Home Blog Page 31

Bank BJB Tunjuk Susi Pudjiastuti Sebagai Komisaris Utama Independen

BusinessUpdate – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BJB (BJBR) Tahun Buku 2025 menyetujui pembagian dividen sebesar Rp900 miliar atau setara Rp85,54 per lembar saham.

Selain pembagian dividen, RUPST Bank BJB beragendakan perubahan direksi dan komisaris. Sejumlah nama masuk dalam jajaran baru, termasuk Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya merekomendasikan figur berintegritas untuk mengisi posisi strategis.

“Saya merekomendasikan orang-orang yang memiliki integritas,” ujar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di Bandung, Selasa (28/4/2026).

Menurut Dedi, Susi Pudjiastuti memiliki kapasitas dalam memberikan nasihat kepada Gubernur dalam pengambilan keputusan.

Posisi Susi Pudjiastuti efektif setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (PKK) dan memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Sepanjang 2025, Bank BJB mencatat total aset sebesar Rp221,3 triliun. Hal ini menjadikan Bank BJB sebagai bank pembangunan daerah dengan aset terbesar di Indonesia.

Kinerja ini didukung oleh penguatan teknologi, penguasaan pasar, serta kolaborasi dengan pemegang saham. Perusahaan menegaskan akan terus mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta memperluas layanan.

Berikut susunan baru Dewan Komisaris dan Direksi Bank BJB:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Independen: Susi Pudjiastuti (menunggu persetujuan OJK)
Komisaris Independen: Novian Herodwijanto
Komisaris Independen: Eydu Oktain Panjaitan (menunggu persetujuan OJK)
Komisaris: Rudie Kusmayadi
Komisaris: Herman Suryatman
Komisaris: Tomsi Tohir

Direksi
Direktur Utama: Ayi Subarna
Direktur Kepatuhan: Asep Dani Fadillah
Direktur Keuangan: Hana Dartiwan
irektur Korporasi dan UMKM: Mulyana
Direktur Konsumer dan Ritel: Nunung Suhartini
Direktur Teknologi Informasi: Muhammad As’adi Budiman
Direktur Operasional: Herfinia

(rn/jh. Foto: Dok. Antara)

Astra Targetkan Desa Menjadi pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

BusinessUpdate – PT Astra International membidik kawasan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan komoditas unggulan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Astra memandang desa bukan hanya sebagai objek pemberdayaan, tetapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Melalui pengembangan komoditas unggulan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, Astra ingin memastikan masyarakat tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memiliki daya saing dan akses pasar yang berkelanjutan.

Untuk itu, Astra terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan komoditas unggulan lokal melalui program Desa Sejahtera Astra yang dijalankan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Hingga 2025, program Desa Sejahtera Astra telah menjangkau 1.533 desa di 180 kabupaten di seluruh Indonesia, dengan rata-rata peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 56,85% serta menciptakan lebih dari 3.700 lapangan kerja baru.

Selain itu, sebanyak 492 desa telah berhasil menembus pasar ekspor ke 26 negara dengan total valuasi mencapai sekitar Rp411 miliar.

Boy mengatakan Astra menjadi bagian dalam Kolaborasi Kampus Berdampak melalui pendekatan one village one CEO (OVOC) yaitu sebuah program pengembangan ekosistem bisnis desa hulu-hilir berbasis produk unggulan lokal yang dilaksanakan pada Jumat (24/4/2016) di Desa Sejahtera Astra Kabupaten Bandung Barat.

Masyarakat setempat mengembangkan komoditas hortikultura seperti selada air, labu, tomat, buncis kenya, cabai, kol merah, dan paprika, serta didukung dalam peningkatan kapasitas produksi, kualitas hasil panen, dan perluasan akses pasar, dengan tingkat penyerapan produk yang optimal.

Melalui program Desa Sejahtera Astra Bandung Barat petani mengalami peningkatan pendapatan dari Rp1,2 juta menjadi Rp2,5 juta per bulan.

Selain itu, Astra juga telah melakukan pendampingan di Desa Sejahtera Astra Lombok Utara sejak tahun 2019 dan telah melibatkan 432 masyarakat dari 16 desa melalui pelatihan komprehensif mulai dari budidaya hingga pascapanen, pengolahan hasil pertanian, sertifikasi produk, hingga penguatan sarana produksi.

Melalui proses tersebut, masyarakat mengembangkan komoditas unggulan seperti porang, sorgum, kemiri, mete, kelor, dan cabai sebagai penggerak ekonomi desa, yang turut mendorong peningkatan pendapatan masyarakat dari sebelumnya di bawah Rp1 juta menjadi sekitar Rp3 juta per bulan serta membuka peluang kerja baru.

“Semangat Astra dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia,” tutup Boy. (pa/jh. Foto: Dok. Astra)

‎Tracon Industri Perkuat Komitmen SDGs Lewat Sejumlah Aksi Nyata


BusinessUpdate – Makin hari  fluktuasi ekonomi global tidak menentu, masyarakat kerap menjadi kelompok yang paling pertama merasakan akibatnya. Inflasi harga pangan dan terbatasnya akses terhadap perlindungan sosial formal menciptakan “gap kesejahteraan” yang semakin lebar.

‎Disinilah peran sektor swasta tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan katalisator vital bagi stabilitas sosial, PT Tracon Industri berkontribusi mengimplementasikan program kesehatan yang menyentuh langsung aspek fundamental masyarakat.

‎Melalui wawancara penjurian Indonesia CSR Brilliance Awards 2026, Perusahaan ini melaporkan keberhasilan Program Pasar Murah yang selaras dengan misi SDGs 2: Tanpa Kelaparan. Melalui inisiatif tersebut, sebanyak 1.010 paket sembako didistribusikan kepada warga dengan harga yang sangat terjangkau guna menjaga stabilitas pangan di level akar rumput. Ini bukan sekadar bantuan satu waktu, namun menjadi upaya menjaga gizi masyarakat tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi.

‎Dalam sesi penjurian tersebut dihadiri jajaran manajemen Tracon Industri, di antaranya Lutfi Aditya Rahman selaku SVP Secretary & Strategy, Fatahillah selaku VP Corporate Communication & Secretary dan Dhimas selaku Staff Corporate Communication.

‎Selain pasar murah, Lutfi memaparkan komitmen kesehatan diwujudkan melalui program rutin Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran deteksi dini penyakit sekaligus menyokong stok darah nasional. Secara internal, Tracon juga memastikan produktivitas SDM tetap terjaga melalui Annual Medical Check-up (MCU) rutin bagi seluruh karyawan.

‎Lebih lanjut, isu yang tak kalah butuh perhatian yakni nasib pekerja rentan. Biasanya mereka yang bekerja keras setiap hari namun tidak memiliki kontrak formal atau asuransi kecelakaan kerja. Guru ngaji, tukang sapu, dan pedagang kaki lima merupakan kelompok yang paling rapuh jika terjadi risiko kesehatan atau kecelakaan.

‎Lantaran hal tersebut muncul konsep Perlindungan Inovatif bagi Pekerja Rentan. Salah satu poin yang dipaparkan juga terkait keberlanjutan program Jaminan Perlindungan Pekerja Rentan dari Tracon. Dengan mendaftarkannya ke dalam sistem BPJS Ketenagakerjaan, perusahaan telah memberikan “ketenangan pikiran” kepada para pekerja yang sebelumnya tidak tersentuh jaring pengaman sosial.

‎Selama dua tahun berturut-turut, Tracon telah memberikan asuransi sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi 300 warga yang bekerja di sektor informal di sekitar wilayah operasional Kalibata.

‎Beralih ke pilar lingkungan, Tracon menyoroti begitu penting Transformasi Lingkungan di lokasi proyek Operation & Maintenance SKG 8 Musi Timur, ‎Jl Raya Suka Karya, Desa Ciptodadi, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera
‎Selatan.

‎Mengingat terdapat isu rendahnya kualitas air bersih, perusahaan melakukan intervensi teknis dengan membangun infrastruktur sanitasi yang layak.

‎Intervensi tersebut mencakup penambahan 2 set filter air bersih berteknologi pasir aktif, mangan, dan karbon, pemasangan pipa penyalur, hingga penyediaan toren kapasitas besar (2000 liter). Upaya konkret perusahaan dilakukan untuk mendukung SDGs 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak.

‎Terakhir dalam penutup penjurian, Lutfi mengatakan, “Para Dewan Juri ini out of the box, pertanyaannya seluruhnya berbobot, tapi Pak Haryono beliau sangat sistematis karena menanyakan metode pengukuran hingga sistem evaluasinya. Menurut saya juga seluruh Dewan Juri cukup bagus dan sangat bermanfaat. Masukan-masukannya kami catat untuk pengembangan kami ke depannya. Itu merupakan masukan yang sangat baik bagi kami.” (kiy)

Kuartal I/2026 Bank Nagari Raih Laba Bersih Rp110,61 Miliar

BusinessUpdate – PT Bank Nagari membukukan laba bersih sebesar Rp110,61 miliar pada kuartal I/2026. Angka ini turun 5,96% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp117,62 miliar.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan pada Selasa (28/4/2026), perolehan laba bersih pada periode ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp486,41 miliar, naik 6,44% yoy dibanding raihan kuartal I/2025 yang sebesar Rp456,98 miliar.

Hingga Maret 2026, beban operasional lainnya mengalami peningkatan 17,67% yoy dari Rp321,66 miliar menjadi Rp378,48 miliar. Meningkatnya beban operasional lainnya didorong oleh membengkaknya sejumlah komponen nonbunga.

Di antaranya, impairment yang naik 36,82% yoymenjadi Rp71,15 miliar dan beban tenaga kerja yang meningkat 20,06% yoy menjadi sebesar Rp241,97 miliar.

Adapun, Bank Nagari mencatatkan laba operasional sebesar Rp107,92 miliar hingga Maret 2026. Realisasi itu menyusut 20,25% yoy dari kuartal I/2025 yang sebesar Rp135,32 miliar. Pada saat yang sama, perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba nonoperasional sebesar 118,99% yoy dari Rp15,47 miliar pada kuartal I/2025 menjadi Rp33,88 miliar pada kuartal I/2026.

Dari sisi fungsi intermediasi, total penyaluran kredit Bank Nagari mencapai Rp20,41 triliun. Dibandingkan dengan realisasi kuartal I/2025 yang sebesar Rp21,24 triliun, realisasi pada periode ini mengalami koreksi 3,89% yoy.

Kemudian dari sisi penghimpunan dana, Bank Nagari mencatatkan total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp27,18 triliun, tumbuh tipis 1,18% yoy dari periode yang sama tahun lalu Rp26,86 triliun. Pertumbuhan DPK pada periode ini utamanya ditopang oleh pertumbuhan simpanan giro sebesar 61,37% yoy menjadi Rp5,04 triliun. Pada kuartal I/2025, simpanan giro Bank Nagari mencapai Rp3,12 triliun.

Melihat indikator keuangan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) perusahaan meningkat dari 21,13% menjadi 21,99%. Untuk kualitas kredit, Bank Nagari mencatat NPL gross sebesar 2,65% meningkat dari kuartal I/2025 sebesar 2,07% dan NPL net 0,85% dari sebelumnya 0,50%.

Sementara itu, pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) Bank Nagari meningkat dari 5,86% menjadi 6,20%, sedangkan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) naik dari 83,10% menjadi 86,02% pada kuartal I/2026. (pa/jh)

BRIN Kembangkan Riset Monitoring Real Time untuk Cegah Kecelakaan Kereta Api

BusinessUpdate – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan riset monitoring secara real time untuk mengaudit kondisi rel di atas jembatan guna mencegah dan menekan kecelakaan kereta api di Indonesia.

Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan hal tersebut sebagai respons atas kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek yang menabrak kereta rel listrik (KRL) atau commuter Line di Bekasi Timur hingga menelan korban jiwa 15 orang dan 76 luka-luka.

“Dalam konteks perkeretaapian, kita tidak hanya berbicara tentang aspek sarana, tetapi juga aspek prasarana. Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah Structural Health Monitoring System (SHMS), yang digunakan untuk audit jembatan kereta api secara real time. Sistem ini sangat bermanfaat, khususnya bagi PT KAI dalam menjaga keselamatan dan keandalan infrastruktur,” katanya di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Arif menjelaskan, berbagai kajian telah dilakukan, termasuk riset pemodelan performa dan populasi kereta cepat, serta pengembangan prototipe sistem otomasi dan persinyalan. Dari berbagai kajian tersebut, terdapat sejumlah teknologi yang terus didalami oleh peneliti di BRIN.

Secara keseluruhan, Arif menambahkan bahwa riset di bidang perkeretaapian yang sedang dilakukan BRIN terus berkembang, dengan sekitar 20 kajian yang sedang berjalan, dan seluruh fasilitas serta alat ujinya juga telah tersedia.

“Ke depan, berbagai kejadian terbaru dapat menjadi tema riset lanjutan, mengingat kecelakaan kereta api umumnya bersifat multi-aspek, yang meliputi faktor teknologi, perilaku, dan sosial, karena kereta api merupakan sebuah ekosistem, sehingga persoalannya tidak bisa dilihat dari satu sisi saja,” ujarnya.

Kepala BRIN juga mengemukakan, ekosistem perkeretaapian yang sangat beragam tersebut menjadi bahan kajian bagi para peneliti. Selain itu, BRIN juga tengah melakukan revitalisasi kerja sama dengan PT Industri Kereta Api (INKA) di Madiun, Jawa Timur, untuk memperkuat kolaborasi di sektor tersebut.

“BRIN tidak hanya fokus pada riset teknologi, tetapi juga mencakup aspek hukum, sosial, dan kebijakan, guna memberikan solusi komprehensif bagi berbagai tantangan nasional,” tutup Arif Satria. (ip/jh. Foto: Dok. Data Logger Indonesia)

Langkah Pemerintah Amankan Ketersediaan Pupuk Subsidi

BusinessUpdate – Pemerintah mengambil sejumlah langkah strategis untuk mengamankan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani sebagai antisipasi dampak konflik global khususnya di kawasan Timur Tengah yang dapat memicu kenaikan harga bahan baku.

Ketua Tim Kerja Alokasi Pupuk Bersubsidi Direktorat Pupuk, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian Yustina Retno Widiati menyatakan, konflik Timur Tengah mendorong kenaikan harga pupuk dan bahan bakunya, disebabkan adanya hambatan logistik pasca tutupnya Selat Hormuz.

“Gejolak ini perlu diantisipasi karena dapat memicu kenaikan harga pupuk secara signifikan. Apalagi bahan baku pupuk P (phosphor) dan K (Kalium) tidak tersedia di Indonesia, sehingga sangat bergantung pada pasar internasional,” kata Yustina di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah mengambil beberapa upaya antisipasi mengamankan pupuk subsidi petani, diantaranya, pembayaran subsidi pupuk lebih awal untuk pengadaan bahan baku, sehingga pembelian dapat dilakukan sebelum harga melonjak.+

Selain itu, pemerintah memastikan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi tidak mengalami perubahan guna menjaga daya beli petani. Upaya lain meliputi pengajuan tambahan anggaran subsidi jika kebutuhan meningkat, serta mendorong penggunaan pupuk organik untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik.

“Penggunaan pupuk organik, baik bersubsidi maupun mandiri dari bahan lokal, menjadi salah satu solusi strategis menghadapi ketidakpastian global,” jelasnya.

Yustina menegaskan di tengah tekanan geopolitik global yang berdampak pada sektor pertanian, pemerintah terus memperbaiki tata kelola pupuk subsidi, misalnya, alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 difokuskan pada dua sektor utama, yakni pertanian dan perikanan.

Untuk sektor pertanian terdapat 10 komoditas prioritas yang mencakup tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai, dan ubi kayu; hortikultura seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih; serta komoditas perkebunan yakni kopi, tebu rakyat, dan kakao.

Per Januari 2026, jumlah petani yang telah mengajukan kebutuhan pupuk melalui sistem e-RDKK mencapai 14,45 juta NIK, sedangkan sektor perikanan melalui e-RPSP tercatat sebanyak 101.678 NIK.

Perbaikan tata kelola juga dilakukan dalam proses penyaluran pupuk. Distribusi dilakukan Pupuk Indonesia, yang bertanggung jawab mulai dari proses produksi hingga penyaluran ke titik serah.

Pupuk kemudian disalurkan melalui jaringan distributor hingga pengecer resmi, gabungan kelompok tani (gapoktan), kelompok pembudidaya ikan (pokdakan), dan koperasi. ”Kini petani dapat menebus pupuk bersubsidi di kios resmi dengan menunjukkan KTP dan Kartu Tani sesuai ketentuan,” katanya.

Sementara itu SVP Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero), Junianto Simare Mare memastikan kondisi tersebut tidak akan mengganggu ketersediaan pupuk nasional.

Dari sisi kapasitas produksi, Pupuk Indonesia menempati posisi strategis di tingkat global. Perusahaan ini tercatat sebagai salah satu produsen amonia dan urea terbesar di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, hingga Afrika Utara.

Kapasitas produksi urea mencapai sekitar 9,4 juta ton per tahun, melampaui sejumlah produsen besar dunia seperti China dan Qatar. Sementara itu, produksi pupuk NPK mencapai 4,6 juta ton dan pupuk lainnya sekitar 0,8 juta ton per tahun.

Pada 2026, BUMN tersebut menargetkan produksi urea sebesar 7,9 juta ton. Sementara itu, kebutuhan domestik diperkirakan mencapai 6,4 juta ton, termasuk untuk pupuk bersubsidi.

Surplus produksi tersebut, menurut Junianto membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor dan memperkuat posisinya sebagai pemain penting di industri pupuk global.

Meski memiliki kekuatan di sisi produksi dan distribusi, konflik di kawasan Selat Hormuz tetap membawa dampak signifikan terhadap rantai pasok pasar global, namun untuk Indonesia, dampaknya relatif dapat dikendalikan terutama untuk produk urea.

Hal ini tidak terlepas dari ketersediaan bahan baku utama urea, yaitu gas alam, yang masih dapat dipenuhi dari dalam negeri. Dengan kondisi tersebut, Indonesia tidak bergantung pada impor untuk produksi urea, bahkan memiliki kapasitas yang melebihi kebutuhan nasional.

Sementara itu, untuk bahan baku lain seperti KCl dan fosfat, Junianto mengatakan, perusahaan memperoleh pasokan dari negara-negara di luar kawasan konflik, seperti Rusia, Kanada, Belarus, Mesir, dan Maroko, sehingga relatif tidak terdampak langsung oleh penutupan Selat Hormuz.

Sedangkan untuk sulfur, sebagian pasokan memang berasal dari kawasan Timur Tengah, seperti Qatar dan Kuwait, sehingga Pupuk Indonesia telah menyiapkan langkah mitigasi dengan mencari sumber alternatif guna memastikan kelangsungan produksi. (ip/jh. Foto: Dok. Pupuk Indonesia)

Per April 2026 BRI Salurkan Kredit Perumahan di Papua Sebesar Rp258,9 Miliar

BusinessUpdate – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp258,9 miliar di wilayah Papua per 27 April 2026 untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto saat sosialisasi KPP, FLPP dan PNM Mekaar di Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Kota Sorong mengatakan, penyaluran itu menjangkau 610 debitur, dengan rincian Rp174,4 miliar dari sisi supply dan Rp84,5 miliar dari sisi demand.

“Capaian ini mencerminkan komitmen BRI dalam mendukung program perumahan nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia,” ujar Aris dikutip dari Antara, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, tingginya penyaluran KPP menunjukkan potensi besar kebutuhan perumahan di Papua yang masih terus berkembang.

“BRI melihat potensi permintaan di wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua, masih sangat besar. Karena itu kami terus mengoptimalkan penyaluran dengan pendekatan sesuai karakteristik wilayah serta memperkuat kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Aris.

Ia menjelaskan, pembiayaan perumahan melalui KPP tidak hanya membantu masyarakat memiliki hunian layak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui efek berganda di sektor konstruksi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sebaran penyaluran KPP di Papua didominasi oleh Provinsi Papua sebesar 28,03%, diikuti Papua Barat 16,76%, Papua Tengah 14,76%, dan Papua Selatan 13,83%, sementara sisanya tersebar di Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya.

Secara nasional, BRI mencatat penyaluran KPP mencapai Rp7,89 triliun kepada 55.624 debitur atau setara 98,73% dari target Rp8 triliun pada 2026. “Capaian tersebut menempatkan BRI sebagai bank dengan kontribusi penyaluran KPP terbesar secara nasional, yakni 58,30%,” ujarnya.

Selain KPP, BRI juga aktif menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah. Hingga April 2026, BRI telah menyalurkan 9.229 unit FLPP dengan nilai mencapai Rp16,9 triliun kepada sekitar 123 ribu debitur.

Skema pembiayaan tersebut semakin terjangkau bagi masyarakat karena menawarkan suku bunga rendah, yakni sekitar 5% per tahun untuk FLPP dan 6% per tahun untuk KPP.

Ia menambahkan, jaringan layanan BRI yang menjangkau hingga pelosok daerah menjadi kekuatan utama dalam memperluas akses pembiayaan perumahan, termasuk di wilayah terpencil di Papua.

“Melalui kolaborasi dengan pemerintah, BP Tapera, dan pengembang, kami memastikan penyaluran berjalan merata dan berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat memiliki rumah layak,” katanya.

Ia berharap, penyaluran KPP dan FLPP dapat terus ditingkatkan guna memperluas akses hunian layak bagi MBR sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di wilayah Papua. (pa/jh. Foto: Dok. BRI)

KAI Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan dan Pemakaman Korban Kecelakaan Kereta

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh biaya pengobatan hingga pemakaman korban meninggal pada insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam, ditanggung penuh perusahaan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memastikan seluruh korban dalam insiden operasional yang terjadi mendapatkan penanganan maksimal. “KAI menegaskan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI,” kata Anne dalam keterangan di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Dalam kejadian tersebut, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek selamat. Sementara itu, penumpang KRL tercatat tujuh orang meninggal dunia dan 81 orang mengalami luka-luka yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis.

Penanganan dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

KAI menyampaikan komitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada para korban dan keluarga yang terdampak, termasuk memastikan proses penanganan berjalan dengan cepat, tepat dan terkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.

Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena terdapat korban yang masih hidup dan membutuhkan penanganan secara hati-hati. Tim medis, Basarnas, serta tim KAI terus berupaya maksimal untuk memberikan pertolongan terbaik kepada seluruh korban.

Selain itu, KAI juga menyiapkan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait penumpang.

Untuk sementara waktu, Stasiun Bekasi Timur tidak melayani naik dan turun penumpang, dan perjalanan KRL hanya dilayani hingga Stasiun Bekasi.

KAI menyampaikan duka cita dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan,” ujar Anne.

Fokus KAI saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI 121 atau kanal resmi perusahaan. (rn/jh. Foto: Dok. Antara)

Program Desa Bakti BCA Dongkrak Wisatawan di Belitung

BusinessUpdate – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berkomitmen untuk mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan desa wisata berbasis masyarakat melalui program Desa Bakti BCA.

Program ini berupaya meningkatkan daya tarik destinasi sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan wisata.

“Kami senantiasa mendorong desa-desa yang telah menjadi binaan Bakti BCA untuk menonjolkan karakteristik yang dimiliki,” ujar EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (28/4/2026).

Ia berharap dukungan dari BCA bisa memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terdapat dua desa binaan yang menjadi contoh pengembangan tersebut, yakni Bukit Peramun dan Desa Wisata Kreatif Terong. Keduanya mengusung konsep wisata berbasis masyarakat (community based tourism) dengan keunikan masing-masing.

Bukit Peramun menjadi salah satu desa binaan sejak 2018 yang berada di kawasan strategis segitiga pariwisata Belitung, meliputi Tanjung Pandan, Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang, dan Bandara H.A.S. Hanandjoeddin.

Dengan ketinggian 129 meter di atas permukaan laut, kawasan ini menawarkan panorama hutan alami, batu granit khas Belitung, serta pemandangan Laut China Selatan. Pengelolaan kawasan oleh masyarakat melalui Kelompok Hutan Kemasyarakatan Arsel sejak 2006 dan pembukaan wisata pada 2017 menjadi titik awal pengembangan.

Seiring waktu, inovasi terus dilakukan, termasuk pemanfaatan teknologi digital. Pengunjung kini dapat mengakses aplikasi virtual assistant berbasis Android serta layanan pemandu virtual dalam dua bahasa untuk meningkatkan pengalaman wisata.

Berkat inovasi tersebut, pada 2023 Bukit Peramun dinobatkan sebagai hutan digital pertama berbasis masyarakat di Indonesia oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Kawasan ini juga meraih penghargaan Green Gold kategori pelestarian lingkungan dalam Indonesian Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2019.

Dari sisi aktivitas, wisatawan dapat melakukan trekking, menikmati makan malam di puncak bukit, hingga mengamati primata nokturnal tarsius di habitat aslinya. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara meningkat dari 387 orang pada 2023 menjadi 485 orang pada 2025. Sementara wisatawan dalam negeri mencapai 1.648 orang pada 2025, naik dari 1.356 orang pada tahun sebelumnya.

Selain Bukit Peramun, Desa Wisata Terong menjadi destinasi unggulan lainnya yang berada di pesisir utara Kabupaten Belitung, sekitar 40 menit dari Bandara H.A.S. Hanandjoeddin. Desa ini mengembangkan wisata berbasis edukasi dan lingkungan dengan memanfaatkan lahan bekas tambang timah yang direklamasi secara swadaya oleh masyarakat.

Salah satu destinasi utamanya adalah Wisata Aik Rusa Berehun yang dilengkapi fasilitas seperti lapak UMKM, panggung seni, dan area pertemuan. Beragam aktivitas dapat dilakukan, mulai dari memancing hingga menikmati suasana alam yang telah direvitalisasi.

Wisatawan juga dapat merasakan tradisi makan bedulang, yaitu makan bersama dalam satu dulang yang mencerminkan nilai kebersamaan. Hidangan yang disajikan meliputi gangan ikan, ikan bakar, ayam kemiri, hingga sambal khas Belitung.

Pada 2026, Desa Wisata Kreatif Terong juga ditetapkan sebagai lokasi program Genera-Z Berbakti, yaitu program pengabdian masyarakat bagi mahasiswa. Program ini diharapkan menghadirkan inovasi baru untuk mendukung pengembangan desa wisata agar semakin mandiri dan berdaya saing. (pa/jh. Foto: Dok. Desa Wisata Kreatif Terong)

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, 84 Orang Luka-luka

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh korban terdampak peristiwa tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek di wilayah Stasiun Bekasi Timur telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis, serta menyiapkan posko informasi untuk membantu keluarga memperoleh kabar penumpang.

“Penumpang KRL tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” kata Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Berdasarkan informasi terbaru dari Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, jumlah korban meninggal dunia menjadi 15 orang.

Bobby menambahkan, jumlah korban luka yang sudah diobservasi di sembilan rumah sakit sebanyak 84 orang. RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi terus melakukan pendataan dan identifikasi terhadap korban kecelakaan kereta ini.

Sementara itu Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. “Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik,” kata Anne.

KAI menyampaikan seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek berjumlah 240 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara penanganan difokuskan kepada penumpang KRL yang terdampak.

KAI menyebut seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit rujukan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Dalam proses penanganan, KAI berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis untuk memberikan pertolongan dan memastikan seluruh korban tertangani.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan proses evakuasi dilakukan secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan korban. “Kami fokus pada upaya evakuasi dan penanganan korban dengan sekuat tenaga. Untuk penyebab kejadian, kami menyerahkannya kepada KNKT agar dapat ditelusuri secara lebih mendalam,” ujar Dudy.

Bobby Rasyidin mengatakan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan proses evakuasi dilakukan secara maksimal. KAI juga menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan penyebab kejadian dapat diidentifikasi secara menyeluruh.

Terkait operasional perjalanan, KAI menyampaikan per pukul 01.04 WIB jalur hilir lintas Bekasi-Tambun telah dapat dilalui kembali, sedangkan jalur hulu masih dalam proses evakuasi dan penanganan.

KAI melakukan penyesuaian pola operasi perjalanan KRL sesuai kondisi jalur agar layanan dapat kembali berjalan bertahap. Selain itu, pelanggan kereta api yang terdampak pembatalan diberikan kebijakan pengembalian bea tiket secara penuh dengan masa pengajuan hingga tujuh hari ke depan.

Untuk pelanggan KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi-Gambir, KAI menyiapkan layanan lanjutan berupa bus menuju Stasiun Gambir.

KAI menyatakan seluruh perjalanan kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Pasarsenen untuk sementara dihentikan guna mendukung proses penanganan dan memastikan keselamatan perjalanan.

Adapun daftar perjalanan kereta api jarak jauh yang dibatalkan hingga pembaruan terakhir mencakup sejumlah layanan pada 27 April 2026, antara lain KA Gunungjati, Parahyangan, Argo Muria, Mataram, Gumarang, Singasari, Jayabaya, Manahan, Progo, Argo Anjasmoro, serta Tawang Jaya Premium.

Sementara pada 28 April 2026, pembatalan meliputi KA Gunungjati, Purwojaya, Madiun Jaya, Argo Sindoro, Mataram, Gumarang, Singasari, Jayabaya, Manahan, Progo, Argo Anjasmoro dan Menoreh.

KAI menambahkan masyarakat dan keluarga yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan resmi KAI melalui WhatsApp 0811-2223-3121 atau Call Center 121. KAI menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lokasi. (rn/jh. Foto: Dok. Kompas)