Home Blog Page 42

Pemprov DKI Jakarta Bantu UMKM Masuk Pasar China

BusinessUpdate – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ke China melalui partisipasi dalam rangkaian forum dagang di Wuhan dan Beijing pada 30 Maret-1 April 2026.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan partisipasi itu menjadi langkah strategis Jakarta dalam memperkuat jejaring perdagangan internasional, serta mendorong peningkatan daya saing UMKM sehingga mampu menembus pasar internasional.

“Keikutsertaan Jakarta dalam rangkaian forum ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi difokuskan pada penciptaan peluang kerja sama konkret yang berdampak langsung bagi pelaku usaha, khususnya usaha binaan Jakarta,” kata Ratu dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (11/4/2025).

Forum dagang yang diikuti itu adalah “Indonesia-China Food & Ecosystem Forum 2026”, “The 14th China Food Trade Fair 2026”, “China-Indonesia Trade and Investment Forum 2026 dan Indonesia-China SME,” serta “Trade and Investment Cooperation Forum 2026”.

Dalam “The 14th China Food Trade Fair 2026” di Wuhan, Jakarta berpartisipasi melalui Paviliun Indonesia bersama 17 exhibitor yang menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari makanan olahan, hasil perikanan, hingga produk kreatif bernilai tambah.

Melalui keikutsertaan itu, Dinas PPKUKM DKI memfasilitasi promosi produk UMKM Jakarta secara langsung kepada pembeli, distributor, dan investor dari China.

Selain pameran, kegiatan tersebut juga diisi dengan pertemuan bisnis (business matching) yang mempertemukan pelaku usaha Jakarta dengan mitra potensial, sehingga membuka peluang kontrak dagang dan perluasan jaringan distribusi internasional.

“Kami ingin pelaku usaha binaan tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing dan menjadi bagian dari rantai pasok global,” ujar Ratu.

Sementara dalam kegiatan “China-Indonesia Trade and Investment Forum 2026 dan Indonesia-China SME”, Jakarta menegaskan posisinya sebagai pusat perdagangan nasional dan hub distribusi strategis yang memiliki konektivitas logistik kuat serta akses ke pasar ASEAN.

Ratu mengatakan,dalam forum tersebut, Jakarta mendorong penguatan kerja sama di berbagai sektor potensial, seperti logistik dan rantai pasok, perdagangan ritel dan distribusi, serta ekonomi digital, yang mendukung aktivitas perdagangan lintas negara.

“Penguatan perdagangan tidak hanya soal peningkatan nilai transaksi, tetapi juga bagaimana UMKM dapat terlibat dalam rantai pasok global melalui kemitraan yang berkelanjutan,” jelas Ratu.

Momentum kerja sama dagang dengan China itu pun menjadi bagian dari langkah strategis Jakarta dalam memperkuat posisinya sebagai kota global yang terintegrasi dalam jaringan perdagangan internasional.

“Sejalan dengan transformasi menuju 500 tahun Jakarta. Dengan keikutsertaan aktif dalam forum internasional ini, kami optimistis dapat memperluas akses pasar, meningkatkan nilai perdagangan, serta mendorong UMKM naik kelas dan berdaya saing global,” tutup Ratu. (ip/jh. Foto: Dok. Dinas PPKUKM Jakarta)

Pertamina Andalkan Armada Laut untuk Distribusikan LPG

BusinessUpdate – PT Pertamina Patra Niaga turut mengandalkan armada logistik laut untuk mendistribusikan liquefied petroleum gas (LPG) ke berbagai wilayah Indonesia. Perseroan menyalurkan sekitar 223.000 metrik ton (MT) LPG per bulan dengan mengandalkan armada kapal milik perusahaan maupun sewa (charter).

Untuk armada perusahaan, Subholding Commercial & Trading Pertamina ini memiliki 9 kapal LPG captive yang berperan dalam sistem distribusi domestik. Selain itu, ada lebih dari 30 kapal charter yang digunakan untuk memastikan fleksibilitas penyaluran.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo mengatakan, kesiapan armada logistik merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran distribusi LPG di berbagai wilayah.

“Sebagai bagian dari sistem distribusi energi nasional, kami terus mengoptimalkan kesiapan armada logistik untuk mendukung penyaluran LPG ke masyarakat. Distribusi LPG merupakan sistem yang saling terhubung, sehingga perlu dikelola secara seimbang antara pasokan dan kebutuhan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4/2026). B

Setiap kapal LPG yang dioperasikan Pertamina Patra Niaga memiliki kapasitas angkut rata-rata sekitar 1.700-2.000 MT per voyage, sehingga mendukung pengangkutan dalam volume yang cukup untuk memenuhi kebutuhan di berbagai daerah.

Sementara itu, distribusi LPG yang mencapai 223.000 MT per bulan tersebut tersebar di sejumlah wilayah. Sumatera Bagian Utara sekitar 77.000 MT, Sumatera Bagian Selatan 24.000 MT, Jawa Bagian Barat 45.000 MT, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara 35.000 MT, Sulawesi 34.000 MT, Kalimantan 5.000 MT, serta sisanya Maluku dan Papua.

Dalam beberapa waktu terakhir, Pertamina Patra Niaga juga mencatat adanya peningkatan aktivitas pembelian LPG di sejumlah wilayah seperti Riau, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.

Perusahaan terus melakukan pemantauan dan penyesuaian operasional agar distribusi tetap berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Pertamina Patra Niaga juga mengajak masyarakat untuk menggunakan LPG secara bijak dan sesuai kebutuhan, sehingga distribusi dapat lebih merata dengan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui pengelolaan distribusi yang terkoordinasi dan dukungan armada logistik yang adaptif, Pertamina Patra Niaga terus berupaya menjaga kelancaran penyaluran LPG di berbagai wilayah Indonesia,” tutupnya. (pa/jh. Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga)

WIFI Gunakan Dana Hasil Right Issue Rp5,9 Triliun untuk Internet Rakyat

BusinessUpdate – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau SURGE menyetujui perubahan penggunaan dana hasil Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Dana sebesar Rp5,9 triliun bakal dialokasikan untuk pengembangan proyek Internet Rakyat guna memperluas akses internet cepat dengan harga terjangkau.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 8 April 2026. Proyek Internet Rakyat menyasar masyarakat yang belum terlayani dan kurang terlayani. Akses internet di segmen ini dinilai masih terbatas.

Perusahaan menargetkan pembangunan 5.500 titik jaringan sepanjang 2026. Jangkauan layanan diproyeksikan mencapai 5 juta pelanggan hingga akhir tahun.

Direktur SURGE Shannedy Ong menyebut proyek ini menjadi bagian penting dari strategi perusahaan. “IRA atau Internet Rakyat dirancang untuk menghadirkan internet berkecepatan tinggi yang andal dan terjangkau dalam skala besar, serta siap untuk dikomersialisasikan secara luas melalui model yang scalable dan efisien,” ujarnya lewat keterangan pers, Jumat (10/4/2026).

Persetujuan pemegang saham dinilai memperkuat posisi perusahaan. Ekspansi jaringan akan dipercepat untuk menjangkau lebih banyak rumah tangga. Fokus awal diarahkan ke Region-1 yang mencakup Jawa, Maluku, dan Papua. Wilayah ini dipilih karena dinilai memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar.

Perusahaan mengembangkan layanan berbasis teknologi 5G Fixed Wireless Access. Model ini digunakan untuk mempercepat penyediaan konektivitas. Uji coba layanan juga dilakukan dalam forum rapat.

Pemegang saham mencoba langsung jaringan Internet Rakyat. Kecepatan unduh tercatat berada di kisaran 200 Mbps hingga di atas 300 Mbps. Hasil ini menunjukkan kesiapan jaringan untuk implementasi lebih luas. (rn/jh)

Taati Regulasi Meta Sesuaikan Persyaratan Usia Pengguna Medsos

BusinessUpdate – Perusahaan teknologi Meta melakukan penyesuaian persyaratan usia pengguna untuk layanan Facebook, Instagram, dan Threads di Indonesia menyusul penerapan regulasi baru PP Tunas terkait perlindungan remaja di ruang digital.

Kebijakan tersebut merupakan respons terhadap aturan pemerintah Indonesia, yakni Peraturan Pemerintah No. 17 tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas.

PP Tunas ini mengatur keamanan bagi pengguna anak dan remaja di platform daring dengan membatasi akses anak ke platform media sosial mereka. “Kami berkomitmen untuk mendukung pengalaman yang aman dan sesuai dengan usia, serta mematuhi persyaratan usia yang baru ini,” bunyi pernyataan Meta dikutip dari laman resmi Perseroan pada Jumat (9/4/2026).

Meta menyebut, perubahan ini berdampak pada pengguna berusia di bawah 16 tahun. Perusahaan juga menyatakan akan memberikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada pengguna sebelum kebijakan tersebut diterapkan.

Sementara itu, bagi pengguna berusia 16 tahun atau lebih yang terdampak secara tidak sengaja, Meta menyediakan mekanisme verifikasi usia dan pengajuan banding untuk mengaktifkan kembali akun. Selain itu, Meta juga memastikan proses banding tetap tersedia bagi pengguna di bawah 16 tahun yang terdampak secara keliru.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Meta dalam menciptakan pengalaman digital yang lebih aman dan sesuai usia, sekaligus memenuhi kewajiban regulasi di Indonesia. Dalam kebijakan tersebut, Meta menyatakan tengah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk menyesuaikan sistem mereka dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami sedang bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) seiring dengan upaya kami untuk menyelaraskan dan mempersiapkan diri untuk memenuhi persyaratan berdasarkan hukum yang berlaku,” tulis Meta.

PP Tunas diberlakukan mulai 28 Maret 2026. Peraturan itu mencakup pembatasan akses anak ke platform digital seperti Instagram, Facebook,Threads, X, Bigo Live, YouTube, TikTok, dan Roblox.

Pemilik platform digital yang hingga Kamis (9/4) pukul 17.50 WIB sudah sepenuhnya mematuhi PP Tunas meliputi Meta (Threads, Instagram, Facebook), X, dan Bigo Live.

Platform TikTok dan Roblox dinilai sudah mematuhi sebagian ketentuan dalam PP Tunas. Google selaku pemilik platform YouTube dinilai belum menunjukkan iktikad baik untuk mematuhi peraturan tersebut. (ip/jh)

PTPP Raih Kontrak Proyek Jembatan di Pulau Laut Senilai Rp1,02 Triliun

BusinessUpdate – PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) meraih proyek pembangunan Jembatan Pulau Laut di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan snilai Rp1,02 triliun. Proyek tersebut dikerjakan melalui skema joint operation (JO) di mana PTPP sebagai lead contractor dengan porsi 50%.

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan perolehan proyek ini mencerminkan kepercayaan terhadap kapabilitas perseroan dalam mengerjakan proyek berskala besar.

“Perolehan proyek ini menjadi bukti kepercayaan yang terus diberikan kepada PTPP dalam mengerjakan proyek infrastruktur strategis, khususnya sebagai lead contractor. Kami berkomitmen untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai target, baik dari sisi mutu, waktu, maupun aspek keselamatan kerja, sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” kata Joko dalam keterangan resmi, Jumat (10/4/2026).

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program multiyears 2026–2028 yang ditujukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kalimantan Selatan.

Adapun, penandatanganan kontrak proyek telah dilakukan pada 30 Maret 2026 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan bersama pihak penyedia jasa.

Proyek ini memiliki masa pelaksanaan konstruksi selama 1.005 hari kalender dan masa pemeliharaan selama 730 hari kalender. Perolehan tersebut menambah portofolio PTPP di sektor infrastruktur, khususnya proyek konektivitas wilayah.

Secara lokasi, pembangunan jembatan berada di Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu. Infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan akses antara Pulau Kalimantan dan Pulau Laut, sekaligus memperlancar distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.

PTPP menilai proyek ini sejalan dengan upaya pemerataan pembangunan infrastruktur dan peningkatan konektivitas antarwilayah, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru. (ip/jh. Foto: Dok. PTPP)

BRI Life dan RS Awal Bros Group Hadirkan Layanan Premium The Private Suites

BusinessUpdate – PT Asuransi BRI Life (BRI Life) bekerja sama dengan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium, The Private Suites. Grand Launching peresmian dilaksanakan pada 8 April 2026 secara bersamaan di dua lokasi yakni RS Awal Bros Batam, Kepulauan Riau.

Fasilitas tersebut diluncurkan secara serentak di sepuluh RS Awal Bros Group yang tersebar di wilayah Kepulauan Riau dan Riau, sebagai integrasi antara standar klinis internasional dengan inovasi layanan pendampingan pasien yang humanis.

Direktur BRI Life Sutadi mengatakan, kolaborasi di dalam The Private Suites menghadirkan sinergi keunggulan medis RS Awal Bros yang telah tersertifikasi JCI dan KARS, dengan kemudahan akses perlindungan dari BRI Life.

Melalui fasilitas ini, nasabah mendapatkan akses prioritas ke berbagai Pusat Unggulan (Center of Excellence) RSAB, mulai dari Cardiac & Vascular Center, Oncology Center, hingga Neurology Center dan lainnya.

“Di dalam The Private Suites, nasabah kami tidak hanya mendapatkan akses ke tenaga medis ahli dari jaringan RS Awal Bros yang merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia, tetapi juga merasakan kehadiran BRI Life secara langsung,” kata Sutadi dalam keterangan resmi, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, sinergi ini memastikan nasabah mendapatkan perawatan komprehensif, termasuk akses ke layanan minimal invasif dan penanganan trauma di Trauma Center. Ia memerinci, selain menawarkan ruangan rawat inap yang sangat privat, The Private Suites juga dirancang untuk meminimalkan hambatan administrasi.

Kerja sama ini memastikan setiap tahapan pelayanan, mulai dari tindakan di Uro-Nephrology Center hingga pemulihan di Orthopedic & Sports Center yang dilakukan dengan standar Hospitality Excellence.

CEO RS Awal Bros Group Arfan Awaloeddin menjelaskan peresmian ini adalah bagian dari strategi transformasi layanan kesehatan berpusat pada pasien (Patient-Centered Care).

“Kami menyediakan infrastruktur medis terbaik di The Private Suites, guna menjamin ketenangan pasien selama masa pemulihan. Sinergi dengan BRI Life melengkapi fasilitas ini dengan sentuhan layanan prioritas, di mana pasien didampingi oleh Personal Care Officer (PCO) untuk memastikan seluruh proses medis dan administrasi berjalan seamless,” jelasnya.

Salah satu poin utama kolaborasi ini adalah kehadiran PCO BRI Life sebagai One Stop Solution yang bersiaga langsung di area The Private Suites. Layanan ini selaras dengan ketersediaan fasilitas medis canggih RSAB lainnya, seperti Hyperbaric Oxygen Therapy Center untuk percepatan penyembuhan luka kronis hingga layanan diagnostik akurat melalui kedokteran nuklir.

Peresmian The Private Suites menjadi tonggak penting bagi kedua institusi dalam memimpin pasar layanan kesehatan premium di wilayah Kepulauan Riau dan Riau.

Dengan dukungan tim medis yang terdiri dari ratusan dokter spesialis dan sub-spesialis, RS Awal Bros Group dan BRI Life optimistis dapat terus menjadi mitra terpercaya bagi keluarga Indonesia dalam menghadapi tantangan kesehatan masa depan dengan inovasi yang aman dan penuh empati. (pa/jh. Foto: Dok. BRI Life)

PHE Targetkan Produksi Minyak pada 2026 Capai 595 BPH

BusinessUpdate – PT Pertamina Hulu Energi menargetkan produksi minyak 2026 mencapai 595 ribu barel per hari (bph). Jumlah ini bertambah 38 ribu bph dibandingkan dengan realisasi produksi minyak pada 2025, yakni sebesar 557 ribu bph.

“Harapannya bisa tercapai produksi kami di kisaran 595 ribu barel per hari,” ujar Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PT Pertamina Hulu Energi Edi Karyanto dalam acara media gathering di Malang, Jawa Timur, Kamis (9/4/2026).

Adapun rincian target produksi pada 2026 adalah 404 ribu bph merupakan produksi yang berasal dari dalam negeri, 156 ribu bph merupakan produksi yang berasal dari sumur PHE di luar negeri, dan 35 ribu bph hasil M&A (merger and acquisition).

Selain itu, PHE juga menargetkan peningkatan produksi gas pada 2026 menjadi 2,81 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD), dengan rincian 2,44 BSCFD berasal dari dalam negeri, 279 BSCFD merupakan produksi yang berasal dari sumur PHE di luar negeri dan 89 BSCFD hasil M&A.

Untuk mencapai target tersebut, Pertamina menghadapi tantangan yang semakin kompleks, yakni laju penurunan produksi atau decline rate dari sumur-sumur yang ada sebesar 24% dari sumur minyak dan 21% dari sumur gas. “Memang kami sadari, decline rate dari existing produksi cukup curam karena lapangan kita adalah lapangan tua,” ujar Edi.

Oleh karena itu, Edi menyampaikan Pertamina akan berupaya untuk merevitalisasi aset yang ada, melakukan program pengembangan, hingga penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).

Selain itu, Pertamina juga akan meningkatkan sumber daya melalui 16 bor eksplorasi, seismik, pengembangan migas nonkonvensional (MNK) dan M&A. Program lainnya yang akan ditempuh oleh Pertamina adalah optimasi aset dan fiskal, termasuk implementasi CCS/CCUS. “Jadi, kalau semua bisa dilakukan, harapannya bisa tercapai (target) produksi kami,” kata Edi.

Sepanjang 2025, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina berhasil mencatatkan produksi minyak dan gas bumi sebesar 1,03 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD). Produksi tersebut terdiri atas minyak sebesar 557 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas bumi sebesar 2,76 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).

PHE merealisasikan pengeboran eksploitasi sebanyak 886 sumur, workover 1.288 sumur, serta kegiatan well service sebanyak 37.259 pekerjaan.

Di sisi eksplorasi, dilakukan pula survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer dan survei seismik 3D seluas 855 kilometer persegi, serta pemboran eksplorasi sebanyak 20 sumur untuk mendukung keberlanjutan cadangan migas.

PHE juga mencatatkan kinerja signifikan dalam penguatan sumber daya dan cadangan migas. Penemuan sumber daya migas kategori 2C mencapai 1.097 juta barel setara minyak (MMBOE), dengan kontribusi terbesar dari sumur Migas Non-Konvensional (MNK) di area Aman Trough di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Sementara penambahan cadangan terbukti (P1) tercatat sebesar 313,7 juta barel setara minyak (MMBOE). (ip/jh. Foto: Dok. Pertamina)

Kemenhub Percepat Pembangunan Taksi Air di Bali

BusinessUpdate – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mendorong percepatan pembangunan transportasi pariwisata di Bali melalui pengembangan taksi air (water taxi) dan dermaga guna memperkuat konektivitas serta meningkatkan daya tarik wisata di Pulau Dewata itu.

“Kementerian Perhubungan menyinergikan percepatan pembangunan transportasi pariwisata di Bali,” kata Menhub di Jakarta, Kamis (9/4/2026). Pihaknya telah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas di Bali, antara lain melalui pengembangan taksi air dan pembangunan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng.

Menurut Dudy, pengembangan taksi air menjadi solusi alternatif untuk mengintegrasikan transportasi darat, laut, dan udara, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya di Kabupaten Badung.

Saat ini, PT ASDP Indonesia Ferry tengah menyusun studi detail engineering design (DED). Adapun pekerjaan konstruksi direncanakan berlangsung pada Agustus 2026 hingga Juli 2027.

Layanan taksi air nantinya akan menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu. Berdasarkan observasi, waktu tempuh perjalanan darat dari bandara menuju Canggu berkisar 1–2 jam. Sedangkan menggunakan taksi air diharapkan dapat ditempuh maksimal 30 menit.

Sementara itu, terkait pembangunan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang, Dudy menyebut Dermaga I direncanakan melayani kapal general cargo dan aspal curah cair, dengan penambahan panjang dermaga sekitar 92 meter.

Adapun Dermaga II akan dikembangkan sebagai dermaga multipurpose yang melayani penumpang, general cargo, serta curah kering, dengan tambahan panjang dermaga sekitar 60 meter.

Pengembangan tersebut dilakukan sebagai hasil evaluasi untuk menyediakan pelabuhan alternatif agar pergerakan kendaraan tidak bercampur antara kendaraan besar dan kecil.

Sebagai solusi jangka pendek, Menhub juga meminta PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) melakukan pengembangan pelabuhan, khususnya di Ketapang, dengan membuka dermaga baru di Gilimanuk.

Ia berharap terdapat wilayah yang dapat dijadikan pelabuhan pasangan untuk menerima kapal dari Ketapang, termasuk penyediaan buffer zone guna mengantisipasi tingginya arus kendaraan. “Apalagi tahun depan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri akan berdekatan,” katanya.

Dudy berharap langkah-langkah strategis tersebut dapat segera terealisasi untuk memperkuat konektivitas, mendukung mobilitas penumpang dan distribusi logistik yang lebih efisien, serta mengurangi kepadatan lalu lintas. (pa/jh. Foto: Dok. Wikipedia)

Hingga April 2026 BTN Salurkan 6 Juta KPR Senilai Rp530 Triliun

BusinessUpdate – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) telah menyalurkan 6 juta unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sejak 1976 hingga awal April 2026. Total pembiayaan yang telah digelontorkan mencapai Rp530 triliun, mencerminkan kontribusi berkelanjutan perseroan dalam memperluas akses hunian layak bagi masyarakat.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil perjalanan panjang BTN dalam membangun ekosistem pembiayaan perumahan yang terintegrasi.

“Selama hampir lima dekade, BTN tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga membangun ekosistem perumahan yang berkelanjutan. Capaian 6 juta unit ini mencerminkan peran BTN dalam mendukung stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi melalui sektor perumahan,” ujar Nixon dalam media briefing di Bandung, Kamis (9/4/2026).

Ia menambahkan, ke depan BTN akan terus memperkuat transformasi bisnis menuju konsep beyond mortgage, yakni memperluas layanan dari sekadar pembiayaan rumah menjadi solusi keuangan keluarga secara menyeluruh. Inisiatif tersebut mencakup layanan transaksi, pembiayaan usaha, hingga kebutuhan finansial jangka panjang.

BTN juga menghadirkan inovasi melalui skema bundling KPR dengan kebutuhan isi rumah, guna memberikan solusi pembiayaan yang lebih terjangkau dan terintegrasi bagi nasabah.

Sementara itu, Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, mengatakan capaian penyaluran KPR didorong oleh konsistensi perseroan dalam menjaga kinerja pembiayaan serta memperluas akses di berbagai wilayah.

“Permintaan hunian layak dan terjangkau terus meningkat, sementara tantangan sektor perumahan lebih banyak berasal dari sisi pasokan, seperti ketersediaan lahan dan perizinan. BTN berupaya menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan yang lebih proaktif dan terintegrasi,” jelasnya.

Dari sisi debitur, mayoritas KPR subsidi disalurkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan rata-rata penghasilan sekitar Rp4,9 juta per bulan. Segmen ini didominasi oleh pekerja informal seperti pedagang kecil, pekerja lepas, dan pelaku usaha mikro, serta pekerja formal seperti aparatur sipil negara dan karyawan swasta.

Selain KPR, BTN juga memperkuat ekosistem perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Hingga Maret 2026, realisasi KPP mencapai Rp2,17 triliun kepada lebih dari 3.291 debitur. Penyaluran dari sisi supply mencapai Rp1,47 triliun untuk pengembang dan kontraktor, sementara dari sisi demand sebesar Rp700 miliar dimanfaatkan untuk pembelian, pembangunan, dan renovasi rumah. (rn/jh. Foto: Dok. Kemen PKP)

Diambil Alih Astra Property Tingkat Okupnasi Gudang MPP Lebih dari 90 Persen

BusinessUpdate – Tingkat okupansi gudang milik PT Mega Manunggal Property Tbk (MMP) di kawasan Pondok Ungu, Bekasi melebihi 90% setelah diambil alih oleh Astra Property.

Sebelumnya, Astra Property memperkuat portofolio di sektor properti industri melalui kemitraan strategis dengan MPP. Kini, Astra Property mengelola lebih dari 10 aset logistik yang tersebar di titik-titik krusial seperti Jabodetabek dan Jawa Timur.

Presiden Direktur Astra Property, Wibowo Muljono, menegaskan bahwa pandangan industri terhadap pergudangan telah berubah total. Gudang kini memegang peranan vital dalam menentukan daya saing.

Gudang kini tidak lagi dipandang sebagai fasilitas pendukung, tetapi telah menjadi bagian penting dari strategi operasional bisnis, terutama dalam menjawab kebutuhan distribusi yang semakin cepat dan dinamis. “Kami percaya infrastruktur logistik yang baik adalah fondasi rantai pasok yang kuat,” ujar Wibowo, dikutip dari Kompas, Kamis (9/4/2026).

Salah satu inovasi yang menonjol dari kolaborasi ini adalah pengembangan konsep urban warehouse atau pusat distribusi perkotaan. Dengan menempatkan fasilitas logistik di lokasi yang sangat dekat dengan pusat kota seperti Jakarta, hambatan mobilitas dapat diminimalisasi, sehingga barang mencapai konsumen akhir dengan waktu tempuh yang lebih singkat.

Spesifikasi teknis bangunan pun tidak dibuat sembarangan. Standardisasi modern diterapkan secara ketat, mulai dari plafon setinggi lebih dari 10 meter untuk memaksimalkan ruang penyimpanan vertikal, hingga struktur lantai yang mampu menahan beban hingga 6 ton per meter persegi.

Teknologi seperti automatic meter capture dan sistem pelacakan kendaraan otomatis turut disematkan untuk menjamin transparansi operasional bagi setiap penyewa.

Dinamika industri saat ini juga menuntut adanya tanggung jawab lingkungan. Sejalan dengan Astra 2030 Sustainability Aspirations, MMP telah mengantongi sertifikasi ISO 14001 untuk Sistem Manajemen Lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa produktivitas industri harus berjalan beriringan dengan praktik bisnis yang bertanggung jawab.

Lebih dari sekadar hubungan penyewa dan pemilik lahan, model bisnis yang diusung lebih menitikberatkan pada kemitraan jangka panjang. Salah satu solusinya adalah skema built-to-suit, di mana gudang dirancang secara khusus sesuai spesifikasi unik kebutuhan bisnis penyewa tertentu.

Menurut Wibowo, tenant kini tidak hanya mencari ruang penyimpanan, mereka mencari ekosistem operasional yang cerdas dan terintegrasi. “Kami terus mengembangkan layanan untuk menjawab pergeseran kebutuhan tersebut, karena bagi kami, kemitraan dengan tenant adalah investasi jangka panjang,” tambah Wibowo.

Ke depan, seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diprediksi terus meningkat, kebutuhan akan pergudangan modern akan terus meningkat. (rn/jh. Foto: Dok. Astra Property)