Home Blog Page 8

Bhirawa Steel Distribusikan 76 Ribu Ton Baja Tulangan untuk Bagun PSN

BusinessUpdate – PT Bhirawa Steel atau HK Bhirawa, cucu usaha PT Hutama Karya (Persero), mendistribusikan lebih dari 76.000 ton baja tulangan beton selama periode Januari–April 2026 untuk mendukung pembangunan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk Sekolah Rakyat dan fasilitas kesehatan di sejumlah daerah.

Distribusi baja tulangan tersebut menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap percepatan pembangunan infrastruktur nasional serta memastikan ketersediaan material konstruksi berkualitas bagi proyek-proyek strategis pemerintah.

Hingga Juni 2026, total distribusi baja tulangan HK Bhirawa diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 115.000 ton seiring progres pembangunan sejumlahj proyek strategis nasional. Distribusi material difokuskan untuk mendukung pembangunan proyek prioritas nasional, khususnya Sekolah Rakyat dan fasilitas kesehatan dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

Dukungan material dilakukan pada pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Barat, DKI Jakarta, dan Maluku Utara, serta sejumlah fasilitas kesehatan seperti RSU Adhyaksa Bali, RSUD Tual, hingga RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Selain itu, distribusi baja tulangan HK Bhirawa juga menjangkau berbagai wilayah strategis di Indonesia mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran rantai pasok material konstruksi nasional.

Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, HK Bhirawa menerapkan pengelolaan rantai pasok terintegrasi mulai dari proses produksi, pemeriksaan mutu, hingga pengiriman material ke lokasi proyek sesuai kebutuhan di lapangan. Distribusi juga melibatkan koordinasi lintas fungsi antara tim produksi, quality control, logistik, vendor transportasi, hingga tim proyek penerima material.

Dalam mendukung kebutuhan konstruksi berskala besar, HK Bhirawa mengandalkan baja tulangan high tensile tipe BjTS 520 yang memiliki kekuatan dan daya tahan tinggi untuk proyek infrastruktur strategis. Produk tersebut telah melalui pengujian internal maupun eksternal dan memenuhi standar SNI secara konsisten.

Hingga April 2026, total penggunaan baja tulangan produksi HK Bhirawa tercatat mencapai 39 ribu ton seiring meningkatnya kebutuhan material konstruksi pada berbagai proyek strategis nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Executive Vice President (EVP) Sekretaris Hutama Karya Hamdani mengatakan, dukungan distribusi material konstruksi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur nasional.

“Hutama Karya melalui HK Bhirawa berkomitmen mendukung kelancaran pembangunan Proyek Strategis Nasional melalui penyediaan dan distribusi baja tulangan yang berkualitas, tepat waktu, dan sesuai kebutuhan proyek,” ujar Hamdani, dikutip Jumat (22/5/2026).

Ia percaya kelancaran rantai pasok material konstruksi memiliki peran penting dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui distribusi material konstruksi tersebut, Hutama Karya berharap dapat terus berkontribusi dalam memperkuat pembangunan infrastruktur nasional sekaligus mendukung peningkatan konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia. (pa/jh. Foto: Dok. Hutama Karya)

Alfamart dan Alfamidi Gelar Pelatihan Guru SMK Kelas Industri

BusinessUpdate – Alfamart dan Alfamidi menjalin kemitraan strategis dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata (Bispar) untuk penguatan skema link and match antara dunia pendidikan vokasi dan industri ritel modern.

Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh Human Capital Director Alfamart & Alfamidi Tri Wasono Sunu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Vokasi Tatang Muttaqin Ph.D, serta Kepala BBPPMPV Bispar Dr. Nana Halim, bertempat di Kantor BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Depok, Kamis (21/5/2026).

Fokus kerja sama ini adalah penguatan kompetensi guru kelas industri. Alfamart Class & Alfamidi Class kini bermitra dengan 229 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di 23 provinsi dengan total 16.700 siswa aktif, di mana 7.100 lulusan telah terserap langsung menjadi bagian dari karyawan Alfamart dan Alfamidi dengan kompetensi dan kualitas yang berbeda dari lulusan non kelas industri ini.

Dalam kerja sama ini, Alfamart, Alfamidi dan BBPPMPV Bispar bersepakat pada sejumlah agenda strategis, antara lain sinkronisasi kurikulum Alfamart Alfamidi Class, penguatan kompetensi guru lewat skema Training for Trainer (TFT), pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL), serta uji kompetensi sebagai tolok ukur kesiapan pengajar dan lulusan.

Human Capital Director Alfamart dan Alfamidi, Tri Wasono Sunu mengatakan, sejak diluncurkan pada 2009 di SMK PGRI 3 Malang, program kelas industri ini telah meluluskan ribuan siswa yang langsung terserap menjadi karyawan Alfamart dan Alfamidi tanpa melalui seleksi tambahan.

“Komitmen kerja sama ini semakin menguatkan peran para pengajar di program Alfamart-Alfamidi Class, yang tercatat saat ini 1.373 Guru Produktif mengajar di sekolah mitra. Pelatihan manajemen ritel akan diberikan langsung oleh para profesional Alfamart-Alfamidi, dan nantinya mereka mendapat sertifikasi yang dikeluarkan resmi oleh Alfamart-Alfamidi dan BBPPMPV Bispar,” kata Sunu.

Kolaborasi ini juga memberi ruang bagi guru untuk merasakan langsung proses bisnis di gerai Alfamart dan Alfamidi, sehingga materi yang diajarkan di kelas benar-benar selaras dengan kebutuhan industri ritel modern.

“Melalui kemitraan strategis dengan BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata di tahun 2026 ini, kami tidak ingin pelatihan guru hanya menjadi sekadar formalitas di atas kertas saja. Kami mendesain program ini secara komprehensif melalui metode Blended Learning dan Action Learning yang terukur,” jelas Sunu.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin Ph.D, menyambut baik kemitraan ini sebagai wujud nyata sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memajukan pendidikan vokasi. Tatang memberikan penjelasannya bahwa peran guru sangat penting dalam pendidikan pola pikir dan membentuk kompetensi peserta didiknya di program vokasi khususnya Alfamart Class.

Pelatihan guru dalam program ini mengadopsi skema terintegrasi yang dibagi dalam empat tahapan. Pertama, pembelajaran daring selama dua hari. Kedua, simulasi kelas secara luring selama tiga hari di learning center Alfamart-Alfamidi. Ketiga, magang industri langsung di gerai selama 10 hari. Terakhir, asesmen dan sertifikasi resmi, mulai rentang periode Mei hingga Agustus 2026 mendatang.

Kepala BBPPMPV Bispar Dr. Nana Halim menegaskan, visi kedua lembaga dalam kerja sama ini sejalan, yakni meningkatkan kompetensi pengajar dan lulusan SMK mitra Alfamart Class.

“Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan keselarasan kompetensi atau link and match antara pendidikan SMK dengan kebutuhan industri khususnya ritel modern. Secara keseluruhan materi ini dilaksanakan sebanyak 150 jam pelajaran yang difasilitasi oleh praktisi dari manajemen Alfamart,” Jelas Dr. Nana. (rn/jh. Foto: Dok. Alfamart)

Hingga 30 April 2026 Pegadaian Raih Laba Bersih Rp4,38 Triliun

BusinessUpdate – PT Pegadaian berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp4,38 Triliun hingga 30 April 2026. Nilai ini tumbuh 87,2% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp2,34 Triliun. Kinerja apik ini berkat strategi bisnis yang adaptif dan ekspansi ekosistem emas yang agresif.

Adapun, total Aset perseroan kini mencapai Rp183,8 Triliun atau meningkat 56% dari tahun lalu yang tercatat sebesar Rp117,8 Triliun. Pertumbuhan aset ini ditopang kuat oleh pencapaian Outstanding Loan (OSL) gross yang melesat ke angka Rp153,6 Triliun, naik 58,8% dari capaian tahun sebelumnya senilai Rp96,7 Triliun.

Pencapaian impresif ini berjalan beriringan dengan kualitas pembiayaan yang semakin sehat dan pruden yang dibuktikan dengan penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) secara signifikan dari 0,82% pada periode 30 April 2025 menjadi 0,51% pada periode yang sama di 2026.

Berkat pengelolaan portofolio yang solid, Pegadaian berhasil mencatatkan peningkatan rasio profitabilitas secara berkelanjutan. Rasio Return on Asset (ROA) terdongkrak menjadi 7,49% dan Return on Equity (ROE) menyentuh angka 29,72%.

Selain itu, manajemen juga berhasil melakukan optimalisasi biaya operasional. Efisiensi yang impresif ini terlihat dari rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang berhasil ditekan ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir, yakni 59,71% pada periode ini.

Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam atas pencapaian ini, terlebih momentum ini bertepatan dengan usia Pegadaian yang kini menginjak 125 tahun.

“Tidak mudah untuk menjaga konsistensi pertumbuhan selama satu seperempat abad tanpa adanya loyalitas dan kepercayaan yang besar dari nasabah. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia yang terus menjadikan Pegadaian sebagai mitra finansial utama. Pencapaian ini juga merupakan buah dari dedikasi dan kerja keras seluruh Insan Pegadaian,” ujar Damar dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (22/5/2026).

Memasuki usia baru ini, Pegadaian berkomitmen untuk terus bertransformasi mengawinkan aspek digital dengan kebutuhan rill masyarakat. “Hadirnya komoditas anyar seperti layanan Bulion dan kemudahan digital lewat aplikasi Tring! diharapkan mampu menjadi lokomotif baru yang mempermudah lintas generasi dalam berinvestasi aman bersama Pegadaian,” tambahnya.

Komitmen Pegadaian untuk memimpin pasar investasi juga diwujudkan melalui ekspansi ekosistem emas secara menyeluruh. Pegadaian secara resmi mencatatkan sejarah sebagai pelopor dan perusahaan pertama di Indonesia yang mengantongi izin operasional untuk menjalankan kegiatan usaha bulion (Bank Emas) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui surat Persetujuan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion Nomor S-325/PL.02/2024.

Melalui legalitas tersebut, Pegadaian kini menghadirkan portofolio produk Bulion Services terlengkap di tanah air, meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas.

Pegadaian dinilai memiliki kesiapan infrastruktur yang paling mumpuni untuk mengoperasikan sistem Bank Emas ini. Selain fakta bahwa 90% agunan gadai di Pegadaian berupa emas, perusahaan juga memiliki jaringan ruang penyimpanan emas (vault) dengan standar keamanan internasional terbesar di Indonesia.

“Emas terbukti menjadi aset aman (safe haven) yang paling bersinar dan diminati masyarakat. Dengan hadirnya Layanan Bulion terintegrasi ini, kami optimis dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih besar terhadap roda perekonomian nasional, sekaligus mewujudkan misi jangka panjang untuk MengEMASkan Indonesia,” tutup Damar. (ip/jh. Foto: Dok. Pegadaian)

ASDP Kembali Operasikan Moveable Bridge di Dermaga Bajoe Bone

BusinessUpdate – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) meningkatkan kapasitas Dermaga Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dengan mengoperasikan kembali jembatan penghubung dermaga dan kapal (moveable bridge/MB) Pelabuhan Bajoe setelah revitalisasi menyeluruh rampung dilakukan.sehingga layanan penyeberangan dan distribusi logistik antardaerah dapat berlangsung lebih lancar dan efisien.

“Kehadiran MB baru ini menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna jasa,” kata Windy Andale, Corporate Secretary PT ASDP, dalam keterangan di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Operasional MB ditandai dengan pelaksanaan Uji Sandar pada Kamis (21/5/2026), setelah sebelumnya ASDP menyelesaikan tahapan commissioning dan uji beban bersama para pemangku kepentingan.

Revitalisasi dilakukan melalui penggantian total struktur MB dan sistem hidrolik dengan peningkatan kapasitas dari sebelumnya 30 ton menjadi 50 ton. Tidak hanya itu, ASDP juga memperkuat jembatan trestle menuju MB guna memastikan operasional pelabuhan berjalan lebih aman, stabil dan andal dalam jangka panjang.

Penyegaran fasilitas pelabuhan melalui pengecatan turut dilakukan untuk menghadirkan lingkungan pelabuhan yang lebih nyaman dan representatif. Windy mengatakan revitalisasi MB di Pelabuhan Bajoe merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi penyeberangan yang semakin berkualitas.

“Perbaikan MB ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran operasional, keselamatan, serta kenyamanan masyarakat pengguna jasa penyeberangan,” ujar Windy.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Selama proses revitalisasi berlangsung, ASDP melaksanakan berbagai program sosial seperti pembagian sembako dan pelatihan kewirausahaan bagi warga Bajoe.

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman mengapresiasi keterlibatan sekitar 25 orang masyarakat setempat dalam proses pekerjaan revitalisasi MB dan fasilitas pelabuhan di daerah tersebut. Bupati menilai Pelabuhan Bajoe memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan mobilitas masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada ASDP atas perbaikan dermaga ini. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga dan memeliharanya,” kata Andi Asman. Bupati berharap konektivitas Pelabuhan Bajoe dapat terus diperluas melalui penambahan rute penyeberangan menuju berbagai wilayah lainnya.

Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bajoe, Anom S. Panatagama menjelaskan dermaga hasil revitalisasi dirancang memiliki daya tahan hingga 20 tahun ke depan. “Kami bersyukur seluruh proses perbaikan dapat diselesaikan sesuai target dan siap mendukung kelancaran layanan penyeberangan masyarakat,” ujar Anom.

Saat ini, ASDP Cabang Bajoe melayani dua lintasan komersial, yakni Bajoe–Kolaka dan Siwa–Tobaku, serta dua lintasan perintis Maccini Baji–Sabutung dan Maccini Baji–Balanglompo.

Selain penguatan infrastruktur, ASDP juga terus meningkatkan aspek keamanan pelabuhan melalui latihan gabungan simulasi penanganan ancaman bom pada 16 Mei 2026 bersama Polres Bone, Detasemen Gegana Sulawesi Selatan, Batalyon C Pelopor Brimob, dan Polsek Kawasan Pelabuhan. Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan serta koordinasi penanganan kondisi darurat di lingkungan pelabuhan. (pa/jh. Foto: Dok. ASDP)

SPX Express Hadirkan Program Pengembangan Kurir

BusinessUpdate – SPX Express menghadirkan program SPX Super Manfaat yang mencakup beasiswa, umrah, hingga pelatihan keterampilan bagi para kurir sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan sekaligus pengembangan karier pekerja lapangan.

Program tersebut mencakup tiga benefit terbaru, yakni Beasiswa Super, Umrah Super, dan Kelas Super yang diperuntukkan bagi kurir SPX Express yang memenuhi syarat dan ketentuan.

Direktur Operasional Bisnis SPX Express Harry Akbar mengatakan, program tersebut menjadi bentuk apresiasi perusahaan terhadap kontribusi kurir dalam menjaga layanan pengiriman tetap optimal di seluruh Indonesia.

“Layanan prima yang dirasakan para pengguna di seluruh Indonesia tidak lepas dari dedikasi para kurir. Sebagai bentuk apresiasi, kami menghadirkan kesempatan bagi para kurir untuk mendapatkan dukungan berupa beasiswa pendidikan hingga kesempatan ibadah umrah,” ujar Harry dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026).

Menurut Harry, program itu dirancang tidak hanya membantu kebutuhan operasional kurir, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan dan pengembangan diri kurir beserta keluarganya.

Melalui program Beasiswa Super, SPX Express memberikan bantuan biaya pendidikan bagi tiga anak kurir terpilih yang sedang atau akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Selain bantuan pendidikan, penerima beasiswa juga mendapatkan peluang karier di SPX Express setelah menyelesaikan masa studi mereka. Program ini diharapkan dapat membantu membuka akses pendidikan yang lebih baik bagi keluarga kurir.

Sementara itu, melalui program Umrah Super, SPX Express memberangkatkan 10 kurir dengan performa terbaik untuk menjalankan ibadah umrah ke Tanah Suci. Perusahaan menanggung seluruh kebutuhan keberangkatan, mulai dari tiket pesawat, visa, akomodasi, transportasi, konsumsi, vaksin meningitis, pemeriksaan kesehatan, hingga pendamping ibadah. Program tersebut menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dan kinerja kurir dalam menjalankan tugas sehari-hari.

SPX Express juga menghadirkan Kelas Super yang berfokus pada pengembangan kapasitas dan keterampilan kurir. Melalui program ini, perusahaan menyediakan puluhan pelatihan dengan materi yang relevan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme kurir dalam memberikan layanan kepada pelanggan.

Selain tiga manfaat terbaru tersebut, SPX Super Manfaat juga menyediakan berbagai keuntungan tambahan untuk mendukung kebutuhan harian kurir. Program ini menawarkan potongan harga servis dan suku cadang kendaraan melalui kerja sama dengan Planet Ban, Shop & Bike, Shop & Drive, dan sejumlah mitra lainnya.

Kurir juga mendapatkan potongan harga produk elektronik dan gadget dari OPPO dan Samsung hingga 46%, penawaran paket data dari Telkomsel, serta perlindungan melalui program asuransi kesehatan dan kecelakaan.

“Program SPX Super Manfaat ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang dapat dinikmati rekan Kurir kami guna mendukung berbagai kebutuhan hariannya dan keluarga. Kami akan terus melakukan evaluasi dan mengembangkan program ini agar dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para kurir,” tutup Harry. (rn/jh. Foto: Dok. SPX Express)

Hana Bank Catatkan Laba Bersih Rp200,78 Miliar, Naik 23,84 Persen

BusinessUpdate – PT Bank KEB Hana Indonesia atau Hana Bank membukukan laba bersih pada kuartal I/2026 sebesar Rp200,78 miliar. Nilai tersebut tumbuh 23,84 persen secara tahunan (yoy). Seiring dengan pertumbuhan laba tersebut, aset Hana Bank tumbuh sebesar 5,64% yoy menjadi Rp54,60 triliun.

“Hana Bank mampu membukukan pertumbuhan laba meskipun ada tantangan ekonomi global, didukung oleh strategi bisnis yang penuh kehati-hatian,” kata Direktur Branch Business Hana Bank Hendri Setiawan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (21/5/2026). Ia menambahkan, perseroan masih melihat ruang pertumbuhan ke depannya, baik dari sisi penyaluran kredit maupun penghimpunan dana.

Kinerja intermediasi Hana Bank tetap solid dengan penyaluran kredit meningkat 3,63% yoy menjadi Rp39,67 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh 11,78% yoy menjadi Rp30,83 triliun, terutama ditopang oleh deposito.

Kualitas kredit pun terjaga dengan sehat, tercermin dari rasio non-performing loan (NPL) gross dan net masing-masing 0,72% dan 0,27%, membaik daripada periode yang sama tahun sebelumnya. NPL ini juga berada di bawah NPL gross dan NPL net perbankan secara nasional yang masing-masing sebesar 2,1% dan 0,8%.

Sedangkan ketahanan Hana Bank yang kuat tercermin dari capital adequacy ratio (CAR) yang berada di level 27,05%, di atas CAR perbankan secara nasional yang sebesar 25,09 persen.

Melihat pencapaian sampai dengan kuartal I/2026, Hana Bank menyatakan optimistis untuk dapat mencapai target tahun ini. Target laba bersih perseroan pada 2026 ditargetkan sebesar Rp650,11 miliar, sedangkan aset ditargetkan tumbuh menjadi Rp56,65 triliun.

Hana Bank terus mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui jaringan kantor cabang guna meraih target tersebut. “Kami fokus mendorong pertumbuhan aset, pertumbuhan pendapatan operasional bruto, efisiensi dan produktivitas, serta memperkuat tata kelola di cabang,” tutup Hendri. (pa/jh. Foto: Dok. Hana Bank)

Mobilitas Urban Meningkat Perlu Penguatan Elektrifikasi Kereta Api

BusinessUpdate – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menilai penggunaan teknologi berbasis listrik mampu meningkatkan kapasitas angkut, mempercepat waktu tempuh, sekaligus menekan emisi karbon di kawasan perkotaan dengan tingkat mobilitas yang semakin padat.

“Pertumbuhan mobilitas masyarakat urban dalam satu dekade terakhir meningkatkan kebutuhan penguatan elektrifikasi perkeretaapian di kawasan metropolitan,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan jumlah perjalanan KRL, berkembangnya kawasan permukiman penyangga kota, hingga bertambahnya pusat aktivitas ekonomi membuat kebutuhan pasokan daya listrik terus meningkat untuk menjaga kelancaran operasional perjalanan kereta.

Elektrifikasi memegang peranan penting dalam sistem transportasi urban modern karena berkaitan langsung dengan kapasitas perjalanan, kestabilan operasional, hingga keandalan sistem persinyalan yang dikelola bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

“Ketika jumlah perjalanan KRL terus meningkat, kebutuhan daya listrik juga ikut bertambah. Penguatan elektrifikasi menjadi penting untuk menjaga kestabilan operasional perjalanan, mendukung sistem persinyalan, serta memastikan perjalanan KRL tetap berjalan aman dan andal di lintas dengan trafik yang semakin padat,” ujar Anne.

Berdasarkan riset perjalanan urban dan elektrifikasi perkeretaapian, jumlah pengguna KRL meningkat signifikan dalam 10 tahun terakhir, dari 257 juta perjalanan pada 2015 menjadi 401 juta perjalanan pada 2025. Dalam periode tersebut terjadi penambahan lebih dari 140 juta perjalanan masyarakat urban.

Pemulihan mobilitas juga berlangsung cepat setelah pandemi, dengan pertumbuhan pengguna mencapai 50% pada 2022 dan kembali meningkat 31% pada 2023. Lonjakan mobilitas itu turut tercermin dari meningkatnya total perjalanan KRL harian. Pada 2015, jumlah perjalanan KRL tercatat sebanyak 881 perjalanan per hari dan meningkat menjadi 1.063 perjalanan per hari pada 2025.

Bogor Line menjadi lintas dengan frekuensi perjalanan tertinggi mencapai 299 perjalanan per hari, disusul Bekasi Line sebanyak 232 perjalanan dan Serpong Line sebanyak 204 perjalanan. “Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan kapasitas dan stabilitas sistem operasi yang semakin besar pada lintas-lintas perkotaan dengan trafik padat,” jelas Anne.

Ia mengatakan, semakin rapat headway perjalanan maka sistem operasi membutuhkan dukungan elektrifikasi yang semakin kuat dan stabil. Pasokan daya yang memadai menjadi faktor penting untuk menjaga kinerja perjalanan KRL, termasuk mendukung perangkat persinyalan, gardu listrik, dan pengaturan operasional di lintas padat yang dikoordinasikan bersama DJKA Kementerian Perhubungan.

“Elektrifikasi berkaitan erat dengan kemampuan sistem menghadapi pertumbuhan perjalanan. Ketika mobilitas urban meningkat sangat cepat, infrastruktur daya perlu diperkuat agar operasional tetap stabil dan risiko gangguan perjalanan dapat ditekan,” ujar Anne.

Riset tersebut juga menunjukkan mobilitas urban Jabodetabek telah berkembang menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara dengan total pengguna mencapai 349,3 juta perjalanan pada 2025. Jumlah itu jauh lebih tinggi dibanding wilayah urban lainnya seperti Bandung sebesar 18,7 juta perjalanan, Surabaya 16 juta perjalanan, dan Yogyakarta 10,1 juta perjalanan.

Perkembangan mobilitas urban berjalan beriringan dengan transformasi layanan perkeretaapian yang dilakukan DJKA Kementerian Perhubungan bersama operator perkeretaapian. Transformasi tersebut meliputi revitalisasi stasiun, integrasi antarmoda, digitalisasi layanan, penguatan konektivitas kawasan strategis, hingga pengembangan pusat mobilitas baru di kawasan metropolitan.

Sebagai bagian dari penguatan sistem kelistrikan perkeretaapian urban, KAI juga mendukung rencana pengembangan infrastruktur elektrifikasi di kawasan Stasiun Jatake yang diproyeksikan menjadi salah satu titik strategis penguatan suplai daya perjalanan KRL di masa mendatang.

Pengembangan tersebut diharapkan membantu menjaga stabilitas operasional perjalanan kereta, meningkatkan keandalan sistem persinyalan, serta mengantisipasi pertumbuhan frekuensi perjalanan pada lintas perkotaan yang terus meningkat.

Ke depan, kebutuhan penguatan elektrifikasi diproyeksikan semakin penting seiring pengembangan kawasan urban baru, peningkatan frekuensi perjalanan, optimalisasi headway, hingga integrasi transportasi menuju kawasan strategis dan pusat aktivitas baru seperti kawasan bisnis, hunian terpadu, serta pusat kegiatan internasional. (pa/jh. Foto: Dok. KCI)

Laba Bersih OK Bank pada 2025 Melonjak Jadi Rp159,98 Miliar

BusinessUpdate – Kinerja keuangan PT Bank Oke Indonesia Tbk atau OK Bank selama 2025 menunjukkan pertumbuhan yang positif baik dari sisi aset, penyaluran kredit, penghimpunan dana, maupun profitabilitas. Laba bersih perseroan melonjak menjadi Rp159,98 miliar dari Rp49,99 miliar pada tahun sebelumnya.

Wakil Direktur Utama OK Bank Hendra Lie menjelaskan total aset perusahaan meningkat menjadi Rp13,42 triliun pada 2025 dari Rp11,87 triliun pada 2024 dan Rp11,07 triliun pada 2023.

Dari sisi penghimpunan dana masyarakat, Dana Pihak Ketiga (DPK) naik menjadi Rp8,98 triliun, meningkat daripada Rp7,54 triliun pada 2024. “Pertumbuhan ini mencerminkan ekspansi usaha dan penguatan bisnis yang terus berjalan. Ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap OK Bank,” kata Hendra dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Sementara itu penyaluran kredit juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp10,73 triliun pada 2025 dari Rp9,30 triliun pada 2024. Kenaikan ini menunjukkan aktivitas intermediasi bank berjalan lebih agresif tapi tetap terukur.

Sementara itu, kinerja profitabilitas OK Bank mengalami peningkatan signifikan. Pendapatan bunga bersih naik menjadi Rp688,88 miliar, sementara laba bersih melonjak menjadi Rp159,98 miliar dari Rp49,99 miliar pada tahun sebelumnya. Ini menunjukkan efisiensi operasional dan kualitas pendapatan bank semakin membaik.

Dari sisi rasio profitabilitas, Return on Asset (RoA) meningkat menjadi 1,70% dan Return on Equity (RoE) naik menjadi 4,35%. Peningkatan kedua rasio ini menandakan kemampuan OK Bank dalam menghasilkan laba dari aset dan modal yang dimiliki semakin kuat.

Sementara itu, Margin Bunga Bersih (NIM) berada pada level 5,67%, sedikit lebih tinggi daripada tahun sebelumnya, yang menunjukkan bank mampu menjaga margin keuntungan dari aktivitas penyaluran kredit.

Selain itu, Capital Adequacy Ratio (CAR) atau Kewajiban Penyediaan Modal Minimum 42,21% berada di tingkat sehat dan di atas ketentuan regulasi. “Secara keseluruhan, kinerja 2025 memperlihatkan OK Bank mencatat pertumbuhan yang sehat dengan peningkatan signifikan pada profitabilitas, ekspansi kredit, serta penguatan basis pendanaan dan aset,” lanjutnya. Menurutnya, area operasional bank tersebut saat ini berada di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

Menyinggung strategi pada 2026, saat menyampaikan paparan publik Hendra Lie menyatakan perusahaan berfokus pada penguatan aset sebagai dasar pertumbuhan berkelanjutan, peningkatan profitabilitas, dan penguatan liabilitas dan pendanaan.

Untuk penguatan aset, strategi utama mencakup peningkatan kualitas portofolio debitur, ekspansi kredit ritel dan korporasi secara selektif, serta diversifikasi produk dan layanan selain itu juga mengoptimalkan jaringan secara strategis, memperkuat manajemen risiko, serta meningkatkan efisiensi operasional.

Peningkatan profitabilitas dilakukan melalui transformasi digital, efisiensi operasional, serta pengembangan layanan berbasis teknologi. “Fokus pada penyaluran kredit berkualitas, diversifikasi produk, dan penerapan manajemen risiko yang pruden jadi kunci dalam menghasilkan pendapatan berkelanjutan,” tutupnya. (ip/jh. Foto: Dok. OK Bank)

Volvo Rilis SUV Listrik Premium Seharga Rp2,5 Miliar

BusinessUpdate – Volvo Car Indonesia meluncurkan kendaraan premium di segmen elektrifikasi yakni all-new Volvo EX90 seharga Rp2,5 miliar. Kendaraan ini diklaim memiliki beragam fitur dan teknologi canggih yang siap menemani mobilitas sehari-hari konsumen moderen yang menang menjadi sasaran Volvo.

Chief Executive Officer Volvo Car Indonesia, Koji Horii, mengatakan Volvo EX90 itu sebuah wujud nyata komitmen perusahaan untuk pasar Indonesia di segmen elektrifikasi yang mengedepankan kenyamanan, keamanan dan juga fitur yang cerdas.

“Kami bangga menghadirkan SUV listrik flagship ini di Indonesia sebagai bagian dari komitmen jangka panjang Volvo dalam mendukung mobilitas premium yang lebih berkelanjutan,” kata Koji Horii dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026) . ​​​​​

Berbekal baterai dengan kapasitas 111 kWh, Volvo EX90 diklaim sanggup berjalan hingga sejauh 600 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Didukung teknologi DC fast charging hingga 250 kW, baterai EX90 dapat diisi dari 10% hingga 80% hanya dalam waktu sekitar 30 menit, memberikan kenyamanan lebih untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.

Kendaraan ramah lingkungan ini hadir dengan dua pilihan konfigurasi yakni Twin Motor dan Twin Motor Performance. Varian Twin Motor Performance mampu menghasilkan tenaga hingga 510 horsepower dengan akselerasi 0–100 km/jam dalam 4,9 detik. Sementara itu, varian Twin Motor menghasilkan tenaga 402 horsepower dengan akselerasi 0–100 km/jam dalam 5,9 detik.

Untuk mengimbangi harganya yang cukup tinggi, Volvo EX90 juga sudah membekali kendaraan ini dengan sistem dual-motor all-wheel drive yang menghadirkan performa berkendara lebih stabil, halus, dan responsif di berbagai kondisi jalan.

EX90 juga memiliki kapasitas towing hingga 2.200 kg, menawarkan kombinasi antara kemampuan fungsional dan kenyamanan berkendara premium khas Volvo.

Dari segi desain, kendaraan ini mengusung kemewahan dari yacht premium yang dapat dilihat dari detail-detail yang terlihat elegan.

Di bagian interior, Volvo EX90 memiliki kabin luas, layar sentuh vertikal 14,5 inci dengan Google built-in, yang terintegrasi dengan panel informasi pengemudi berukuran 9 inci serta sistem audio premium untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih modern dan intuitif.

Kendaraan ini juga sudah disenjatai dengan fitur keselamatan yang cukup komplit, mulai dari Collision Avoidance dengan Automatic Emergency Braking, Blind Spot Information System (BLIS) dengan Steer Assist.

Selanjutnya juga hadir Cross Traffic Alert dengan Autobrake, Pilot Assist dengan Lane Change Assist, serta Driver Monitoring Alert untuk membantu menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih aman dan nyaman. (ip/jh. Foto: Dok. Volvo)

Pertamina EP Teken Kontrak Jual Beli Gas dengan Dua Perusahaan

BusinessUpdate – PT Pertamina EP menandatangani dua Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT Cikarang Listrindo dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dalam rangkaian kegiatan Indonesia Petroleum Association Convention & Exhibition 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Rabu (20/5/2026).

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PT Pertamina EP Rachmat Hidajat dan Direktur PT Cikarang Listrindo Yudho Pratikto serta Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan Muhamad Arifin.

Perjanjian jual beli gas dengan PT Cikarang Listrindo berlaku hingga 16 September 2035. Pasokan gas berasal dari Lapangan Akasia Bagus, Jatibarang Field, dengan total volume mencapai 20 miliar standar kaki kubik (BSCF). Gas tersebut akan digunakan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan industri di wilayah Jawa Barat.

Sementara itu, PJBG dengan PT Pertamina Hulu Rokan untuk mendukung produksi dan operasi minyak dan gas bumi di Wilayah Kerja Rokan, Provinsi Riau. Perjanjian dengan PHR berlaku hingga 31 Desember 2030 dengan total volume mencapai 35 triliun British Thermal Unit (TBTU).

Direktur Utama PT Pertamina EP Rachmat Hidajat mengatakan, kerja sama dengan PT Cikarang Listrindo menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan energi yang andal dan berkelanjutan bagi sektor industri nasional, khususnya di Jawa Barat.

“Kesepakatan jangka panjang ini diharapkan dapat memberikan kepastian pasokan energi dan berkontribusi positif terhadap daya saing industri di Jawa Barat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Rachmat dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).

Melalui kedua perjanjian tersebut, Pertamina EP juga memastikan penerimaan bagian negara atas penjualan gas dari wilayah kerja perusahaan di Jawa dan Sumatera. Selain itu, kerja sama ini disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Sebagai informasi, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang berperan sebagai Subholding Upstream di lingkungan Pertamina. PHE mengelola lapangan hulu minyak dan gas bumi yang dioperasikan Pertamina, baik di dalam maupun luar negeri.

Di wilayah Jawa bagian barat, Regional Jawa mendapatkan kewenangan untuk mengoordinasikan lapangan hulu minyak dan gas bumi yang meliputi PHE ONWJ, PHE OSES, Pertamina EP wilayah Jawa Barat, dan Pertamina East Natuna. Wilayah kerja Regional Jawa mencakup Provinsi DKI Jakarta, Banten, Lampung, Bangka Belitung, dan Jawa Barat. (pa/jh. Foto: Dok. Pertamina HE)