Home Blog Page 69

Jasaraharja Putera Raih Laba Bersih Rp234,49 Miliar Sepanjang 2025

BusinessUpdate – PT Jasaraharja Putera, anak usaha PT Jasa Raharja yang bergerak di bidang asuransi umum, membukukan laba bersih sebesar Rp234,49 miliar pada tahun buku 2025. Nilai tersebut meningkat 41% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris mengatakan capaian tersebut ditopang perbaikan kinerja operasional, pengelolaan risiko, dan penguatan fundamental perusahaan yang merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung transformasi dan penguatan bisnis perusahaan.

“Capaian yang diraih perusahaan menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat kinerja, meningkatkan kualitas layanan, dan menghadirkan perlindungan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Abdul dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Kinerja tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Laporan Keuangan (RUPS LK) Tahun Buku 2025. Dari sisi permodalan, perseroan mencatat Risk Based Capital (RBC) yang mencapai 371,90% hingga 31 Desember 2025, meningkat dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar 339,78% dan berada di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%.

Selain itu, pendapatan asuransi tercatat sebesar Rp1,61 triliun, sedangkan hasil jasa asuransi mencapai Rp319,20 miliar atau meningkat 10,22% dibandingkan 2024.

Pada saat yang sama, beban jasa asuransi turun 16,27% secara tahunan menjadi Rp908,61 miliar, yang menurut perusahaan mencerminkan peningkatan kualitas portofolio bisnis serta efektivitas pengelolaan risiko. “Dengan semangat transformasi dan tata kelola yang baik, kami optimistis dapat terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan di masa mendatang,” katanya.

Perseroan juga mempertahankan peringkat “AA-” dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pada 2025. Peringkat tersebut menunjukkan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang di tengah dinamika industri asuransi.

Abdul mengatakan Jasaraharja Putera akan berfokus pada penguatan kualitas bisnis, peningkatan pengalaman pelanggan, pemanfaatan teknologi digital, serta pengembangan sumber daya manusia guna mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan ke depan. (pa/jh. Foto: Dok. Jasaraharja Putera)

Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen

BusinessUpdate – Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI periode Juli 2026. Suku bunga deposit facility tetap sebesar 4,75% dan suku bunga lending facility tetap sebesar 6,50%.

“Berdasarkan asesmen menyeluruh tersebut, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 21 dan 22 Juli 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG BI Juli 2026, Rabu (22/7/2026).

Selain itu, kenaikan BI rate juga sebagai upaya menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 agar sesuai sasaran BI di kisaran 1,5-3,5%. Keputusan ini sejalan dengan perluasan kebijakan insentif dan sejumlah kebijakan lain untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas, serta meningkatkan likuiditas dan mengatasi segmentasi likuiditas di pasar uang dan perbankan.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menjelaskan, kebijakan makroprudensial BI akan diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan.

Kebijakan sistem pembayaran terus diarahkan untuk turut mendukung kegiatan ekonomi digital dan keuangan inklusif melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.

“Arah bauran kebijakan moneter, makrobudisial, dan sistem pembayaran dalam memperkuat stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan juga didukung dengan langkah-langkah penguatan kebijakan lain,” tuturnya.

Sebagai informasi, sejak Mei 2026 BI telah menaikkan BI rate sebanyak tiga kali dengan total kenaikan 100 basis poin dari 4,75% menjadi 5,75% pada Juni 2026. Bahkan BI sempat mengumumkan kenaikan BI rate di luar RDG Bulanan BI pada 9 Juni 2026. Kenaikan dilakukan setelah sejak September 2025 BI mempertahankan BI rate di level 4,75%. (rn/jh. Foto: Dok. BI)

Mengenal Sudaryono, Kepala BGN Pengganti Nanik S Deyang

BusinessUpdate – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menjadi kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri. Pelantikan Sudaryono dilakukan pada Rabu (22/7/2026).

“Bapak Presiden memutuskan pengganti kepala BGN adalah Bapak Sudaryono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Prasetyo menjelaskan, Sudaryono dipilih karena sejak awal mengikuti program Makan Bergizi Gratis sejak masih dalam konsep hingga dilahirkan. Sudaryono juga sejak awal juga dinilai mengikuti, berdiskusi, menggagas dan menkonsep pelaksanaan teknis MBG sebagai Wamentan.

“Badan Gizi Nasional yang kegiatannya memberikan Makan Bergizi Gratis itu tidak pernah lepas dari tugas beliau di Kemnterian Pertanian karena bagaimanapun juga, sumber-sumber bahan baku, sumber-sumber bahan pangan Makan Bergizi Gratis itu di-support dan ditopang dalam ekosistem oleh Kementerian Pertanian,” kata Prasetyo.

Sudaryono lahir pada 23 Januari 1985 di dusun terpencil di Grobogan, Jawa Tengah, putra tunggal dari pasangan petani, Yahyo dan Suwarni. Meski anak semata wayang, ia tidak dibesarkan dengan kemudahan. Masa kecilnya dihabiskan dengan membantu orang tua di sawah.

Lulus dari SMP, ia masuk ke SMA Taruna Nusantara di Magelang. Dari kawah candradimuka bagi putra-putri terbaik bangsa ini Sudaryono berhasil mendapatkan beasiswa di National Defense Academy, Jepang. Sebagai satu-satunya siswa Indonesia di antara puluhan siswa lokal, ia mampu beradaptasi dengan budaya disiplin tinggi di Negeri Sakura dan lulus sebagai juara kelas.

Kembali ke tanah air, Sudaryono mendapatkan kepercayaan menjadi asisten pribadi Prabowo Subianto. Kedekatan ini memberinya perspektif luas mengenai nasionalisme dan realitas sosial-ekonomi rakyat kecil.

Dedikasinya di dunia politik dan organisasi akhirnya mengantarkannya pada posisi-posisi strategis seperti, Wakil Menteri Pertanian yang mengawal program ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Kemudian, Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, ia berhasil melakukan terobosan dengan menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20%.

Lalu menjadi Ketua Umum HKTI. Di sini ia menjadi sosok pemersatu yang berhasil menyelesaikan dualisme dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia melalui pendekatan dialogis yang sejuk.

Mas Dar, panggilan akrab Sudaryono, aktif di banyak organisasi, seperti Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia (TMI), Ketua Dewan Pembina DPP Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA), Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), CEO Garuda TV, serta CEO PT Indonesian Defense and Security Technologies.

Kini, ia mengemban tugas baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), sebuah lembaga yang belakangan menjadi sorotan publik karena sejumlah pejabatnya terjerat kasus korupsi. (pa/jh. Foto: Dok. IPB)

Pelni: 660 Ribu Penumpang Manfaatkan Diskon Tiket Kapal 30 Persen

BusinessUpdate – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni mencatat 660.654 penumpang memanfaatkan program diskon tiket kapal 30% selama libur sekolah 2026.

Sekretaris Perusahaan Pelni Ditto Pappilanda mengatakan program tersebut telah mencapai sekitar 96% dari proyeksi penerima yaitu sebanyak 693.690 penumpang. “Berdasarkan data perusahaan, hingga 21 Juli 2026, total realisasi penumpang untuk periode keberangkatan tersebut telah mencapai 690.905 orang,” kata Ditto dalam keterangan resmi, Rabu (22/7/2026).

Program stimulus ekonomi pemerintah berupa diskon 30% tiket kapal memberikan dampak positif terhadap peningkatan mobilitas masyarakat. Program ini masih berlangsung hingga 15 Agustus 2026 atau dapat berakhir lebih cepat apabila kuota terserap seluruhnya.

Adapun program diskon berlaku untuk pembelian tiket sejak 6 Juni hingga 15 Agustus 2026, dengan periode keberangkatan 20 Juni sampai dengan 15 Agustus 2026.

Sementara itu, lima tujuan favorit masyarakat selama program berlangsung yaitu Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan, Tanjung Priok di Jakarta, Ambon di Maluku, Bau-Bau di Sulawesi Tenggara, dan Surabaya di Jawa Timur.

Menurut Ditto, tingginya tingkat pemanfaatan program menunjukkan stimulus ekonomi di sektor transportasi laut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui layanan transportasi yang lebih terjangkau, sekaligus mendorong peningkatan mobilitas selama periode libur sekolah.

“Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Hingga saat ini, kuota penerima manfaat telah terserap sekitar 96% dan hanya menyisakan sekitar 4%,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat yang masih berencana melakukan perjalanan menggunakan kapal Pelni agar segera memesan tiket melalui kanal penjualan resmi sebelum kuota terpenuhi. Perusahaan terus memastikan kesiapan armada dan pelayanan selama periode program diskon agar seluruh perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu. “Pelni berkomitmen menghadirkan layanan yang mengutamakan safety first, zero accident, dan service excellence,” katanya.

Perusahaan mengingatkan seluruh calon penumpang agar membawa identitas yang sesuai dengan data pada tiket serta datang lebih awal ke pelabuhan agar proses keberangkatan dapat berjalan tertib, lancar, dan nyaman.

Tiket kapal tersebut dapat diperoleh melalui berbagai kanal penjualan resmi yang disediakan perusahaan di antaranya aplikasi Pelni Mobile, website Pelni, Contact Center 162, loket cabang hingga beberapa kanal lainnya sehingga memudahkan masyarakat mengakses layanan pembelian secara aman dan mudah. (pa/jh. Foto: Dok. Pelni)

Laba Bersih Bank Nagari pada Semester I/2026 Sebesar Rp243,66 Miliar

BusinessUpdate – PT Bank Nagari membukukan laba bersih Rp243,66 miliar pada semester I/2026. Nilai tersebut tumbuh 5,22% secara tahunan (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp231,58 miliar.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan pada Rabu (22/7/2026), raihan laba bersih tersebut salah satunya ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp967,37 miliar, naik 7,00% yoy dari posisi semester I/2025 sebesar Rp904,07 miliar.

Pendapatan lainnya meningkat 22,45% yoy menjadi Rp115,68 miliar. Pada semester I/2025, perseroan membukukan pendapatan lainnya sebesar Rp94,47 miliar.

Perseroan turut membukukan pertumbuhan baik pada laba operasional maupun non operasional. Hingga posisi Juni 2026, laba operasional naik tipis 0,57% yoy menjadi Rp263,42 miliar dan laba operasional melonjak 40,01% yoy menjadi Rp48,96 miliar. Laba tahun berjalan sebelum pajak mencapai Rp312,38 miliar, tumbuh 5,22% yoy dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp34,97 miliar.

Dari sisi intermediasi, total kredit yang disalurkan Bank Nagari mencapai Rp20,39 triliun hingga Juni 2026. Realisasi itu menyusut 2,42% yoy dibandingkan capaian Juni 2025 yang sebesar Rp20,90 triliun. Aset perseroan juga turun tipis 1,05% yoy dari Rp33,39 triliun pada Juni 2025 menjadi sebesar Rp33,04 triliun pada Juni 2026.

Dana yang dihimpun perseroan juga menunjukan penurunan. Hingga semester I/2026 total dana pihak ketiga (DPK) Bank Nagari mencapai Rp26,31 triliun, turun 2,70% yoy dari Rp27,04 triliun. Menyusutnya DPK pada periode ini lantaran simpanan deposito perseroan turun 12,50% yoy menjadi Rp13,57 triliun, setelah pada semester I/2025 tercatat sebesar Rp15,51 triliun.

Meski demikian, dana murah yang dihimpun perseroan meningkat 10,48% yoy dari Rp11,53 triliun pada semester I/2025 menjadi Rp12,74 triliun pada semester I/2026. Melihat indikator keuangan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) perusahaan meningkat dari 22,09% menjadi 22,63%.

Untuk kualitas kredit, Bank Nagari mencatat NPL gross sebesar 2,76% meningkat dari semester I/2025 sebesar 2,15% dan NPL net 0,89% dari sebelumnya 0,55%. Sementara itu, pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) Bank Nagari meningkat dari 5,81% menjadi 6,17%, sedangkan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun dari 83,52% menjadi 82,87% pada semester I/2026. (rn/jh. Foto: Dok. Bank Nagari)

Nanik S Deyang Mengundurkan Diri dari Kepala Badan Gizi Nasional

BusinessUpdate – Nanik S Deyang telah mengajukan pengunduran diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena alasan kesehatan. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan. Dirgayuza menyebut Nanik akan menjalani pengobatan jantung.

“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ujar Dirgayuza, Rabu (22/7/2026).

Dirga menjelaskan, dirinya telah mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014. Lebih dari satu dekade dirinya melihat satu hal yang tidak pernah berubah dari Nanik, yakni tidak bisa diam ketika melihat rakyat menghadapi ketidakadilan dan kesulitan. “Ketika dipercaya Presiden memimpin BGN, hanya dalam satu setengah bulan, ia membongkar masalah dan meletakkan fondasi perbaikan,” jelasnya.

Beberapa langkah yang dilakukan Nanik antara lain mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, menghentikan ekspansi dapur di wilayah jenuh.

Selain itu juga menemukan 414 SPPG bermasalah sehingga ratusan miliar rupiah kembali ke kas negara, membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan MBG ke penerima manfaat yang paling membutuhkan, serta menghadirkan para profesional dari lintas kementerian dan lembaga.

Melalui media sosialnya, Nanik S Deyang juga menyampaikan perihal pengunduran dirinya sebagai pimpinan BGN untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk penyakit terkait jantung dan akan berangkat pada hari ini.

“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” kata Nanik dalam unggahannya.

Nanik menyebut bahwa terdapat potensi Presiden Prabowo Subianto akan membentuk dewan pengawas BGN dan implementasi MBG, dengan dirinya menjadi ketua dewan pengawas tersebut.

Adapun Nanik S Deyang baru dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/6/2026) lalu. Pelantikan dilakukan bersamaan dengan Agustina Arumsari dan Mayjen (Purn) Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. (ip/jh)

BSI Perkuat Infrastruktur Digital untuk Bangun Ketahanan Siber

BusinessUpdate – Saat ini industri perbankan menghadapi tantangan baru dalam menjaga keamanan sistem teknologi informasi. PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) pun terus memperkuat infrastruktur digital sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan siber di tengah ancaman yang semakin kompleks.

Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan penguatan teknologi informasi menjadi salah satu fokus utama perseroan seiring dengan pertumbuhan jumlah nasabah dan meningkatnya kebutuhan terhadap layanan digital.

“BSI sangat fokus meningkatkan infrastruktur Teknologi dan Informasi terutama dengan makin besarnya jumlah nasabah yang mencapai lebih dari 24 juta dan tuntutan digitalisasi,” ujar Wisnu dikutip dari Bisnis, Rabu (22/7/2026). Menurutnya, penguatan sistem teknologi informasi dilakukan untuk meningkatkan keamanan sekaligus memberikan kenyamanan bagi nasabah dalam melakukan transaksi di era digital.

Ia mengatakan, pada Mei 2026, BSI telah menyelesaikan transformasi IT sebagai bagian dari peningkatan kapasitas dan ketahanan sistem digital perseroan. Melalui sistem baru tersebut, kapasitas teknologi informasi BSI semakin besar untuk mengakomodasi kebutuhan transaksi nasabah, baik dari segmen ritel maupun institusi.

“Dengan sistem yang baru kapasitas IT BSI sangat besar untuk dapat mengakomodasi transaksi nasabah baik segmen ritel maupun institusi,” jelasnya. Penguatan sistem digital menjadi perhatian penting bagi BSI setelah industri perbankan menghadapi berbagai ancaman siber dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satu peristiwa yang menjadi perhatian adalah serangan ransomware terhadap BSI pada 2023 yang sempat berdampak terhadap layanan digital perseroan. Kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa transformasi digital perbankan harus berjalan beriringan dengan penguatan sistem keamanan karena meningkatnya penggunaan layanan digital juga memperluas potensi kejahatan siber.

Ancaman siber terhadap industri keuangan saat ini tidak hanya berupa serangan terhadap sistem, tetapi juga berkembang melalui berbagai metode seperti phishing, rekayasa sosial, pencurian identitas, hingga eksploitasi celah dari pihak ketiga.

Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pola serangan juga semakin sulit dikenali. Pelaku kejahatan dapat memanfaatkan AI untuk membuat modus penipuan yang lebih meyakinkan, sementara bank dituntut memanfaatkan teknologi serupa untuk memperkuat pertahanan.

Oleh karena itu, pembangunan ketahanan digital tidak hanya bergantung pada investasi teknologi, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola, kesiapan menghadapi insiden, serta peningkatan kesadaran nasabah. BSI menyatakan transformasi IT yang dilakukan menjadi bagian dari komitmen perseroan untuk menjaga keamanan layanan digital dan memastikan sistem mampu mendukung kebutuhan transaksi yang terus berkembang. (pa/jh. Foto: Dok. BSI)

Bahlil Minta TransJakarta Gunakan Bus Hidrogen, Perum Damri Sedang Uji Coba

BusinessUpdate – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan membahas penggunaan bus TransJakarta berbasis hidrogen dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

“Tentang bus, saya coba komunikasikan dengan Pak Gubernur DKI untuk memanfaatkan ini (hidrogen),” ujar Bahlil dalam acara pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhbition 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Selain pemanfaatan hidrogen sebagai bahan bakar untuk sektor transportasi, Bahlil juga menyoroti penggunaan hidrogen di sektor petrokimia yang berorientasi kepada energi bersih. “Ini juga penting. Banyak lagi hal-hal lain yang bisa kita lakukan untuk mendorong proses percepatan ini (hidrogen),” katanya.

Pernyataan tersebut ia sampaikan terkait dengan usulan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo yang meminta Bahlil untuk melakukan komunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ihwal pemanfaatan hidrogen sebagai bahan bakar bus TransJakarta.

Hydrogen Refueling Stations (HRS) atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH) pun sudah tersedia dan siap pakai di Jakarta. Namun, Darmawan mengatakan belum ada armada bus yang menggunakan bahan bakar hidrogen.

Ia pun mengungkapkan telah melakukan diskusi dengan pabrik kendaraan Jepang, Jerman, maupun China ihwal ketersediaan bus hidrogen.

Apabila pemerintah akan memanfaatkan hidrogen sebagai bahan bakar untuk sektor transportasi, seperti TransJakarta, Darmawan mengatakan PLN akan berkolaborasi dengan Pertamina dalam hal penyediaan armada bus yang menggunakan hidrogen.

“Nanti Pertamina dengan PLN bersama-sama menyediakan busnya. Tinggal kemudian nanti bus hidrogen ada logonya ESDM, PLN, Pertamina, kita berkolaborasi membangun transportasi berbasis hidrogen,” ujar Darmawan.

Sementara itu, Perum DAMRI mulai menguji coba bus berbahan bakar hidrogen atau Hydrogen-Diesel Dual Fuel (H2-DDF) sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi di sektor transportasi.

Berbeda dengan bus hidrogen yang dikembangkan dari nol, kendaraan yang diuji saat ini merupakan hasil konversi dari bus diesel menjadi sistem dual fuel, yakni menggunakan solar dan hidrogen secara bersamaan.

Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition atau GHES 2026 merupakan forum yang mempertemukan pemerintah, badan usaha, industri, akademisi, mitra internasional, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia.

Penyelenggaraan GHES 2026 menegaskan komitmen Indonesia dalam ⁠mendorong pemanfaatan hidrogen pada sektor transportasi, industri, logistik, dan pelabuhan. Sektor transportasi menjadi salah satu fokus awal penerapan hidrogen karena memiliki potensi untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan emisi kendaraan. (rn/jh. Foto: Dok. Kompas)

BRI Finance Catat Penyaluran Pembiayaan Multiguna Semester I/2026 Naik 44,74 Persen

BusinessUpdate – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatat penyaluran pembiayaan multiguna pada semester I/2026 melonjak 44,74% secara tahunan (yoy).

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan bahwa pembiayaan multiguna ini berkontribusi sebesar 10,88% terhadap total portofolio perusahaan. Perseroan akan mengoptimalkan sinergi dengan BRI Group, memperluas kanal pemasaran, serta meningkatkan kemudahan dan kecepatan proses pembiayaan.

Aditia mengemukakan bahwa strategi tersebut tetap dijalankan secara selektif, dengan mengedepankan prinsip kehati hatian dan menjaga kualitas pembiayaan.

Di sisi lain, tantangan utama penyaluran pembiayaan multiguna saat ini adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset di tengah dinamika ekonomi serta daya beli masyarakat. Selain itu, persaingan industri yang semakin ketat juga mendorong perusahaan untuk tetap selektif dalam penyaluran pembiayaan.

Karena itu BRI Finance terus memperkuat manajemen risiko, menerapkan prinsip kehati-hatian, dan fokus pada segmen yang memiliki profil risiko yang baik agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan.

Walau menghadapi tantangan BRI Finance tetap memandang prospek pembiayaan multiguna pada semester II/2026 masih positif seiring dengan tetap terjaganya aktivitas ekonomi dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat maupun pelaku usaha serta ekspektasi suku bunga yang lebih stabi, sehingga dapat menjaga daya beli dan minat masyarakat terhadap pembiayaan.

Meski demikian, Perseroan tetap mencermati dinamika ekonomi global dan kondisi likuiditas yang berpotensi memengaruhi kepercayaan konsumen dan permintaan pembiayaan.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pada Mei 2026 pembiayaan multiguna masih mendominasi dengan nilai Rp256,77 triliun atau tumbuh 5,21% (yoy). Sementara itu, pembiayaan modal kerja tercatat Rp55,36 triliun, tumbuh 7,96% (yoy) dan pembiayaan investasi terkontraksi 5,79% (yoy) menjadi Rp168,06 triliun. (ip/jh. Foto: Dok. BRI Multifinance)

BRIN: Spirulina Platensis Berpotensi Jadi Bahan Baku Pakan Ikan

BusinessUpdate – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pemanfaatan mikroalga jenis spirulina (Spirulina platensis) sebagai solusi inovatif untuk mendukung sistem peternakan ikan (akuakultur) dan industri perikanan di Indonesia.

Peneliti Pusat Riset Budidaya Laut BRIN Siti Faridah mengatakan spirulina memiliki potensi luar biasa sebagai bahan baku pakan fungsional, baik pada fase pembenihan maupun pembesaran komoditas perikanan.

​”Selain bisa dijadikan sebagai komoditas industri tersendiri, hasil dari spirulina sangat mendukung kegiatan industri perikanan. Spirulina bisa menjadi enrichment (pengayaan nutrisi) pada pakan untuk kegiatan pembenihan dan pembesaran,” kata Siti dalam sebuah seminar di Jakarta, Selasa (21/7/20206)

Pemilihan spirulina dibandingkan jenis mikroalga lainnya didasarkan pada laju pertumbuhannya yang cepat, kemudahan dalam proses panen, serta kandungan nutrisinya yang sangat superior dan mudah dicerna.

​Menurutnya, spirulina memiliki kandungan protein yang sangat padat hingga mencapai 65%, yang melampaui sumber protein konvensional lainnya dimana protein spirulina tercatat enam kali lebih tinggi dari telur dan tiga kali lebih tinggi dari daging sapi, serta melampaui ayam, susu, maupun keju.

Dalam rantai produksi akuakultur, pemanfaatan spirulina sangat efisien. Biomasa atau sisa pengolahan dari mikroalga ini dapat diserap seutuhnya sebagai bahan baku pakan ikan maupun ternak lainnya. Pemanfaatan ini turut menjawab tantangan global terkait krisis pangan dan tekanan ekosistem perairan.

​Terkait proses pengembangannya, Siti menjelaskan budidaya spirulina melewati tiga tahapan utama yakni kultur skala laboratorium, kultur intermediate, dan kultur skala massal. Pada tahap produksi massal, sistem yang digunakan kini makin berkembang, mulai dari kolam konvensional hingga penggunaan teknologi fotobioreaktor.

​”Fotobioreaktor itu lebih baik dibanding konvensional karena kita memanfaatkan lahan yang sedikit namun bisa memproduksi lebih maksimal, serta meminimalisir kontaminan, meskipun ini membutuhkan biaya dan penguasaan teknologi yang lebih,” jelasnya.

kunci keberhasilan hidup mikroalga ini dipengaruhi oleh faktor suhu, salinitas, intensitas cahaya, dan pH air. ​Selain berdampak positif secara ekologis karena mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), komoditas ini juga menjanjikan prospek ekonomi yang cerah.

Siti mengutip data Unleaded Market Research yang memproyeksikan nilai pasar global spirulina akan melonjak dari US$393,6 juta pada 2019 menjadi US$897,61 juta pada 2027 mendatang.

​Meskipun rantai produksi global saat ini masih didominasi oleh China, iklim industri spirulina di Tanah Air perlahan mulai terbentuk. ​Siti mencatat keberadaan dua perusahaan perintis berskala besar di Semarang, Jawa Tengah, yang kapasitas produksinya diklaim telah menyentuh 108 ton per tahun.

​”Prospek usaha budidaya spirulina sangat layak untuk terus dikembangkan agar menjadi pendorong bagi terwujudnya industri perikanan yang maju dan modern di Indonesia,” tutup Siti. (pa/jh)