pihak lain.

“Selama ini, penyaringan belerang cair menggunakan diatomaceous earth yang diperoleh dari pihak lain. Melalui inovasi ini, kami tidak hanya menemukan solusi atas produk samping silika yang dihasilkan perusahaan, tetapi juga menghadirkan alternatif bahan penyaring yang dapat mendukung efisiensi proses produksi,” ujar Daconi dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9/2026).

Silika hasil samping produksi aluminium fluorida Silika yang dimanfaatkan dalam inovasi tersebut merupakan produk samping dari proses produksi aluminium fluorida (AlF3) di Petrokimia Gresik. Setiap bulan, unit produksi aluminium fluorida menghasilkan sekitar 990 ton silika dalam bentuk padatan.

Volume produk samping tersebut membutuhkan pengelolaan serta area penyimpanan yang memadai. Kondisi tersebut mendorong perusahaan mengembangkan silika sebagai bahan alternatif penyaring pada proses produksi asam sulfat.

Asam sulfat merupakan salah satu bahan yang digunakan dalam proses produksi pupuk. Dalam proses pembuatannya, terdapat tahapan penyaringan belerang cair untuk menghasilkan bahan yang bersih dan memenuhi standar mutu. Melalui inovasi ini, silika yang dihasilkan dari proses produksi aluminium fluorida dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan penyaring dalam proses tersebut.

Sebelumnya, proses penyaringan belerang cair menggunakan diatomaceous earth yang diperoleh dari pihak lain. Dengan pemanfaatan silika hasil samping, Petrokimia Gresik mengurangi kebutuhan terhadap bahan penyaring eksternal sekaligus mengoptimalkan penggunaan material yang dihasilkan dari proses produksinya. Baca juga:

Dari sisi ekonomi, pemanfaatan silika sebagai bahan alternatif penyaring diproyeksikan memberikan potensi penghematan hingga sekitar Rp259,6 juta per tahun. Efisiensi tersebut berasal dari pengurangan kebutuhan pembelian diatomaceous earth serta optimalisasi pemanfaatan produk samping silika yang sebelumnya memerlukan pengelolaan dan penyimpanan tersendiri.

Daconi mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mengembangkan produk samping menjadi material yang memiliki nilai guna bagi kegiatan operasional.

Daconi menyampaikan, inovasi pemanfaatan silika tersebut telah memperoleh Sertifikat Paten Sederhana dari Kementerian Hukum RI. Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Hukum Supratman Andi Agtas kepada Senior Vice President (SVP) Operasi III Petrokimia Gresik Bambang Ariwibowo, yang mewakili manajemen perusahaan.

Perolehan Sertifikat Paten Sederhana tersebut juga disebut menjadi pengakuan terhadap inovasi yang dikembangkan Petrokimia Gresik untuk menjawab kebutuhan operasional perusahaan. Selain pemanfaatan dalam proses produksi asam sulfat, inovasi tersebut membuka peluang pengembangan penggunaan silika secara lebih luas, termasuk untuk kebutuhan industri lain dengan karakteristik proses yang serupa. (pa/jh. Foto: Petrokimia)