Home Blog Page 66

Bandara Husein Sastranegara Bisa Layani Pesawat Jet Berbadan Sedang

BusinessUpdate – PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memastikan Bandara Husein Sastranegara, Bandung, bisa melayani operasional pesawat jet berbadan sedang (narrow body) seperti Boeing 737-800 usai mengantongi Sertifikat Bandar Udara.

“Sertifikat tersebut menjelaskan Bandara Husein Sastranegara telah memenuhi fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Kategori 7,” kata Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).

Sertifikat Bandar Udara (SBU) Nomor 005.1/SBU/VII/2026 diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan pada 23 Juli 2026 kepada PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Husein Sastranegara. Sertifikat tersebut menjadi salah satu persyaratan agar bandara dapat melayani operasional pesawat jet berbadan sedang.

Arie mengatakan penerbitan sertifikat tersebut merupakan kemajuan nyata dalam proses optimalisasi Bandara Husein Sastranegara. “Persiapan berjalan lancar, ditandai dengan diterbitkannya SBU Nomor 005.1/SBU/VII/2026. Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan, TNI AU, Pemprov Jawa Barat, Pemkot Bandung, dan seluruh pihak atas dukungan yang diberikan kepada InJourney Airports dalam melakukan berbagai persiapan optimalisasi Bandara Husein Sastranegara,” ujar Arie.

Menurutnya, persiapan yang dilakukan InJourney Airports berfokus pada pemenuhan seluruh aspek kesiapan operasional, fasilitas, dan sumber daya manusia sesuai ketentuan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. “Salah satunya adalah perbaikan di beberapa titik runway, taxiway, dan apron untuk mendukung operasional pesawat jet narrow body,” kata Arie.

Selain itu, InJourney Airports juga meningkatkan kapasitas fasilitas PKP-PK dari Kategori 5 menjadi Kategori 7 guna memenuhi standar operasional pesawat jet berbadan sedang.

Dalam transformasi bandara, InJourney Airports menerapkan tiga pilar, yakni Premises, People, dan Process. Pada aspek Premises, perusahaan melakukan renovasi dan beautifikasi terminal penumpang dengan konsep modern yang memadukan kearifan budaya Jawa Barat.

“Pada pilar premises untuk fasilitas berfokus pada customer experience, kami melakukan renovasi dan beautifikasi terminal penumpang dengan konsep modern dan mengedepankan perpaduan kearifan budaya Jawa Barat,” ujar Arie.

Renovasi tersebut juga mencakup pembaruan fasilitas umum seperti toilet, mushala, nursery room, area tunggu transportasi publik, perbaikan fasad terminal, hingga penataan taman di sisi udara.

Adapun pada pilar Process, InJourney Airports berupaya memastikan seluruh proses keberangkatan dan kedatangan penumpang, termasuk layanan drop off dan pick up, berjalan lancar.

Arie optimistis seluruh persiapan optimalisasi Bandara Husein Sastranegara dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga bandara siap melayani penerbangan niaga berjadwal domestik dan internasional menggunakan pesawat jet maupun propeler. (pa/jh. Foto: Dok. Wikimedia)

Alfamidi Cetak Laba Rp485,97 Miliar pada Semester I/2026

BusinessUpdate – Pengelola jaringan ritel Alfamidi, PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI) membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 8,9% secara tahunan menjadi senilai Rp11,24 triliun pada semester I/2026. Laba periode berjalan tercatat Rp485,97 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 Juni 2026, perseroan mencatatkan pendapatan neto sebesar Rp11,24 triliun, meningkat 8,39% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10,37 triliun.

Seiring meningkatnya penjualan, laba periode berjalan MIDI juga naik menjadi Rp485,97 miliar, atau tumbuh 24,44% yoy dibandingkan semester I/2025 yang sebesar Rp390,52 miliar. Pertumbuhan laba tersebut melampaui kenaikan pendapatan, mencerminkan perbaikan profitabilitas di tengah ekspansi bisnis ritel modern yang masih berlanjut.

Secara rinci dari sisi operasional, laba bruto meningkat menjadi Rp2,90 triliun dari Rp2,63 triliun pada semester I/2025, atau naik sekitar 10,10% yoy. Meski beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp8,35 triliun dari Rp7,74 triliun, pertumbuhan penjualan yang lebih tinggi tetap mampu menjaga peningkatan laba kotor.

Perseroan juga membukukan laba usaha sebesar Rp623,36 miliar, naik 22,42% yoy dibandingkan Rp509,18 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan meski beban penjualan dan distribusi serta beban umum dan administrasi turut meningkat seiring ekspansi operasional.

Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp606,33 miliar, meningkat 36,94% yoy dari Rp442,79 miliar pada semester I/2025. Dari sisi neraca, hingga akhir Juni 2026, total aset Perseroan mencapai Rp9,27 triliun, meningkat sekitar 1,56% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp9,13 triliun.

Sementara itu, total liabilitas naik menjadi Rp4,64 triliun dari Rp4,59 triliun, sedangkan persediaan tercatat sebesar Rp2,76 triliun, mencerminkan kesiapan perseroan dalam menjaga pasokan barang untuk mendukung pertumbuhan penjualan. (ip/jh)

Limbah Kelapa Sawit Bisa Dijadikan Produk Kerajinan Bernilai Tinggi

BusinessUpdate – Peneliti menyatakan limbah kelapa sawit memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan menjadi berbagai produk dan kerajinan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), yang memiliki nilai tambah tinggi.

Dosen sekaligus peneliti di Pusat Studi Sawit IPB University Siti Nikmatin mengatakan pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi produk dan kerajinan UMKM mampu meningkatkan nilai ekonomi sekaligus mendukung pengembangan industri sawit nasional yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Optimalisasi potensi limbah tersebut menunjukkan bahwa komoditas kelapa sawit memiliki nilai strategis yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat luas bagi kehidupan masyarakat Indonesia,” ujar Siti dalam keterangannya di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Ia mencontohkan pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang memiliki pasokan melimpah dan punya potensi sangat besar. Ketersediaan tandan kosong di pabrik kelapa sawit (PKS) melimpah karena berdasarkan asumsi sekitar 23% dari TBS akan menjadi tandan kosong dengan kadar bahan kering mencapai 35%.

Berdasarkan kondisi tersebut, potensi ketersediaan TKKS di Indonesia diperkirakan mencapai 16 juta ton per tahun dan akan terus meningkat seiring dengan pertambahan produksi TBS nasional. Jadi, setiap hari pasti akan menumpuk limbah kelapa sawit di pabrik pengolahan CPO.

Selama ini, TKKS hanya dimanfaatkan sebagai pupuk organik di sekitar area pabrik, melalui inovasi, limbah tersebut dapat diolah menjadi bahan baku berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Nikmatin menyampaikan inisiatif pengembangan produk UMKM berbasis limbah kelapa sawit telah dilakukan pelaku usaha di Indonesia. Ia mencontohkan PT Intertisi Material Maju (IMM) yang mampu mengolah TKKS menjadi berbagai produk UMKM bernilai tambah tinggi seperti helm, tas, alas kaki, batik, rompi anti-peluru, hingga filter air conditioner (AC) kendaraan bermotor.

Pengembangan produk UMKM berbasis limbah kelapa sawit di PT Intertisi Material Maju berawal dari kegiatan riset yang dimulai pada 2015 lalu dengan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Menurutnya, BPDP memiliki peran penting dalam mendorong riset dan inovasi terkait pemanfaatan limbah kelapa sawit.

Dukungan tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi melalui penciptaan produk inovatif dan berdaya saing, tetapi juga berdampak positif terhadap aspek lingkungan karena mampu mengurangi limbah industri.

Dari sisi sosial, tambahnya, pengembangan tersebut juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan perkebunan dan pabrik pengolahan melalui keterlibatan dalam proses produksi.

Nikmatin menilai selama ini BPDP konsisten dan berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan aneka produk turunan kelapa sawit termasuk pengolahan limbah sawit agar menjadi produk bernilai tambah, ramah lingkungan, berdaya saing, dan berpotensi jadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

“Pemanfaatan limbah kelapa sawit pastinya memiliki potensi besar untuk mengantarkan sektor usaha tumbuh dan maju secara berkelanjutan. Apalagi, pasokan limbah kelapa sawit kita berlimpah,” tutupnya. (pa/jh)

Bank Jakarta KCP Pulau Pramuka Salurkan Kredit UMKM Sebesar Rp18 Miliar

BusinessUpdate – Bank Jakarta Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, telah menyalurkan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) senilai Rp18 miliar sejak Maret 2025 hingga Juni 2026 untuk memperkuat perekonomian masyarakat kepulauan melalui pembiayaan produktif.

“Sejak Maret 2025 hingga Juni 2026, total penyaluran kredit UMKM di Kepulauan Seribu telah mencapai Rp18 miliar,” kata Perwakilan KCP Bank Jakarta Pulau Pramuka, Cucu Zaelani di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan pembiayaan tersebut dimanfaatkan oleh berbagai sektor usaha mulai dari komunitas nelayan, pelaku home industry atau usaha pengolahan. Penyaluran kredit ini juga dirasakan pedagang kecil yang tersebar di wilayah Kepulauan Seribu.

Menurutnya nilai pembiayaan yang disalurkan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp500 juta, menyesuaikan dengan kebutuhan dan skala usaha masing-masing debitur. Rata-rata pembiayaan diberikan untuk pengembangan UMKM.

Penyaluran kredit ini digunakan sebagai modal kerja maupun investasi, termasuk pembangunan dan peningkatan kapasitas kapal bagi nelayan agar usahanya semakin berkembang.

Ia berharap layanan perbankan di Kepulauan Seribu terus ditingkatkan terutama terkait optimalisasi layanan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) agar semakin memudahkan masyarakat dalam bertransaksi. “Kami berharap pelayanan ATM dapat lebih optimal sehingga masyarakat semakin mudah mengakses layanan perbankan,” tutupnya. (ip/jh. Foto: Dok. Bank Jakarta)

Penjualan Bijih Nikel Vale Indonesia Lebih dari Dua Juta Ton

BusinessUpdate – PT Vale Indonesia Tbk berhasil mencatatkan penjualan bijih nikel lebih dari dua juta ton pada semester I/2026. Hal ini mencerminkan dedikasi, dan kolaborasi PT Vale dalam mendukung pertumbuhan perusahaan secara bertanggung jawab.

“Penjualan lebih dari dua juta ton bijih nikel menjadi tonggak penting bagi perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi,” kata Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto di Kabupaten Morowali, Senin (27/7/2026).

Di saat bersamaan perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) ini baru saja meresmikan pevalea dormitory yang ditujukan untuk investasi kesejahteraan karyawan.

“Kehadiran pevalea dormitory menjadi simbol komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup karyawan sekaligus memperkuat budaya kerja yang produktif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Perusahaan yang dirancang untuk menguatkan strategi hilirisasi nasional tersebut juga baru saja mendatangkan autoclave yakni sebuah peralatan utama untuk proyek high pressure acid Leaching (HPAL) Sambalagi.

Tambahan alat tersebut dalam upaya pembangunan fasilitas pengolahan nikel berkarbon rendah yang merupakan bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali sekaligus proyek strategis nasional (PSN). Kedatangan autoclave ini merepresentasikan transformasi industri pertambangan Indonesia menuju hilirisasi yang menghasilkan nilai tambah lebih tinggi.

Dengan teknologi HPAL, bijih limonit yang sebelumnya memiliki nilai ekonomi terbatas dapat diolah menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP), bahan baku utama industri baterai kendaraan listrik.

“Artinya, PT Vale tidak hanya memperkuat rantai pasok global kendaraan listrik, tetapi juga berkontribusi pada agenda transisi energi dan ekonomi rendah karbon Indonesia,” tutupnya. (rn/jh. Foto: Dok. Vale Indonesia)

Destry Damayanti Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia

BusinessUpdate – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti ditetapkan menjadi pejabat sementara Gubernur BI setelah pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya.

Hal tersebut sesuai dengan keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Minggu (26/7/2026). Jabatan sementara ini sesuai dengan Undang-Undang (UU) No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan UU No. 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

“Bank Indonesia akan selalu senantiasa memastikan keberlangsungan tugas dan wewenang untuk mencapai stabilitas nilai tukar rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, yang dapat menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja sesuai dengan amanat Undang-Undang Bank Indonesia,” kata Destry dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Menurut Destry Bank Indonesia juga tetap mengutamakan tata kelola kelembagaan yang baik dan profesional. Selain itu, Bank Indonesia juga akan terus bersinergi dan berkoordinasi dengan pemerintah dalam menjalankan tugas dan amanahnya masing-masing.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Jakarta, Senin (27/7/2026) pagi, mengumumkan pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dari jabatannya.

“Per kemarin (Minggu (26/7), secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur BI kepada Bapak Presiden yang kemudian sesuai mekanisme dan undang-undang yang berlaku, terutama kita mengacu ke Undang-Undang Bank Indonesia, maka yang pertama, Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo disertai ucapan terma kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama 7 tahun lamanya,” kata Prasetyo di Kantor Bank Indonesia didampingi para anggota Dewan Gubernur BI lainnya. (pa/jh. Foto: Dok. Bank Indonesia)

BFI Finance Raih Laba Bersih Rp828,9 Miliar pada Semester I/2026

BusinessUpdate – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) mencatatkan laba bersih Rp828,9 miliar hingga semester I/2026. Nilai tersebut meningkat 8,7% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Laba bersih BFI Finance ditopang oleh peningkatan pendapatan menjadi Rp3,4 triliun pada periode yang sama, atau tumbuh 3,7% secara tahunan. Hingga 30 Juni 2026, BFI Finance juga mencatatkan total aset sebesar Rp25,1 triliun. Sementara itu, piutang pembiayaan yang dikelola (managed receivables) meningkat 3,6% yoy menjadi Rp26,5 triliun.

Presiden Direktur BFI Finance Sutadi mengatakan, di tengah dinamika permintaan dan persaingan industri pembiayaan yang masih berlangsung, perseroan berhasil menjaga fundamental bisnis yang kuat sekaligus mencatatkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Sepanjang semester I/2026, BFI Finance membukukan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp10,7 triliun yang didominasi pembiayaan kendaraan roda empat, baik refinancing maupun kredit mobil bekas. Perseroan terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas portofolio guna memastikan performa yang optimal dan bernilai jangka panjang.

“BFI Finance berfokus pada strategi ketahanan bisnis jangka panjang sembari adaptif terhadap berbagai tantangan perubahan pasar serta melakukan langkah antisipatif dalam mengelola risiko,” jelas Sutadi dalam keterangan tertulis, Minggu (26/7/2026).

Ia menambahkan, implementasi strategi tersebut tecermin pada kualitas pembiayaan perseroan yang tetap terjaga. Hingga akhir Juni 2026, rasio Non-Performing Financing (NPF) bruto tercatat sebesar 1,55% dan NPF neto sebesar 0,27%, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata industri yang tiap-tiap berada pada level 3,06% dan 0,85%.

Perseroan juga mempertahankan rasio pencadangan yang memadai dengan coverage ratio terhadap NPF bruto sebesar 2,63 kali, sementara gearing ratio berada di level 1,2 kali, jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan regulator sebesar 10 kali.

Sementara itu, dari rasio profitabilitas, Return on Assets (RoA) tercatat sebesar 8,1% dan Return on Equity (RoE) sebesar 15,1%. “Mencerminkan kemampuan Perseroan dalam mengelola aset dan permodalan secara optimal,” tegasnya. (rn/jh. Foto: Dok BFI Finance)

PNM Tanam 22 Ribu Pohon Mangrove di 22 Titik di Pesisir Indonesia

BusinessUpdate – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bersama pemerintah daerah, komunitas lingkungan, masyarakat, serta nasabah binaannya berkolaborasi menanam 22.000 pohon mangrove secara serentak di 18 titik kawasan pesisir di Indonesia.

Program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PNM serta memperingati Hari Mangrove Sedunia. Sejak 2024 hingga 2026, PNM telah menanam 196.700 pohon mangrove di 58 lokasi di berbagai wilayah Indonesia sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Bagi PNM, menjaga lingkungan tidak dapat dipisahkan dari upaya pemberdayaan. Banyak nasabah PNM menjalankan usaha yang bergantung pada ekosistem pesisir, mulai dari perikanan, budidaya hasil laut, perdagangan, hingga usaha kuliner berbasis hasil tangkapan nelayan. Ketika abrasi dan kerusakan lingkungan mengancam kawasan pesisir, yang terdampak bukan hanya alam, tetapi juga keberlangsungan usaha dan penghidupan keluarga.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan bahwa pemberdayaan yang sesungguhnya adalah memastikan masyarakat memiliki masa depan yang berkelanjutan.

“PNM percaya bahwa pemberdayaan tidak hanya berbicara tentang hari ini, tetapi juga tentang menjaga kesempatan hidup bagi generasi berikutnya. Ketika kita menanam mangrove, yang kita tanam bukan sekadar pohon, melainkan perlindungan bagi lingkungan, keberlanjutan usaha masyarakat, dan harapan bagi ribuan keluarga yang menggantungkan hidupnya pada ekosistem pesisir,” ujar Kindaris dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (26/7/2026).

Selain melindungi pantai dari abrasi, intrusi air laut, dan gelombang ekstrem, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota laut serta berperan penting dalam menyerap karbon. Karena itu, setiap pohon yang ditanam bukan hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mendukung ketahanan ekonomi masyarakat yang hidup di kawasan pesisir.

Lebih dari itu, ekosistem mangrove membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, seperti pembibitan mangrove, ekowisata, budidaya perikanan ramah lingkungan, hingga pengolahan berbagai produk bernilai tambah. Potensi tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Melalui PNM Green Impact, PNM terus menegaskan bahwa pemberdayaan tidak hanya diwujudkan melalui akses pembiayaan dan pendampingan usaha, tetapi juga melalui upaya menjaga lingkungan sebagai fondasi tumbuhnya ekonomi masyarakat. (ip/jh. Foto: Dok. PNM)

Dua Unit Kereta Nusantara Explorer Tengah Jalani Uji Coba

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mulai melakukan uji coba terhadap dua unit Nusantara Explorer Luxury Sleeper Train yang telah menyelesaikan tahap pengerjaan interior di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Pengujian statis dan dinamis ini menjadi bagian dari proses evaluasi sebelum rangkaian kereta mewah tersebut memasuki tahap pengembangan berikutnya.

Dua kereta pertama telah menyelesaikan pengerjaan interior dan saat ini tengah menjalani serangkaian pengujian untuk memastikan kesiapan teknis seluruh sistem sebelum proses penyempurnaan dilanjutkan.

“Dari rencana pengembangan rangkaian yang terdiri atas 12 kereta, saat ini dua kereta telah menyelesaikan tahap pengerjaan interior serta menjalani uji statis dan dinamis,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya, dikutip Minggu (26/7/2026).

Ia mengatakan, hasil pengujian akan menjadi bahan evaluasi untuk proses penyempurnaan berikutnya. Menurutnya, Nusantara Explorer memperlihatkan kemampuan pekerja Balai Yasa Surabaya Gubeng dalam mengembangkan sarana dengan konsep pelayanan yang semakin beragam.

Uji dinamis dilakukan pada lintas Surabaya Gubeng–Lamongan pulang-pergi untuk mengukur performa kereta saat beroperasi, mulai dari kestabilan rangkaian, sistem pengereman, kelistrikan, hingga fungsi fasilitas pendukung. Sebelumnya, KAI juga melaksanakan uji statis guna memastikan seluruh sistem dan fasilitas bekerja optimal ketika kereta dalam kondisi berhenti.

Nusantara Explorer dikembangkan sebagai layanan luxury sleeper train yang menggabungkan kabin tidur privat, pelayanan personal, pengalaman kuliner, hiburan, hingga panorama perjalanan dalam satu rangkaian. Rangkaian tersebut dirancang terdiri atas 12 kereta, meliputi kereta kabin tidur, Grand Restaurant, lounge, dan kereta pendukung operasional.

Seluruh proses modifikasi dan pengembangannya dilakukan di Balai Yasa Surabaya Gubeng. KAI merancang tiga kategori kabin, yakni Signature Class, Advance Class, dan Compact Class, yang menawarkan tingkat privasi dan kenyamanan berbeda sesuai kebutuhan pelanggan.

Selain itu, rangkaian juga akan dilengkapi Grand Restaurant dengan konsep pelayanan makan yang lebih personal serta lounge yang menyediakan area bersantai, bar, hiburan, piano, hingga jendela panorama.

Sentuhan budaya Indonesia turut menjadi identitas utama Nusantara Explorer melalui penerapan elemen wayang kulit, Batik Lasem, Sekar Jagad, hingga motif Bali pada desain interior, material, dan pilihan warna.

“Identitas budaya Indonesia menjadi bagian dari konsep pengalaman Nusantara Explorer. Ruang, motif, kuliner, dan pelayanan dikembangkan agar pelanggan dapat merasakan karakter Nusantara selama perjalanan,” tambahnya.

KAI menyatakan evaluasi teknis, penyempurnaan fasilitas, dan pengerjaan kereta lainnya akan terus dilakukan sesuai tahapan pengembangan. Adapun rute, jadwal operasional, tarif, komposisi akhir rangkaian, hingga waktu peluncuran Nusantara Explorer akan diumumkan setelah seluruh proses pengujian dan persiapan layanan selesai. (pa/jh. Foto: Dok. KAI)

Pertamina Patra Niaga Kembangkan Dua Program Pemberdayaan di Jabar

BusinessUpdate – PT Pertamina Patra Niaga memperkuat dua program pemberdayaan masyarakat, lingkungan, dan sosial di Jawa Barat, yakni Ngabedahkeun Walahar di Cikampek dan Lentera Jiwa di Kabupaten Bandung Barat. Program CSR bukan hanya hadir sebagai bentuk dukungan, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan yang tumbuh bersama masyarakat.

“Dengan kolaborasi bersama local heroes, pemerintah desa, komunitas, dan pelaku UMKM, diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujar Komisaris Pertamina Patra Niaga Tina Talisa dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (26/7/2026).

Sebagai bagian komitmen penguatan tersebut, Dewan Komisaris dan direksi Pertamina Patra Niaga meninjau dua program CSR itu pada awal Juli. Peninjauan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan program CSR yang dijalankan bersama masyarakat, penggerak lokal, pemerintah desa, komunitas, dan pelaku UMKM.

Sementara itu, Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga Siti Zahra Aghnia menyampaikan bahwa program CSR yang didukung Pertamina Patra Niaga menunjukkan bagaimana potensi lokal dapat diolah menjadi manfaat bagi masyarakat. “Di Walahar, kami melihat bagaimana waste dimanfaatkan dengan baik. Harapannya, inovasi seperti ini bisa terus berjalan dan manfaatnya semakin luas bagi warga sekitar,” jelasnya.

Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Patra Niaga Dewi Kurnia Salwa menyampaikan kolaborasi bersama local heroes, pemerintah desa, komunitas, dan pelaku UMKM diharapkan dapat memperluas manfaat program serta mendorong kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

“Ke depan, CSR Pertamina Patra Niaga akan difokuskan untuk lebih bermanfaat bagi masyarakat dan yang paling penting adalah bagaimana kami bisa hadir untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Salah satu warga dan local hero program Ngabedahkeun Walahar Enjang Ramdani menyampaikan bahwa program CSR Pertamina Patra Niaga telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Walahar, khususnya dalam menggerakkan ekonomi warga. “Setelah ada program ini, pendapatan masyarakat meningkat dan ekonomi masyarakat menjadi lebih bergerak,” ujarnya. (rn/jh. Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga)