Home Blog Page 40

Progres Pembangunan Jalan Tol Kataraja Seksi 1 Capai 94,9 Persen

BusinessUpdate – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) menyatakan progres pembangunan Jalan Tol Kataraja Seksi 1 telah mencapai 94,9%. Sedangkan, masa pelaksanaan proyek tersebut hingga 14 Oktober 2026.

Pembangunan Jalan Tol Kataraja Seksi 1 diarahkan untuk meningkatkan konektivitas antara Jakarta dan Banten, khususnya menghubungkan Jalan Tol Prof. Dr. Sedyatmo di Jakarta Utara menuju wilayah Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo mengatakan selesainya uji pembebanan Jembatan Ramp 1 JC Sedyatmo menunjukkan komitmen perseroan dalam menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Kataraja Seksi 1 sesuai target dengan tetap mengedepankan kualitas, keselamatan, dan keandalan konstruksi.

“Kami optimistis proyek ini dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas logistik dan pengembangan kawasan di wilayah Tangerang dan sekitarnya,” ujar Joko dalam keterangan resmi, Selasa (8/9/2026).

Ia menambahkan, ruas tol tersebut telah difungsionalkan sejak 9 Oktober 2025 untuk arah PIK 2 menuju Jakarta dan arah Bandara Soekarno-Hatta menuju PIK 2, serta memperoleh kategori Bintang 5 berdasarkan hasil Uji Laik Fungsi yang dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, dan Korlantas Polri.

Dalam pembangunannya, perseroan menerapkan sejumlah inovasi engineering, salah satunya melalui review design pada jembatan box girder balanced cantilever yang melintasi Sungai Kamal.

Adapun, optimalisasi jumlah segmen dari 12 segmen menjadi 7 segmen per traveller berhasil mempercepat pekerjaan erection hingga satu bulan lebih cepat dari target semula.

Selain itu, pada Jembatan JC Sedyatmo yang memiliki bentang lebih dari 100 meter dan radius terkecil sekitar 88 meter, perseroan menerapkan Sistem Monitoring Kesehatan Struktur dengan lebih dari 100 sensor untuk mendukung pengawasan kondisi struktur sejak tahap konstruksi hingga masa operasional.

Salah satu tantangan utama proyek terdapat pada pekerjaan Junction Sedyatmo yang berada di atas Jalan Tol Sedyatmo sebagai salah satu akses utama menuju Bandara Soekarno-Hatta. Kondisi area kerja yang terbatas membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan konstruksi yang terukur dengan tetap memperhatikan aspek Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE).

Sebagai bagian dari tahapan keberterimaan jembatan, Jembatan Ramp 1 JC Sedyatmo telah melaksanakan uji pembebanan pada 27-29 Agustus 2026 bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus (BKJTK). “Pengujian dilakukan secara dinamis dan statis dengan berbagai skema pembebanan sesuai Pedoman Penyelenggaraan Keamanan Jembatan Khusus Nomor 13/P/BM/2025,” tutup Joko. (rn/jh. Foto: Dok. PTPP)

Grup Djarum Incar Peluang Bisnis dari Program Internet Rakyat

BusinessUpdate – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melihat peluang bisnis dari adanya program Internet Rakyat (IRA) yaitu internet berbasis Fixed Wireless Access (FWA) 5G di frekuensi 1,4 GHz dengan harga terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Direktur TOWR Indra Gunawan mengatakan pengembangan teknologi FWA dapat meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur telekomunikasi, termasuk menara dan jaringan fiber optik yang menjadi bagian dari bisnis perusahaan infrastruktur telekomunikasi Grup Djarum ini.

“Fixed Wireless Access yang diberikan pemerintah, baik kepada Surge (WIFI) maupun para merek lainnya, itu mengharuskan mereka menggunakan fiber optik sebagai backbone-nya, sebagai transmisinya. Menjadi kelebihan kita juga karena kita memiliki tower dan memiliki fiber,” ujar Indra dalam konferensi pers Public Expose Live 2026 di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Oleh karena itu ia berharap pengembangan teknologi FWA dapat mendorong penetrasi layanan internet yang lebih luas, sehingga memberikan manfaat bagi perseroan maupun seluruh lapiran masyarakat Indonesia.

Sebagai informasi, pemerintah telah mencetuskan program Internet Rakyat (IRA) yang dioperasikan oleh PT Telemedia Komunikasi Pratama selaku anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge, yang juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Semoga mereka juga bisa melakukan penetrasi yang positif. Sehingga akan memberikan benefit kepada kita semua, baik kepada TOWR maupun masyarakat. Jadi, kita melihat masih banyak room to growth konteksnya industri ini,” ujar Indra.

Ke depan, perseroan juga melihat peluang dari pemanfaatan spektrum baru oleh operator telekomunikasi, sehingga kedua peluang itu diperkirakan dapat mendorong peningkatan kebutuhan menara dan jaringan kabel optik yang menjadi bisnis utama perseroan.

Saat ini TOWR memiliki sekitar 36.892 menara dan jaringan kabel optik sepanjang sekitar 182.559 kilometer (km), serta memiliki infrastruktur pendukung seperti VSAT dan kabel bawah laut.

Adapun, jumlah tenant menara TOWR mencapai 61.038 dengan tenancy ratio 1,65 kali. Perseroan juga menyediakan layanan Fiber-to-the-Tower, Fiber-to-the-Home dengan sekitar 1,86 juta homepass, serta solusi konektivitas dengan 28.153 aktivasi di berbagai daerah di Indonesia.

Dari sisi kinerja, TOWR membukukan pendapatan operasional konsolidasi sebesar Rp7,2 triliun pada semester I/2026, meningkat 12,7% secara tahunan (yoy). EBITDA perseroan tercatat senilai Rp5,58 triliun atau tumbuh 4,8% yoy pada semester I/2026, sedangkan laba bersih setelah kepentingan minoritas mencapai Rp1,86 triliun, meningkat 12,4 % yoy.

Kemudian, perseroan mencatatkan pendapatan kontraktual jangka panjang lebih dari Rp100 triliun hingga 2045, atau setara sekitar 9 kali pendapatan perseroan pada 2025. Di tengah ekspansi bisnis, perseroan menyatakan tetap menjaga disiplin modal dan fleksibilitas keuangan. TOWR mempertahankan rasio utang bersih terhadap EBITDA di bawah 4 kali serta biaya bunga sekitar 5,55% sepanjang 2026. (ip/jh)

PAM JAYA Jamin Kualitas Air Terjaga di Tengah Sebaran Abu Anak Gunung Krakatau

BusinessUpdate – Di tengah kondisi cuaca dan sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau PAM JAYA memastikan kualitas air yang disalurkan kepada pelanggan tetap terjaga dan memenuhi standar kualitas air minum, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.

Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin mengatakan pengecekan kualitas air dilakukan secara berkala untuk memastikan air yang diproduksi dan didistribusikan memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan.

“PAM JAYA memastikan proses pengolahan air minum perpipaan dilakukan melalui tahapan pengolahan dan pengawasan kualitas sebelum air didistribusikan kepada pelanggan. Pengawasan tersebut dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sumber air baku, proses pengolahan hingga air siap didistribusikan melalui jaringan perpipaan,” kata Arief di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Sebagai bagian dari upaya memastikan kualitas dan kontinuitas suplai air baku tetap terjaga, pihaknya juga melakukan kunjungan ke Jatiluhur untuk melihat secara langsung kondisi dan kesiapan sumber air baku yang menjadi bagian penting dalam sistem penyediaan air minum PAM JAYA.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan air baku serta proses penyediaannya tetap berjalan dengan baik, sehingga suplai air kepada pelanggan terus terjaga.

Selain melewati proses pengolahan dan pengawasan kualitas, sistem distribusi menggunakan jaringan perpipaan juga menjadi salah satu bentuk perlindungan terhadap kualitas air.

Air yang telah melalui proses pengolahan dan memenuhi standar, kemudian dialirkan melalui jaringan pipa hingga ke pelanggan, sehingga dapat meminimalisir potensi paparan atau pencemaran air dari faktor lingkungan selama proses pendistribusian.

Arief pun mengimbau pelanggan agar tetap tenang dan menggunakan air PAM JAYA sebagaimana mestinya. “Kami memahami kondisi saat ini dapat menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Namun, pelanggan tidak perlu khawatir terhadap kualitas air PAM JAYA. Kami juga mengimbau pelanggan untuk tetap menggunakan air PAM JAYA secara bijak dan sesuai kebutuhan sehari-hari,” ujar Arief.

Ia meminta pelanggan agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan sarana air di rumah, termasuk memastikan wadah penampungan air atau toren serta keran dalam kondisi bersih. Hal ini penting untuk menjaga kualitas air hingga digunakan oleh pelanggan.

Dengan berbagai upaya tersebut, PAM JAYA memastikan pelanggan tetap dapat menggunakan air perpipaan untuk kebutuhan sehari-hari dan tidak perlu khawatir terhadap kualitas air akibat sebaran abu vulkanik saat ini.

Bagi pelanggan yang membutuhkan informasi maupun ingin menyampaikan pengaduan terkait layanan air PAM JAYA, pelanggan dapat mengakses kanal layanan resmi PAM JAYA. (pa/jh. Foto: Dok. PAM JAYA)

Alasan Bank Mandiri Bagikan Dividen Sebesar Rp6,16 Triliun

BusinessUpdate – PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun cermin optimisme perseroan terhadap keberlanjutan kinerja bisnis di tengah ekspansi intermediasi yang tetap terjaga.

Bank Mandiri menetapkan dividen interim sebesar Rp66 per saham dengan total nilai sekitar Rp6,16 triliun. Dengan tambahan tersebut, total dividen yang dibagikan perseroan sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun, yang terdiri atas dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun dan dividen interim tahun buku 2026.

Pembagian dividen interim tersebut dilakukan setelah mendapat persetujuan Dewan Komisaris atas keputusan Direksi pada 3 September 2026 dan telah disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bank Mandiri menunjukkan kinerja bisnis yang ekspansif. Hingga Agustus 2026, penyaluran kredit secara bank only tumbuh 17,6% secara tahunan (yoy) menjadi Rp1.592 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang juga tumbuh 17,6% yoy menjadi Rp1.687 triliun. Sementara itu, total aset perseroan mencapai Rp2.358 triliun atau meningkat 20,7% yoy.

Dari sisi profitabilitas, Bank Mandiri mencatatkan laba bersih Rp37,5 triliun hingga Agustus 2026 atau tumbuh 22,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kualitas aset juga tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 1%.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan keputusan pembagian dividen interim dilakukan dengan mempertimbangkan kinerja keuangan, kondisi permodalan, serta likuiditas perseroan.

“Pembagian dividen interim ini mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental Bank Mandiri ke depan sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kepercayaan para pemegang saham,” ujar Novita dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, pembagian dividen tersebut tetap mempertimbangkan ruang pertumbuhan bisnis perseroan. Dengan permodalan dan likuiditas yang terjaga, Bank Mandiri masih memiliki kapasitas untuk melanjutkan ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif.

Perseroan memastikan pengelolaan modal tetap dilakukan secara prudent dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pemberian nilai tambah kepada pemegang saham. (rn/jh. Foto: Dok. Bank Mandiri)

Bandara Soetta, Halim dan Husein Kembali Layani Penerbangan

BusinessUpdate – PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airpots menyatakan operasional penerbangan di Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdanakusuma Jakarta hingga Husein Sastranegara Bandung dapat kembali melayani setelah sempat ditutup sementara karena sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim mengatakan, kembalinya layanan penerbangan di tiga bandara itu berdasarkan Notice to Air Missions (Notam) dari AirNav Indonesia, dengan status resumed operations yang dikeluarkan pada pukul 00.30 WIB.

“Fasilitas sisi udara (air side) dan sisi darat (land side) ketiga bandara siap kembali melayani penerbangan. Seluruh personel operasi dan layanan bandara juga dipastikan siap,” kata Arie dalam keterangan resmi, Selasa (8/9/2026).

Ia menjelaskan sesuai dengan situasi saat ini Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang pada 8 September 2026 mulai pukul 00.30 WIB, kemudian status resumed operations, Bandara Halim Perdanakusuma pada 8 September 2026 mulai pukul 00.40 WIB, dan status resumed operations Bandara Husein Sastranegara pada 8 September 2026 mulai pukul 00.42 WIB.

Prosedur pembukaan kembali oprasional penerbangan bandara telah dijalankan, termasuk pembersihan abu vulkanik di seluruh sisi udara (air side), yakni area apron, taxiway, runway. “Selain itu, juga dilakukan uji kekesatan di runway, yang menunjukkan fasilitas tersebut memenuhi standar dan persyaratan untuk melayani operasional penerbangan,” ujarnya.

Sementara itu, General Manajer Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi menambahkan pembukaan kembali operasional di Bandara Soekarno-Hatta dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, termasuk melalui penerapan Air Traffic Flow Management (ATFM) sebagai bagian dari strategi pengendalian arus lalu lintas penerbangan pada fase awal pemulihan.

“Pada fase awal recovery, pengendalian penerbangan dilakukan secara bertahap dan terukur melalui penerapan ATFM. Pengaturan ini diperlukan agar arus keberangkatan dan kedatangan dapat kembali berjalan dengan aman dan tertib, sekaligus memungkinkan kapasitas operasional bandara dipulihkan secara bertahap,” terangnya.

Upaya pengaturan arus penerbangan pada fase awal pemulihan mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan, termasuk kebutuhan untuk mempercepat keberangkatan pesawat yang sebelumnya terdampak serta mengembalikan kapasitas apron secara bertahap.

Bandara Soekarno-Hatta juga telah berkoordinasi dengan seluruh operator transportasi publik untuk memastikan ketersediaan armada untuk mendukung mobilitas dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta.

“Calon penumpang diimbau untuk senantiasa memantau dan memastikan status serta jadwal penerbangannya melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara tujuan, mengingat adanya penyesuaian jadwal penerbangan,” katanya. (pa/jh. Foto: InJourney Airports)

PT Timah Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

BusinessUpdate – Tim Emergency Response Group (ERG) PT Timah (Persero) menyalurkan bantuan ratusan paket sembako dan tikar yang dibutuhkan warga korban gempa di Desa Marapokot dan Nangadhero, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Bantuan ini menjadi bagian dari aksi kemanusiaan PT Timah untuk meringankan beban masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana alam,” kata Departement Head Corporate Communication PT Timah (Persero) Tbk, Anggi Siahaan dalam keterangan resmi, Senin (7/9/2026).

Ia mengatakan aksi kemanusiaan tersebut sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat korban bencana alam. Selain itu, tim yang terdiri dari unsur rescue, dokter, perawat, volunteer serta personel pendukung lainnya juga memberikan pelayanan kesehatan gratis untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan pascabencana.

“Saat ini tim masih terus bergerak memberikan pelayanan kesehatan dan menyalurkan bantuan yang dibutuhkan warga dan para pelajar Madrasah Aliyah (MA) Nurusa’adah di Desa Maropokot selama masih berada di tempat pengungsian maupun posko darurat,” lanjutnya.

Kepala Madrasah Aliyah Nurusa’adah, Ambo Taang mengatakan kondisi masyarakat di Desa Marapokot dan Nangadhero hingga kini masih dalam situasi siaga. “Saat ini sebagian warga memang telah kembali dari pengungsian, namun belum berani menempati rumah mereka dan masih memilih bertahan di tenda-tenda darurat,” katanya.

Menurutnya, sebagian masyarakat masih mengandalkan posko besar dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut membuat bantuan kemanusiaan masih sangat dibutuhkan.

“Bantuan yang disalurkan pada hari ini sangat bermanfaat karena ada tikar. Sampai sekarang kami masih beralaskan tanah. Memang ada beberapa donatur lain yang sudah menyerahkan tikar, tetapi jumlahnya masih kurang. Ketika ditambah lagi, kami sangat bersyukur,” katanya.

Ia menambahkan bencana juga berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Wilayah pesisir Nangadhero sempat terdampak tsunami dengan gelombang yang relatif kecil. Namun, dampaknya cukup besar bagi sebagian warga, termasuk para siswa.

“Khususnya siswa kami mayoritas berasal dari Nangadhero dan Maropokot yang terkena dampak tsunami. Walaupun tsunaminya kecil, namun menyebabkan beberapa peralatan belajar siswa hilang, seperti seragam, buku tulis dan buku pelajaran,” jelasnya. (rn/jh. Foto: Dok. PT Timah)

BP Tapera Ajak Gen Z untuk Memanfaatkan Program FLPP

BusinessUpdate – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengajak masyarakat yang belum memiliki rumah, termasuk Gen Z yang telah memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan kepemilikan rumah melalui Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) .

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan Program FLPP. Menariknya, berdasarkan realisasi sementara hingga 4 September 2026, penerima manfaat tertinggi justru berasal dari kelompok usia 19–25 tahun atau Generasi Z,” ujar Heru Pudyo Nugroho, Komisioner BP Tapera, dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda mulai memiliki kesadaran dan keberanian untuk merencanakan kepemilikan rumah sejak dini. “Jangan merasa harus menunggu sampai memiliki penghasilan besar untuk memiliki rumah pertama. Yang penting adalah memahami kemampuan, memenuhi persyaratan, dan berani mengambil langkah pertama,” lanjut Heru.

Ia mengatakan, rumah pertama bukan sekadar bangunan tempat tinggal, tetapi menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik bersama keluarga.

“Rumah pertama bukan tentang seberapa besar penghasilanmu. Tapi tentang keberanian mengambil langkah pertama untuk masa depan. Setiap orang memiliki perjalanan dan kemampuan yang berbeda, tetapi kesempatan untuk memiliki rumah dapat dimulai ketika kita berani mengambil langkah dan memanfaatkan kesempatan yang ada,” katanya.

Pada 2026, Pemerintah menyediakan kuota sebanyak 350.000 unit rumah subsidi melalui Program FLPP. Artinya, kesempatan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memiliki rumah pertama masih terbuka.

Hingga 4 September 2026, realisasi sementara Program FLPP periode 1 Januari–3 September 2026 telah mencapai 144.691 unit rumah, dengan nilai pembiayaan sebesar Rp17,99 triliun. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat.

Dengan kuota yang masih tersedia, BP Tapera mendorong masyarakat yang belum memiliki rumah untuk mulai mencari informasi, mempertimbangkan kemampuan finansial, dan melihat peluang kepemilikan rumah melalui Program FLPP. (rn/jh. Foto: Dok. BP Tapera)

Penumpang KA Surabaya-Jakarta Melonjak Tajam Hingga 88 Persen

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat, jumlah pelanggan kereta api dari wilayah tersebut menuju Jakarta pada Senin (7/9/2026) mencapai 6.707 pelanggan, meningkat 88% dibandingkan Senin (31/8/2026) yang tercatat sebanyak 3.562 pelanggan.

Kenaikan jumlah pelanggan juga terlihat jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya. Pada Minggu (6/9/2026), tercatat 4.669 pelanggan dari wilayah KAI Daop 8 Surabaya melakukan perjalanan menuju Jakarta. Dengan demikian, jumlah pelanggan pada Senin (7/9/2026) meningkat 44% dibandingkan sehari sebelumnya.

Peningkatan tersebut menunjukkan adanya kenaikan kebutuhan perjalanan masyarakat dari wilayah Daop 8 Surabaya menuju Jakarta. KAI menyebut, kereta api menjadi salah satu alternatif moda transportasi yang dipilih masyarakat, khususnya di tengah kondisi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang turut memengaruhi pilihan moda transportasi.

Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, pihaknya melihat adanya peningkatan kebutuhan perjalanan masyarakat menuju Jakarta. KAI terus berupaya mengakomodasi kebutuhan tersebut dengan memastikan kesiapan layanan dan kapasitas angkutan kereta api.

“Kami melihat adanya peningkatan kebutuhan perjalanan masyarakat dari wilayah Daop 8 Surabaya menuju Jakarta. Kereta api menjadi salah satu alternatif transportasi yang dipilih masyarakat dalam kondisi saat ini,” ujar Mahendro dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).

Mahendro mengatakan, peningkatan jumlah pelanggan tersebut juga menjadi perhatian KAI dalam menjaga kualitas layanan perjalanan kereta api. KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, serta dapat diandalkan.

KAI Daop 8 Surabaya juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi terkait perjalanan kereta api melalui kanal resmi KAI, mengingat kondisi mobilitas masyarakat saat ini turut dipengaruhi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Selain itu, pelanggan kereta api diimbau menjaga kesehatan selama perjalanan. Salah satu langkah yang dianjurkan adalah menggunakan masker sebagai bentuk antisipasi terhadap paparan debu atau abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. (ip/jh. Foto: Dok. KAI)

Telkom Janjikan Pembagian Dividen Sebesar 60-90 Persen dari Laba Bersih 2026

BusinessUpdate – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) berkomitmen terus memberikan nilai terbaik kepada para pemegang saham dan pemangku kepentingan, salah satunya melalui pembagian dividen tunai. Perseroan berkomitmen untuk membagikan dividen dengan kisaran dividend payout ratio (DPR) sebesar 60-90% dari laba bersih tahun buku 2026.

“Pada prinsipnya, Telkom akan terus berupaya memberikan yang terbaik kepada para pemangku kepentingan dan para pemegang saham,” ujar Arthur Angelo Syailendra, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, dalam Public Expose Live melalui PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Angelo memastikan perseroan akan tetap mempertimbangkan pembagian dividen tunai setelah berakhirnya tahun buku berjalan, yang tentunya keputusannya akan ditetapkan melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) terlebih dahulu. “Per-assumption dari total dividen yang akan dibagikan berdasarkan dividen periode rasio sebesar 60-90% dari laba bersih,” ujar Angelo.

Ia menjelaskan besaran dividen tunai yang dibagikan nantinya tidak hanya mempertimbangkan laba bersih perseroan, namun juga menyeimbangkan pertumbuhan dividen per saham dengan kebutuhan ekspansi dan investasi perusahaan.

Selain kebutuhan investasi, keputusan pembagian dividen tunai juga akan mempertimbangkan kinerja perusahaan, kondisi pasar, serta aspirasi para pemegang saham.

Menurutnya, kebijakan itu diperlukan supaya tetap dapat memberikan imbal hasil kepada pemegang saham, sekaligus menjaga ruang untuk perseroan melakukan ekspansi dan investasi guna mendukung pertumbuhan bisnis.

“Telkom akan menyeimbangkan pertumbuhan dividen per share dengan kebutuhan ekspansi dan investasi Telkom, kinerja perusahaan, kondisi pasar, serta aspirasi para pemegang saham,” ujarnya.

Dengan kebijakan itu, Telkom tetap membuka ruang untuk menjaga pertumbuhan dividen secara berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan kebutuhan perusahaan dalam menjalankan agenda investasi dan pengembangan bisnis.

Hingga semester I/2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun atau tumbuh 3,9% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. EBITDA perseroan meningkat 3,8% yoy menjadi Rp37,5 triliun, dengan EBITDA margin sebesar 49,4%.

Hingga periode ini, perseroan mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp10,6 triliun, atau tumbuh 1,4% yoy, dengan margin laba bersih sebesar 14,0%. Sementara, laba bersih yang dinormalisasi (normalized net income) mencapai Rp11,3 triliun atau meningkat 6,2% yoy dengan margin sebesar 14,9%. (pa/jh. Foto: Dok. Telkom)

Integrasikan AI dan Fraud Detection System, Bank Jombang Tingkatkan Ketahanan Layanan Digital


‎
‎BusinessUpdate — Transformasi digital di sektor perbankan daerah tidak lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk menjaga daya saing dan meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.
‎
‎Mengatasi tantangan tersebut, PT BPR Bank Jombang Perseroda memiliki komitmen tersendiri dan menyampaikannya melalui penjurian Indonesia Digital Technology and Innovation Awards (IDTIA) 2026 pada Senin, (07/09/2026).
‎
‎Jajaran direksi memaparkan sejumlah inovasi dan strategi digital yang dihadiri oleh Afandi Nugroho, Direktur Utama dan H. Adam Joyo Pranoto, Direktur Bisnis PT BPR Bank Jombang Perseroda.
‎
‎Dalam sesi pemaparan di hadapan dewan juri, Bank Jombang memfokuskan pilar utamanya pada aspek ketahanan (resilience), keberlanjutan (sustainability), serta keunggulan inovasi digital yang terbagi ke dalam tiga fokus utama sebagai berikut:
‎
‎1. AI-Powered Credit Decision Support (LOS + AI Recommendation)
‎‎Inovasi sistem pengajuan hingga persetujuan kredit berbasis kecerdasan buatan ini dirancang untuk mewujudkan:
‎- Proses kredit terpusat dan terstruktur guna meningkatkan efisiensi operasional.
‎-Dukungan backup & recovery yang solid demi menjaga keberlangsung pelayanan secara berkesinambungan.
‎-Paperless process lewat efisiensi dokumen fisik.
‎-Pengambilan keputusan kredit lebih cepat dan presisi berbasis data terintegrasi (data-driven & intelligent lending).
‎
‎2. Always-On Digital Service (AI WhatsApp Banking)
‎‎Layanan berbasis percakapan (conversational banking) yang dirancang fleksibel untuk kemudahan nasabah yakni:
‎‎-Menyediakan akses layanan perbankan melalui kanal yang familiar di kalangan nasabah.
‎-Fitur self-service mendiri untuk pemenuhan kebutuhan informasi layanan perbankan.
‎-Memangkas ketergantungan jam operasional, sehingga layanan selalu aktif (always available).
‎-Menjadi fondasi pengembangan conversational banking Bank Jombang
‎
‎3. Proactive Fraud Protection (Fraud Detection System)
‎‎Sistem perlindungan proaktif dalam memperkuat ketahanan keamanan perbankan digital yang di antaranya:
‎‎- Identifikasi dan sistem peringatan otomatis (automated alert) terhadap potensi transaksi mencurigakan (suspected fraud) secara sistematis.
‎- Tersedia action tindak lanjut atas transaksi suspected fraud
‎- Memperkuat keamanan kanal digital dan meningkatkan resilience terhadap fraud
‎- Data deteksi menjadi basis evaluasi serta pengembangan parameter di masa mendatang.
‎
‎Selesai sesi pemaparan, pihak Bank Jombang menyampaikan apresiasinya atas masukan dari seluruh dewan juri. ‎”Semua pertanyaan itu justru memberikan insight baru kepada kami dari Pak Yandra Arkeman Concern ke integrasinya terutama dengan FDS-nya. Kemudian Pak Haryono Soeparno ke strateginya. Kemudian Bu Shelvie Nidya yang ke tata kelola dan Pak Ashwin Sasongko yang data pribadi. Saya rasa keempat aspek ini memiliki nilai yang setara dan memiliki Bobot untuk pengembangan IT di kami itu semuanya patut untuk dipertimbangkan. Jadi, kalau saya ngomong siapa yang lebih berbobot pertanyaannya, sulit itu karena semua masukan sangat luar biasa,” ucap manajemen Bank Jombang.
‎
‎Selain itu, Bank Jombang menyampaikan bahwa keikutsertaan perusahaan dalam ajang IDTIA 2026 merupakan pengalaman pertama yang mana sesi penjurian tergolong fleksibel dan komunikatif karena dewan juri secara detail memberikan nilai tambah serta masukan positif yang bisa langsung ditanggapi. Waktu pemaparan materi yang diberikan penyelenggara juga dinilai lebih panjang sehingga Bank Jombang dapat menyajikan materi inovasi secara lebih utuh dan mendalam. (kiy)