Home Blog Page 31

BI Salurkan Bantuan Senilai Rp2,97 bagi Korban Karhutla

BusinessUpdate – Bank Indonesia (BI) menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp2,97 miliar kepada masyarakat di tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yakni di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Riau, Sumatra Selatan, dan Jambi.

Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan keprihatinan atas dampak karhutla yang dirasakan masyarakat. Ia menegaskan dukungan bank sentral Indonesia kepada masyarakat dan daerah terdampak serta mengarahkan seluruh Kantor Perwakilan BI di wilayah terdampak untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait guna memastikan dukungan diberikan secara tepat sasaran dan mempercepat pemulihan.

Bantuan yang diberikan mencakup penguatan sarana operasional pemadaman, perangkat medis untuk penanganan gangguan pernapasan, serta posko layanan kesehatan gratis dan dukungan ketahanan pangan keluarga.

Selain itu, BI mengerahkan 40 tenaga kesehatan pada 21–27 September 2026 untuk memberikan layanan kesehatan gratis. Layanan ini diberikan di 10 titik di wilayah Kalimantan dan Sumatra, meliputi pemeriksaan medis, terapi inhalasi darurat, dan pemberian obat-obatan untuk gangguan pernapasan.

“BI akan terus memaksimalkan sumber daya dan jaringan Kantor Perwakilan di daerah untuk mendukung pemulihan pascabencana, termasuk melalui sinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” jelas Destry dalam keterangan resmi, Selasa (22/9/2026).

Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen BI untuk mendukung pemulihan masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak, sejalan dengan mandat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) terkait edukasi dan pemberdayaan masyarakat serta lingkungan (EMPL) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja di wilayah terdampak.

BI turut menyampaikan apresiasi kepada BNPB, pemerintah daerah, dan seluruh mitra yang turut mendukung penanganan karhutla. Menurut BI, sinergi dan gotong royong tersebut akan terus diperkuat untuk membantu masyarakat terdampak memenuhi kebutuhan dan memulihkan aktivitas pascabencana. (rn/jh. Foto: Dok. BI)

Hingga Agustus 2026 Pembiayaan Bank Mega Syariah Capai Rp10,38 Triliun

BusinessUpdate – PT Bank Mega Syariah mencatat total pembiayaan yang disalurkan perseroan hingga Agustus 2026 mencapai Rp10,38 triliun atau tumbuh 12,73% secara tahunan (yoy).

Pertumbuhan itu ditopang oleh pembiayaan komersial sebesar Rp6,23 triliun atau 60,02% dari total portofolio. Pembiayaan komersial tersebut terutama didorong oleh sub-segmen corporate banking sebesar Rp4,75 triliun dan business banking sebesar Rp1,49 triliun.

Direktur Bisnis Bank Mega Syariah Rasmoro Pramono Aji mengatakan sektor pendidikan dan kesehatan masih menjadi kontributor utama pertumbuhan pembiayaan korporasi Bank Mega Syariah karena memiliki fundamental yang kuat dan kebutuhan yang stabil.

Selain itu, perseroan melihat peluang pembiayaan pada sektor infrastruktur, komoditas, perdagangan, transportasi dan logistik, serta industri jasa lainnya yang memiliki prospek usaha cerah, terutama bagi pelaku usaha berorientasi ekspor atau pendapatan berbasis valuta asing.

Sejalan dengan kinerja pembiayaan, Bank Mega Syariah juga membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp164,95 miliar hingga Agustus 2026, tumbuh 4,11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk memperkuat ekosistem keuangan dan ekonomi syariah, Bank Mega Syariah bekerja sama dengan ICMI Orwil DKI Jakarta pada Kamis (17/9) menggelar forum “Outlook Ekonomi Syariah Market Review: Q3-2026, Proyeksi FY 2026 dan 2027”

Forum ini diselenggarakan sebagai wadah strategis untuk mempertemukan para pelaku usaha, akademisi, dan cendekiawan muslim. Forum juga dihadiri oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal sekaligus Ketua Orwil ICMI DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Menurut perseroan, kehadiran unsur pemerintah bersama pelaku industri, organisasi profesi, dan akademisi memperluas perspektif pembahasan mengenai peluang pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Pembahasan dalam forum juga memperkuat relevansi kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam menghubungkan industri keuangan syariah dengan aktivitas ekonomi produktif di berbagai daerah.

Dengan mempertemukan beragam pemangku kepentingan dalam satu forum, peluang kerja sama dapat dibahas dari sisi pembiayaan, pengembangan usaha, hingga perluasan akses pasar tanpa bergantung pada satu sektor atau institusi saja.

“Bagi Bank Mega Syariah, kolaborasi lintas sektor sangat krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi produktif yang berkelanjutan,” kata Oney, sapaan akrab Rasmoro Pramono Aji, Selasa (22/9/2026).

Ia menambahkan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemangku kepentingan agar gagasan dan solusi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha dan masyarakat.

Melalui forum Outlook Ekonomi Syariah ini, seluruh pihak berdiskusi dan memetakan peluang serta tantangan industri keuangan syariah hingga 2027, mencakup perbankan syariah, pasar modal syariah, industri halal, hingga perkembangan teknologi.

Forum juga diarahkan agar gagasan yang dibahas tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kolaborasi yang lebih konkret antara industri keuangan syariah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan ekosistem ekonomi desa. (pa/jh. Foto: Dok. Bank Mega Syariah)

Pertamina Geothermal Mulai Bor Sumur Kedua di PLTP Lumut Balai Unit 3

BusinessUpdate – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mulai melakukan pengeboran sumur kedua, LMB-19.4, untuk mendukung pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW). Pengeboran sumur tersebut menggunakan rig GDAP#123.

Adapun, pengeboran sumur kedua yang mulai dilakukan pada Kamis (17/9/2026) ini merupakan kelanjutan dari pengeboran sumur eksplorasi pertama, LMB-19.3, yang dimulai pada Juli 2026.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan, pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 menjadi bagian penting dari upaya perusahaan memperkuat kontribusi energi panas bumi di Sumatera. “Momentum satu abad panas bumi nasional ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus mempercepat pengembangan, salah satunya melalui PLTP Lumut Balai Unit 3,” kata Ahmad dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).

Menurut Ahmad, proyek ini menjadi wujud nyata komitmen PGE menjawab kebutuhan listrik yang terus meningkat, khususnya di Sumatera Selatan, sekaligus melanjutkan capaian Unit 2 yang telah beroperasi lebih dulu. “Kami optimistis, proyek ini akan turut mempercepat langkah PGE menuju target kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034,” tambahnya.

Sumur LMB-19.4 merupakan sumur kedua yang dibor perusahaan untuk mendukung pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3. Pengeboran sumur pertama, LMB-19.3, dilakukan di Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu, Sumatera Selatan, dengan kedalaman 2.500 meter dan menggunakan rig yang sama, GDAP#123.

Project Manager Lumut Balai Unit 3 & 4 Heri Susanto mengatakan, keberhasilan pengeboran membutuhkan sinergi seluruh pihak serta konsistensi dalam menerapkan standar keselamatan, kualitas, dan operasional. Pengeboran Sumur LMB-19.4 ditargetkan dapat rampung dalam waktu 40 hari.

“Dimulainya pengeboran sumur kedua LMB-19.4 menjadi kelanjutan dari berhasilnya sumur LMB-19.3 yang telah selesai sebelumnya. Kami berharap seluruh proses dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Keselamatan seluruh pekerja tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pekerjaan,” ujar Heri.

Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 berada di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai, Sumatera Selatan. Pembangkit berkapasitas 55 MW tersebut ditargetkan beroperasi penuh atau mencapai Commissioning Operation Date (COD) pada 2030. Proyek ini juga tercatat sebagai proyek strategis dalam Blue Book & Green Book 2025–2029 Kementerian PPN/Bappenas.

PLTP Lumut Balai Unit 3 akan melengkapi Unit 1 dan Unit 2 yang masing-masing berkapasitas 55 MW. Unit 1 telah beroperasi sejak akhir 2019, sedangkan Unit 2 mulai beroperasi pada Juni 2025.

General Manager PGE Area Lumut Balai Catur Hendro Utomo mengatakan, dimulainya pengeboran Sumur LMB-19.4 menjadi salah satu tahapan penting dalam pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3.

“Pengeboran LMB-19.4 ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan Sumur LMB-19.3 sebelumnya, dan menjadi bukti bahwa proses pengembangan di lapangan terus berjalan sesuai rencana. Kami optimistis, dengan sinergi seluruh tim dan mitra kerja, target rampung pengeboran dalam 40 hari dapat tercapai. Ini menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan PLTP Lumut Balai Unit 3 dapat beroperasi tepat waktu,” ujar Catur.

Sejalan dengan pengembangan tersebut, PGE telah mengidentifikasi potensi panas bumi hingga 3 GW dari 10 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola secara mandiri. Potensi tersebut menjadi fondasi pengembangan bisnis panas bumi PGE dalam jangka panjang. (ip/jh. Foto: Dok. Pertamina GE)

ASDP Gelar Pelatihan Penanganan Awal Kebakaran bagi Karyawan

BusinessUpdate – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membekali personel lintas cabang melalui sertifikasi pemadam kebakaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat serta kemampuan penanganan awal kebakaran di lingkungan kerja, terutama agar personel mampu mengambil tindakan yang tepat pada fase awal keadaan darurat.

“Keselamatan tidak hanya dibangun melalui ketersediaan sarana dan prosedur, tetapi juga kesiapan personel dalam memahami risiko dan mengambil tindakan yang tepat,” kata Windy Andale, Corporate Secretary ASDP dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (21/9/2026).

ASDP memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat melalui pembinaan dan sertifikasi pemadam kebakaran yang diikuti personel dari sejumlah wilayah operasional perusahaan. Program yang berlangsung pada 12-22 September 2026 di Kantor Pusat ASDP itu membekali peserta dengan kemampuan pencegahan hingga penanganan awal kebakaran di lingkungan kerja.

Peserta program tersebut berasal dari Cabang Merak, Bakauheni, Ketapang, Balikpapan, Ternate, Ambon, serta Kantor Pusat. Setelah menjalani serangkaian pembelajaran teori dan praktik lapangan, peserta akan mengikuti ujian sertifikasi bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

“Melalui pembinaan dan sertifikasi ini, kami ingin memastikan personel memiliki kemampuan yang memadai untuk merespons kondisi darurat secara cepat dan terkoordinasi,” tambah Windy.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai identifikasi potensi bahaya kebakaran, sistem proteksi kebakaran, penggunaan peralatan pemadam, prosedur tanggap darurat, serta pertolongan pertama.

Materi tersebut diperkuat melalui praktik lapangan sehingga peserta tidak hanya memahami prosedur, tetapi juga mampu mengimplementasikannya ketika menghadapi kondisi darurat.

Penguatan kompetensi tersebut merupakan bagian dari penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di lingkungan ASDP. Dalam penerapannya, SMK3 menempatkan pencegahan dan pengurangan risiko kecelakaan kerja serta penciptaan tempat kerja yang aman sebagai bagian penting dalam pengelolaan keselamatan.

Penanggulangan kebakaran di tempat kerja juga tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mencakup pengendalian potensi bahaya, penyediaan sarana deteksi dan alarm, peralatan pemadam dan evakuasi, pembentukan unit penanggulangan kebakaran, serta pelaksanaan latihan secara berkala.

Windy berharap keterlibatan personel dari berbagai cabang tersebut dapat memperluas penguatan kesiapsiagaan hingga ke wilayah operasional perusahaan.

Selain itu, kompetensi yang diperoleh tidak berhenti pada sertifikasi. ASDP berharap peserta dapat menerapkannya pada unit kerja masing-masing, memahami perannya dalam kondisi darurat, dan turut membangun kesiapsiagaan bersama. “Respons awal yang cepat dan tepat sangat penting untuk melindungi pekerja, pengguna jasa, maupun aset perusahaan,” tutur Windy.

Melalui peningkatan kompetensi personel secara berkelanjutan, ASDP terus memperkuat penerapan K3 sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan sekaligus mendukung keberlangsungan operasional dan pelayanan kepada masyarakat. (rn/jh. Foto: Dok. ASDP)

Gadai Barang Mewah Tumbuh di Kalangan Pengusaha dan Kolektor

BusinessUpdate – PT Lesca Gadai Premier menyebut tren gadai barang mewah tumbuh seiring ekspansi industri pergadaian nasional yang mencatat pembiayaan Rp160,78 triliun pada Juli 2026. Segmen gadai barang mewah juga merasakan pertumbuhan ini, terutama di kalangan pengusaha dan kolektor yang membutuhkan likuiditas tanpa harus menjual aset bernilai tinggi.

“Melalui skema gadai premium, nasabah dapat mengoptimalkan nilai likuiditas laten dari koleksi mereka hingga miliaran rupiah guna menangkap momentum peluang usaha baru, sementara kepemilikan aset tetap terjaga seutuhnya,” kata Direktur PT Lesca Gadai Premier Bastian Purnama dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Aset seperti jam tangan bernilai tinggi, tas desainer, hingga perhiasan berlian dapat dimanfaatkan sebagai agunan untuk memperoleh likuiditas, termasuk untuk kebutuhan modal kerja.

Bastian mengatakan sebagian pemilik aset memilih skema tersebut karena ingin mempertahankan kepemilikan barang ketika pasar berfluktuasi maupun saat nilai aset berpotensi mengalami apresiasi.

Pertumbuhan segmen tersebut berlangsung di tengah ekspansi industri pergadaian secara nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan penyaluran pembiayaan industri pergadaian pada Juli 2026 tumbuh 50,73% secara tahunan (yoy) menjadi Rp160,78 triliun.

Dari total tersebut, pembiayaan melalui produk gadai mencapai Rp136,39 triliun atau 84,83% dari keseluruhan pembiayaan industri pergadaian.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan pertumbuhan industri pergadaian didukung kebutuhan masyarakat terhadap alternatif pembiayaan yang cepat dan efisien serta perluasan jangkauan wilayah operasional pelaku usaha.

Di tengah pertumbuhan tersebut, Agusman mengingatkan perusahaan pergadaian untuk tetap menerapkan manajemen risiko dengan memperhatikan kualitas dan pergerakan harga barang yang dijadikan agunan.

“Pelaku usaha perlu mencermati kualitas serta pergerakan harga agunan yang memengaruhi risiko usaha, di samping tantangan akses dan efisiensi biaya pendanaan yang masih dihadapi oleh pergadaian swasta dalam memperluas pembiayaannya,” ujar Agusman.

Menanggapi risiko pergerakan harga agunan, Bastian mengatakan proses penaksiran menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam pembiayaan berbasis barang mewah. Lesca Gadai Premier menggunakan tenaga penaksir (appraiser) profesional bersertifikat dengan basis data nilai pasar sekunder internasional untuk menilai barang yang dijadikan agunan.

Perseroan juga menyebut telah memiliki sertifikasi ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu serta ISO/IEC 27001:2022 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi. (pa/jh. Foto: Dok. Leska Gadai Premier)

Jantra Grupo Buka Cabang Bengkel di Kudus

BusinessUpdate – PT Jantra Grupo Indonesia Tbk. (KAQI), bengkel spisialis kaki-kaki mobil, memperluas jaringan bisnis dengan membuka cabang bengkel baru di Kudus, Jawa Tengah pada Jumat (18/9/2026). Perseroan menargetkan mengoperasikan 28 cabang hingga akhir 2026.

Direktur Utama Jantra Grupo Indonesia, Imam Sujono, mengatakan perseroan terus melakukan ekspansi jaringan sekaligus memperbaiki sistem operasional dan pelayanan untuk mendukung pencapaian target perusahaan. Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi KAQI setelah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Maret 2025.

“Perseroan sejauh ini telah melangkah dengan optimal melalui pembukaan cabang-cabang baru sehingga mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat dengan pelayanan terbaik, terjangkau dan bergaransi,” kata Imam dalam siaran pers, Senin (21/9/2026).

Kudus dipilih sebagai lokasi cabang terbaru karena posisinya dinilai strategis untuk menjangkau sejumlah wilayah di sekitarnya, seperti Jepara, Pati, dan Demak. Selain itu, manajemen melihat potensi pasar di sepanjang jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa. Perseroan menilai Kudus memiliki karakteristik pasar lokal yang potensial untuk mendukung pertumbuhan pendapatan.

Ekspansi KAQI masih akan berlanjut hingga akhir 2026. Perseroan menjadwalkan pembukaan satu cabang bengkel utama terakhir pada kuartal IV/2026.

Pembukaan cabang tersebut sekaligus ditujukan untuk memenuhi komitmen manajemen saat public expose, yakni menghadirkan 7 cabang baru di Jawa Tengah sepanjang 2026. Dengan tambahan 1 cabang pada kuartal IV/2026, perseroan menargetkan memiliki total 28 cabang bengkel utama yang tersebar di Pulau Jawa dan Bali hingga akhir tahun ini.

Imam menekankan, komitmen perseroan untuk terus melakukan ekspansi akan berjalan beriringan dengan pembenahan sistem operasional dan pelayanan. “Insyaallah komitmen kami untuk terus melakukan ekspansi sekaligus memperbaiki sistem operasional dan pelayanan,” ujarnya.

Hingga paruh pertama tahun ini, KAQI mencatatkan penjualan sebesar Rp33,60 miliar, naik 1,3% secara tahunan (yoy), sementara laba bersih melonjak 67,9% menjadi Rp8,30 miliar.

Direktur Keuangan dan Bisnis KAQI Simon Arosokhi Gulo mengatakan peningkatan profitabilitas tersebut ditopang oleh pembenahan manajemen internal serta optimalisasi sistem operasional yang dilakukan perseroan di tengah bertambahnya jumlah jaringan bengkel.

Simon menjelaskan pengembangan sistem operasional menjadi semakin krusial seiring dengan meluasnya jaringan usaha perseroan. Jumlah cabang KAQI kini telah mencapai 27 lokasi, meningkat dari sebelumnya kurang dari 20 cabang, sehingga membutuhkan pendekatan manajemen yang lebih matang untuk menjaga kualitas layanan dan efisiensi operasional.

Kinerja positif pada semester I/2026 ini juga didukung oleh kontribusi cabang-cabang baru yang mulai beroperasi sejak akhir 2025 hingga awal tahun ini. Seluruh ekspansi tersebut dibiayai menggunakan dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) yang kini telah terserap 100%. (rn/jh. Foto: Dok. KAQI)

IFG Life Bayar Klaim Rp9,4 Triliun pada Januari-Juli 2026

BusinessUpdate – PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) mencatatkan pembayaran klaim dan manfaat asuransi sebesar Rp9,4 triliun pada periode Januari hingga Juli 2026. Pembayaran klaim tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan bisnis dan penguatan kinerja keuangan perusahaan

Direktur Keuangan IFG Life Ryan Diastana Firman mengatakan, realisasi pembayaran klaim mencerminkan kapasitas perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada nasabah.

“Realisasi pembayaran klaim ini menunjukkan kapasitas perusahaan dalam memenuhi kewajiban nasabah. Semua angka ini menjadi indikator bahwa IFG Life memiliki kemampuan yang kuat untuk memenuhi kewajiban,” kata Ryan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Sejalan dengan pembayaran klaim, pendapatan premi IFG Life selama Januari-Juli 2026 tercatat tumbuh sebesar 32,87% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Menurut perusahaan, peningkatan pendapatan premi tersebut menjadi bagian dari pertumbuhan bisnis yang berlangsung bersamaan dengan pemenuhan kewajiban kepada nasabah.

IFG Life, Perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan yang merupakan bagian dari Indonesia Financial Group (IFG), menyatakan capaian tersebut mencerminkan upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara pemenuhan kewajiban kepada nasabah dan keberlanjutan pertumbuhan kinerja keuangan.

Dari sisi kesehatan keuangan, IFG Life mencatatkan tingkat solvabilitas atau Risk-Based Capital (RBC) sebesar 169% per Juli 2026. Angka tersebut berada di atas batas minimum regulasi sebesar 120%. Sementara itu, rasio likuiditas IFG Life naik dari 199,32% pada 2025 menjadi 420,10% pada 2026.

Ryan menjelaskan, penguatan indikator keuangan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban, termasuk pembayaran klaim kepada pemegang polis.

“Melalui pembayaran klaim yang berkelanjutan serta penguatan kondisi keuangan ini, IFG Life memastikan pemenuhan kewajiban dan kualitas layanan kepada pemegang polis tetap menjadi prioritas perusahaan,” ujar Ryan.

Total klaim IFG Life capai Rp32,6 triliun sejak berdiri IFG Life mencatatkan total pembayaran klaim dan manfaat asuransi sebesar Rp32,6 triliun sejak perusahaan berdiri pada Oktober 2020. Pembayaran tersebut disebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan perlindungan yang transparan dan tepercaya.

Dengan pembayaran klaim yang berkelanjutan dan penguatan kondisi keuangan, IFG Life menyatakan akan terus memenuhi kewajiban terhadap pemegang polis. Perusahaan juga menyampaikan rencana untuk terus memperkuat fondasi bisnis guna menghadirkan perlindungan yang relevan bagi masyarakat Indonesia di setiap tahap kehidupan. (ip/jh. Foto: Dok. IFG)

Gaji dan Tunjuangan Manajer Kopdes Sudah Ditetapkan

BusinessUpdate – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyatakan surat keputusan (SK) untuk manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah dibuat, termasuk penetapan besaran gaji dan tunjangan. Penetapan tersebut menjadi bagian dari persiapan penempatan manajer Kopdes/Kel Merah Putih di seluruh wilayah yang telah siap beroperasi.

“Dalam waktu yang tidak lama, insyaallah bulan depan, itu kita akan mulai pemanasan untuk operasional karena manajer-manajer yang kemarin direkrut, dilatih, juga sudah dibuatkan SK-nya. Kemudian, sudah ditetapkan besaran gaji dan tunjangannya. Kemudian, didistribusikan di seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang bangunan fisik gudang gerai dan alat lengkapannya sudah selesai dibangun,” kata Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan, dalam Konferensi Nasional Perkebunan Rakyat II di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).

Dalam kesempatan itu Ferry tidak memerinci besaran gaji dan tunjangan Manajer Kopdes yang telah ditetapkan. Ia menyampaikan penempatan manajer dilakukan seiring dengan kesiapan infrastruktur Kopdes/Kel Merah Putih.

Kemenkop mencatat sebanyak 23.000 bangunan Kopdes/Kel Merah Putih telah selesai dibangun, sementara 17.000 lainnya masih menjalani proses verifikasi dan validasi. Menurut Ferry, operasional Kopdes Merah Putih akan dilakukan setelah bangunan fisik, gudang, gerai, serta perlengkapan penunjang selesai dan dinyatakan siap.

Kopdes/Kel Merah Putih nantinya memiliki sejumlah fungsi, mulai dari menyalurkan barang bersubsidi hingga menyerap produk masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. “Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih nanti juga menyalurkan barang subsidi, minyak goreng, pupuk, beras, SPHP, dan juga gas LPG 3 kg,” terangnya.

Selain distribusi barang bersubsidi, Kopdes/Kel Merah Putih akan berperan sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi masyarakat desa dan kelurahan, mulai dari tanaman pangan, peternakan, hortikultura, perikanan hingga kerajinan. Fungsi lainnya adalah menyalurkan berbagai program pemerintah pusat, seperti bantuan sosial, bantuan pangan non-tunai, dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Ia menambahkan, pemerintah juga mulai mengubah jalur distribusi sejumlah barang bersubsidi melalui Kopdes Merah Putih. Minyak goreng dan beras SPHP, misalnya, akan disalurkan dari Bulog ke Kopdes Merah Putih.

“Jadi memang ini agak mengubah mata rantai distribusinya, tetapi ini diputuskan oleh Bapak Presiden semata-mata adalah supaya masyarakat menerima hak dari barang-barang bersubsidi itu bisa mendapatkan harga dan juga jumlah barang yang sesuai dengan jumlah masyarakat atau penduduk di desa atau kelurahan tersebut,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. Antara)

BTN Salurkan Kredit Program Perumahan Sebesar Rp7,4 Triliun

BusinessUpdate – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah menyalurkan pembiayaan secara kumulatif Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp7,4 triliun, terdiri atas Rp5,4 triliun KPP Supply dan Rp2,0 triliun KPP Demand. Melalui kedua skema tersebut, pembiayaan menjangkau sisi penyediaan rumah sekaligus masyarakat produktif yang membutuhkan dukungan pembiayaan perumahan.

Direktur Corporate Banking BTN Helmy Afrisa mengatakan, KPP memiliki peran strategis karena pembiayaan menjangkau dua sisi sekaligus, yakni pelaku usaha dalam penyediaan rumah serta masyarakat produktif yang membutuhkan dukungan pembiayaan perumahan.

“Melalui KPP Supply dan KPP Demand, BTN berupaya memperluas akses pembiayaan di seluruh ekosistem perumahan. Kami ingin program ini tidak hanya mendorong penyediaan hunian, tetapi juga meningkatkan produktivitas pelaku usaha dan pada akhirnya menggerakkan ekonomi rakyat,” ujar Helmy dalam kegiatan Sosialisasi Kredit Program Perumahan di Menara BTN, Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Pada sisi supply, KPP dapat dimanfaatkan antara lain oleh developer, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan dengan plafon kredit hingga Rp5 miliar. Sementara KPP Demand memberikan pembiayaan hingga Rp500 juta bagi UMKM perorangan untuk membeli, membangun, maupun merenovasi rumah guna mendukung kegiatan usaha.

Helmy mengatakan, potensi pertumbuhan KPP masih terbuka lebar. Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, BTN mencatat 353 peminatan dengan total plafon Rp424,944 miliar, terdiri atas 57 peminatan KPP Supply senilai Rp288,970 miliar dan 296 peminatan KPP Demand senilai Rp135,974 miliar.

“Besarnya peminatan menunjukkan kebutuhan pembiayaan perumahan datang dari berbagai sisi. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, developer, kontraktor, toko bahan bangunan, dan pelaku UMKM agar manfaat KPP dapat menjangkau semakin banyak masyarakat,” tambah Helmy.

Menurut Helmy, penguatan KPP juga menjadi bagian dari upaya BTN memanfaatkan ekosistem perumahan yang telah dibangun Perseroan untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.

“Bagi masyarakat produktif, rumah bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi tempat usaha dan aset yang mendukung peningkatan penghasilan keluarga. Karena itu, kami ingin pembiayaan perumahan turut menciptakan kegiatan usaha, meningkatkan produktivitas, dan mendorong kesejahteraan masyarakat,” tutur Helmy.

Sementara itu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi implementasi KPP yang dinilai dapat menjadi instrumen untuk mendorong pelaku UMKM dalam ekosistem perumahan naik kelas.

“Manfaat program ini sangat luar biasa. Dari sisi supply, subsidi bunganya sangat membantu. Mudah-mudahan, seperti tujuannya, UMKM baik kontraktor, developer maupun toko bangunan bisa naik kelas,” ujar Maruarar.

Maruarar mengatakan, meskipun KPP relatif baru, respons terhadap program tersebut sangat positif. Tingginya penyerapan turut mendorong peningkatan kuota KPP secara nasional dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun. Ia juga secara khusus menyoroti posisi BTN dalam penyaluran KPP Supply.

Menurut Maruarar, keberhasilan KPP pada akhirnya tidak cukup hanya diukur dari besarnya pembiayaan yang tersalurkan. Program tersebut harus mampu mendorong pelaku UMKM tumbuh menjadi pengusaha dengan skala usaha yang semakin besar.

“Kita baru bangga kalau 10 atau 15 tahun lagi, UMKM yang kita temui hari ini mengatakan, waktu itu saya masih UMKM, tetapi 10 tahun kemudian saya sudah naik kelas menjadi perusahaan besar yang sukses,” kata Maruarar.

Maruarar menekankan bahwa sektor perumahan memiliki dampak berantai yang luas terhadap perekonomian. Aktivitas pembangunan rumah tidak hanya menggerakkan developer dan kontraktor, tetapi juga menyerap tenaga kerja serta menciptakan permintaan terhadap bahan bangunan, transportasi, industri manufaktur hingga berbagai usaha masyarakat di sekitar proyek.

“Ekosistem perumahan sangat luar biasa. Pengembang, developer, kontraktor, toko bangunan, UMKM, semuanya harus solid supaya kita bisa menggerakkan ekonomi,” ujarnya.

Maruarar pun mendorong BTN untuk terus bekerja keras dan melakukan terobosan dalam mempercepat penyaluran KPP. Sepanjang Januari hingga 9 September 2026, penyaluran KPP BTN telah mencapai Rp5,25 triliun dari target Rp10 triliun pada tahun ini. (rn/jh. Foto: Dok. BTN)

Atasi Kemarau Panjang Solusi Bangun Indonesia Perketat Penggunaan Air Baku

BusinessUpdate – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk memperketat efisiensi konsumsi air baku menyusul terjadinya fenomena atmosfer kering dan El Niño yang diproyeksikan hingga awal 2027.

BMKG memprediksi musim kemarau berlangsung lebih kering dan panjang memicu ancaman krisis air bagi kegiatan operasional sekaligus masyarakat di sekitar wilayah operasional pabrik.

Mengantisipasi dampak kekeringan ekstrem tersebut, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, mencatatkan penurunan pengambilan air baku sebesar 45% hingga 2025 dibandingkan baseline 2019. Angka ini melampaui target awal perusahaan yang mematok efisiensi 10% pada 2030.

Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia, Edi Sarwono, mengungkapkan, perubahan pola iklim yang makin ekstrem menuntut industri adaptif agar tidak membebani pasokan air bersih warga setempat. Menurutnya, air merupakan sumber daya vital bagi kehidupan termasuk kegiatan ekonomi dan industri.

“Karena itu, kami terus berupaya menurunkan penggunaan air permukaan dengan memanfaatkan sumber air alternatif seperti pemanenan air hujan, penggunaan recycled water, serta penggunaan teknologi yang membantu mengoptimalkan distribusi air ke fasilitas produksi agar lebih efisien,” ujar Edi dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (21/9/2026).

Berdasarkan Laporan Keberlanjutan Perusahaan, total pengambilan air baku di seluruh fasilitas pabrik turun dari 2.252 megaliter pada 2024 menjadi 2.132 megaliter pada 2025. Penurunan terbesar terjadi pada porsi penggunaan air permukaan (sungai) sebesar 18%, yakni dari 841 megaliter menjadi 688 megaliter.

Sementara itu, penyedotan air tanah ditekan hingga 11% dari 487 megaliter menjadi 432 megaliter. Untuk menutupi defisit pasokan, pemanfaatan air hujan (rainwater harvesting) ditingkatkan 9% menjadi 734 megaliter. Di samping itu, penggunaan air daur ulang (recycled water) dari proses manufaktur mencapai 563 megaliter atau menyumbang 31,7% dari total kebutuhan operasional empat pabrik semen perseroan.

Langkah efisiensi diterapkan melalui pendekatan teknologi berbeda di setiap lokasi fasilitas produksi. Di Pabrik Lhoknga (Aceh), perusahaan memaksimalkan fasilitas penampungan air hujan sehingga berhasil menghentikan total (100 persen) penggunaan air baku yang bersumber dari sungai untuk operasional sepanjang 2025.

Sementara di pabrik Narogong (Jawa Barat), perusahaan memasang sistem otomatisasi Programmable Logic Control (PLC) dan Internet of Things (IoT) pada River Pump Management. Distribusi air yang terukur secara presisi ini memangkas konsumsi air tawar sungai hingga 82 megaliter.

Ada pun di pabrik Cilacap (Jawa Tengah), perusahaan memanfaatkan kembali air hujan di kolam penampungan (settling pond) untuk proses produksi, yang menghasilkan pengurangan porsi air baku sebesar 37%. Edi menegaskan, langkah efisiensi dan pengalihan ke sumber air alternatif bukan lagi sekadar pemenuhan regulasi, melainkan strategi bertahan di tengah ketidakpastian iklim. (ip/jh. Foto: Dok. SBI)