Home Blog Page 63

PHE Tuntaskan Tiga Jalur Pipa Bawah Laut Sepanjang 21,24 Kilometer

BusinessUpdate – PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menyelesaikan pengerjaan tiga jalur pipa penyalur bawah laut sepanjang 21,24 kilometer yang terintegrasi dalam program Pipeline Renew and Replacement Project (PRRP) untuk mengamankan produksi minyak dan gas bumi (migas).

“Langkah proaktif melalui program PRRP secara berkelanjutan 2026 ini meminimalisir risiko gangguan operasional dan menjaga integritas fasilitas pipa penyalur bawah laut,” ujar General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

Ketiga jalur pipa penyalur bawah laut yang telah diselesaikan pengerjaannya meliputi jalur UWJ-B1C, yang menghubungkan aliran produksi dari area Uniform ke Bravo; jalur EF-EA, yang mengamankan penyaluran di area Echo; dan jalur BG-BC, di area Bravo. “Proyek strategis bagi PHE ONWJ untuk mempertahankan produksi migas ini berhasil diselesaikan dengan aman dan tepat waktu,” katanya.

Muzwir menjelaskan, pekerjaan instalasi lepas pantai pada proyek PRRP ini dilaksanakan selama 169 hari sejak 31 Oktober 2025, atau lebih cepat 10 hari dari target penyelesaian. Sepanjang pelaksanaan proyek, aspek keselamatan kerja menjadi prioritas utama, dengan capaian total jam kerja selamat sebanyak 854.765 jam.

Rampungnya jaringan pipa penyalur bawah laut di ketiga jalur ini berperan sangat krusial dalam keberlangsungan operasi Pertamina. Dengan keandalan infrastruktur yang baru, PHE ONWJ berhasil memastikan keandalan aliran produksi migas minyak dan gas bumi sebesar 3.895 BOPD dan 6,9 MMSCFD, yang dialirkan dari sumur-sumur tersebut.

Memasuki paruh kedua 2026, program PRRP masih menyisakan pelaksanaan satu jalur pipa lagi, yaitu Pipeline BC-BPRO. Dengan jaringan pipa sepanjang 2,78 kilometer, pelaksanaan program PRPP dijadwalkan pada kuartal keempat (Q4) 2026.

Selanjutnya pada 2027, tim PRRP merencanakan pekerjaan reinstatement pipeline jalur BF-BK-BPRO dan FK-FC, guna terus menjaga keandalan infrastruktur penyalur migas PHE ONWJ. “Upaya ini adalah wujud komitmen PHE ONWJ dalam menopang pencapaian ketahanan energi,” tambahnya.

Keberhasilan pengamanan menyalurkan aliran migas di ketiga jalur ini diharapkan dapat terus berkontribusi positif dan mendukung pencapaian target produksi migas nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah. (rn/jh. Foto: Dok. PHE)

KBRI Dukung Festival Kecak di Shinjuku Tokyo

BusinessUpdate – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo mendukung penyelenggaraan festival budaya Bali yang diinisiasi oleh komunitas kesenian asal Jepang, Geinoh Yamashirogumi, sebagai sarana diplomasi untuk memperkuat hubungan kedua negara.

Festival Kecak Geinoh Yamashirogumi ke-48 digelar di Shinjuku, Tokyo, pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026. Acara tersebut menampilkan permainan musik tradisional Bali, seperti jegog dan gamelan, serta sejumlah tarian tradisional seperti Legong dan Kecak, dengan melibatkan lebih dari 100 penggiat seni.

“KBRI Tokyo siap mendukung setiap kegiatan yang digelar. Semoga festival ini terus terselenggara sebagai simbol kerukunan budaya dan menginspirasi kolaborasi yang lebih erat antara kedua bangsa,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Jepang Nurmala Kartini P. Sjahrir dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (1/8/2026).

Ia mengapresiasi Geinoh Yamashirogumi serta seluruh panitia festival atas komitmen mereka dalam memperkenalkan kekayaan seni pertunjukan Indonesia kepada masyarakat Jepang. Menurutnya, kelompok kesenian tersebut telah memberikan kontribusi besar dalam memperkuat persahabatan antara Indonesia dan Jepang melalui sektor budaya.

“Festival tahun ini bahkan lebih istimewa, karena mempertemukan artis Indonesia, terutama dari Bali, dengan para penampil berbakat dari Jepang, Georgia, dan Bulgaria,” ujarnya.

Dengan didampingi oleh Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo Muhammad Al Aula, Dubes Nurmala hadir menyaksikan langsung festival tersebut pada Kamis (30/7/2026) bersama lebih dari 500 penonton.

Direktur Eksekutif Geinoh Yamashirogumi Akira Yajima optimistis, Festival Kecak dapat berperan sebagai platform penting untuk mempromosikan pertukaran budaya serta memperdalam pemahaman dan persahabatan antara Indonesia dan Jepang.

“Selama setengah abad sejak diresmikan pada 1976, Festival Kecak ini telah didedikasikan untuk membawa seni pertunjukan Indonesia yang kaya kepada penonton di Jepang. Suara dan ritme, suara-suara yang saling tumpang tindih, koreografi kolektif, semua ini dipandu oleh persepsi yang tak terucapkan,” tutupnya. (ip/jh. Foto: Dok. KBRI Tokyo)

Laba Bersih Maybank Indonesia pada Semester I/2026 Naik 21,2 Persen

BusinessUpdate – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) mencatatkan laba bersih sebesar Rp698 miliar pada semester I/2026, meningkat 21,2% secara tahunan (yoy).

“Kinerja ini mencerminkan kekuatan bisnis inti perbankan kami serta pelaksanaan prioritas strategis secara disiplin di tengah kenaikan suku bunga dan ketidakpastian global yang masih membayangi pasar domestik,” kata Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Pendapatan Bunga Bersih atau Net Interest Income (NII) meningkat 3,9% (yoy), didukung oleh penurunan beban bunga. Net Interest Margin (NIM) tercatat sebesar 4,3%, sementara pendapatan Non-Bunga atau Non-Interest Income (NOII) menurun 5,4% (yoy).

Sementara itu, pendapatan fee meningkat 8% (yoy), yang ditopang oleh peningkatan pendapatan fee dari Wealth (39%), pembiayaan otomotif (27,5%), dan layanan perbankan ritel (54,3%). Perseroan juga mencatat Gross Operating Income (GOI) meningkat 1,9% (yoy) menjadi Rp4,64 triliun.

Dari sisi aset, total aset menjadi Rp213,81 triliun, tumbuh 15,6% (yoy) . Rasio Non-Performing Loan (NPL) terjaga sebesar 2,1% (gross) dan 1,3% (net) pada Juni 2026, dibandingkan 2,4% (gross) dan 1,5% (net) pada Juni 2025.

Lebih lanjut, total kredit Bank tumbuh 3,8% (yoy) menjadi Rp126,28 triliun. Kredit Global Banking (GB) Bank tumbuh 5,0% (yoy) menjadi Rp54,98 triliun, didorong oleh pertumbuhan pada segmen GB Large Local Corporates (LLC) yang naik 18,0%, sementara kredit Business Banking tumbuh 24,3%. Kredit ritel dan non-ritel yang dikelola melalui Community Financial Services (CFS) tumbuh 2,9% (yoy) menjadi Rp71,30 triliun.

Simpanan nasabah tumbuh 8,2% (yoy) menjadi Rp124,10 triliun, didukung oleh pertumbuhan giro dan tabungan (CASA) sebesar 22,4% (yoy). Giro tercatat tumbuh 32,1% (yoy), tabungan tumbuh 4,8% (yoy), dan deposito berjangka turun 10,1% (yoy). Dengan demikian, rasio CASA meningkat menjadi 63,6% pada Juni 2026, dari 56,2% pada Juni 2025.

Pada sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) bank tercatat sebesar 24,3% dan rasio Common Equity Tier 1 (CET1) sebesar 23,2%. Kemudian, Loan-to-Deposit Ratio/LDR (Bank-saja) sebesar 86,6%. Sementara itu, Liquidity Coverage Ratio/LCR (Bank-saja) tercatat sebesar 138,2% dan Net Stable Funding Ratio/NSFR (Bank-saja) sebesar 110,7%. (pa/jh. Foto: Dok. Maybank Indonesia)

Danantara Siap Bangun 141 Ribu Unit Rusun Subsidi di Cikarang

BusinessUpdate – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara siap membangun 141.000 unit rumah susun (rusun) subsidi di atas lahan hibah Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat seluas 30 hektar.

Menurut Maruarar proses hibah telah rampung setelah melalui penyelesaian administrasi bersama Kementerian Keuangan serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). “Artinya sudah siap untuk Danantara dan BUMN untuk membangun dan membiayai 141.000 rumah susun di Meikarta, Kabupaten Bekasi,” kata Maruarar di Batang, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026).

Ia menambahkan, rampungnya proses hibah membuka jalan bagi dimulainya pembangunan rusun subsidi di kawasan tersebut. Pemerintah menargetkan proyek itu dapat memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan berada dekat dengan pusat kegiatan ekonomi maupun lokasi kerja.

Maruarar mengatakan pembangunan hunian vertikal menjadi salah satu solusi untuk mengurangi backlog perumahan sekaligus menjawab keterbatasan lahan di kawasan perkotaan yang harga tanahnya terus meningkat.

Sementara itu, Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan pembangunan hunian di lahan hibah Meikarta diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh tempat tinggal yang layak dan terjangkau. (ip/jh. Foto: Dok. Kementerian PKP)

PIS Rehabilitasi 100 Terumbu Karang di Laut Bali

BusinessUpdate – PT Pertamina International Shipping (PIS) melakukan restorasi 100 fragmen terumbu karang di laut Bali bagian barat sebagai komitmen perusahaan menjaga kelestarian laut Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan berkolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat lingkungan Divers Clean Action (DCA) dan Satgas Lingkungan Desa Pejarakan.

“Melalui program ini, PIS berupaya merehabilitasi struktur fisik terumbu karang yang rusak guna mengembalikan habitat alami yang ideal bagi berbagai spesies laut untuk berkembang biak dan mencari makan,” ujar Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Aksi nyata, yang berlangsung pada 24-25 Juli 2026 itu juga dibarengi pelaksanaan program edukasi tentang keindahan bahari nusantara kepada anak anak usia dini melalui Ocean LiteraSEA, yang merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan.

“Melalui kombinasi aksi restorasi terumbu karang dan program Ocean LiteraSEA di Bali barat ini, kami ingin memastikan lingkungan laut tetap lestari sambil terus membangun kapasitas generasi muda dan fasilitas pendukung di wilayah pesisir,” tambahnya.

PIS meyakini melestarikan dan menjaga laut harus dilakukan dengan merangkul masyarakat pesisir dan para calon penerus generasi masa depan dengan melakukan aksi nyata dan menanamkan kecintaan terhadap laut sejak dini. “Laut adalah sumber kehidupan kita bersama, yang harus kita rawat bersama. Keberlanjutan tentang bagaimana bisnis dan alam dapat berjalan bergandengan tangan penuh kasih,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 100 fragmen terumbu karang ditempatkan pada kedalaman tiga meter di perairan pesisir Desa Pejarakan. Guna memastikan keberlanjutan dan kelangsungan hidup terumbu karang, pemantauan berkala dilakukan setiap tiga bulan sekali oleh Satgas Lingkungan Desa Pejarakan.

Melalui program marine biodiversity ini, PIS secara keseluruhan telah menanam sebanyak 3.725 fragmen terumbu karang di berbagai wilayah perairan Indonesia.

Selain berdampak positif bagi ekosistem laut, pemulihan terumbu karang ini diproyeksikan memberikan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat setempat dengan menguatkan sektor pariwisata bawah laut yang menjadi salah satu tumpuan perekonomian warga lokal.

Sementara, melalui Program Ocean LiteraSEA, PIS​​​​​​​ menghadirkan edukasi literasi bahari interaktif berbasis storytelling serta penyaluran bantuan fasilitas dan sarana pendukung pendidikan kelautan bagi anak-anak di Desa Pejarakan. PIS juga merangkul yayasan pesisir setempat guna memperkuat sarana pendidikan dan fasilitas umum yang layak.

Langkah ini merupakan wujud komitmen PIS dalam mendukung pencapaian SDG 4, yakni Quality Education untuk mendorong akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat pesisir.

“Melalui sinergi antara PIS, DCA, dan masyarakat lokal Desa Pejarakan, kami berharap program restorasi terumbu karang dan edukasi maritim ini dapat menjadi stimulus bagi pemulihan ekosistem maritim Indonesia serta terciptanya generasi peduli laut yang dapat memberdayakan masyarakat pesisir,” tutup Vega. (pa/jh. Foto: Dok. PIS)

Dukung Kegiatan Belajar Pertamina NRE Hadirkan PLTS di Sekolah

BusinessUpdate – Pertamina New & Renewable Energy atau Pertamina NRE menghadirkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah melalui Program Sekolah Energi Berdikari (SEB).

“Melalui Sekolah Energi Berdikari, kami ingin menghadirkan pemanfaatan energi terbarukan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Manajer Corporate Communication & Stakeholder Management Pertamina NRE, Susanto August Satria dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Menurut Susanto, Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan manfaat energi terbarukan yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Di lingkungan sekolah, kehadiran PLTS diharapkan dapat membantu mendukung aktivitas belajar mengajar sekaligus memperkenalkan pemanfaatan energi bersih kepada generasi muda melalui pengalaman yang dekat dengan keseharian mereka,” tambahnya.

Salah satu sekolah yang menerima manfaat ini adalah SMPN 2 Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, dengan PLTS berkapasitas 2,2 kWp dengan baterai 5 kWh. Kehadiran PLTS tersebut memberikan akses terhadap sumber energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi lingkungan sekolah.

Selain mendukung aktivitas sekolah, fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi para siswa untuk mengenal penerapan teknologi energi terbarukan secara langsung. Program SEB di SMPN 2 Mandau memberikan manfaat bagi 768 siswa dan 5 guru.

Selain mendukung kegiatan sekolah, pemanfaatan PLTS juga memberikan kontribusi terhadap upaya pengurangan emisi dan efisiensi energi. Sistem yang terpasang diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon sebesar 2,25 ton CO₂ per tahun, serta memberikan efisiensi biaya listrik sekitar Rp295.728 per tahun.

Manfaat tersebut melengkapi nilai edukasi yang dihadirkan melalui pemanfaatan energi surya di lingkungan sekolah. “Lebih dari sekadar menghadirkan PLTS, kami ingin mendorong tumbuhnya pemahaman bahwa energi terbarukan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” jelas Susanto.

Ia berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal, memahami, dan nantinya turut mengambil peran dalam perjalanan menuju masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. (rn/jh. Foto: Dok. Pertamina NRE)

Simak Fitur Baru Suzuki XL7 Facelift 2026

BusinessUpdate – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) merilis Suzuki XL7 Facelift dalam varian bensin dan mild-hybrid pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten.

Pembaruan pada Suzuki XL7 Facelift mencakup perubahan eksterior, seperti desain gril depan, lampu kabut LED, pelek 16 inci, aksen hitam pada lampu belakang, serta antena shark fin. Varian yang ditawarkan terdiri dari Alpha (mild-hybrid), Beta (mild-hybrid), dan Zeta (bensin).

“Salah satu tujuan kami menghadirkan perubahan adalah bagaimana kami menjaga produk kami tetap relevan bagi konsumen kami,” kata Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales Donny Saputra, dukutip dari Antara, Jumat (31/7/2026).

Suzuki Xl7 terbaru, kini sudah dilengkapi dengan fitur kamera 360 derajat yang diyakini dapat membantu penggunanya saat bermanuver di jalur terbatas atau sempit. Hadirnya fitur terbaru ini, dinilai sangat relevan. Mengingat, pengguna kendaraan tersebut didominasi oleh kaum Hawa. Menurut data yang dimiliki oleh Suzuki, pengguna perempuan dari kendaraan ini mencapai 50%.

Fitur lainnya yang juga dirasakan langsung manfaatnya oleh pengguna adalah, Tire Pressure Monitoring System (TPMS) yang memungkinkan pengemudi memantau tekanan ban secara real time, sehingga tekanan ban tetap ideal. Kondisi tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap efisiensi bahan bakar, tetapi juga membantu memperpanjang usia pakai ban sekaligus menjaga stabilitas kendaraan.

Selain itu, kendaraan in juga sudah menghadirkan Electronic Stability Programme (ESP), Hill Hold Control untuk transmisi otomatis, rear parking sensor, serta dual SRS airbag yang menjadi perlengkapan keselamatan utama pada kendaraan ini.

Secara dimensi, Suzuki XL7 tidak memiliki perubahan seperti panjang 4.450 mm, lebar 1.775 mm, tinggi 1.710 mm, wheelbase 2.740 mm, serta ground clearance 200 mm.

Dari sisi dalam, XL7 ini mengusung fitur yang ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna. Beberapa di antaranya adalah cruise control, keyless push start button, automatic climate AC, ventilated cup holder, serta ornamen baru pada konsol tengah dan lingkar kemudi untuk menghadirkan nuansa kabin yang lebih premium.

Untuk mendukung kenyamanan selama berkendara, XL7 sudah menyajikan layar infotainment berukuran 9 inci yang mendukung konektivitas Android Auto dan Apple CarPlay. Sistem audio juga memperoleh dukungan perangkat lunak Arkamys Sound Processing yang diklaim mampu mengoptimalkan kualitas suara di dalam kabin.

Dari sisi spesifikasi, XL7 tetap mengandalkan mesin bensin 1.462 cc K15B maupun teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) pada varian hybrid. Mesin tersebut menghasilkan tenaga sekitar 104,7 PS dan torsi 138 Nm, dipadukan dengan pilihan transmisi manual lima percepatan atau otomatis empat percepatan.

Dimensi kabin yang lapang dengan konfigurasi tujuh penumpang juga menjadi salah satu nilai jual utama bagi keluarga yang membutuhkan ruang lebih fleksibel.

Selain menghadirkan pembaruan produk, Suzuki turut menyiapkan berbagai program penjualan dan panggung hiburan selama penyelenggaraan GIIAS 2026. Konsumen berkesempatan memperoleh voucher belanja hingga Rp2 juta untuk pembelian model tertentu, serta peluang mengikuti undian berhadiah logam mulia dan sepeda motor Suzuki GSX-R150.

Di sektor purnajual, tersedia pula potongan harga untuk Suzuki Genuine Parts dan aksesori, sebagai bagian dari upaya memberikan nilai tambah bagi konsumen selama pameran berlangsung.

Dengan kombinasi kabin yang lapang, teknologi hybrid, serta penambahan fitur keselamatan modern, New XL7 hadir sebagai salah satu pilihan SUV keluarga yang berupaya menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang semakin beragam.

Di Indonesia, tipe flagship Suzuki XL7 New Alpha Hybrid AT dibanderol dengan harga Rp327,7 juta untuk versi Single Tone dan Rp329,7 juta untuk versi Two Tone. Sementara Suzuki XL7 New Beta Hybrid dibanderol dengan harga Rp312,9 juta (A/T) dan Rp301,9 juta (M/T), sedangkan varian Suzuki XL7 New Zeta Dipasarkan mulai dari Rp285,3 juta (A/T) hingga Rp274,3 juta (M/T). (ip/jh)

Bandara Sokearno-Hatta Siap Sambut Pesawat Airbus A380 800 Milik Emirates

BusinessUpdate – Bandara Internasional Soekarno Hatta akan melayani operasional perdana pesawat Airbus A380 800 milik Emirates di Indonesia pada 8 Agustus 2026. Pesawat tersebut dijadwalkan mendarat melalui penerbangan EK358 rute Dubai, Uni Emirat Arab, menuju Jakarta pada pukul 22.25 WIB.

Pesawat akan kembali ke Dubai sebagai penerbangan EK359 pada 9 Agustus 2026 pukul 00.45 WIB. PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports memastikan seluruh aspek operasional telah dipersiapkan untuk mendukung pelayanan pesawat berbadan sangat lebar tersebut.

Manager Bandara Internasional Soekarno Hatta Heru Karyadi mengatakan, persiapan dilakukan bersama regulator, AirNav Indonesia, Emirates, penyedia layanan ground handling, serta instansi terkait lainnya. “Kehadiran Airbus A380 800 Emirates merupakan momentum penting bagi Bandara Internasional Soekarno Hatta,” ujar Heru dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).

Persiapan mencakup kesiapan infrastruktur sisi udara dan sisi darat, prosedur pelayanan, hingga koordinasi antarpemangku kepentingan. “Ini sekaligus menjadi wujud kepercayaan maskapai internasional terhadap kualitas infrastruktur dan layanan Bandara Internasional Soekarno Hatta,” tambahnya.

Bandara Soekarno Hatta telah memiliki fasilitas yang memenuhi standar International Civil Aviation Organization (ICAO) Aerodrome Reference Code 4F atau Code F, klasifikasi yang digunakan untuk melayani pesawat berbadan lebar seperti Airbus A380.

Bandara ini memiliki tiga landasan pacu, dengan dua runway berukuran 3.660 x 60 meter dan 3.600 x 60 meter yang memenuhi spesifikasi operasional pesawat kategori Code F. Selain itu, tersedia jaringan parallel taxiway, apron, dan fasilitas terminal yang dirancang untuk menangani pesawat berkapasitas besar.

Runway maupun apron juga memiliki nilai Pavement Classification Rating (PCR) yang sesuai untuk operasional Airbus A380. Di Terminal 3, Apron G telah disiapkan dengan parking stand Code F di G26, G29, dan G33. Fasilitas tersebut dilengkapi Advanced Visual Docking Guidance System (A VDGS), garbarata, serta berbagai peralatan penunjang.

Menjelang operasional perdana, InJourney Airports bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, AirNav Indonesia, Emirates, penyedia ground handling, Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, dan instansi terkait telah menggelar koordinasi, verifikasi, serta simulasi operasional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pendaratan, pelayanan penumpang, penanganan bagasi, hingga keberangkatan pesawat berlangsung sesuai standar keselamatan dan pelayanan.

Pada penerbangan perdana, Airbus A380 Emirates akan ditempatkan di Contact Stand G26 Terminal 3 yang memang dirancang untuk pesawat kategori Code F. Bandara juga menyiapkan berbagai Ground Support Equipment (GSE), antara lain aircraft towing tractor khusus Airbus A380, high lift loader, belt conveyor loader, container dollies, dan pallet dollies.

Airbus A380 merupakan pesawat komersial terbesar di dunia dengan dua dek penuh. Pesawat ini memiliki bentang sayap 79,75 meter, panjang 72,7 meter, dan mampu mengangkut lebih dari 600 penumpang, bergantung pada konfigurasi kabin.

Menurut Heru, kehadiran Airbus A380 diproyeksikan memperkuat konektivitas internasional Indonesia sekaligus mendorong sektor pariwisata, perdagangan, investasi, dan bisnis. (rn/jh. Foto: Dok. Aviatren)

Generasi Milenial dan Gen Z Minati Rumah Subsidi

BusinessUpdate – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyatakan rumah subsidi dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) diminati oleh generasi milenial dan Gen-Z. Pada 2025 penyaluran dana FLPP 62% diakses oleh kelompok ini.

“Realisasi penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) rumah subsidi tahun lalu (2025) sebesar 278.868 unit, itu kurang lebih 62%-nya diakses oleh Gen Z dan milenial, usia 19 sampai 30 tahun,” ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Menurut Heru hal ini mendandakan kesadaran generasi muda untuk melakukan investasi jangka panjang berupa rumah sebagai investasi masa depan masih sangat tinggi.

Adapun, realisasi penyaluran FLPP per Kamis 30 Juli 2026 mencapai sekitar 118.700 unit. Heru optimistis capaian penyaluran FLPP pada akhir tahun ini dapat melampaui capaian pada tahun 2025.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (DPD Himperra) Jawa Tengah Sugiyatno mengatakan mayoritas pembeli rumah subsidi, berasal dari kelompok usia produktif 22–35 tahun, dengan sekitar 80-85% merupakan karyawan pabrik.

“Jawa Tengah kini menjadi salah satu pusat industri. Otomatis kebutuhan rumah juga terus meningkat. Karena itu pembangunan perumahan memang mengikuti perkembangan kawasan industri,” kata Sugiyatno.

Sedangkan Direktur Utama PT DwiWahana Deltamegah Sri Widodo mengatakan bahwa mayoritas pembeli rumah subsidinya berusia 20–35 tahun, didominasi generasi milenial yang telah berkeluarga. Namun, kini mulai muncul tren meningkatnya pembeli dari kalangan Generasi Z.

“Bahkan ada pembeli berusia 20 tahun yang masih lajang sudah membeli rumah subsidi. Ini menunjukkan kesadaran Generasi Z terhadap pentingnya memiliki rumah mulai meningkat,” kata Sri Widodo.

Mayoritas konsumen berasal dari kalangan buruh pabrik, karyawan swasta, serta pekerja sektor informal yang bekerja di sekitar kawasan industri Batang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rumah subsidi masih menjadi pilihan utama masyarakat di tengah perlambatan sektor properti.

“Saat banyak masyarakat menunda membeli rumah nonsubsidi karena bunga KPR komersial yang bersifat floating, rumah subsidi justru semakin diminati karena menawarkan bunga tetap hingga lunas, cicilan yang ringan, dan uang muka yang rendah,” tutup Widodo. (ip/jh. Foto: Dok. BP Tapera)

UUS Bank Permata Raih Laba Rp381,80 Miliar Naik 18,16 Persen

BusinessUpdate – Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Permata Tbk. (BNLI) mencatatkan laba bersih Rp381,80 miliar sepanjang semester I/2026, atau meningkat 18,16% secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp323,12 miliar.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, perolehan laba pada periode ini salah satunya ditopang oleh pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi yang naik 35,37% yoy dari Rp71,81 miliar menjadi Rp97,22 miliar hingga Juni 2026.

Perseroan berhasil menekan beban operasional sehingga turun 28,64% yoy menjadi Rp210,16 miliar. Beban operasional yang menyusut itu utamanya disebabkan oleh impairment yang turun signifikan sebesar 76,13% yoy dari Rp77,27 miliar pada semester I/2025 menjadi Rp18,44 miliar pada semester I/2026.

Dengan demikian, laba operasional meningkat 18,16% secara tahunan menjadi Rp381,25 miliar dari Rp322,66 miliar pada periode yang sama tahun lalu. UUS Permata Bank turut membukukan laba non operasional sebesar Rp549,00 juta, naik 19,87% yoy dari Rp458,00 pada semester I/2025.

Dari sisi fungsi intermediasi, total pembiayaan yang disalurkan UUS Permata Bank turun 18,49% yoy menjadi Rp19,11 triliun. Pada semester I/2025, total pembiayaan UUS Permata Bank mencapai Rp23,44 triliun. Aset perseroan pun menyusut 2,99% yoy menjadi Rp36,37 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp37,49 triliun.

Pada saat yang sama, total dana yang dihimpun UUS Permata Bank turun 5,47% yoy menjadi Rp26,47 triliun hingga Juni 2026. Penurunan ini lantaran dana investasi non profit sharing menyusut 6,92% yoy menjadi Rp23,51 triliun. Meski demikian, UUS Permata Bank masih mencatatkan pertumbuhan pada dana simpanan wadiah sebesar 7,84% yoy menjadi Rp2,96 triliun, dari periode yang sama tahun lalu Rp2,75 triliun.

Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli menyampaikan, kinerja semester I/2026 tidak hanya mencerminkan hasil kinerja yang sehat, tetapi juga menunjukkan kepercayaan dari nasabah, serta kemampuan untuk terus beradaptasi di tengah perubahan yang berlangsung cepat.

Di tengah semakin kompleksnya kebutuhan individu maupun pelaku usaha, Permata Bank hadir lebih dari sekadar memberikan layanan perbankan. “Kami mendampingi nasabah sebagai mitra finansial terpercaya dengan membangun hubungan yang kuat lintas generasi dan hadir sepanjang perjalanan finansial mereka, baik sebagai individu, keluarga, maupun pelaku usaha,” ujar Meliza, dikutip Kamis (30/7/2026). (pa/jh. Foto: Dok. Bank Permata)