Home Blog Page 8

Harga Tiket Penerbangan Turun Hingga 13 Persen pada Periode Nataru

BusinessUpdate – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka opsi pemberian diskon harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi pada masa Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) agar harga tiket penerbangan lebih terjangkau.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan seluruh maskapai penerbangan agar harga tiket kelas ekonomi bisa turun 11 hingga 13% melalui pemberian stimulus pemerintah.

“Sudah kita lakukan (pertemuan dengan sejumlah maskapai) dan ini akan turun 11 sampai 13 %, stimulus ini,” kata Lukman di Jakarta, Senin (27/10/2026). Lukman berharap, maskapai mematuhi ketentuan pemerintah agar masyarakat memperoleh manfaat dari kebijakan penurunan tarif selama periode perjalanan akhir tahun.

Kementerian Perhubungan juga menyiapkan mekanisme pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan tersebut agar seluruh maskapai menjalankan ketentuan sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Pemerintah bakal memberikan sanksi apabila terdapat maskapai yang tidak menjalankan kebijakan penurunan tarif sesuai ketentuan selama masa pelaksanaan stimulus berlangsung.

Program penurunan tarif diberlakukan khusus bagi penerbangan domestik kelas ekonomi sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang melakukan perjalanan selama libur akhir tahun.

Periode pelaksanaan stimulus dijadwalkan berlangsung mulai 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027 untuk mengakomodasi meningkatnya kebutuhan perjalanan masyarakat pada masa libur akhir tahun.

Pemerintah berharap kebijakan tersebut meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara dengan biaya lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas pelayanan penerbangan nasional.

Sinergi pemerintah dan maskapai diharapkan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memberikan kepastian tarif selama masa peningkatan permintaan penerbangan pada akhir tahun.

Kementerian Perhubungan optimistis stimulus tarif penerbangan mampu membantu masyarakat merencanakan perjalanan Natal dan Tahun Baru dengan biaya lebih ringan serta pelayanan tetap optimal. (ip/jh. Foto: Dok. Garuda Indonesia)

Hingga Agustus 2026 BRI Kucurkan KUR Rp144,59 Triliun pada 2,76 Debitur

BusinessUpdate – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp144,59 triliun sepanjang Januari hingga Agustus 2026 yang diberikan kepada 2,76 juta debitur pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, capaian tersebut menunjukkan konsistensi perseroan dalam mengarahkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Dominasi sektor produksi juga menunjukkan peran KUR dalam mendorong peningkatan produktivitas, menciptakan nilai tambah, dan memperkuat perekonomian di berbagai daerah,” ujar Akhmad dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2026).

Dari total penyaluran tersebut, sebesar Rp98,86 triliun atau 68,38% dialokasikan ke sektor produksi, mencerminkan fokus BRI dalam memperkuat pembiayaan bagi aktivitas usaha produktif. Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi kontributor terbesar dengan porsi 42,79% dari total penyaluran KUR BRI selama Januari hingga Agustus 2026.

Menurut BRI, penyaluran pembiayaan ke sektor tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui pembiayaan kepada pelaku usaha pertanian dan sektor produktif lainnya, BRI berupaya mendorong peningkatan kapasitas usaha sekaligus memperkuat rantai pasok dan aktivitas ekonomi di tingkat daerah.

Menurut Akhmad, BRI mengedepankan ketepatan sasaran, prinsip kehati-hatian, dan kualitas pembiayaan dalam menyalurkan KUR. Jaringan layanan yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia juga memperkuat kemampuan perseroan dalam memahami kebutuhan serta karakteristik usaha masyarakat.

“BRI akan terus menjaga kualitas penyaluran KUR agar memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan usaha dan membuka kesempatan bagi semakin banyak UMKM untuk tumbuh dan naik kelas,” lanjut Akhmad.

Secara kumulatif, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.580 triliun kepada 49,2 juta penerima di seluruh Indonesia selama periode 2015 hingga Agustus 2026. Capaian tersebut mencerminkan upaya BRI dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional.

Selain memperluas akses pembiayaan produktif, BRI juga mendukung berbagai program prioritas pemerintah, termasuk penguatan akses pembiayaan di sektor perumahan.

Di sisi lain, BRI telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp11,9 triliun hingga akhir Agustus 2026. Penyaluran tersebut terdiri dari KPP Demand sebesar Rp9,62 triliun dan KPP Supply sebesar Rp2,29 triliun.

Akhmad menegaskan, BRI berkomitmen mengintegrasikan akses pembiayaan dengan pemberdayaan usaha untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM. (pa/jh. Foto: Dok. BRI)

Jak Japan Matsuri 2026 Kembali Hadir di GBK Jakarta

BusinessUpdate – Jak Japan Matsuri (JJM) 2026 kembali digelar di Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 31 Oktober-1 November dengan menghadirkan beragam kegiatan yang memadukan budaya Jepang dan Betawi.

“Kami tidak hanya akan memperkenalkan budaya tradisional Jepang, tetapi juga budaya tradisional Indonesia, seperti membatik dan membuat miniatur ondel-ondel,” kata Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia, Ueno Atsushi, dalam konferensi pers Jak Japan Matsuri 2026 di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Dubes Ueno yang juga Penasihat Kehormatan Panitia Pelaksana JJM 2026 menyampaikan bahwa festival yang pertama kali diselenggarakan pada 2009 tersebut menghadirkan sejumlah kegiatan interaktif yang memungkinkan pengunjung mengenal budaya kedua negara secara langsung.

Kedutaan berharap pelaksanaan JJM 2026 yang mengusung tema utama “Indonesia and Japan Always Together,” dapat menjadi sarana untuk meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap budaya negara masing-masing.

“Harapan kami, khususnya generasi muda, dapat lebih tertarik untuk mengenal budaya negara sahabat. Anak-anak muda Jepang diharapkan tertarik pada budaya Indonesia, begitu pula anak-anak muda Indonesia terhadap budaya Jepang. Dengan demikian, persahabatan kedua negara dapat semakin erat,” tambahUeno.

Selain aktivitas budaya Indonesia, Ueno menguraikan bahwa JJM 2026 juga menghadirkan permainan tradisional Jepang, yakni igo dan karuta. Igo merupakan permainan permainan strategi tradisional Jepang yang mirip catur, sedangkan karuta adalah permainan kartu tradisional Jepang.

Festival tersebut turut menyediakan area Travel Japan yang memperkenalkan daya tarik berbagai wilayah di Jepang. Pengunjung juga dapat menikmati area foto bersama karakter anime Jepang berukuran asli, yang ditujukan bagi penggemar budaya populer Jepang.

Di panggung utama, berbagai pertunjukan turut meramaikan festival, termasuk penampilan pemain alat musik tradisional Jepang, serta penampilan dari sejumlah pengisi acara, termasuk grup idol JKT48. JJM 2026 juga akan kembali menghadirkan pertunjukan tari tradisional Jepang setelah tiga tahun tidak ditampilkan dalam festival tersebut.

Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, JJM mencatat sekitar 27.000 pengunjung. Dubes Ueno menyampaikan harapannya agar jumlah pengunjung pada tahun ini dapat meningkat seiring dengan beragam program yang ditawarkan.

Melalui perpaduan budaya tradisional dan populer, JJM 2026 diharapkan dapat menjadi festival yang dinikmati berbagai kelompok usia sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk mengenal lebih dekat budaya Jepang dan sebaliknya. (pa/jh. Foto: IG JJM)

Transaksi QRIS Bakal Jadi Acuan Penilaian Kelayakan Kredit

BusinessUpdate – Bank Indonesia (BI) berencana menjadikan data transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu acuan dalam menilai kelayakan kredit (credit scoring) bagi pelaku usaha.

“Jadi ini paling tidak suatu keberhasilan di mana kita memberikan akses keuangan kepada para merchant di bawah, merchant-merchant yang small juga yang nantinya data ini bisa menjadi semacam credit scoring,” kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (TIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Berdasarkan data BI hingga kuartal III/2026, jumlah pengguna QRIS tercatat sebanyak 70,6 juta dengan 49,4 juta merchant, sebanyak 97% di antaranya merupakan pelaku UMKM. Sedangkan, volume transaksi QRIS meningkat 75,8% secara tahunan yoy).

Menurut Destry, pemanfaatan data transaksi QRIS bisa mendukung perluasan akses keuangan bagi pelaku usaha kecil, sejalan dengan upaya BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. “Jadi kita sudah melakukan banyak hal, paling tidak karena kita ingin pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Artinya pertumbuhannya harus inklusif,” ujar Destry.

Selain QRIS, Destry menyoroti peran BI-FAST sebagai infrastruktur pembayaran yang memungkinkan transaksi berlangsung selama 24 jam. “Jadi belum banyak bank sentral atau negara lain yang sudah mempunyai fast payment (BI-FAST). Kita sudah mempunyai fast payment di mana itu penghematannya secara ekonomi juga luar biasa,” ujarnya.

Adapun BI-FAST mencatat volume transaksi sebanyak 1,631 miliar pada kuartal III/2026, tumbuh 31,78% secara tahunan. Nilai transaksinya mencapai Rp4.049 triliun, meningkat 33,91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (ip/jh. Foto: Dok. BCA)

Jaga Keselamatan Pengguna LRT Jabodebek Rutin Lakukan Perawatan Prasarana

BusinessUpdate – LRT Jaboidebek rutin melakukan pemeriksaan dan perawatan prasarana sebagai upaya untuk menjaga keselamatan dan keandalan perjalanan. Keselamatan pengguna dan kelancaran perjalanan merupakan prioritas utama LRT Jabodebek dalam melayanani masyarakat.

Pemeriksaan dan perawatan prasarana jalur secara rutin dilakukan setiap hari hingga secara periodik untuk memastikan kondisi jalur LRT Jabodebek sepanjang lebih kurang 43 km dapat terjaga sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP) dan ketentuan teknis yang berlaku.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian pada komponen jalur, menilai kondisi prasarana, serta menentukan tindak lanjut yang diperlukan sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan teknis yang berlaku.

“Kondisi prasarana jalur perlu dijaga melalui pemeriksaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin dan terencana. Melalui upaya ini, potensi permasalahan dapat diidentifikasi lebih awal dan ditindaklanjuti sesuai hasil pemeriksaan, sehingga keandalan prasarana dapat terus dijaga untuk mendukung perjalanan pengguna,” ujarnya, dikutip Senin (26/10/2026).

Dalam pelaksanaannya, petugas LRT Jabodebek melakukan pemeriksaan berkala yang dilakukan saat jam off operasional atau mulai pukul 00.00 – 04.00 wib. Pemeriksaan prasarana yang dilakukan setiap hari meliputi: pengukuran lebar rel 1.435 mm menggunakan alat matisa, pelumasan pada jalur lengkung,

pemeliharaan drainase dan lingkungan yang berkaitan dengan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), perawatan jalur beton, fastening system/sistem penambat rel, pagar pengaman, serta pemeriksaan geometri jalur lengkung.

Selain perawatan harian, pemeriksaan berkala dilakukan sesuai jadwal pemeliharaan yang telah ditetapkan. Pemeriksaan ini mencakup sejumlah komponen penting, antara lain wesel, geometri jalur lengkung, pelindung rel, kondisi dan usia penambat, struktur beton pendukung jalur, sambungan rel dengan pengelasan teknik flash butt dan thermit, pelat sambung, dan pembatas di ujung jalur.

Pemeriksaan berkala juga mencakup perangkat penjepit, serta Seismic Detection Alarm System (SDAS), yaitu sistem yang memberikan informasi terkait dampak getaran gempa terhadap prasarana. Informasi dari SDAS dapat menjadi acuan bagi petugas untuk melakukan pemeriksaan dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan. Selain itu, pemeriksaan dilakukan terhadap aspek K3, drainase dan lingkungan, kondisi dahan pohon, serta struktur bawah jalur (substructure).

Rangkaian pemeriksaan dan perawatan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung keandalan prasarana. Seperti pemeriksaan geometri jalur dan sistem penambat akan membantu mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian pada kondisi jalur.

Sementara itu, perawatan wesel dan komponen sambungan rel ditujukan untuk menjaga kondisi komponen yang mendukung perjalanan kereta. Pemeriksaan drainase dan lingkungan juga menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi kondisi di sekitar jalur yang berpotensi memengaruhi prasarana.

“Keandalan transportasi publik tidak hanya bergantung pada pengoperasian kereta, tetapi juga pada kondisi prasarana yang menunjang perjalanan. Pemeliharaan jalur dan komponen pendukungnya menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan LRT Jabodebek untuk mobilitas harian,” tambahnya.

LRT Jabodebek berkomitmen untuk terus melaksanakan pemeriksaan dan perawatan prasarana sesuai prosedur yang berlaku sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan, meningkatkan keandalan operasional, dan memberikan layanan transportasi publik yang aman serta nyaman bagi masyarakat. (pa/jh. Foto: Dok. LRT Jabodebek)

Jasa Raharja Unjuk Keunggulan Inovasi Digital di Penjurian IDTI Awards 2026


BusinessUpdate – PT Jasa Raharja (Persero) berkomitmen mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Hal ini ditunjukkan Jasa Raharja yang mengikuti  penjurian Indonesia Digital Technology and Innovation (IDTI) Awards 2026 pada Senin (26/10/2026).
‎
‎Penjurian tersebut dihadiri oleh perwakilan jajaran Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi Jasa Raharja antara lain:
‎- Saldhy Putranto selaku Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi
‎- M. Rahadian Yusuf selaku Kepala Urusan Infrastruktur dan Layanan Teknologi Informasi
‎- Royyan N.A Ghani selaku Kepala Urusan Bisnis, Strategi dan Tata Kelola Teknologi Informasi
‎- Hadi Ismanto selaku Kepala Urusan Sistem dan Aplikasi
‎
‎Dalam sesi pemaparan tersebut, Jasa Raharja memamerkan sejumlah portofolio transformasi digital berbasis teknologi cloud dan AI yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, kualitas pelayanan publik, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision). Terdapat lima poin inovasi digital dan AI yang telah diimplementasikan yakni:
‎1. GITA (Chatbot Internal)
‎Asisten virtual berbasis AI yang berfungsi memberikan informasi bagi para pegawai Jasa Raharja berdasarkan basis pengetahuan SPO & pedoman serta analisis data dasar.
‎2. SAVA (Chatbot Eksternal)
‎Layanan chatbot yang ditujukan bagi masyarakat luas untuk memberikan informasi terkait layanan Jasa Raharja secara cepat dan mudah.
‎3. Verifikasi Dokumen Penyerahan Santunan
‎Sistem pintar yang memanfaatkan teknologi Vision LLM & OCR untuk membantu memeriksa dokumen pendukung dan memberikan asistensi dalam penyelesaian santunan secara akurat.
‎4. Verifikasi Dokumen Penerimaan SW (Sumbangan Wajib)
‎Sistem otomatisasi pencocokan dokumen menggunakan teknologi OCR untuk memeriksa kelengkapan, identitas, dan kesesuaian dokumen yang diunggah ke sistem penerimaan.
‎5. Prediksi Penerimaan SW
‎Model prediktif menggunakan Machine Learning / XGBoost (berbasis infrastruktur internal JR) untuk memproyeksikan penerimaan berdasarkan kombinasi data internal dan data publik.
‎
‎Mayoritas inovasi tersebut (4 dari 5 use case) telah memanfaatkan teknologi cloud, dengan arah transformasi yang dirancang secara bertahap menuju kapabilitas AI internal yang matang dan berkelanjutan.
‎
‎Sesi penjurian yang berlangsung interaktif selama kurang lebih dua jam ini disebut manajemen Jasa Raharja tidak terasa karena berjalan dengan penuh sambutan positif dari para dewan juri yang terdiri dari para pakar di bidangnya.
‎
‎”Sebenarnya kami mendapatkan banyak insight sekali untuk review dari transformasi, khususnya AI yang sudah diimplementasikan. Jangan sampai kami bertransformasi tetapi sebenarnya tidak mendapatkan feedback dari para pakar. Dari beberapa juri, sebenarnya agak sulit memilih masukan mana yang paling bagus karena menurut kami semuanya sangat bagus,” pungkas Rahadian. (KIY)
‎

Laba Bersih Gabungan BUMN Naik 18,4 Persen Berkat Transformasi Bisnis

BusinessUpdate – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia menyatakan transformasi pengelolaan badan usaha milik negara (BUMN) berhasil meningkatkan laba bersih gabungan sebesar 18,4% menjadi Rp214,9 triliun pada Januari–Agustus 2026.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan peningkatan laba bersih paling besar yaitu 427% secara tahunan pada periode Januari–Agustus 2026. Disusul Pupuk Indonesia 233%, Danareksa 110%, serta PTPN III sebesar 55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejumlah BUMN lainnya juga membukukan peningkatan laba, yakni Pertamina sebesar 48%, Pelindo 45%, Bank Tabungan Negara (BTN) 35%, dan Bank Mandiri 16% secara tahunan.

Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengatakan capaian tersebut dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Berdasarkan data yang ditampilkan Danantara, laba bersih gabungan BUMN meningkat dari Rp181,5 triliun pada Januari–Agustus 2025 menjadi Rp214,9 triliun pada periode yang sama tahun ini, atau bertambah Rp33,4 triliun secara tahunan.

Peningkatan laba tersebut juga diikuti perbaikan tingkat pengembalian atas ekuitas (return on equity/ROE) yang disetahunkan menjadi 8,0% pada delapan bulan pertama 2026, dibandingkan 7,4% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, ROE gabungan BUMN meningkat sebesar 0,6 poin persentase, yang mencerminkan perbaikan tingkat pengembalian atas modal pemegang saham.

Dony menjelaskan bahwa transformasi dilakukan melalui evaluasi model bisnis, sumber dan komposisi pendapatan, struktur biaya, serta tingkat keuntungan perusahaan dengan mengacu pada praktik terbaik industri global.

Dony mengaitkan perbaikan kinerja tersebut dengan pembenahan model bisnis dan pengelolaan perusahaan yang dilakukan secara bertahap, termasuk penguatan disiplin keuangan dan tata kelola BUMN.

Menurut Dony, peningkatan kinerja BUMN menjadi faktor penting bagi keberlanjutan Danantara Indonesia karena sumber pendanaan investasinya bertumpu pada dividen yang dihasilkan perusahaan negara.

Oleh karena itu, perbaikan profitabilitas BUMN menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas Danantara untuk membiayai investasi pada sektor-sektor strategis yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan kerja di Indonesia.

Sebelumnya, pada 8 Oktober 2026, Dony menyampaikan bahwa Danantara melakukan pembenahan tata kelola BUMN, antara lain melalui pembentukan komite investasi untuk memastikan setiap penanaman modal sesuai dengan peruntukan dan rencana kerja perusahaan. (rn/jh. Foto: Dok. Semen Indonesia)

Pertamina Tindak Tegas SPBU Nakal di Bintaro Tangsel

BusinessUpdate – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menindak tegas operator SPBU 34.152.06 di Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Banten, karena melanggar pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite​​​​​​​ menyusul dugaan pengisian BBM yang tidak sesuai nominal yang dibayarkan konsumen.

“Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk memastikan setiap konsumen mendapatkan pelayanan yang baik, transparan, dan sesuai dengan permintaan pengisian,” kata Area Manager Communications, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat Pertamina Patra Niaga Reno Fri Daryanto di Tangerang, Banten, Senin (26/10/2026).

Pertamina Patra Niaga juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami konsumen akibat insiden yang sempat menjadi perhatian publik di media sosial tersebut. “Pihak manajemen SPBU telah menghubungi konsumen terkait untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung,” katanya.

Selain itu, manajemen SPBU mengambil langkah tegas dengan mengenakan sanksi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap operator yang terbukti melakukan ketidaksesuaian nominal pengisian BBM tersebut.​​​​​​​

Reno menegaskan Pertamina secara berkelanjutan terus melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan di seluruh jaringan SPBU dan tidak segan menerapkan tindak lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kami mengimbau masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga kualitas pelayanan fasilitas pengisian BBM,” tambahnya.

Sebelumnya, sebuah cuplikan video melalui akun Threads yang menyoroti insiden saat melakukan pengisian BBM di SPBU Bintaro. Dalam unggahannya, seorang konsumen kecewa terhadap layanan di SPBU tersebut karena tidak mendapatkan informasi langsung dari operator bila pengisian BBM-nya telah dihentikan sebelum nominal biaya yang ditentukan.

Konsumen membayar Rp100 ribu, namun pengisian bahan bakar dihentikan di angka Rp80 ribu sesuai yang tertera dalam mesin SPBU itu. Konsumen pun langsung menegur operator SPBU tersebut dan kemudian mengembalikan selisih pembayaran sebesar Rp20 ribu. (ip/jh. Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga)

10 Dapur MBG di Batam Gunakan Gas Bumi untuk Operasional

BusinessUpdate – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mencatat sebanyak 10 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di sejumlah wilayah telah menggunakan gas bumi untuk mendukung operasional memasak dapur.

“Sudah berjalan. Data terakhir ada 10 SPPG atau dapur MBG yang menggunakan gas bumi di beberapa wilayah,” kata Wendi Purwanto, Area Head PGN Batam, melalui keterangan resmi, Senin (26/10/2026).

Sepuluh dapur tersebut meliputi Yayasan Mandiri Riau di Sei Panas dan STC Mall, Yayasan Rosa di Anggrek Mas, SPPG Cipta Asri, SPPG Tanjung Uncang, dapur MBG Nongsa, dapur MBG Bengkong, SPPG Cipta Land, SPPG Golden Prawn, serta SPPG Batu Aji.

Berdasarkan data tersebut, dapur yang menggunakan gas bumi tersebar di Kecamatan Batu Aji, Nongsa, Bengkong, Sekupang, Sagulung, dan Batam Kota.

Menurut Wendi jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan data sebelumnya di mana terdapat 12 dapur pada bulan Januari 2026. Namun, ia tidak merinci penyebab penurunan jumlah dapur yang menggunakan gas bumi.

Ia menjelaskan pelanggan dari sektor dapur MBG masuk dalam kategori komersial, bukan rumah tangga. “Penggunaan gas pada sektor tersebut termasuk dalam kelompok pelanggan setara Bronze 1, dengan rentang pemakaian 1.001 hingga 10.000 meter kubik,” jelasnya.

Wendi menambahkan, PGN membuka peluang bagi dapur MBG untuk menggunakan gas bumi melalui penawaran langsung dari perusahaan maupun permintaan dari pengelola dapur.

Selain melalui jaringan pipa, PGN juga memiliki alternatif penyaluran gas menggunakan tabung melalui layanan C-Cyl atau Gaslink Cylinder, yang menyalurkan gas alam terkompresi (Compressed Natural Gas/CNG). “Kalau pakai C-Cyl bisa di mana saja dapurnya karena tidak harus melalui jaringan pipa,” katanya menjelaskan.

Skema tersebut memungkinkan pasokan gas menjangkau lokasi usaha yang belum terhubung dengan jaringan pipa gas bumi. Wendi mengatakan PGN Batam terus menawarkan penggunaan gas bumi kepada pengelola SPPG dengan mempertimbangkan efisiensi operasional.

PGN Batam terbuka untuk melayani dapur MBG lain yang berminat menggunakan gas bumi, baik melalui jaringan pipa maupun skema penyaluran yang sesuai dengan kebutuhan dan lokasi pelanggan. (pa/jh. Foto: Dok. PGN)

Jaga Produktivitas SGN Beri Bantuan Seribu Pompa Air untuk Petani Tebu

BusinessUpdate – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menyiapkan 1.000 unit pompa air bagi petani tebu di Pabrik Gula (PG) Rendeng di Jepara, Jawa Tengah, untuk menjaga produktivitas tanaman serta memperkuat pasokan bahan baku untuk mendukung swasembada gula nasional.

Pompa air tersebut diharapkan membantu petani mengoptimalkan pengairan lahan terutama ketika menghadapi keterbatasan sumber air yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman tebu.

“Petani memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan industri gula. Karena itu, kemitraan dengan petani tidak hanya sebatas penyerapan hasil panen, tetapi juga melalui dukungan terhadap kebutuhan budi daya di lapangan,” kata Direktur Utama PT SGN Mahmudi dalam keterangan resmi, Minggu (25/10/2026).

Mahmudi mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan kepada mitra petani tebu PG Rendeng ini sebagai bagian dari program perusahaan untuk memperkuat sektor hulu industri gula melalui dukungan langsung terhadap kebutuhan budi daya petani.

Menurutnya, penguatan sektor hulu menjadi salah satu kunci menjaga keberlanjutan pasokan tebu bagi pabrik gula sehingga sinergi perusahaan dan petani perlu dibangun tidak hanya pada saat penyerapan hasil panen, tetapi juga selama proses produksi.

Melalui program 1.000 pompa air tersebut, SGN berharap dukungan terhadap petani dapat membantu menjaga produktivitas perkebunan, memperkuat pasokan bahan baku pabrik gula, dan meningkatkan daya saing industri gula dalam negeri.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto mengapresiasi dukungan SGN dalam membantu petani memenuhi kebutuhan pengairan dan menjaga produktivitas tanaman tebu.

Heru berharap kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan petani semakin kuat untuk mendorong kemajuan perkebunan tebu serta meningkatkan kontribusinya terhadap pencapaian swasembada gula nasional. (rn/jh. Foto: Dok. SGN)